Luna Maya menikah, netizen pria misoginis berkomentar seksisme tentang masa lalunya. Komentar kasar yang melecehkan Luna Maya secara seksual dari sebutan wanita bekas, hingga segelnya rusak.
Isi Artikel
Pria Misoginis Contoh Pria Insecure yang Gagal Move On
Pria misoginis adalah contoh nyata pria insecure yang gagal move on dari kriteria citra diri yang ia ciptakan sendiri. Ia punya cara pandang kalau wanita itu tugasnya untuk menyenangkan atau tunduk sama keinginan pria. Salah satu contohnya wanita seharusnya bergaji lebih sedikit dibandingkan pria.
Penyebab pria menjadi misoginis karena berasal dari pola asuh orang tua yang menganut budaya patriarki. Si pria selalu dituntut untuk berada di level lebih tinggi daripada wanita. Yang efeknya pola pikir patriarki malah membentuk konsep toxic masculinity.
Ambil saja contohnya, anggapan peran wanita yang seharusnya berfokus di dapur dan ranjang saja. Jika ada wanita yang lebih sukses daripada pria di dunia sosial. Maka si pria akan benci karena menganggap si wanita merasa dirinya paling hebat. Istilahnya, wanita itu menyalahkan kodrat.
Ini membentuk pola pikir pria harus mendapatkan hak dan keuntungan yang lebih besar ketimbang wanita. Yang efeknya apabila ada wanita lebih sukses daripada dirinya, maka pria ini tidak terima karena harga dirinya seperti diinjak-injak.
Pria misoginis merasa wanita tidak boleh lebih baik dalam hal apa pun. Ini sebabnya pria misoginis selalu takut sama wanita yang jauh lebih sukses dan independen ketimbang dirinya. Tak jarang, pria misoginis suka berlagak menjadi polisi moral di media sosial demi melampiskan ego maskulinitas dirinya yang rapuh.
Alasan pria misoginis berlagak jadi polisi moral karena frustrasi skenario patriarkinya gagal diterapkan. Ambil saja contohnya, stigma negatif yang beredar luas di media sosial tentang Luna Maya adalah wanita selalu terjebak di masa lalu. Seorang wanita yang tidak bisa move on dari bayangan sang mantan.
Yang ternyata Luna Maya tidak tunduk sama persekusi moral (stigma moralitas) yang beredar luas di media sosial. Luna Maya malah bahagia sama Maxime Bouttier. Ia sudah menemukan cinta yang setara, cinta yang memuliakan, dan tidak merendahkan dirinya.
Ini sebabnya pria misoginis frustrasi karena ia merasa kalah dunia maskulinnya seperti dihina sama Luna Maya. Para pria insecure ini tidak terima sama kebahagiaan Luna Maya menikah sama Maxime Bouttier yang usianya jauh lebih muda.
Fyi: stigma moralitas terkait penilaian negatif dan stereotip yang diberikan oleh masyarakat pada individu tertentu karena dianggap langgar norma atau nilai moral yang berlaku. Stigma ini sering berdasarkan asumsi, prasangka, atau kurangnya pemahaman yang benar tentang situasi tertentu.
Baca juga: 3 Hal Saya Belajar dari Luna Maya Tentang Jodoh Sekufu
Wanita Misoginis Juga Berkomentar Jahat Pernikahan Luna Maya

Yang lebih menyakitkan lagi, banyak netizen wanita juga berkomentar misoginis tentang pernikahan Luna Maya. Wanita misoginis ini mencibir usia Luna Maya menikah sama Maxime Bouttier yang usianya jauh lebih muda.
Wanita misoginis kerap dijumpai karena terjebak dalam pola pikir patriarki, bahwa wanita harus menikah sama pria di atasnya, baik itu dari segi usia maupun status ekonominya.
Dengan kata lain, wanita sebaiknya menikah sama pria yang lebih tua dan lebih mapan. Jika dijabarkan seperti ini:
- Eksistensi wanita harus bisa masak agar nanti setelah menikah bisa melayani suami.
- Wanita harus bisa diandalkan dalam urusan domestik rumah tangga dan pengasuhan anak dalam pernikahan.
- Tugas wanita untuk menyenangkan pria dari segi penampilan maupun perbuatan.
- Setelah menikah wanita harus bisa memuaskan kebutuhan seksual suaminya di ranjang.
Pola pikir ini berasal dari konstruksi sosial patriarkal yang mengaitkan kedewasaan, penghasilan, dan kepemimpinan pria. Sedangkan wanita harus menjadi pihak yang lebih muda, penurut, dan bergantung sama pria.
Ini membuktikan bagaimana pola pikir patriarki bekerja sangat halus, istilahnya wanita boleh mencemooh atau menghukum wanita lain yang tidak mau tunduk sama narasi gender tertanam kuat dalam budaya patriarki.
Baca juga: Luna Maya Menikah Bukan Pernikahan Dongeng Ala Cinderella
Luna Maya Patahkan Stigma Batas Usia Wanita Menikah

Luna Maya menikah banyak sekali netizen pria dan wanita berkomentar misoginis karena Luna Maya berhasil mematahkan stigma pernikahan tentang batas usia wanita menikah.
Ambil saja contohnya, stigma wanita jangan menikah di atas usia 27 tahun nanti tidak ada yang mau. Wanita menikah setidaknya di usia 25 sampai 27 tahun. Apabila melebihi batas usia 27 tahun, maka akan dilabeli telat menikah.
Atau stigma negatif wanita yang belum menikah di usia 30 tahun ke atas dianggap tidak laku. Ia kerap mendapatkan label perawan tua. Ini termasuk apabila wanita menikah di usia 30 tahun dianggap terlambat menikah
Tapi Luna Maya malah membuktikan tidak ada kata terlambat untuk menikah. Luna Maya mendapatkan jodohnya di usia 41 tahun setelah Luna Maya menerapkan ilmu berserah diri pada Tuhan. Ia mampu menunjukkan keteguhan hati dalam menjaga martabat dan harapannya atas cinta yang sehat.
Luna Maya membuktikan diri dengan terus-menerus mengembangkan value dirinya yang akhirnya berbuah manis di usia 41 tahun. Tuhan memberikan Luna Maya kebahagiaan, berupa jodoh yang setara untuk mendampingi hidupnya.
Lewat perjalanan cinta Luna Maya membuktikan jodoh tidak bakal ke mana, meski itu butuh waktu yang tidak sebentar. Luna Maya menikah bukan karena tuntutan sosial, tapi kesiapan dirinya karena menikah bukanlah tujuan akhir kebahagiaan atau bukti sah kebahagiaan seorang wanita.
Luna Maya menikah adalah bukti kekuasaan Tuhan dalam menciptakan jodoh setara yang saling melengkapi dan menjaga. Luna maya menikah menjadi simbol setiap wanita berhak bahagia dan move on dari masa lalunya.
Menikah adalah keputusan pribadi yang diambil secara sadar karena menikah bukan ajang perlombaan, siapa yang duluan yang mengangkat trofi kebahagiaan. Menikah juga bukan solusi instan untuk menyelesaikan semua masalah pribadimu karena tidak semua masalah hidupmu bisa terselesaikan dengan hanya menikah.
Baca juga: Pria Fragile Masculinity Bikin Wanita Stres Setelah Menikah (Toxic Masculinity)
Nonton Pria Misoginis Berkomentar Seksisme Luna Maya Menikah
Terima kasih sudah membaca postingan ini, kalau kamu suka silakan share tentang pria misoginis berkomentar seksisme Luna Maya menikah di media sosialmu.
Kamu rasa postingan ‘pria memberi uang pada wanita itu cinta atau terpaksa’ ini bermanfaat, silakan share di media sosialmu agar lebih banyak lagi teman-temanmu yang memahami topik ini.
Yang ingin curhat persoalan cinta dan menginginkan solusi profesional tanpa menghakimi. Melek cinta punya teman curhat bareng psikolog klinis untuk mendengarkan cerita kamu. Teman curhat dibantu psikolog klinis, tapi bukan bersifat konseling ya, curhat cinta online
Belajar bareng isu keintiman dan gairah dalam hubungan romantis. Pantau terus channel Youtube Youtube @Melek Cinta, Instagram @Ruang Cinta, dan Facebook @Melek Romansa berisi konten dipersonalisasi hanya untuk kamu.
Apa kamu punya komentar pria misoginis berkomentar seksisme Luna Maya menikah? Jika kamu punya pengalaman yang sama bisa berbagi ceritamu di kolom komentar. Kita semua bisa belajar dari pengalaman kamu.







