Proses dan Cara Taaruf yang Benar Bukan Hanya Sekadar Berkenalan

blog edukasi cinta - curhat cinta online
Bagaimana siangmu? Semoga siangmu menyenangkan dan semua mimpi semalam yang kamu tulis di pagi menjadi kenyataan pada siang ini.

Curhat cinta online tentang proses dan cara taaruf yang benar. Saya perempuan berusia 26 tahun dan diajak taaruf oleh laki-laki. Yang mau saya tanyakan apa boleh seorang perempuan bertanya pada laki-laki tentang tujuan hidup dan visi hubungannya.


Saya dulu pernah pacaran selama 5 tahun, tapi mantan tidak ada niatan untuk menikah. Pacaran yang lama selesai sampai di situ saja tidak ada kejelasannya. Saya tidak mau ditipu lagi dengan rayuan dan janji laki-laki. Bagaimana proses dan cara ta’aruf yang benar?

Jawaban konselor untuk curhat proses dan cara taaruf yang benar

Taaruf, artinya saling mengenal sebelum menuju jenjang pernikahan. Taaruf dilakukan sebelum khitbah (meminang atau lamaran). Mohon dipahami, taaruf bukanlah pacaran islami atau proses perkenalan yang dilakukan laki-laki dan perempuan tanpa perantara pihak ketiga.

Pihak ketiga yang akan meditasi pertemuan antara kamu dengan laki-laki itu. Pihak ketiga harus memiliki pemahaman agama dan pengetahuan taaruf yang baik. Dalam proses taaruf tidak selalu berujung ke jenjang pernikahan apabila kedua pasangan tidak menemukan kecocokan kepribadian sifat, karakter, pemikiran, dan kemantapan hati.

Dalam proses taaruf, kamu bisa bertanya hal-hal yang penting untuk ditanyakan. Contohnya, orang tua, pekerjaan, prinsip hidup, visi dan tujuan menikah, hingga gambaran tentang pernikahan. Kalian harus saling bertukar CV taaruf untuk mendapatkan gambaran mengenai calon pasangan.

Dapatkan materi cinta 'premium' tanpa syarat. Isinya dari tingkatkan kualitas cintamu lewat self love - self confidence, keintiman obrolan, ciptakan ekspektasi realistis hubungan, hingga materi pranikah untuk menyamakan persepsi kamu dan dia tentang pernikahan, Segera ambil materi ini

Laki-laki yang mengajak taaruf bukan mendekati kamu, tapi mendatangi orang tua atau walimu. Ia tidak boleh mendekati kamu secara langsung karena bisa jadi dia masih ingin bersenang-senang atau belum serius. Jadi, kamu bisa katakan pada laki-laki itu untuk menemui orang tuamu secara langsung.

Bila sudah mendapatkan restu dari orang tuamu untuk melakukan proses taaruf bukan berarti kamu dan dia bisa bebas berinteraksi, seperti pergi berdua, makan atau nonton layaknya orang pacaran. Pahami ya, proses taaruf dimaksud hanya sebatas komunikasi untuk saling mengenal dan tidak ada ‘hak milik’ sudah merasa memiliki.


Jika kamu ingin bertemu dengan calon pasangan. Jangan langsung berduaan, tapi harus ada orang ketiga bisa orang yang dituakan, kakak/adikmu, atau sahabat dekatmu. Di situ kamu bisa mengobrol seputar visi misi hubungan, pekerjaan/karir, cara pandang kamu dan dia terhadap sesuatu, hingga tanya soal parenting dan kesehatan mental.

  • Apakah dia punya nggak kesadaran penuh menjalani hubungan bersamamu?
  • Apakah dia punya pengetahuan tentang parenting dan kesehatan mental?
  • Apakah dia punya nggak visi hubungan yang sama dengan kamu?
  • Apa tujuan hidupnya untuk jangka pendek, menengah, dan panjang?
  • Apakah jalan pikiran dan target dia sejalan nggak sama kamu?

Baca juga: 10 Kesiapan Menjelang Pernikahan dan 10 Persiapan Biaya Pernikahan

Dari obrolan itu kamu bisa mengetahui indikator kesiapan calon pasangan (siap ideologis, psikologis, finansial, dan fisik) sebagai proses dan cara taaruf yang benar

  • Kesiapan ideologis menyangkut visi dan arah setelah menikah. Ini berkaitan erat dengan pemahaman agama kalian.
  • Kesiapan psikologis menyangkut kematangan sikap, pengendalian diri, dan pengenalan lingkungan yang baik (kemampuan adaptasi diri). Setelah menikah akan mungkin terjadi percekcokan. Kesiapan psikologis pasangan akan menentukan kelanggengan pernikahannya.
  • Kesiapan finansial menyangkut perihal tanggung jawab seorang laki-laki untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Meski tidak memiliki harta yang banyak setidaknya laki-laki memiliki penghasilan yang rutin.
  • Kesiapan fisik menyangkut tenaga, waktu, dan pikiran dalam menjalani pernikahan. Setelah menikah bisa jadi kalian akan memiliki waktu istirahat berkurang, mengurus anak, bayar cicilan, biaya hidup bulanan, dan lain sebagainya.

Hasil dari obrolan yang berulang-ulang kamu bisa tahu dia orangnya seperti apa kualitasnya. Kamu bisa memutuskan mau lanjut ke tahap khitbah atau tidak. Bila lanjut, maka harus ada pengaturan jarak antara proses taaruf dengan khitbah atau lamaran tidak boleh terlalu lama.

Taaruf bukanlah untuk mengikat perempuan agar tidak menikah dengan laki-laki lain. Yang sebenarnya laki-laki belum siap menikah dalam waktu dekat. Taaruf tidak boleh laki-laki membiarkan atau merugikan perempuan, seperti digantungkan kejelasan status pernikahannya sampai bulanan atau tahunan.

Baca juga: Keluarga Bahagia Dimulai dari Istri yang Bahagia. Happy wife, happy life

Setelah kamu tahu proses dan cara taaruf yang benar di atas. Hal apa saja isi CV taaruf yang baik agar mendapatkan gambaran singkat tentang calon pasangan

Proses dan Cara Taaruf yang Benar Bukan Hanya Sekadar Berkenalan

1. Identitas diri secara lengkap:
  • Foto diri lengkap berwarna.
  • Nama lengkap.
  • Tempat dan tanggal lahir.
  • Agama.
  • Alamat.
  • Status pernikahan.
  • Pekerjaan.
  • Suku.
  • Golongan darah.
  • Nomor telepon.
  • Alamat email.
  • Instagram, twitter, facebook, atau tiktok.
  • Website atau blog pribadi.
2. Gambaran fisik mengenai penampilan diri:
  • Bentuk fisik.
  • Warna kulit.
  • Bentuk rambut.
  • Warna mata.
  • Tinggi dan berat badan.
  • Riwayat kesehatan, atau penyakit yang sedang diderita.
  • Riwayat alergi.
  • Cacat fisik.
  • Ciri khas atau tanda lahir.
3. Gambaran nonfisik mengenai profil pribadi:
  • Moto dan tujuan hidup.
  • Hobi atau kegiatan di waktu luang.
  • Hal yang disukai dan dibenci.
  • Kelebihan dan kekurangan diri.
  • Prinsip hidup dan tujuan menikah.
  • Profil Keluarga yang berisi data keluarga beserta tanggal lahirnya, seperti nama ayah, ibu, kakak, adik, atau anak bila sudah pernah menikah.
4. Riwayat pendidikan:

Ini bisa dijelaskan tingkat pendidikan formal yang kamu miliki, seperti SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Kamu bisa tambahkan pendidikan nonformal dan pengalaman organisasi yang pernah diikuti.

5. Aktivitas harian:

Ini bisa dijelaskan kegiatan keseharian apa saja yang sering kamu kerjakan dan peningkatan pengetahuan agamamu sampai sejauh mana.

6. Rencana pascanikah:

Ini bisa dijelaskan tentang pekerjaan, impian/cita-cita, rencana jumlah anak, jarak kehamilan, pengasuhan dan mendidik anak, kewajiban suami istri mengurusi rumah tangga, pengelolaan keuangan/investasi, rencana tempat tinggal, hingga target jangka pendek – menengah – panjang.

Baca juga: Boleh Tidak Undang Mantan ke Nikahan?

CV taaruf adalah bagian dari proses dan cara taaruf karena kamu bisa memiliki gambaran tentang calon pasangan memiliki kesiapan untuk berubah atau tidak

Proses dan Cara Taaruf yang Benar Bukan Hanya Sekadar Berkenalan

Perlu dipahami, setelah kalian menikah akan banyak sekali yang berubah. Contohnya waktu, kamu masih lajang punya waktu luang yang banyak. Setelah menikah waktumu banyak dihabiskan dengan pasangan, apalagi sudah memiliki anak.

Lalu, tanggung jawab dalam mendidik anak dan mengurus rumah tangga bukan hanya milik seorang istri/ibu, tapi juga suami/ayah. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan dan kemauan berkompromi kalian.

Setelah menikah kalian memiliki dua pilihan untuk berkompromi dan mempertahankan hubungan, atau bersikap egois dengan bersiap hubungannya rapuh. Menikah itu bekerja sama tim bisa dibilang menikah itu matinya egosentrisme.

Perhatian: curhat proses dan cara taaruf yang benar adalah sesi konsultasi yang disetujui untuk dibagikan di blog dan media sosial kami untuk dijadikan contoh kasus. Agar siapa pun yang mengalami masalah serupa dapat belajar dari kisahnya.

Suka postingan ini? Pastikan kamu follow agar tidak ketinggalan update yang berfokus 5K’s Relationship dari kita, jelajah Melek Cinta News.

Terima kasih buat kamu yang sudah membaca sampai selesai. Semoga bermanfaat. Jangan lupa ya, tinggalkan komentarnya. Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor, silakan ke menu layanan curhat. 

Follow instagram kita @ruang cinta seputar relasi cinta, pranikah, dan pengembangan diri dari remeh-temeh, serius, sampai sensitif + isu-isu tabu hubungan cinta yang dibahas secara ringan.



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *