melek cinta - kisah cinta sejati - cinta berlogika

5 Tuntutan Realistis Relationship Berhak Kamu Sampaikan Sama pacar

5 tuntutan realistis relationship berhak kamu sampaikan sama pacar daripada kamu diam saja atau menunggunya, terutama hubunganmu sudah berjalan cukup lama. Tidak perlu takut dikatakan manja atau Needy untuk menyampaikan apa keinginanmu terhadap hubungan kalian.

Sebelum menyampaikannya, kamu harus paham tuntutan hubungan yang kamu sampaikan ada kemungkinan bisa membuat pacar jadi tertekan. Jadi, pastikan tuntutanmu itu realistis dan seimbang antara kepentingan kamu dengan pacar.

Bukan berat sebelah antara kepentingan/keinginanmu dengan kepentingan/keinginan pacar, bahasa sederhananya kepentinganmu bukan lebih besar daripada kepentingan pacar. Bukan pula pacar harus mengutamakan keinginanmu daripada keinginannya sendiri.

Tuntutan realistis relationship ini bukanlah tuntutan yang tidak memberatkan pacar dan semuanya untuk kebaikan hubungan kalian ke depan. Bukan hanya salah satu pihak saja atau tuntutan yang tidak masuk akal (baca: kelewatan batas atas kemampuan pacar).

Kalau dijabarkan cowok harus bisa memberikan kepastian hubungannya, sedangkan cewek wajib minta kepastian hubungan agar tahu hubungannya mau dibawa ke mana. Cewek tidak perlu takut menanyakan hal tersebut. Ini bertujuan agar kamu tidak digantungkan sama cowokmu.

Berikut 5 tuntutan realistis relationship berhak kamu sampaikan sama pacar demi kebaikan bersama

1. Menyampaikan hubungan yang kamu inginkan

Sampaikan hubungan seperti apa yang kamu inginkan secara jujur dan terbuka sama pacar itu lebih baik daripada sibuk kode-kodean. Ini untuk mencegah kamu jadi orang baper atau ngarep terhadap hubunganmu. Kamu berbicara blak-blakan hubungan seperti apa yang diinginkan.

Artinya, kamu memberikan pilihan sama pacarmu, apakah tetap bertahan/lanjut atau tidak. Kalau kamu ingin berkomitmen serius untuk jangka panjang bukan berpacaran saja. Katakan dengan jujur agar pacar tahu niatmu yang sebenarnya.

Kalau kamu ingin bermain-main dalam hubunganmu atau tidak mau berkomitmen hanya jangka pendek. Katakan saja agar pacarmu tidak kecewa dan salah paham sama kamu. Misalnya, kamu dicap sebagai “Orang PHP” atau orang yang suka mengantungkan hubungan.

Ingat, menyampaikan hubungan yang kamu inginkan bukan berarti pacar harus menuruti apa pun keinginanmu secara sepihak. Kamu tidak memaksa pacar untuk menjalani hubungan yang kamu inginkan berdasarkan ekspektasimu sendiri.

Kalau itu kamu bisa dikatakan “Needy”. Karena kamu memaksakan kehendakmu sendiri tanpa memikirkan kepentingan pacar. Memaksakan kehendak sendiri merupakan contoh sikap egois dan tidak adil. Kamu masih berorientasi “AKU” bukan “KITA” dalam hubungannya.

2. Sampaikan saja kalau kamu kurang diperhatikan

Jangan diam saja kalau merasa kurang diperhatikan sama pacarmu. Ungkapkan apa perasaanmu, apakah kurang dicintai atau dihargai sama pacarmu? Ini bisa membantu kamu dan pacar untuk memahami cara seperti apa untuk mengekspresikan perasaan masing-masing.

Kamu suka cara ini, sedangkan pacar suka cara itu dalam mengekspresikan perasaannya. Keterbukaan ekspresi membuat kamu dan pacar bisa tahu apa yang cocok untuk keduanya. Namun, cara ini membutuhkan proses tidak bisa instan langsung kamu dapatkan.

Contohnya kamu ingin pacarmu romantis katakan saja, disertai juga tindakanmu yang romantis dalam memperlakukan pacar. Nanti pacar akan melihat dan lama-lama melakukan hal yang sama.

Kalau kamu tidak mau terbuka dan jujur untuk menyampaikannya, apa sih yang membuatmu kurang diperhatikan? Pacar tidak akan pernah paham cara seperti apa yang kamu inginkan dalam mencintaimu.

Ingat, menyampaikan kalau kamu kurang diperhatikan bukan berarti menuntut atau memaksa pacar untuk mencintaimu. Bukan pula berasumsi pacar akan selalu mencintaimu tanpa kamu bertanya sama dia secara jujur dan terbuka.

Kalau kamu menuntut, memaksa atau berasumsi pacar pasti mencintaimu sampai kapan pun itu bisa dikatakan kamu “Needy”. Karena kamu ingin pacar punya perasaan dan keinginan yang sama sepertimu.

Tindakan itu bisa dikatakan sangat kekanak-kanakan karena kamu jadi ngarep, baper, atau berharap banyak pacar akan selalu bersamamu. Sikap ini akan membuatmu jadi orang egois, bahkan membencinya apabila ternyata pacar tidak lagi mencintaimu.

Baca juga: Kehasilan romantisme ditentukan dari kecerdasan pacar

3. Cari tahu dan sampaikan apa yang bisa dikompromikan

Menjalani hubungan cinta pasti ada konflik dan perbedaan kebiasaan antara kamu dengan pacar. Untuk itu diperlukan kompromi dalam hubunganmu. Ya, persetujuan dengan jalan damai antara kamu dan pacar.

Berkompromi bisa dikatakan bentuk komunikasi yang sehat antara kamu dengan pacar. Karena kamu dan pacar bisa mencari tahu, juga menyampaikan apa yang bisa dikompromikan dalam hubungan kalian.

Ingat, cari tahu dan sampaikan apa yang bisa dikompromikan bukan berarti kamu bisa memaksa pacar untuk berkorban tidak realistis untukmu. Berkompromi bukan memaksa hidupnya dan keyakinan pacar harus sesuai dengan kamu. Lama-lama hubunganmu berubah jadi Toxic Relationship.

Contohnya kamu menuntut pacar tidak lagi berkumpul bareng teman-temannya, meminta antar jemput ke mana pun kamu pergi, pacar harus menelepon kamu tiap malam, atau memaksa pacar pindah dari agamanya apabila ingin menikahmu.

4. Jangan diam saja kalau ada yang membuatmu tidak nyaman

Kalau kamu merasa tidak nyaman dalam menjalani hubungannya, katakan secara jujur dan terbuka apa yang kamu rasakan sama pacar. Apa sih yang membuatmu tidak bahagia? Apakah ada kebutuhan hubunganmu yang belum terpenuhi oleh pacar?

Kejujuran dan keterbukaan adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat. Kalau kamu malah bersikap pasif atau sibuk kode-kodean agar pacar bisa mengerti kemauanmu. Sikap semacam ini bisa dikatakan kamu “Needy” orangnya.

Kamu berharap pacar bisa langsung tahu apa yang menjadi kemauanmu. Sikap ini bisa dikatakan kamu kekanak-kanakan atau egois. Kalau kamu mau cowokmu tahu apa isi pikiranmu, kamu harus mengutarakan apa sih pemikiran dan perasaanmu ke cowokmu.

Kalau kamu malas ngomong blak-blakan, cowok tidak akan pernah tahu isi hatimu karena cowok bukan makhluk yang bisa membaca isi pikiranmu atau cenayang.

Kamu harus menyampaikan secara jujur dan terbuka apa yang membuatmu tidak nyaman. Ingat, jangan pernah berasumsi pacarmu bisa mengerti begitu saja apa yang kamu rasakan.

5. Minta pacar menjadi bagian dari masa depanmu

Kamu dan pacar sudah menjalani hubungan cukup lama, serta ada kecocokan. Merencanakan masa depan bersama pacar adalah satu paket relationship. Ya, kamu dan pacar bisa merencanakan apa yang ingin dilakukan di masa depan.

Apa sih yang disepakati oleh kamu dan pacar? Ketika marah apa yang harus dilakukan, jangka waktu untuk menikah, ikut tinggal di rumah orang tua atau kontrak.

Nanti apa akan buat tabungan bersama, ingin punya anak berapa, setelah menikah istri bisa bekerja atau resign dengan membuka usaha sendiri atau jadi ibu rumah tangga.

Ingat, minta pacar menjadi bagian dari masa depanmu bukan berarti memaksa pacar harus bisa menyesuaikan diri dengan rencana yang kamu buat. Kamu tidak boleh memaksa pacar untuk mengikuti semua rencanamu tanpa memperhatikan kebutuhannya pacar.

Nah, pertanyaannya kamu bisa apa. Kalau pacarmu ternyata belum siap untuk memikirkan masa depan hubungannya. Apa yang terjadi apabila dia masih memikirkan masa depannya sendiri dan belum mau jadi bagian dari masa depanmu?

Jadi, kamu bisa dikatakan “Needy” apabila memaksa pacar harus mengikuti semua rencana masa depanmu. Kamu pun tidak bisa memaksa pacarmu untuk jadi siap seperti yang kamu inginkan.

Baca juga: Tentukan tujuan pacaran yang realistis agar hubunganmu tidak gagal

Kesimpulan 5 tuntutan realistis relationship berhak kamu sampaikan sama pacar

Jangan diam saja atau sibuk kode-kodean agar pacar bisa mengerti apa yang kamu inginkan dalam hubunganmu. Setop punya pemikiran seperti itu, kamu berhak untuk menyampaikan apa pun keinginanmu sama pacar.

Jangan takut dikatakan “Needy, manja, atau egois” sama pacar apabila kamu menyampaikan keinginanmu. Asalkan tuntutan itu realistis untuk kebaikan bersama. Tuntutan yang seimbang antara kamu dengan pacar bukan memberatkan pacar.

Contohnya hubungan yang kamu inginkan, kamu kurang diperhatikan sama pacar, sepakati apa yang bisa dikompromikan, bicarakan kalau ada yang membuatmu tidak nyaman, dan minta pacar menjadi bagian dari masa depanmu.

Semoga poin-poin dari 5 tuntutan realistis relationship bisa membantumu untuk mendapatkan hubungan yang kamu inginkan.

Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe. Jangan lupa sharing ke Facebook, Twiiter, Line, WhatsApp, grup-grup WA, dan teman-temanmu agar enggak ketinggalan tips-tips self improvement dan relationship seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please komentarnya bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow Instagram @ruang cinta, saran dating dan relationship yang mungkin tidak ingin kamu dengar tapi harus kamu ketahui.



Tinggalkan komentar