cintanya romantis tapi posesif bagian 2

cintanya romantis tapi posesif bagian 2

Sobat, artikel tentang Cintanya romantis tapi posesif bagian 2 dibaca normal antara tiga atau empat menit. (Ilustrasi: pixabay).

Kelanjutan dari bagian 1 bahwa pacar cintanya romantis tapi posesif dengan mengenali tanda-tandanya dalam hubungan cintanya:

4. Selalu mengatur dalam segala hal.
Kamu sebagai manusia memiliki dan membutuhkan ruang untuk bisa melakukan banyak hal seperti berbusana, cara dandan, kesukaan dalam makanan dan minuman tetapi memiliki pacar yang posesif, dia ingin mengatur kamu dari gaya berpakaian, rambut, makanan, minuman, sepatu dan lain-lain.

5. Membatasi ruang gerak kamu.
Memiliki sifat posesif sudah sangat parah apabila pacar tidak suka ketika kamu bertemu atau menghabiskan waktu bersama teman-teman tetapi pacar juga tidak suka kalau kamu menghabisi waktu bersama keluarga.

Bagaimana caranya menghilangkan cintanya romantis tapi posesif yang dimiliki oleh pacar agar hubungan terasa nyaman dan bahagia:

1. Sadar kalau memiliki sifat posesif.
Kamu harus menyadari apabila pacar memiliki sifat ini yang cenderung memiliki sifat posesif bertujuan untuk lebih mudah saat menghilangkannya.

2. Komunikasi dengan baik dan sabar.
Komunikasi adalah kunci dalam sebuah hubungan dan merupakan cara terampuh untuk menghilangkan sifat posesif pacar untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dalam sebuah hubungannya.

Baca Juga  Jadilah Cowok Egois Agar Cewek Jatuh Cinta

3. Percaya terhadap pacarnya.
Belajarlah untuk memberikan kepercayaan terhadap pacar. Suatu hubungan tidak ada rasa saling percaya maka akan cepat kandas karena akan selalu cemburu dan curiga terhadap pacar.

4. Tekat untuk selalu berubah.
Pacar harus memiliki niat dan keinginan untuk merubah kualitas dirinya menjadi lebih baik lagi.

5. Berikan kebebasan dan saling mengingatkan.
Berikan kebebasan kepada pacar dengan memberikan kebebasan dalam taraf yang normal dan wajar, tetap berjalan sesuai komitmen awal untuk memudahkan dan menjauhi dari sikap posesif dengan jalan saling mengingatkan apabila pacar sudah berbeda haluan dari komitmen awal yang telah disepakati bersama.

6. Kenalkan pacar ke teman kita.
Kecemburuan bisa menimbulkan sikap posesif, pacar selalu marah saat kamu jalan bersama teman-temanmu terutama lawan jenis. Cemburunya bukan takut karena kehilangan pacarnya tetapi si dia tidak mengenal teman-temanmu sehingga pacar merasa asing.

Tidak ada salahnya mengajak pacar dan memperkenalkannya secara langsung dengan teman temanmu sehingga pacar dan teman-temanmu bisa saling mengenal, jadi pacar tidak merasa seperti orang asing dan biarkan pacar akrab dengan sendirinya.

Baca Juga  Cara Jitu Melupakan Mantan Agar Cepat Membuka Hati

7. Kenalkan pacar ke sahabatmu.
Malas berkenalan dengan sahabatmu karena di dalam pikirannya pacar, kalau sahabat terutama kita memiliki sahabat lawan jenis adalah ancaman dan patut diwaspadai. Caranya dengan mengajak pacar untuk bertemu sahabatmu sekedar nonton film, atau pun hanya sekedar jalan jalan. Dari sana pacar bisa mengenal sahabatmu dan tahu kalau kamu hanya berteman biasa saja.

8. Yakinkan pacar untuk tidak cemburu.
Kecemburuan bisa terjadi karena pacar tidak percaya diri dan berpikir tidak cukup baik untuk kamu, apalagi ketika pacar tahu kamu berteman dengan lawan jenis yang berparas menawan maka yakinkan pacar bahwa di hatimu itu miliknya dan tidak perlu merasa takut kehilangan.

Seringlah memuji dan menghargai apa yang telah diperbuat oleh pacar sehingga dia merasa berguna bagi kamu, ketika kamu sedang bersamanya, berikan ponselmu dan silent atau getarkan ponselmu. Jadi kamu tidak perlu membalas atau mengangkat menelepon, kecuali hal penting sehingga dia yakin bahwa kamu peduli kepadanya dan memberikan waktu untuk pacar.

Baca Juga  10 Faktor Penyebab Pacarmu Belum Tentu Jodohmu

9. Tinggalkan pacar sekarang juga.
Apabila kamu sudah berusaha untuk memberitahukan kepada pacar dengan segala cara, usaha dan komitmen tetapi pacar tetap saja posesif segera “TINGGALKAN”. Jika pacar tetap bersikeras tidak mau mengubah sikap posesifnya, artinya pacar tidak peduli sama kamu terlihat dari sikapnya yang menggangu privasimu dengan segala macam aturan yang dibuatnya melebihi batas kewajaran menunjukkan hubungan yang tidak sehat lagi.

Kesimpulan cintanya romantis tapi posesif bagian 2:

Sikap posesif bisa diperbolehkan tetapi harus didasari dengan tujuan untuk memiliki hubungan yang sehat yang di dalamnya ada sikap saling menghormati, menghargai dan menjaga perasaan pacarnya juga kebebasan pacarnya dalam beraktivitas dalam kehidupannya dalam kerangka membangun komitmen hubungan cinta yang sehat dan tekankan komunikasikan semuanya agar tidak terjadi salah paham.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca cintanya romantis tapi posesif bagian 2, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?

Jika sobat suka artikel ini, kami sangat senang sobat berbagi di media sosialnya.
Pesan cinta bulan ini.
Tidak semua kehilangan akan berakhir menyakitkan maupun menyedihkan. Suatu hari nanti kamu bersyukur mampu melewati dan menghadapi proses kehilangan tersebut. Sakit hati ini akan membuatmu sadar harus ada proses kehilangan untuk menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya. @kcs.portal

Terhubung dengan komunitas sosial kami.
* Facebook Komunitas Kisah Cinta Sejati
* Instagram @kcs.portal
Sobat galau masalah cinta bisa curhat melalui kisahcintasejatiportal@gmail.com
BAGAIMANA MENURUT SOBAT ARTIKEL INI?

3 Replies to “cintanya romantis tapi posesif bagian 2”

  1. Phie Phie Narkan says:

    Percaya ja ma pasangan qta maka dengan sendirinya pasangan qta juga akan mempercayai qta

  2. Phie Phie Narkan says:

    yakinkan pasangan bahwa smuanya akan baek2 ja jd jngn terlalu posesif

  3. erna rofiki says:

    aku sebenernya tipe cewe yg posesif , tp tinggal gimana kita nya aja utk bisa ngendaliin agar rasa posesif kita jgn sampai membelenggu pasangan kita , krn klo kita di posesif in ama pasangan kita , kita pun gak akan suka kan ….

Komentar ditutup.