5 Upaya Mempersiapkan Pernikahan yang Sehat, Langgeng, dan Bahagia

blog cinta sejati - portal belajar cinta
Mari evaluasi apa yang sudah kamu kerjakan dari pagi hingga sore ini. Semoga besok pagi akan lebih baik dan hari ini lebih baik dari kemarin. Selamat malam kawan

Untuk menikah tidak cukup modal cinta saja, tapi kalian harus memiliki upaya mempersiapkan pernikahan yang sehat agar tercipta pernikahan yang bahagia dan langgeng. Ada 5 hal penting yang harus kalian bicarakan sebelum memutuskan untuk menikah.

Konten ini bersifat lesson singkat dari KCS Talks. Mohon dibaca pelan-pelan ilmu prapernikahan ini sampai selesai agar kamu dapat pemahaman yang utuh dan lengkap.

Pernikahan kalian yang sehat dan bahagia akan menciptakan hubungan yang harmonis. Keharmonisan hubungan ini dapat memberikan dampak pada pertumbuhan mental anak-anak kalian jadi sehat pula. 

Bila pernikahan kalian banyak diisi dengan perilaku toxic kepada pasangan. Apalagi kamu sering dijumpai suka nyinyir, berkomentar jahat, iri hati, atau tidak suka melihat kebahagiaan atau kesuksesan temanmu/tetanggamu.

Pertumbuhan mental anak-anak kalian akan berdampak juga, seperti berperilaku toxic Hal ini terjadi karena anak-anak akan meniru atau mencontoh perilaku orang tuanya yang terjadi dalam rumah tangga kalian.

Seperti yang kamu ketahui, rata-rata kasus perceraian dan KDRT yang terjadi karena mereka tidak membicarakan persoalan ini secara jujur dan terbuka sebelum menikah. Apa saja yang perlu kalian bicarakan sebelum memutuskan untuk menikah?

Kamu dan dia berani berbicara secara jujur dan terbuka tentang perihal keuangan, cara berargumen, memahami perubahan yang terjadi, cara pandang kalian dalam memandang pasangan, pengalaman masa kecil, dan rencana membesarkan anak.

Baca juga:

Ada 5 upaya mempersiapkan pernikahan yang sehat, langgeng, dan bahagia. Hal ini penting kalian bicarakan secara jujur dan terbuka agar tidak kaget setelah menikah

5 Upaya Mempersiapkan Pernikahan yang Sehat, Langgeng, dan Bahagia

1. Perihal keuangan

Upaya pertama yang tidak kalah penting dan wajib kalian bicarakan sebelum menikah. Persoalan keuangan atau ekonomi adalah penyebab utama perceraian yang terjadi di Indonesia. Kalian wajib membicarakan persoalan ini bersama pasangan.

Pahami ya, membicarakan ini bukan berarti kalian materialistis atau tidak sopan. Tapi ini menandakan kamu dan dia sudah mempersiapkan diri untuk meminimalisir masalah ekonomi yang akan terjadi dalam pernikahan kalian.

Pembicaraan persoalan keuangan ini bisa dari sikap kalian terhadap uang. Yang lebih tepatnya seperti apa perilaku kalian dalam memperlakukan uang, apakah kamu atau dia lebih berhati-hati ataukah ada kecenderungan untuk berperilaku boros? Apakah pasangan punya utang yang harus diselesaikan?

Seperti apa cara kalian untuk pembagian rekening setelah menikah, sama nggak tujuan finansial kalian, dari mana saja sumber penghasilan kalian, bagaimana cara kalian dalam mengelola keuangan dari sumber penghasilan itu.

Setelah menikah apa hanya salah satu pasangan yang bekerja ataukah keduanya. Sikap dan rencana apa yang harus kalian ambil apabila pasangan kehilangan pekerjaannya, terutama kalian yang hanya memiliki satu sumber penghasilan saja.

2. Cara berargumen

Berargumen ini menyangkut kesadaran pola komunikasi kalian yang terjadi dalam hubungannya. Ini termasuk cara kalian berdebat dengan saling mempertahankan atau menolak alasan masing-masing. Untuk itu penting buat kalian untuk memiliki cara tidak menyakiti atau menyerang perasaan pasangan.

John Gottman memberikan gambarkan ada 4 perilaku yang perlu kalian hindari ketika berargumen, atau dikenal dengan istilah The Four Horsemen of The Apocalypse, yaitu: criticism, contempt, defensiveness, dan stonewalling.

Yuk, kita bahas satu per satu apa itu The Four Horsemen of The Apocalypse.

  • Criticism, kamu mengkritik dia tanpa tujuan dan menyerang karakternya. Dengan kata lain, kamu bukan mengkritik perilaku dia secara spesifik.
  • Contempt, kamu suka menghina dan merendahkan dia.
  • Defensiveness, Kamu suka mencari alasan dan pembenaran/pembelaan.
  • Stonewalling, kamu selalu menghindari, berperilaku pasif, dan menarik diri. Contohnya, saat ada masalah kamu lebih memilih mendiamkan pasangan berminggu-minggu daripada segera menyelesaikan masalah itu.

Untuk memiliki pernikahan yang sehat, bahagia, dan langgeng. Sudahkah kalian menghindari 4 perilaku yang ada di atas itu selama pacaran? Kunci keberhasilan hubungan adalah cara kalian dalam menghadapi masalah yang terjadi maupun menyelesaikan argumen dengan pasangan secara sehat.

3. Dapat memahami perubahan yang terjadi

Seperti yang kalian ketahui, perjalanan pernikahan tidak selalu berjalan mulus, stabil, dan bahagia saja. Ada masa pernikahan kalian akan dihadapi masa-masa sulit, ada masa ketika tujuan atau kebutuhan salah satu pasangan yang berubah, atau ada masa di mana kalian akan menemui rutinitas yang berbeda.

Dapat memahami perubahan yang terjadi, kalian memiliki dan memahami growth mindset satu sama lainnya. Growth mindset ini agar kamu dan dia mampu menghadapi berbagai macam perubahan yang terjadi dalam perjalanan pernikahan kalian.

Bagaimana cara memiliki dan memahami growth mindset satu sama lain? Kalian mau belajar untuk berani mencoba hal yang baru, mengerahkan segenap usaha atau kemampuanmu semaksimal mungkin, cara kamu untuk memahami dia, dan bagaimana cara kalian mengatasi kegagalan yang terjadi.

4. Cara pandang kamu dalam memandang dia

Upaya yang satu ini tidak bisa dianggap remeh. Cara pandang kamu dalam memandang dia sebagai penentuan keberhasilan pernikahan kalian langgeng dan bahagia atau tidak. Cara pandang kamu dalam memandang dia juga penentuan keberhasilan tumbuh kembang anak-anak kalian ke depannya.

Contohnya, apakah kamu menganggap dirimu lebih tinggi daripada dia? Apakah kamu lebih memandang dia lebih rendah? Apakah kamu memandang dia sebagai partner yang sejajar? Apakah kamu bisa berinteraksi dan memiliki pembagian peran rumah tangga sama dia dengan adil?

Cara pandang kamu dalam memandang dia ini menyangkut cara berinteraksi dan pembagian peran setelah menikah. Contohnya, suami yang berfokus pada perihal keuangan saja, sedangkan istri berfokus pada perihal tugas rumah tangga. Ataukah, suami dan istri juga berfokus pada perihal keduanya.

Seperti apa cara kamu dan dia untuk menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dengan kebutuhan bersama. Setelah menikah kamu bisa menerima/mengikuti budaya atau kebiasaan keluarga pasanganmu, ataukah kamu lebih memilih menolak untuk menerima budaya yang berbeda dari kebiasaanmu selama ini.

Ya, cara pandang ini bisa menentukan arah pernikahan kalian bahagia dan langgeng atau tidak. Perlu kamu pahami, dampak dari perjalanan pernikahan kalian akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan mental anak-anak kalian di masa depan.

5. Pengalaman masa kecil dan rencana membesarkan anak

Terakhir tidak kalah penting dan fundamental yang akan menentukan arah perjalanan pernikahan kalian. Pengalaman masa kecil kalian atau cara pengasuhan orang tua kalian akan jadi pengaruh besar terhadap perilaku kamu dan dia dalam mengasuh anak-anak kalian nantinya.

Cara pola asuh atau kelekatan yang dibangun oleh orang tua kepada kamu dahulu akan berpengaruh besar pada hubunganmu dengan pasangan. Pola asuh ini akan menurunkan seperti apa cara kamu dan pasangan dalam mengasuh anak-anak kalian.

Jika pola asuh atau kelekatan yang dikembangkan oleh orang tuamu tidak bisa berikan rasa aman dan nyaman. Ada kecenderungan menimbulkan kecemasan, ketergantungan, dan pengabaian. Bahkan, hubungan tidak sehat. Maka, pola asuh itu akan terbawa oleh kamu sampai menikah.

Dampaknya kamu akan mengulangi pola asuh yang sama ke anak-anakmu seperti orang tuamu dahulu lakukan sama kamu. Jika orang tuamu toxic, maka kamu ada kecenderungan berperilaku toxic. Setelah menikah perilakumu yang toxic itu akan terbawa pada pola asuh yang toxic ke anak-anakmu juga.

Terima kasih sudah baca “5 Upaya Mempersiapkan Pernikahan yang Sehat, Langgeng, dan Bahagia.” Tinggalkan komentarmu apabila masih ada yang kurang dimengerti. Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor ke menu layanan curhat.

Pastikan kamu subscribe dengan menyalakan notifikasi di browser kamu agar tidak ketinggalan update terkini. Untuk informasi lesson gratis dari KCS Talks, silakan ke menu pembelajaran cinta eksklusif.

Jangan lupa follow Instagram @ruang cinta berfokus bahas apa pun masalah toxic relationship, broken relationship, premarital, dan bad marriages.


Free Access Seputar Love & Relationship
Cara jadi pribadi berkualitas lewat building pesona, meningkatkan skill mengobrol, mengendalikan egomu, cara agar cowok bucin sama kamu, sampai kriteria pasangan ideal versi kamu lewat mr right check list. Daftarkan email kamu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *