Kontak Batin Cinta

Pondasi utama membentuk hubungan cinta yang baik

Pondasi utama membentuk hubungan cinta yang baik

Pondasi utama membentuk hubungan cinta yang baik berawal dari menghargai hal kecil agar memiliki passion yang jelas dan keberanian dalam menjalani hubungan cintanya mau dibawa ke arah mana, hal tersebut bisa menginspirasi kita maupun kekasihnya untuk memiliki hubungan cinta yang mesra dan romantis.

Bahwa hubungan cinta yang penuh dengan keromantisan dan kemesraan tidak tumbuh dengan sendirinya melainkan dibutuhkan sebuah stimulasi yang tepat dan proporsional dari masing-masing pasangan dalam menjalani hubungannya.

Pondasi utama membentuk hubungan cinta yang baik berawal dari hal kecil sebagai starting point-nya dan bentuklah dulu kecerdasan emosional hubungan cintanya dalam membangun karakter hubungannya:

1. Bentuklah dulu kecerdasan emosional dalam hubungan cintanya.
Hal ini berkaitan erat dengan cara seseorang berperilaku, bersosialisasi dan membuat suatu keputusan yang penting dalam menjalani hubungan cintanya ke depan, menjalin cinta dengan seseorang berarti kita belajar untuk mengenal dan memahaminya lebih jauh lagi seperti apa karakter dan kebiasaannya.

Kecerdasan emosional dalam hubungan cinta berkaitan erat dengan bagaimana kita berperilaku setiap hari kepada orang yang kita sukai, bagaimana kita menyikapi emosi dari orang yang kita sukai, tindakan apa saja yang paling sering kita lakukan bisa ditiru dan dicontoh oleh orang yang kita sukai, bagaimana kita bereaksi dan merespon emosinya orang yang kita sukai.

Kesuksesan awal hubungan cinta ditentukan dari faktor kecerdasan emosional dari masing-masing pasangan yang menjalani hubungan cintanya, kenapa? kecerdasan emosional berpengaruh besar dalam mengidentifikasi emosinya secara akurat untuk memiliki kemampuan membahagiakan dan menyenangkan kekasihnya terlihat dari performanya, apakah memiliki daya juang dan daya tahan yang tinggi dalam menjalani hubungan cintanya.

2. Jangan berfokus pada pencapaian semata dalam hubungan cintanya.
Kalau kita masih terobsesi secara individu dalam menjalani hubungan cintanya hanya untuk memiliki status semata malu dikatakan single atau jomblo, niat kita untuk memiliki status dalam hubungan cinta berkaitan erat dengan reputasi yang akan kita miliki bisa terdongkrak dalam kehidupan sosial, apalagi kita memiliki seorang kekasih yang menurut orang-orang di sekitar kita dianggap kekasih yang sempurna.

Namun di sisi lainnya bisa menimbulkan masalah yang baru bagi orang yang kita sukai karena si dia akan beranggapan bahwa hubungan cinta yang dijalaninya penuh dengan kepalsuan dan kebohongan, si dia juga akan menganggap kita bersedia menjalani hubungan cinta hanya sebagai pelarian dari kenyataan hidup, si dia akan menyimpulkan bahwa kita tidak begitu mencintainya secara tulus hanya berpura-pura.

Kalau kita terobsesi pada pencapaian dalam hubungan cintanya atau berfokus kepada hasil yang bisa kita dapatkan (status), apabila hasil yang didapatkan ternyata berbeda jauh dari harapannya kita, apa yang terjadi kita akan terkejut bisa membuat kita jadi frustrasi berkepanjangan, tak heran di dalamnya kita akan selalu suka menuntut dan menuntut untuk dituruti semua keinginannya kita.

Bahwa hubungan cinta yang baik selalu dikelilingi dengan segala macam bentuk perhatian, kepekaan dan rasa cinta yang tulus, kesuksesan hubungan cinta tidak bisa dilakukan oleh seorang diri melainkan dibutuhkan peran serta dari masing-masing pasangan dalam membangun kualitas hubungan cintanya.

3. Berani bilang tidak apabila tidak sesuai dengan visi misi kita.
Menjalani hubungan cinta pasti kita akan mencari tahu apa visi misi dari orang yang kita sukai (niat dan tujuannya), apakah sama atau berbeda. Apabila kita tidak pernah menanyakan visi misi orang yang kita sukai karena terlena akibat terlalu dimanjakan dalam hubungan cintanya bisa membuat kita jadi terjebak dalam hubungan cinta yang tidak sehat ke depannya.

