Pesan Mendalam Kim Ji-Young Born 1982, Istri yang Dituntut Sempurna


Pesan mendalam Kim Ji-Young Born 1982 menggambarkan depresinya seorang istri dan menantu yang dituntut untuk sempurna. Hal ini dipengaruhi masih kentalnya budaya patriarki di lingkungan sekitarnya.

K-movie Kim Ji-Young Born 1982 yang mengangkat tema konflik keluarga berfokus pada kehidupan pribadi seorang perempuan setelah menikah bernama Kim Ji Young. Ia menghadapi tekanan besar dari lingkungan di sekitarnya, sehingga membuatnya depresi tanpa disadari berperilaku bukan dirinya di puncak kelelahannya.

Beruntungnya Kim Ji-Young punya suami yang memahami perubahan kondisinya, seperti tindakan Dae Hyun tiba-tiba memeluk dan mendorong Kim Ji-Young yang mulai mengalami masalah mental untuk datang ke psikiater bersama dirinya.

Baca juga, 4 Persiapan Harus Dibicarakan Sebelum Menikah dengan Pasangan

Film Kim Ji-Young Born 1982 yang dikemas sederhana dan konfliknya enggak begitu dramatis dibandingkan drakor The World of The Married. Namun, kisahnya seperti menggugah pengalaman perempuan setelah menikah yang dihadapkan pilihan antara karir dan keluarga.

Pesan mendalam Kim Ji-Young Born 1982
Salah satu adegan film Korea Kim Ji-Young Born 1982 (hancinema.net)

5 pesan mendalam Kim Ji-Young Born 1982 bisa dijadikan pelajaran hidup, terutama pasangan baru saja menikah atau punya anak

1. Komunikasi kembali visi misi pernikahan dengan pasangan setelah menikah

Tekanan yang terjadi dalam diri Ji Young adalah kehilangan kesempatan berkarir setelah menikah. Perubahan dirinya setelah memiliki anak tidak bisa lagi kembali bekerja, walaupun Ji Young senang dirinya menjadi seorang istri dan ibu. Di sisi lain, Ji Young seolah-olah enggak ada jalan keluar atas kondisinya saat ini.

Pelajaran pertama yang bisa dipetik dari K-Movie Kim Ji-Young Born 1982 adalah pentingnya komunikasikan lagi secara jelas apa visi misi pernikahanmu dengan pasangan. Ini bertujuan apa pun impian/cita-citamu tidak ada yang dikorbankan setelah menikah.

Perempuan setelah menikah ada yang ingin sepenuhnya menjadi seorang istri dalam mendukung suaminya, serta merawat dan mendidik anak-anaknya.

Ada pula perempuan setelah menikah masih ingin terus mengejar impian/cita-citanya. Contohnya tetap berkarir, menjalani usaha kecil, masih tetap bisa menjadi youtuber/blogger, dan lain-lain.

2. Pentingnya saling membantu dalam membangun rumah tangga

Suami Ji Young di rumah tidak segan membantu istrinya dalam urusan rumah tangga, seperti membantu Ji Young di dapur dan memandikan anak sepulang kerja. Namun, suami Ji Young di rumah mertua tidak pernah membantu istri, seperti yang dilakukannya di rumah sendiri.

Hal ini disebabkan pola pikir keluarga besar masih menganut budaya patriarki yang kental. Ji Young sebagai seorang istri harus dituntut sempurna sebagai seorang menantu.

Budaya patriarki akan menuntut laki-laki untuk memiliki hasrat atas otoritas dirinya yang dianggap lebih kuat secara fisik, psikis, maupun finansial terhadap perempuan.

Laki-laki yang dibebani tanggung jawab superior dari lingkungan masyarakat berhak mengatur atau mengarahkan perempuan. Bahwa perempuan tidak boleh mengeluarkan pendapatnya dan harus mengikuti keputusan laki-laki, walaupun keputusan tersebut tidak tepat.

