CLOSE ADS
CLOSE ADS

Hukuman Buat Pacar yang Melanggar Aturan, Pahami Sifat Hukumannya

blog edukasi cinta - curhat cinta online gratis

Hukuman buat pacar yang melanggar aturan merupakan sesi kelanjutan dari artikel cara menghukum pacar ini tekniknya yang dapat kamu lakukan. Baca sampai habis agar kamu tidak bingung saat merespon pacar yang melanggar aturan.

Hukuman yang dibuat harus bersifat untuk tingkatkan keintiman hubungan kalian. Kamu dan dia punya batasan jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Gampangnya, kalian berpacaran punya tujuan yang jelas ke mana arah hubungannya.

Kamu tidak digantungkan hubungannya bertahun-tahun. Kamu jadi tahu sifat asli pacarmu. Ketika ada masalah yang muncul kalian bisa berkomunikasi secara sehat untuk menyelesaikannya (tidak ada yang dirugikan).

Antisipasi apa yang harus kalian lakukan apabila terjadi kemacetan komunikasi, seperti pacar tiba-tiba menjauh, mendiamkan, tidak menyimak obrolanmu, atau dia tidak mau mendengarkan penjelasanmu.

Masalah komunikasi ini paling sering dijumpai pada hubungan pacaran. Meski kamu cinta mati atau bucin dengan pacarmu, tapi kamu tidak dilahirkan dengan kemampuan untuk bisa membaca pikiran dia.

Fungsi hukuman dibuat agar kamu dan dia bisa tahu apa kebutuhan dan keinginan satu sama lainnya. Kamu dan dia akan belajar saling memahami apa yang kalian inginkan dari pasangan.

Baca juga: 3 Sikap Hadapi Pertengkaran Secara Dewasa untuk Meminimalisir Konflik

Poin pertama, pahami hukuman buat pacar yang melanggar aturan agar kamu tidak kaget dengan sifat asli pacar ketika hubungan sudah berjalan lama/memutuskan untuk menikah

Hukuman Buat Pacar yang Melanggar Aturan, Pahami Sifat Hukumannya

Yang perlu kamu pahami, sebelum membuat hukuman harus bersifat untuk meningkatkan keintiman hubungan kalian bukan memaksakan atau melanggar hak dasar/privasi pacar.

1. Hukuman harus dikomunikasikan antara kalian

Tidak ada hukuman yang dibuat berdasarkan keputusan atau kepentingan salah satu pihak saja. Sifat hukumannya harus untuk meningkatkan kualitas keintiman hubungan kalian bukan mengekang atau mengatur pacar secara berlebihan.

2. Hukuman yang dibuat harus bisa dimodifikasi

Biasanya hukuman yang dibuat berasal dari idealisme kalian tentang ekspektasi hubungan yang diinginkan. Kamu dan dia bisa bicarakan idealisme masing-masing, lalu sepakati mana saja idealisme yang sesuai dengan realita (dunia nyata).

Jika di tengah jalan hubungan kalian ada hukuman yang dibuat tidak cocok lagi, maka kalian bisa modifikasi hukuman itu bukan untuk mengeliminasi atau menghilangkan sesuai dengan keinginanan salah satu pihak.

3. Hukuman disepakati, disanggupi, dan mengikat kedua pihak

Hukuman harus memiliki prinsip keadilan yang sama antara kamu dan dia. Tidak ada diskriminasi tentang siapa yang harus dihukum dan tidak boleh dihukum. Hukuman yang dibuat harus ada kesepakatan berdasarkan kompromi kalian (win-win solution).

Contoh dari tiga poin di atas, ketika hari biasa kalian sepakat hanya bisa chatting saat jam makan siang, sedangkan pulang kerja kalian bisa teleponan sampai dua jam. Kesepakatan tersebut dibuat agar tidak ada pasangan yang merasa aktivitasnya terganggu, terutama deadline atau meeting.

Baca juga: Cara Terapkan Reward dan Punishment buat Pacar yang Tepat

Poin kedua, sejak awal hubungan kalian sudah mengatur secara jelas jenis hukuman buat pacar yang melanggar aturan. Tujuannya agar kalian tidak saling menyalahkan satu sama lain

Hukuman Buat Pacar yang Melanggar Aturan, Pahami Sifat Hukumannya

Hubungan tidak memiliki aturan main yang jelas dan tegas akan terjadi kemacetan, seperti putus di tengah jalan, putus-nyambung, atau hubungan digantungkan. Apa penyebabnya? Kalian tidak tahu apa keinginan dan kebutuhan pasangan.

Berikut aturan main yang jelas bisa diterapkan dalam hubungan kalian:

1. Komitmen hubungan

Kenali dan pahami secara jelas apa komitmen hubungan antara kamu dan dia. Apa tujuan kamu mau berpacaran sama dia? Apa tujuan dia mau berpacaran sama kamu? Apa niat pacaran untuk menikah atau sekadar happy fun saja?

Seberapa jauh kamu bisa berkompromi dengan dia? Apa sikapmu bila ternyata pacar masih belum bisa melupakan mantannya? Kapan waktu yang tepat buat kalian untuk berkenalan dengan keluarga pacar?

Contohnya tujuanmu untuk menikah, sedangkan dia masih ingin berpacaran belum ada pikiran untuk menikah ke depannya. Kamu tetapkan sampai berapa tahun kamu harus menjalani hubungan berpacaran bersama dia.

2. Tata cara bertengkar

Pertengkaran terjadi bisa disebabkan adanya perbedaan love language antara kamu dan dia. Kamu tidak begitu paham love language dia ingin diperlakukan seperti apa. Ini membuatmu jadi bingung ketika menghadapi dia. Efeknya pertengkaran kalian makin runyam dan tidak terselesaikan dengan baik permasalahannya.

3. Waktu untuk diri sendiri “Me time”

Meski kamu sangat cinta dan sayang dengan dia, tapi kamu pasti membutuhkan “Me Time” untuk merefleksikan dirimu. Tetapkan dulu aturannya secara jelas kapan waktu untuk diri sendiri biar pacar tidak salah paham dengan kamu.

Gampangnya, kamu tidak langsung menghilang begitu saja tanpa ada kabar. Contohnya, berapa lama waktu kamu untuk “Me Time”, atau jenis komunikasi apa yang diperbolehkan untuk menghubungi kamu.

4. Apa saja yang boleh dibagikan

Berikan batasan yang jelas dan tegas mana boleh dan tidak boleh dilakukan, terutama hal-hal yang mau kalian share di media sosial. Ingat ya, tidak semua orang/temanmu merasa nyaman melihat foto selfie mesra kalian yang diumbar di media sosial.

Lalu, batasan apa saja yang bersifat sensitif boleh dibagikan dengan pacar, seperti mengecek isi handphone kamu, bertanya masa lalumu, jumlah gaji kamu tiap bulannya, atau siapa yang membayar biaya pengeluaran saat kalian kencan.

5. Kedekatan/sentuhan fisik

Aturlah batasan kedekatan fisik mana yang boleh dan tidak boleh secara jelas dan tegas agar pacar tidak sembarangan menyentuh, memegang, atau mencium kamu tanpa izin.

Kedekatan fisik ini menyangkut seberapa jauh kamu memiliki pengetahuan tentang kekerasan dalam pacaran. Contohnya kamu tidak mau dicium di bibir cukup pegangan tangan saja.

Kamu juga menolak pemahaman, berupa ajakan pacar yang sesat “Kalau pacaran nggak begituan itu nggak cinta sama pacar”, atau “Kalau nggak begituan nanti pacarannya nggak langgeng”

Baca juga: Cara Damai Nan Elegan Menghadapi Pacar Selalu Merasa Benar

Suka artikel cara menghadapi pacar terlalu cuek ini? Pastikan kamu subscribe newsletter – weekly digest agar tidak ketinggalan update dari kita seputar cinta, pranikah, pengelolaan diri, dan pengembangan diri, atau klik melek cinta news.

Terima kasih kamu sudah membaca artikel ini sampai selesai. Semoga bermanfaat. Kalau kamu punya pengalaman yang sama, komentar ya bisa jadi kita punya pengalaman yang sama.

Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor, silakan ke menu layanan curhat. Follow instagram kita @ruang cinta seputar cinta yang remeh-temeh, serius, sampai sensitif. Plus isu-isu tabu yang dibahas secara ringan.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.