Berani menanyakan visi misi orang yang kita sukai dalam menjalani hubungan cinta bisa mengetahui sampai dimanakah tingkat keseriusan dirinya, logika pola pikir yang kita miliki bisa berkembang pesat untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Misalnya dijanjikan akan dinikahi tetapi mengajak hubungan badan di luar nikah dulu, meminta sejumlah uang tertentu tiap bulannya atau meminta ATM-nya kita untuk dikelolanya sebagai latihan agar tidak kaget setelah menikah nantinya.

Apabila orang yang kita sukai memiliki visi misi yang berbeda dengan kita seperti beberapa contoh yang ada di atas, kita harus berani bilang “tidak” dan tolak walaupun orang yang kita sukai mengancam minta putus dari kita karena itu bukanlah niat dan tujuan yang sebenarnya melainkan hanya mau menikmati rasa senang tanpa mau bertanggung jawab.

4. Dituntut untuk berani bertanggung jawab atas hubungan cintanya.
Berani menjalani hubungan cinta berarti berani untuk berkomitmen dan berani untuk bertanggung jawab, dua hal tersebut adalah mutlak untuk dimiliki oleh masing-masing pasangan dalam menjalani hubungan cintanya. Apabila kita terlalu membiarkan atau tidak mempermasalahkan perilakunya yang bisa merugikan hubungan cinta ke depan, lama-lama bisa berubah menjadi tidak sehat hubungannya dan orang yang kita sukai bisa berubah egois bahkan bisa mengampangkan.

Misalnya sedikit-sedikit kita turun tangan untuk menyelesaikan masalahnya bisa membuat pacar jadi manja dan tidak bisa mandiri seperti antar jemput ke manapun pacar minta antar kita siap melakukannya “kita jadi sopir pribadinya”, memberitahu dan meminta izin kepada pacar atas segala macam aktivitas yang kita lakukan selama 24 jam, pacar ketahuan selingkuh dan kita membiarkannya dengan tidak menegurnya secara tegas “tidak apa-apa yang penting dia masih sama aku”.

Apabila kita tidak berani menuntut orang yang kita sukai untuk bertanggung jawab atas komitmen hubungan cintanya maka kita sampai kapanpun tidak bisa bersikap tegas dalam membereskan urusan apa saja yang terjadi di dalam hubungan cintanya, akhirnya kita tumbuh menjadi pribadi yang tidak konsisten dalam menjalani hubungan cintanya.

5. Usir semua segala macam ketakutan yang ada di dalam hubungan cintanya.
Kesuksesan hubungan cinta tergantung dari bagaimana caranya kita bersama pasangan bisa memanajemenkan ketakutan yang muncul dalam hubungan cintanya, misalnya takut ditinggalin, takut diputusin, takut dicuekin, takut tidak sesuai dengan harapannya kita, takut diselingkuhin, dan segala macam ketakutan lainnya.

Akibat ketakutan tersebut bisa membuat seseorang menjadi overprotektif terhadap pasangannya, apa yang terjadi ketakutan yang selama ini kita takutkan benar-benar terjadi di depan matanya kita karena sikap kita yang overprotektif menunjukkan kita tidak begitu percaya sama pasangan kita bisa membuat dirinya menjadi tidak nyaman dan merasa terkekang.

Kesuksesan hubungan cinta dibutuhkan keyakinan dan kepercayaan dari kita kepada pasangan, tidak perlu takut secara berlebihan atas ketakutan yang kita pikirkan belum tentu terjadi. Caranya berikan keleluasaan pasangan kita untuk melakukan aktivitasnya dan berikan juga dukungan yang nyata terutama saat pasangan gagal, cara tersebut menunjukkan kita peduli kepadanya sehingga pasangan merasakan intensitas kehangatan dari kita bahwa dirinya akan baik-baik saja dalam menjalani hubungan cintanya.

Kesimpulan pondasi utama membentuk hubungan cinta yang baik:

Untuk memiliki hubungan cinta yang baik, mesra dan romantis bisa berawal dari hal yang kecil sebagai starting point-nya untuk membentuk karakter hubungan cinta ke depan, maka bentuklah dulu kecerdasan emosional hubungan cintanya dan jangan berfokus pada pencapaian semata dalam hubungan cintanya juga berani bilang tidak apabila tidak sesuai dengan visi misi yang kita miliki dalam hubungan cintanya.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca pondasi utama membentuk hubungan cinta yang baik, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?



DMCA.com Protection Status

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *