Cara Terapkan Reward dan Punishment buat Pacar yang Tepat

blog edukasi cinta - curhat cinta online gratis
Bagaimana siangmu hari ini? Semoga siangmu menyenangkan dan semua mimpi semalam yang kamu tuliskan pagi hari menjadi kenyataan di siang ini.

Cara terapkan reward dan punishment buat pacar dengan mengingatkan lagi niat dan tujuan awal dia berpacaran sama kamu itu apa. Khususnya kamu dan dia sudah menjalani usia pacaran cukup lama.


Baca cara terapkan reward dan punishment buat pacar ini sampai selesai agar kamu dapat konsep berpikir yang kuat, lengkap, dan utuh

Apa sih arah kelanjutan hubunganmu ke depan itu seperti apa? Dia yang sudah menemani dan bertahan sama kamu, terutama hubunganmu sudah berjalan tiga tahun lebih pasti akan berbicara komitmen ke depan (mau dibawa ke mana).

Kamu/dia sudah berbicara masalah ini adalah wajar terjadi karena menyangkut kenyamanan dan keamanan terhadap kebutuhan perasaan. Kamu dan dia sudah paham kebiasaan satu sama lainnya.

Ini termasuk pola hubungan kalian ingin seperti apa sudah terbentuk. Gampangnya kamu dan dia selama masa pacaran/proses pengenalan berusaha mencari tahu, mengenal, dan memahami seperti apa visi misi hubungannya ke depan.

Baca juga: Saat Bertengkar Ucapkan 12 Kalimat Ini Bikin Hubunganmu Bisa Hancur

Cara terapkan reward dan punishment buat pacar bukan berbicara lagi masalah insecurities dan childishness yang ada dalam diri pasangan

Cara Terapkan Reward dan Punishment buat Pacar yang Tepat
Cara terapkan reward dan punishment buat pacar (image: pixabay)

Sistem reward dan punishment salah satu contoh bentuk hubungan berkualitas karena kamu dan dia nggak lagi berbicara/bertugas untuk memperbaiki masalah insecurities dan childishness yang terdapat dalam diri pasangan.

Pemberian reward dan punishment merupakan stimulus untuk memunculkan respons yang diikuti konsekuensi, berupa pujian atau hukuman. Tapi reward dan punishment ini harus konsisten sepanjang menjalani hubungan bersama dia.

Kamu bisa tekankan komitmen yang sudah dibuat bersama dulu untuk diingatkan lagi agar dia bisa pahami nilai-nilai/visi misi/harapan hubungan yang ingin kalian capai ke depannya. Ini untuk mencegah kamu/dia lupa dengan komitmen yang pernah kalian buat di awal jadian.

Biar kamu/dia nggak kehilangan arah atau tersesat di tengah jalan karena lupa dengan tujuan hubungan yang sebenarnya. Untuk mencegah kamu/dia berubah jadi pribadi yang egois atau ketidakdewasaan/kekanakan.

Pemberian reward dan punishment ini untuk menyegarkan lagi komitmen kalian sebagai role model dalam membangun dan mengembangkan hubungan kalian agar tercipta keromantisan dan kemesraan romansa.


Baca juga: Pahami Niat Pacar Untuk Apa Berpacaran Biar Nggak Sakit Hati

Cara terapkan reward dan punishment buat pacar yang baik dan benar dengan mengedepankan kesepakatan bersama

Cara terapkan reward dan punishment buat pacar
Cara terapkan reward dan punishment buat pacar (image: pixabay)

Contohnya pujian adalah reward bisa diberikan ke pacar apabila respons yang diberikan sesuai dengan apa yang dia ucapkan atau janjikan dulu di awal pacaran. Reward ini sebagai sarana penguatan hubungan atas penghargaan kamu ke dia.

Kamu bisa menghargai perjuangan dan pengorbanan dia yang sudah berusaha menyenangkan dan membahagiakanmu. Misalnya, dia menemani dan memberikan support saat kamu ada di posisi bawah. Dia tetap setia nggak meninggalkan kamu.

Untuk punishment adalah hukuman bisa diberikan ke pacar apabila perilaku dia kurang baik agar nggak melakukan lagi, terutama perilaku yang bisa mengancam atau merusak masa depan hubungan kalian.

Contohnya berselingkuh, mau menang sendiri, selalu menuntut untuk dituruti keinginannnya, mengulur waktu terlalu lama untuk berkomitmen serius (nggak nikah-nikah), atau membatasi aktivitas keseharian kamu secara berlebihan.

Pemberian punishment ke pacar yang harus diperhatikan, kamu harus bijak nggak boleh berlebihan atau menyakiti kondisi fisk dan mentalnya. Jangan sampai habis kamu berikan punishment, pacar jadi ilfil atau kehilangan semangat hidupnya karena rasa percaya dirinya turun.

Punishment harus diawali dengan peringatan dulu lewat bahasa yang baik, halus, dan sopan. Hindari kata-kata yang menyakitkan perasaan. Apabila pacar nggak ada perubahan masih tetap saja kelakuannya setelah punishment.

Jika kamu sudah 3x peringatan berturut-turut, maka kamu bisa gunakan kata-kata yang tegas, jelas, dan sopan. Ingat ya, bukan kata-kata yang keras menyakitkan hati. Cara ini lebih baik dan ampun daripada teguran secara langsung ke pacar.

Kenapa? Kamu nggak terlalu banyak untuk mengeluarkan energi/tenaga secara berlebihan. Dia bisa paham apa maksud dari kamu dengan tepat. Cara ini juga untuk menghindari terjadinya pertengkaran akibat miskomunikasi (salah persepsi).

Baca juga: Fase Perubahan Gaya Pacaran yang Patut Kamu Perhatikan

Nggak memberikan label yang kasar adalah cara terapkan reward dan punishment buat pacar yang sehat

Cara terapkan reward dan punishment buat pacar
Cara terapkan reward dan punishment buat pacar (image: pixabay)

Kamu memberikan label yang kasar ke pacar sebagai bentuk punishment secara nggak langsung membawa hubunganmu ke arah toxic. Karena akan memunculkan trauma psikologis berkepanjangan, seperti membandingkan pacar dengan mantanmu dulu.

Pemberian label ini sebagai bentuk keegoisan kamu yang memperlakukan dia secara nggak adil. Karena label ini diberikan kamu nggak terima dengan kenyataan yang ada, atau dia nggak sesuai dengan ekspektasi kamu.

Efeknya pacar bisa membekas dalam dirinya, hingga ada kekhawatirkan dia jadi termotivasi untuk bertindak berdasarkan label itu atau balas dendam lantaran label yang kamu kasih ke dia.

Terima kasih buat kamu yang sudah membaca sampai selesai. Tinggalkan komentarmu apabila masih ada yang kurang dimengerti.

Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor silakan ke menu layanan curhat. Pastikan kamu subscribe agar tidak ketinggalan update 5K’s relationship.

Oh ya, follow juga Instagram @ruang cinta yang bahas masalah relationship yang remeh-temeh, serius, hingga sensitif. Bahkan, isu-isu tabu relationship dibahas secara ringan.



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *