Back to basic, cinta itu komunikasi sebagai pilar utama bangunan cinta. Hubungan bahagia membutuhkan dua pasangan saling bekerja sama untuk membangun dan merawat pilar-pilar utama bangunan cinta kalian.
- Masalah cinta selalu berawal dari komunikasi
- Komunikasi syarat hubungan bahagia dan bebas konflik
- Langgeng dan mesranya cinta berawal dari komunikasi
- Saling mendengarkan
- Pahami perasaannya
- Cari waktu khusus buat berbicara
- Jangan sok tahu (suka berasumsi)
- Kebuntuan komunikasi awal dari hubungan toxic
- Malas mendengarkan pendapat dia
- Suka berbohong jarang berkata jujur
- Berkata kasar yang menghina
Masalah cinta selalu berawal dari komunikasi
Hubungan cinta yang bahagia membutuhkan dua orang saling bekerja sama membangun dan merawat pilar-pilar utama bangunan cinta kalian. Kalau cuma satu orang saja yang membangun dan merawat pilar-pilar, sedangkan yang lainnya malas-malasan atau seenaknya sendiri.
Seiring perjalanan waktu pilar-pilar bangunan cinta tersebut akan roboh dan hancur. Seperti banyak persoalan cinta yang hadir di ruang curhat selalu dijumpai masalah komunikasi.
Tanpa komunikasi yang baik secara asertif antara kedua pasangan akan sulit untuk menjaga hubungan tetap harmonis apalagi mesra.
Penyebab hubungan cinta yang gagal karena doi hanya berfokus sama perkembangan dirinya saja. Ia tidak peduli dan masa bodoh sama perkembangan diri pasangannya.
Ambil saja contohnya, setiap ada masalah atau tidak sesuai sama keinginannya. Doi selalu gampang bilang putus. Sikap ngambek dan ancaman minta putus menandakan doi masih egois, alias tidak bisa menjalani hubungan serius.
Baca juga: Lelahnya Istri Tidak Dihargai Suami Lakukan Komunikasi Halus
Komunikasi syarat hubungan bahagia dan bebas konflik

Banyak yang tahu kunci hubungan yang langgeng dan bebas dari konflik adalah komunikasi dua arah bukan satu arah. Tapi sayangnya banyak yang bingung saat ditanya….
“Seperti apa komunikasi yang baik itu?”
Rata-rata dari kamu pasti menjawab seputar….
- Menanyakan kabar.
- Memberikan perhatian.
- Telepon atau video call tiap hari.
Apa? Noooo… bukan seperti itu. Lalu kayak apa komunikasi dua arah yang baik sama pasangan?
Komunikasi dua arah yang baik adalah kamu dan dia saling mengobrol secara asertif dengan berusaha mencari titik temu bukan untuk saling mencela, menyerang, menghakimi, dan menyalahkan satu sama lainnya.
Gampangnya kamu tidak berkontribusi langsung merusak hubungan kalian. Apa contohnya?
- Gampang banget mengancam.
- Suka berbicara kasar atau menghina.
- Merengek minta dibelikan sesuatu seperti barang.
- Pakai senjata pamungkas seperti mendiamkan, ngambek, atau merengek.
Kalau kamu masih melakukan kelakuan seperti di atas. Ini menunjukkan kamu hanya berkomunikasi untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kelakuan itu bukan bentuk komunikasi dua arah, tapi bentuk keegoisan kamu.
Baca juga: Aku Ingin Dia Mengerti Perasaanku, Kuasailah Teknik Komunikasi Asertif
Langgeng dan mesranya cinta berawal dari komunikasi

Cara paling gampang menciptakan keromantisan hubungan dengan membiasakan diri melakukan kegiatan komunikasi dua arah bareng pasangan
Saling mendengarkan
Luangkan waktu untuk saling mendengar satu sama lain. Tatap mata dia dengan sungguh-sungguh dan dengarkan semua uneg-uneg yang dia sampaikan dengan baik.
Pahami perasaannya
Tanyakan beberapa hal yang baru saja dia dialami hari ini. Misalnya, pekerjaan dia di kantor atau apa dia ada masalah hari ini. Kamu juga bisa bertanya hal-hal yang ringan dan menyenangkan sama dia. Misalnya, “weekend nanti kita ke mana?.”
Atau kamu juga bisa mengajak dia mencicipi menu baru di tempat nongkrong lagi viral. Kamu bisa mengajak dia ke sana. Cara ini bisa dikatakan kamu sedang berusaha memahami perasaannya.
Cari waktu khusus buat berbicara
Cara ini bisa digunakan apabila kalian punya masalah serius. Carilah waktu khusus berdua untuk membicarakan masalah kalian. Tujuannya agar kamu dan dia tidak mudah terbawa emosi ketika mengobrol masalah ini (siap untuk membicarakannya).
Contohnya, kamu dan dia bisa pergi ke kafe sambil menikmati secangkir kopi. Lewat suasana yang santai bisa membuat kalian jadi rileks buat membicarakan masalah tersebut.
Jangan sok tahu (suka berasumsi)
Kamu jangan suka menyela atau sok tahu apa yang sedang dia bicarakan. Ini membuat komunikasi kalian jadi tidak menyenangkan. Saat dia berbicara, kamu diam saja dan mendengarkan.
Bukan ikut-ikutan berbicara juga. Kamu tahan diri sebentar dengan memosisikan diri sebagai dia. Menahan diri akan membuat komunikasi yang terjadi bisa berjalan dengan baik dan sehat.
Baca juga: Tips Pacaran Awet Sampai Menikah Cuma Komunikasi Dewasa
Kebuntuan komunikasi awal dari hubungan toxic

Malas membiasakan diri berkomunikasi dua arah menjadi cikal bakal hubungan toxic. Banyak dijumpai berperilaku tidak mau mendengarkan, berbohong, hingga menghina pasangan.
Malas mendengarkan pendapat dia
Tidak hanya kamu saja yang ingin didengarkan pendapatnya. Ia juga sama ingin didengarkan pendapatnya. Stop jadi pihak yang selalu ingin didengarkan. Termasuk kelakuan kamu yang suka menuduh dan memarahi dia bila tidak sesuai sama harapan atau ekspektasi kamu.
Berikan kesempatan dia untuk berbicara apa pendapatnya dan kamu yang mendengarkan. Komunikasi 2 arah yang baik dan sehat apabila terjadi support dan listening itu kunci untuk memahami dia.
Gampangnya kamu bisa mendengarkan, memahami, dan memberikan dukungan itu sangat berarti buat dia.
Suka berbohong jarang berkata jujur
Sekali kamu berbohong akan memicu kebohongan lainnya. Kebohongan yang pernah kamu lakukan akan menjadi bom waktu buat hubunganmu ke depan. Ini akan membuat dia jadi kecewa dan tidak percaya lagi sama kamu.
Berusahalah berkata jujur dan terbuka apa yang kamu rasakan. Biasakan untuk berkata sesuai fakta dan kebenaran atas apa yang terjadi sama kamu.
Berkata kasar yang menghina
Hubungan yang sering dijumpai perkataan kasar akan berujung perilaku saling menghina dan merendahkan. Berkata kasar adalah bentuk kekerasan verbal. Jadi pertanyaannya:
- Pernahkah kamu berkata kasar?
- Seberapa sering kamu berkata kasar?
- Bagaimana perasaanmu saat dia berkata kasar sama kamu?
- Apakah kamu marah, sakit hati, dan tidak terima saat dia berkata kasar?
Jika kamu atau dia punya kebiasaan berkata kasar. Cobalah belajar untuk menahan emosi dan pilih menyendiri ketika marah. Ingat berkata kasar dapat membawa hubunganmu ke arah toxic.
Semoga artikel ini bisa menambah insight kamu. Terima kasih sudah membaca cinta itu komunikasi agar langgeng hubungan kalian. Suka postingan ini? Kamu bisa sharing di media sosialmu agar teman-temanmu dapat value yang sama. Semoga kebermanfaatan ini terus berlanjut!
Yang ingin curhat masalah cinta dan menginginkan solusi profesional tanpa menghakimi. Teman curhat bareng psikolog klinis via chat bukan bersifat konseling, Untuk curhat bisa ke teman curhat
Yuk kita belajar bareng seputar relasi keintiman dalam hubungan romantis. Subscribe Youtube @Melek Cinta, Instagram @Ruang Cinta, dan Facebook @Melek Romansa. Follow juga @Google News berisi konten keintiman yang dipersonalisasi buat kamu.
Apa komentarmu tentang cinta itu komunikasi agar langgeng dan bahagia hubungan kalian? Kamu punya pengalaman yang sama bisa berbagi mungkin kita semua bisa belajar dari pengalaman kamu.











pengikat erat suatu hubungan yaitu ‘komunikasi’
. gag isa d ganggu gugat ??.
benar kak, hubungan mesra atau nggak sangat bergantung dari kedua pasangan gimana cara mereka berkomunikasi
yup bener bgt tuw min dengan kata2 yang baek hubungan pasti akan menjadi lebih mesra. tapi jangan sampai kata2 manis dibuat hanya untuk menutupi kesalahan atau kebohongan kepada pasangannya
memang benar kak, kita harus jeli dalam menangkap adanya perubahan yang terjadi pada dirinya. Jadi pentingnya berkomunikasi