Suami Ji Young tidak boleh membantu istrinya dalam hal urusan dapur. Bila ibu mertua mengetahui hal itu akan marah besar dan memandang Ji Young sebagai seorang istri yang lemah. Di sinilah yang membuat Ji Young depresi dalam menjalani rumah tangganya.

Pelajaran kedua yang bisa dipetik dari K-Movie Kim Ji-Young Born 1982 adalah perlunya membangun kerja sama yang baik antara suami istri maupun keluarga besar pasangan. Komunikasi memegang peran sangat penting untuk kehidupan rumah tangga. Hal ini untuk mencegah salah satu pasangan tidak depresi.

Contohnya orang tua/mertua sangat memanjakan cucu karena saking sayangnya. Mereka terkadang tidak sadar sudah ikut campur dalam pola asuh yang ingin kalian terapkan untuk anak-anak kalian. Kalian bisa membicarakan secara baik-baik ke orang tua/mertua sudah memiliki pola asuh tersendiri dalam mendidik anak-anak.

Baca juga, Pelajaran Hidup Drama Korea Soal Pelakor, The World of The Married

3. Selalu memberikan dukungan kepada pasangan tiap waktu

Pelajaran ketiga yang bisa dipetik dari K-Movie Kim Ji-Young Born 1982 adalah seorang suami terus-menerus berusaha membahagiakan istrinya dalam kehidupan rumah tangga. Suami juga harus berusaha mencari jalan keluar atas masalah yang terjadi daripada menyalahkan istri atau keadaan.

Seperti yang dilakukan suami Ji Young berusaha bersabar dan menolong istrinya mengalami masalah mental. Dae Hyun sebagai seorang suami berusaha memikirkan cara untuk membantu istrinya, seperti memahami apa yang terjadi pada istrinya tanpa membuatnya tersinggung.

Dae Hyun tidak segan untuk berbagi tugas mengurus anak dengan istrinya. Ia juga mendukung Ji Young untuk mendapatkan pengobatan atas masalah depresinya. Tindakan Da Hyun yang sabar dalam memberikan dukungan daripada menyalahkan istrinya lagi mengalami kesulitan.

Ji Young menggambarkan menjadi seorang ibu tidaklah mudah, baik secara fisik maupun psikis. Jika kamu merasa stres dan lelah dalam mengurusi rumah tangga. Bahkan, ada keinginan menyakiti diri sendiri atau anak-anak. Segera berkonsultasi ke psikolog agar mendapatkan bantuan.

4. Seorang anak tidak pernah menuntut kesempurnaan ibunya

Pelajaran keempat yang bisa dipetik dari K-Movie Kim Ji-Young Born 1982 adalah seorang ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang bahagia pula. Ada adegan kilas balik di mana Ji Young kecil berkata kepada ibunya secara polos, “Maaf ya ibu. Karena saya, ibu tidak bisa menjadi seorang guru”.

Adegan tersebut menunjukkan Ji Young kecil bisa merasakan kesedihan ibunya akibat tuntutan dalam membesarkan anak. Seorang anak bisa merasakan kesedihan dan kebahagiaan ibunya. Seorang anak tahu ibunya telah banyak berkorban untuk merawat, mendidik, dan membesarkan dirinya.

Pada dasarnya seorang anak hanya membutuhkan kasih sayang yang tulus dari ibunya. Seorang anak enggak pernah meminta ibunya untuk tampil sempurna dalam membesarkan dirinya karena seorang anak pasti menyayangi apa pun kondisi ibunya.

5. Masih adanya bias antara laki-laki dan perempuan di lingkungan masyarakat

Pelajaran kelima yang bisa dipetik dari K-Movie Kim Ji-Young Born 1982 biasa dijumpai di kehidupan nyata adalah masih terjadinya ketidakadilan gender di lingkungan masyarakat.

Ada adegan di mana ibunya Ji Young marah pada suaminya yang menyuruh anaknya Ji Young untuk tinggal di rumah saja sampai menikah. Secara enggak langsung ayahnya Ji Young, seperti merendahkan kemampuan anaknya untuk memperoleh pekerjaan.

Adegan lainnya atasan Ji Young, seorang perempuan yang memiliki kapasitas dan kesanggupan memikul tanggung jawab dalam bekerja. Namun, karirnya terhenti sampai posisi itu saja.

Karena perusahaannya bersifat seksis lebih memprioritaskan penyerahan jabatan pada seorang laki-laki daripada perempuan sama-sama memiliki kapabilitas yang sama bagusnya.

Adegan tersebut juga terjadi di dunia nyata, contohnya buruh pabrik yang hamil atau melahirkan kalau izin tidak masuk kerja diancam potong gaji atau parahnya di-PHK dari tempat ia bekerja. Bahkan, masih ada anggapan perempuan enggak boleh menduduki posisi yang tinggi cukup jabatan rendah saja.

Adegan tidak kalah menariknya Ji Young hampir dilecehkan oleh pelajar laki-laki dalam bus dan berhasil ditolong oleh perempuan dewasa. Setelah kejadian tersebut ayah Ji Young bukan menenangkan, tapi malah menyalahkan dengan menasihati untuk tidak memakai rok pendek.

Padahal waktu itu Ji Young memakai rok seragam sekolah yang sama sekali tidak pendek sesuai standar seragam sekolah. Nasihat Ayah Ji Young seperti berusaha menyelamatkan dan melindungi anaknya, namun kenyataannya seperti menyalahkan Ji Young atas sesuatu yang tidak dilakukannya.

Adegan tersebut juga terjadi di dunia nyata, contohnya seorang perempuan yang dilecehkan atau diperkosa dikatakan sebagai penyebab laki-laki berbuat hal itu, bahkan parahnya dikatakan penggoda yang sekadar mencari sensasi. Perempuan masih dianggap sebagai subjek bukan objek atas kuasa dan superioritas laki-laki terhadap perempuan.

Baca juga, Pembelajaran Penting yang Terkandung dari Film Go Back Couple

Kim Ji-Young Born 1982
Salah satu adegan K-Movie Kim Ji-Young Born 1982 (hancinema.net)

Kesimpulan pesan mendalam Kim Ji-Young Born 1982, seorang istri yang dituntut sempurna oleh lingkungan sekitarnya

Pelajaran yang bisa dipetik dari K-Movie Kim Ji-Young Born 1982 adalah pentingnya komunikasi secara jelas apa visi misi pernikahan dengan pasangan. Ini bertujuan apa pun cita-citamu tidak ada yang dikorbankan dalam rumah tangga kalian.

Perlunya membangun kerja sama yang baik antara suami istri, utamanya pola komunikasi saat menghadapi perbedaan kebiasaan dan pola pikir dari keluarga besar pasangan. Hal ini untuk mencegah pasangan tidak depresi.

Seorang anak bisa merasakan kesedihan ibunya karena anak enggak pernah meminta ibunya harus tampil sempurna dalam membesarkan dirinya. Namun, anak cukup membutuhkan kasih sayang yang tulus dari ibunya.

Membangun rumah tangga dan membesarkan anak-anak enggak hanya tugas seorang istri/ibu saja, tapi juga tugas seorang suami/ayah. Seorang suami berkewajiban berusaha membahagiakan istrinya dan mencari jalan keluar atas masalah yang terjadi daripada menyalahkan istri atau keadaan.

Semoga poin-poin dari pesan mendalam Kim Ji-Young Born 1982 ini dapat memberikan gambaran luas tentang hubungan pernikahan, terutama kamu yang mau menikah. Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe ya.

Jangan lupa sharing ke Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, dan teman-temanmu agar enggak ketinggalan tips-tips self improvement dan relationship seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please komentar bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow Instagram @belajar cinta itu asyik buat kamu yang ingin tahu banyak tentang logika cinta secara dewasa.




Tinggalkan komentar