Yakin Kamu Sudah Siap Menikah? Jawab Dulu 17 Pertanyaan Pranikah Ini

kisah cinta sejati

Yakin kamu sudah siap menikah dengan dia? Yakin dia “the one and only“? Yakin kamu cocok menikah sama dia? Apa keputusanmu ini hanya sebatas keinginan atau kesiapan untuk menikah?

Mohon dibaca pelan-pelan sampai selesai agar bisa memahami secara utuh dan lengkap, terima kasih

Kamu perlu pahami, siap menikah dan ingin menikah itu dua hal yang berbeda. Kamu siap menikah berasal dari dalam dirimu sendiri. Hatimu sudah mantap untuk melangkah ke pelaminan, meski kamu tahu jelas sisi lain dari kehidupan pernikahan.

Sedangkan, keinginan menikah ada pengaruhnya dari lingkungan sekitarmu. Misalnya, kamu merasa dia sosok pasangan ideal baru kenal beberapa minggu, tuntutan dari orang tua, mantanmu sudah menikah, atau banyak temanmu yang sudah menikah.

Yakin kamu sudah siap menikah sama dia? Karena menikah nggak hanya siap mental saja, tapi juga detail-detail atau perintilan-perintilan harus juga disiapkan oleh kalian

Yakin Kamu Sudah Siap Menikah? Jawab Dulu 17 Pertanyaan Pranikah Ini

Pahami ya, soal menikah itu nggak hanya soal usia saja, atau target ingin menikah di usia berapa. Siap menikah, artinya kamu siap belajar menerima ketidaksempurnaan dia sepanjang waktumu.

Contohnya, kekurangan dan kelebihannya, kebiasaan buruk dan ngambeknya, juga wajah dia yang asem ketika bangun tidur. Karakter dan prinsip yang dia pegang karena menikah kamu akan tinggal satu atap dengan dia selamanya dengan berbagai kehidupan yang baru.

Kamu juga perlu memahami perdebatan sebelum pernikahan nggak hanya terjadi antara kamu dan dia saja, tapi bisa berasal dari pihak luar. Contohnya, orang tua atau keluarga besar ikut campur mengenai acara pernikahan.

Perdebatan mengenai konsep pernikahan apa yang dipakai, adat apa yang digunakan, tempat apa yang digunakan untuk acara pernikahan, mahar apa yang diminta oleh keluarga pasangan, hingga jumlah tamu siapa saja yang diundang.

Jadi, kamu nggak hanya berkhayal atau mendambakan tentang pesta pernikahan yang “Meriah” atau “Wow” saja.

Baca juga berkaitan erat dengan kesiapan menikah:

Yakin kamu sudah siap menikah? Kamu bisa menjawab 17 pertanyaan pranikah ini untuk membantumu bertumbuh dan berkembang bersama dia

1. Bagaimana kualitas kesabaran, komitmen, rasa minta maaf, dan memberi maaf, juga kebaikan yang kamu miliki?

2. Seperti apa pola komunikasi kamu efektif atau nggak?

3. Apa kamu bisa berpartisipasi aktif atau nggak sepihak atau nggak menyalahkan dia dalam hubungan kalian?

4. Bagaimana manajemen konflik yang kamu miliki?

5. Seperti apa bentuk rasa syukur dan ungkapan apresiasi yang kamu miliki ke dia?

6. Apakah pernah kamu berbicara jujur sama dia? Mulai dari keinginan punya anak berapa, seputar pengelola keuangan, privasi pasangan, keluarga pasangan, pekerjaan atau gaji yang diperoleh tiap bulan, hingga kesepakatan lainnya.

7. Seperti apa kemampuan kamu dalam mengesampingkan perasaan atau keegoisan sesaat yang muncul demi mempertahankan hubunganmu?

8. Seberapa jauh kamu dapat mempertahankan value hubungan yang sudah kalian bangun bersama hingga sekarang ini?

9. Seperti apa kemampuan kamu dalam menghadapi argumen atau berbeda pendapat yang muncul dalam hubunganmu?

10. Seberapa jauh tingkat kepercayaan atau rasa percaya kamu ke dia?

11. Apa saja yang menjadi deal breaker atau kesepakatan yang bisa ditoleransikan oleh kamu apabila dia berbuat kesalahan?

12. Seberapa jauh tingkat kekuatan atau trust issue kamu dalam menghadapi konflik yang muncul dalam hubunganmu?

13. Seperti apa kemampuan kamu dalam mengomunikasikan perasaanmu, keinginan atau harapanmu ke dia?

14. Seperti apa kemampuan kamu dalam hal berkompromi apabila terjadi perbedaan?

15. Seberapa baik sampai sejauh mana kamu memahami dan mengerti dia?

16. Seperti apa kecerdasan dan kejujuran emosional yang kamu miliki?

17. Seberapa dalam tingkat perasaan cinta yang kamu miliki ke dia?

Beberapa pertanyaan di atas untuk mengetahui seberapa yakin kamu sudah siap menikah sama dia, atau seberapa jauh kamu sudah cocok menikah sama dia. Agar kamu nggak kaget saat ada masalah rumah tangga yang muncul

Yakin Kamu Sudah Siap Menikah? Jawab Dulu 17 Pertanyaan Pranikah Ini

Jika kamu masih bingung menjawab atau kurang paham dengan pertanyaan di atas, artinya kamu hanya ingin menikah bukan siap untuk menikah. Kamu belum matang bertanggung jawab secara mental dalam menjalani hubungan jangka panjang.

Sederhananya, apakah saat berpacaran kamu sudah terbiasa menyelesaikan masalah hubungan yang terjadi? Apakah kamu pilih menyelesaikan masalah itu atau malah melarikan diri? Sudah sejauh mana kamu sanggup berpikir jangka panjang?

Sudah sejauh mana kamu bisa memikirkan solusi terbaik nggak merugikan dia? Apakah kamu sudah bisa menafkahi dirimu sendiri atau hidup mandiri mencukupi kebutuhanmu sendiri? Sudah sejauh mana kamu bisa diajak berpikir dewasa nggak kekanak-kanakan lagi?

Jika kamu masih hidup santai nggak mau belajar ilmu pengembangan diri maupun ilmu relationship. Kamu masih malas belajar ilmu pengelolaan keuangan, ilmu pernikahan, dan ilmu pareting. Kamu masih suka berhura-hura malas menabung, apalagi berinvestasi.

Kamu masih suka nongkrong sampai larut malam, masih sibuk bikin konten tiktok yang lagi viral. Masih suka follow akun-akun galau nggak tertarik follow akun-akun pengembangan diri. Kegiatan santai nggak ada proses pengembangan diri ke depan.

Di satu sisi kamu ingin secepatnya menikah. Kebiasaanmu itu akan membentuk mentalmu jadi cengeng saat ada konflik rumah tangga yang muncul. Contohnya, kamu gampang sekali menyalahkan pasanganmu. Bahkan, anak-anakmu bisa menjadi korban KDRT akibat pelampisan dari kemarahanmu.

Kesimpulan yakin kamu sudah siap menikah sama dia

Yakin Kamu Sudah Siap Menikah? Jawab Dulu 17 Pertanyaan Pranikah Ini

Kamu siap menikah, maka kamu siap belajar menerima ketidaksempurnaan dia. Menikah kamu akan tinggal satu atap dengan dia sepanjang waktu dengan berbagai kehidupan yang baru.

Jangan lupakan bicarakan semuanya dengan jelas dan tuntas. Gunakan pola komunikasi yang sehat dan baik. Hindari kritik berlebihan, mengumpat, atau merendahkan pasangan ya.

Utamanya saat pembahasan pesta pernikahan dengan dia maupun keluarga besar. Komunikasi yang baik dan sehat agar kamu bisa terhindar dari konflik besar mungkin saja bisa terjadi di tengah proses menuju pernikahan.

Terima kasih buat kamu yang sudah membaca artikel ini sampai selesai. Tinggalkan komentar apabila masih ada yang kurang dimengerti. Oh ya, jangan lupa follow Instagram @ruang cinta untuk update ilmu cinta terbaru.

Mau curhat? Kamu menginginkan solusi yang lebih profesional bisa masuk ke menu layanan curhat untuk berkonsultasi dengan konselor kami. Pastikan kamu sudah subscribe biar nggak ketinggalan insight dan update-an terbaru tiap bulannya.



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *