Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik (Belajar dari Maudy Ayunda)

tips memilih pasangan hidup yang baik

Tips memilih pasangan hidup yang baik sesuai kebutuhanmu bukan keinginanmu. Beberapa hari yang lalu nama Maudy Ayunda banyak dibicarakan oleh netizen setelah mengunggah fotonya mengenakan kebaya pernikahan di akun instagram pribadinya.

Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik (Belajar dari Maudy Ayunda)
Foto: Instagram @maudyayunda

Yang selama ini Maudy gak pernah mempublikasikan hubungan percintaannya. Dari perjalanan cinta Maudy Ayunda, kamu bisa belajar soal relationship goals dalam memilih pasangan hidup sesuai kebutuhanmu bukan keinginanmu.

Lewat artikel ini kamu akan belajar mengenal literasi pasangan. Rugi banget gak membaca sampai habis, simak ya!

Baca juga lainnya:

Yang suka nonton video, kamu bisa play video 4 tips memilih pasangan hidup yang baik sesuai kebutuhanmu di bawah


Yang pertama, daripada galau memikirkan siapa jodohmu lebih baik memperbaiki dulu kualitas dirimu

Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik (Belajar dari Maudy Ayunda)

Jodohmu itu cerminan dirimu. Kualitas dirimu saat ini akan menentukan siapa jodohmu di masa depan. Jadi, kamu gak usah galau kalau saat ini masih belum menemukan pasangan yang tepat. Yang penting tetap tingkatkan kualitas pribadimu.

Karena Tuhan masih memberikan waktu buat kamu untuk memantaskan diri dulu. Suatu hari kamu akan bertemu dengan jodohmu di waktu gak terduga, seperti yang dialami oleh Maudy Ayunda. Jadi, kuncinya kamu tetaplah berinvestasi leher ke atas.

Yang kedua, menghargai perbedaan dengan menurunkan ego

blog edukasi cinta, curhat cinta online, melek cinta

Satu hal yang perlu kamu pahami, perbedaan akan selalu ada dalam sebuah hubungan karena kamu dan dia adalah orang lain yang bersatu dalam ikatan pernikahan. Kamu dan dia punya literasi pasangan yang berbeda satu sama lainnya, seperti pola pikir, pola komunikasi, pola emosi, pola hidup, dan pola asuh.

Jadi untuk memiliki kehidupan pernikahan yang sehat, ketahui dan pahami dulu literasi pasanganmu sebelum menikah. Jika kamu gak begitu mengenal literasi pasanganmu apabila terjadi perbedaan akan muncul mindset paling berkorban (mental victim).

Contoh pernyataan mental victim dalam pernikahan, seperti:

  • “Aku sudah begini kenapa kamu gak begitu”
  • “Aku paling berjuang dalam pernikahan ini”
  • “Aku paling berkorban/berkontribusi dalam pernikahan ini”
  • “Aku paling tersakiti dalam pernikahan ini”

Baca juga lainnya:

Yang ketiga, mau menjadi pribadi yang terus berkembang secara positif satu sama lain bukan satu pihak saja

Tips Memilih Pasangan Hidup yang Baik (Belajar dari Maudy Ayunda)

Menjalani kehidupan pernikahan, kalian adalah mitra yang saling bekerja sama bukan majikan dan bawahan. Kamu dan dia adalah pasangan suami istri yang menjalankan berbagai hal secara bersama, seperti saling mendukung dan berdiskusi berbagai pilihan hidup yang muncul.

Inti sih, kamu dan dia saling berkontribusi yang berhubungan dengan ngurus anak atau urusan rumah tangga. Jadi, penting sebelum menikah kalian sudah memiliki keterbukaan satu sama lainnya. Tujuannya agar gak muncul mental victim setelah menikah apabila kehidupan pernikahan yang dijalani gak sesuai sama ekspektasimu.

Yang keempat, kebahagiaanmu gak butuh validasi dari orang lain

blog edukasi cinta, curhat cinta online, melek cinta

Terakhir gak kalah pentingnya soal relationship goals dalam literasi pasangan. Ingat, kebahagiaanmu gak membutuhkan validasi dari orang lain. Seperti yang Maudy Ayunda lakukan gak banyak drama tiba-tiba menyebarkan undangan pernikahan.

Hal tersebut bisa kamu tiru gak perlu mengumbar di media sosial:

  • Kamu sedang dekat sama siapa,
  • Kamu lagi menjalani hubungan asrama sama siapa.

Sebelum menikah, tanamkan mindset di bawah agar kamu gak muncul mental victim (paling berkorban) setelah menikah:

  • Kamu menikah sama dia itu pilihanmu.
  • Kamu memilih dia menjadi suami atau istrimu itu pilihanmu.

Mindset tersebut untuk mencegah kamu menyalahkan pasangan, atau merasa paling berkorban apabila kehidupan pernikahan gak sesuai dengan ekspektasimu. Ingat, menjalani relasi pernikahan itu pilihanmu bukan pengorbanan. Kenapa?

Karena kamu adalah orang sudah dewasa yang memiliki kemampuan untuk memilih, mengambil keputusan secara sadar atas segala konsekuensi yang terjadi, dan siap bertanggung jawab atas pilihanmu itu.

Terima kasih sudah membaca tips memilih pasangan hidup yang baik. Suka postingan ini? Kamu bisa sharing ke teman-temanmu supaya mereka dapat value yang sama. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

Pantau terus channel Youtube Melek Cinta, Instagram Ruang Cinta, dan Facebook Melek Romansa untuk update relasi cinta, khususnya soal literasi pasangan sebelum menikah.

Tinggalkan komentarmu bila masih ada kurang dimengerti, atau kamu punya pengalaman yang sama bisa berbagi. Bisa jadi kita semua bisa belajar dari pengalamanmu.

Yang ingin curhat menginginkan solusi profesional dari konselor via chat bisa langsung ke curhat konselor. Pastikan kamu subscribe hubungan romantis biar gak ketinggalan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.