Poin Penting Membuat Hubungan Bertahan dalam Jangka Waktu Lebih Panjang

Poin Penting Membuat Hubungan Bertahan dalam Jangka Waktu Lebih Panjang
Ilustrasi Poin Penting Membuat Hubungan Bertahan dalam Jangka Waktu Lebih Panjang (pixabay)
Artikel ini dibaca normal sekitar 3-4 menit

Poin penting membuat hubungan bertahan dalam jangka waktu lebih panjang adalah perilaku atau keinginan kamu dalam mempertahankan hubungannya. Hal yang perlu kamu ketahui, hubungan ini tidak hanya dibutuhkan lebih dari sekadar pengorbanan saja. Namun, kamu harus melihatnya secara keseluruhan dari hubungan tersebut.

Maksudnya, hubungan yang dijalani oleh mereka dari awal hingga detik ini, serta pengorbanan yang mereka lakukan terhadap keserasian dan keselarasan hubungannya (pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, perasaan, daya juang, air mata, dan lain sebagainya). Karena kamu tidak tahu bagaimana perjuangan dan pengorbanan mereka lakukan yang telah mempertahankan hubungannya selama ini.

Banyak orang akan melihat pasangan tersebut kok bisa langgeng bertahun-tahun dan tetap dalam kondisi bahagia. Ya, rata-rata orang hanya melihat tampilan luar hubungannya saja. Banyak orang tidak tahu dan memahami bahwa hubungannya juga ada liku-liku dan cobaan yang harus mereka hadapi untuk menggapai kelanggengan jangka panjang tersebut.

Ada empat poin penting membuat hubungan bertahan dalam jangka waktu lebih panjang, seperti kondisi psikologis pasangan, komitmen, kejujuran, kesabaran dan prioritas hubungannya. Hubungan cinta yang langgeng tidak hanya membutuhkan perasaan cinta dan pengorbanan saja, tetapi juga empat poin tersebut.

1. Mempertahankan hubungan itu membutuhkan ilmu psikologis kedua pasangan
Hal utama dalam mempertahankan hubungan berkaitan erat dengan kondisi psikologis kedua pasangan. Bagaimana interpersonal pasangan? Bagaimana kedua pasangan memperlakukan pasangannya? Bagaimana sikap pasangan saat menghadapi masalah yang terjadi? Bagaimana daya juang pasangan dalam memperjuangkan dan mempertahankan hubungannya?

Seperti yang kamu ketahui, pasangan merupakan orang yang kamu pilih sendiri dengan penuh kesadaran bukan keterpaksaan. Maka, kamu punya bentuk tanggung jawabmu untuk membahagiakan pasanganmu dan menyelaraskan visi misi hubungan antara kamu dengan dirinya. Menjalani hubungan cinta itu tidak sama dengan film drama romantis yang sering kamu tonton ataupun pikirkan.

Kondisi psikologis ini menyangkut bagaimana kedua pasangan dalam mempertahankan hubungannya ke depan, apakah tetap bertahan dan mencari jalan keluar terbaik bagi kedua pihak saat menghadapi masalah. Ataukah, salah satu pihak memilih putus dengan mencari orang lain dengan alasan tidak cocok, beda prinsip, hingga tidak memahami dirinya. Padahal kenyataannya, ia tidak kuat menghadapi masalah yang terjadi dalam hubungannya (lari dari masalah).

Orang yang lari dari masalah, ia sudah tidak lagi menghargai hubungan romansa dan komitmen cinta. Padahal bisa jadi, pasangannya dulu yang ia minta putus sepihak adalah orang yang memiliki tingkat kecocokan lebih tinggi daripada menemukan orang baru. Setelah tahu kenyataannya tidak sesuai dengan harapannya, muncullah penyesalan dari dirinya. Akhirnya ia mengalami frustasi dalam hubungannya dengan membandingkan pasangan baru dengan mantannya.

2. Komitmen merupakan fondasi utama untuk hubungan jangka panjang
Sebelum kamu menjalin hubungan cinta, maka yakinkan dengan meletakkan komitmen di atas segalanya. Hubungan tidak akan cukup dengan berlandaskan cinta saja, tetapi juga dibutuhkan komitmen cinta. Hubungan tanpa komitmen cinta, seseorang bisa saja ingkar terhadap hubungannya. Misalnya, berselingkuh, memikirkan dirinya sendiri, hingga lari dari masalah.

Pengingkaran terhadap hubungan cinta sangat rentan, seseorang untuk berbohong lagi dan lagi. Ia akan merasa pasangannya terlalu posesif, tidak mengerti atau memahami dirinya, hingga beda prinsip ataupun alasan lain sebagai pembenaran dirinya. Komitmen cinta pula membuat seseorang mampu bertahan dan menyelesaikan masalah yang muncul, bukan malah menyalahkan pasangan ataupun kondisi hubungannya.

Dengan kata lain, pasangan yang tidak punya komitmen cinta dalam hubungannya. Ia akan gampang menyerah ketika tidak sesuai harapan atau keinginannya “rumput tetangga tampak lebih hijau”. Apabila komitmen dijadikan landasan setiap langkah dalam menjalani hubungannya, maka hasilnya bisa jauh berbeda karena ada usaha nyata untuk mempertahankan hubungannya.

3. Kejujuran adalah nomor satu dalam menjalani hubungan cinta
Poin terpenting yang harus kamu pahami, kejujuran adalah nomor satu setiap kamu memulai ataupun sudah menjalani hubungan cinta. Ketidakjujuran mampu membuat suatu hubungan cinta hancur karena salah satu pihak merasa dibohongi oleh pasangannya. Tentu saja ini sangat menyakitkan, apalagi perasaan cinta sudah begitu besar dan memiliki harapan yang tinggi terhadap hubungannya. Kejujuran dalam hubungan cinta harus diletakkan setiap saat dan harga mati tidak bisa ditawar-tawar, jangan menunggu momen-momen tertentu saja untuk berani jujur kepada pasangannya.

4. Kesabaran dan memprioritaskan hubungan secara bertanggung jawab
Selain kondisi psikologis, komitmen, dan kejujuran di atas. Kesabaran dan prioritas adalah kunci terakhir suatu hubungan cinta yang langgeng. Mengapa demikian? Ketika kamu memiliki tingkat kesabaran yang tinggi dalam menjalani hubungan cinta, maka ia akan cenderung mengalah dan memaafkan. Sebaliknya, ketika kamu memiliki kesabaran yang rendah. Maka, hubungan yang dijalani bisa langsung rusak akibat kemarahan dan pertengkaran tiada henti.

Soal prioritas menyangkut hal yang penting atau prinsipal dalam hubungannya. Hal ini bertujuan hubungan cinta yang dijalani ada tujuan ingin dicapai, bukan sekadar bersenang-senang saja ataupun status semata (punya pacar selesai perkara). Kamu berniat memiliki hubungan cinta, maka berkewajiban untuk memprioritaskan hubungan dengan seluruh pikiranmu, tenagamu, waktumu, dan perasaanmu secara bertanggung jawab dalam membangun kehangatan dan kemesraan hubungan cinta ke depan. Dengan kata lain, kamu harus selalu membangun komunikasi dua arah kepada pasangan setiap saat. Apabila kamu lakukan ini dalam hubungan cintamu, maka pasanganmu tidak akan merasa terabaikan oleh kamu.

Kesimpulan empat poin penting membuat hubungan bertahan dalam jangka waktu lebih panjang

Sikap kamu dalam mempertahankan hubungan cintanya, terutama saat menghadapi masalah yang muncul. Hubungan yang langgeng tidak hanya membutuhkan perasaan cinta dan pengorbanan saja, tetapi juga membutuhkan empat poin terpenting, yaitu: kondisi psikologis, komitmen, kejujuran, kesabaran dan prioritas dalam membangun keserasian dan keselarasan hubungannya ke depan.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca poin penting membuat hubungan bertahan dalam jangka waktu lebih panjang. Silakan bagikan artikel ini kepada teman-temanmu, pacarmu, atau keluargamu melalui media sosial. Jika kamu punya pendapat lain tentang poin penting membuat hubungan bertahan dalam jangka waktu lebih panjang? Silakan berinteraksi dengan memberikan komentarnya di bawah.

Berikan Komentarmu