Perempuan Harus Berpenghasilan Sendiri Sesudah Menikah Ini Alasannya


Tujuan perempuan harus berpenghasilan sendiri sesudah menikah sesungguhnya untuk menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga, apalagi dunia yang serba berubah seperti saat ini. Kamu menikah enggak berarti meninggalkan identitas dirimu sebagai seorang perempuan.

Identitas diri perempuan menyangkut sudut pandang menginginkan kebebasan pribadi tanpa membelenggu hak-haknya sebagai seorang individu yang memiliki hati dan pikiran. Pengakuan keberadaan perempuan sebagai warga masyarakat dengan segala eksistensi dirinya.

Pemberdayaan diri untuk tetap menjadi perempuan tangguh dan hebat enggak hanya buat keluarga kecilmu, tapi juga lingkungan di sekitarmu. Kamu punya penghasilan sendiri setelah menikah bukanlah sesuatu yang egois. Walaupun, tanggung jawab untuk mencari nafkah terletak pada suami.

Namun, istri juga boleh menuntut untuk memiliki penghasilan sendiri. Menikah bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak saja, tapi tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangga.

“Perempuan harus berpenghasilan sendiri sesudah menikah secara enggak langsung dirinya sudah menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga kecilnya”

Untuk “Zaman Now” dengan kecanggihan teknologi dan internet, perempuan harus bisa kreatif tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu untuk dunia yang serba berubah ini. Kemajuan ini memungkinkan perempuan bisa punya penghasilan sendiri tanpa harus keluar dari rumah.

Contohnya, kamu suka tulis-menulis bisa menjadi blogger atau penulis lepas. Hobi memasak bisa membuka bisnis kuliner dari rumah. Kamu sangat mahir dengan dunia crafting bisa kembangkan hobimu jadi bisnis dari rumah.

Sebelum menikah kamu seorang desain grafis manfaatkan keahlianmu ini dengan mengambil pekerjaan paruh waktu (freelance). Kamu punya jiwa pedagang dan suka bisnis, tapi enggak mau meninggalkan kewajibanmu. Kamu bisa membuka bisnis online dari rumah.

Kamu masih bisa tetap produktif dan membantu pemasukan buat keluarga kecilmu dari rumah. Kamu juga tetap bisa menjadi ibu rumah tangga yang berbakti pada keluarga, melayani suami, dan mendidik anak untuk menjadi generasi hebat di masa depan.

Baca Juga:

Berikut lima alasan logis perempuan harus berpenghasilan sendiri sesudah menikah

1. Kamu punya penghasilan sendiri sudah menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga kecilmu

Kok bisa perempuan punya penghasilan sendiri sudah menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarganya? Seperti yang kamu ketahui, gugatan cerai/perkara cerai gugat yang diajukan oleh istri didominasi persoalan ekonomi. Soal kekurangan uang bisa menjadi penyebab pertengkaran rumah tangga.

Menurut data perkara Peradilan Agama Tingkat Pertama sepanjang 2018 perempuan yang mengajukan cerai gugat sebanyak 325.505 perkara dan nafkah anak oleh ibu karena ayah tidak mampu sebanyak 8 perkara.

Sedangkan, 2019 perempuan yang mengajukan cerai gugat sebanyak 355.842 perkara dan nafkah anak oleh ibu karena ayah tidak mampu sebanyak 16 perkara (Sumber: Mahkamah Agung Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama).

Realitanya setelah menikah modal cinta saja enggak cukup, apalagi untuk kondisi dunia saat ini. Modal finansial yang cukup sebagai kebutuhan fisiologis setelah menikah juga perlu dipahami. Ini penting sebelum kamu memutuskan menikah.

Kebutuhan dasar akan makanan, minuman, dan tempat tinggal. Belum lagi kebutuhan lainnya, seperti tagihan listrik, internet, air, gas, pendidikan, kesehatan, dan cicilan lainnya. Semua kebutuhan tersebut enggak cukup dibayar sama cinta, tapi harus dibayar dengan uang.

Kalau kamu enggak punya penghasilan sendiri selalu saja ditemukan bertengkar dengan suami soal kekurangan uang. Nah, ini pentingnya seorang istri harus punya penghasilan sendiri sebagai sarana untuk mempertahankan keutuhan dan keharmonisan keluarganya.

2. Kamu punya dana darurat sebagai sarana antisipasi apabila terjadi sesuatu yang enggak diinginkan

Seperti yang kamu ketahui, selama pandemi korona ini banyak istri mengajukan cerai karena suami menganggur akibat kehilangan pekerjaannya. Perselisihan antara suami istri yang muncul disebabkan faktor ekonomi dan berujung perceraian.

Istri mengeluhkan suaminya tidak ada pekerjaan, sementara anak-anaknya juga memiliki kebutuhan. Perselisihan ini terjadi karena hanya suami saja yang menghasilkan uang, artinya untuk pemenuhan semua kebutuhan dasar keluarga hanya dilakukan oleh satu orang saja.

Pertanyaannya, apabila suami tiba-tiba saja enggak bekerja lagi karena di-PHK? Otomatis kehidupan rumah tangga akan mengalami goncangan hebat. Ladies, untuk masalah finansial dalam keluarga jangan bergantung sepenuhnya pada suami.

Adakalanya kamu juga ikut membantu perekonomian keluarga sebelum terjadi kondisi seperti ini. Tujuannya untuk mencegah sesuatu yang terjadi di masa depan, contohnya tiba-tiba suami dipecat dari pekerjaannya, bisnisnya bangkrut, atau meninggal dunia.

Baca Juga:

3. Srikandi yang bisa menjinakkan ego suami dalam kehidupan rumah tangga

Kamu mampu mengurangi ketergantungan berlebih pada suami. Seorang istri yang enggak punya kekuatan finansial ada kemungkinan tidak dihargai oleh suaminya. Contohnya perselingkuhan atau KDRT. Suami berpikir istrinya enggak bisa hidup dengan anak-anaknya tanpa penghasilan dari dirinya.

Saat kamu sangat bergantung pada suamimu, kamu punya posisi yang lemah untuk bernegosiasi dalam rumah tanggamu. Contohnya, suami suka melakukan KDRT enggak hanya sama kamu, tapi juga anak-anakmu. Kamu jadi tidak berdaya untuk melawannya sekadar melindungi anak-anakmu.

Kamu enggak bisa bersikap tegas saat mengetahui suami bolak-balik berselingkuh dengan perempuan lain. Kamu tetap bertahan karena suami jadi satu-satunya sumber kehidupanmu, walaupun kamu sering disepelekan oleh suami dan enggak bahagia dalam pernikahanmu.

“Aku belum siap minta cerai, aku sudah nggak kerja”, “Aku bertahan karena anak-anakku masih butuh biaya. Kalau sudah dapat kerja mungkin aku minta cerai dari suamiku.”

Apabila kamu punya penghasilan sendiri dalam rumah tanggamu, suami bisa menghargai kamu sebagai pribadi yang utuh. Suami bisa berkompromi untuk mencapai tujuan bersama dalam rumah tangga kalian.

Suami juga bisa membantu apa yang menjadi impianmu, kamu pun bisa membantu apa yang menjadi impian suamimu. Suami jadi lebih terbuka dan jujur sama kamu untuk berdiskusi urusan apa pun, termasuk di luar urusan rumah tangga.

Suami yang menghargai kamu lebih mudah untuk melakukan ikatan enggak hanya secara emosional, tapi juga intelektual dalam pernikahanmu. Bonding ini dapat memperkuat kamu dan suami dalam melewati masa-masa sulit pernikahan.

4. Mengurangi tingkat stres dan depresi dalam kehidupan rumah tangga

Keuntungan kamu yang punya penghasilan sendiri setelah menikah adalah jaringan relasi untuk menghilangkan stres. Saat ada masalah dalam rumah tangganya, perempuan yang punya jaringan relasi bisa memungkinkan dirinya berbagi cerita/minta saran pada teman-teman bisnisnya.

Mereka bisa memberikan saran yang objektif/tidak memihak siapa pun. Jaringan relasi bisa dikatakan sebagai lingkungan pertemanan atau support system saat kamu enggak kuat menghadapi konflik sendirian.

Dukungan dari orang-orang di sekitarmu mampu menguatkan kamu dalam menghadapi permasalahan yang ada. Karena perempuan rentan terkena stres dan insecure setelah menikah karena faktor finansial sampai cercaan mertua.

Untuk urusan ekonomi keluarga sudah kodratnya perempuan paling dominan, contohnya stok belanjaan di kulkas mulai menipis di akhir bulan hingga tagihan bulanan yang harus dibayarkan.

Belum lagi suami menutup mata atas lelahnya istri mengurus rumah tangga. Suami beralasan tanggung jawab mendidik dan membesarkan anak-anak adalah kewajiban seorang istri.

Akibatnya suami kurang menyadari pekerjaan rumah tangga yang istri lakukan juga menguras tenaga, baik secara fisik maupun psikis. Kasus yang dijumpai istri sering pilih diam dan disimpan semua rasa lelahnya dalam hati.

Istri juga menerima keluhan suami dalam diamnya, “Kamu itu nggak becus mengurus anak”, “Uang yang aku berikan kemarin sudah habis? Ke mana uang yang aku berikan, kamu itu terlalu boros.” Lama-lama rasa lelah tersebut akan membuat istri jadi stres berkepanjangan bisa menimbulkan depresi.

5. Kamu bebas membelanjakan uangmu sendiri tanpa harus izin dari suami

Poin kelima ini pelengkap dari semua poin di atas, keuntungan kamu punya penghasilan sendiri bisa membeli sesuatu tanpa harus izin dari suami. Kamu bisa memanjakan diri untuk melepas stres, contohnya pergi ke salon atau beli tas baru.

Kegiatan memanjakan diri merupakan bagian menjaga kesehatan mentalmu tetap prima. Kamu juga bisa membantu suamimu apabila kondisi keuangan keluargamu sedang ada masalah.

Contohnya, suami dipecat dari pekerjaannya atau bisnisnya bangkrut. Apabila keluargamu punya masalah keuangan kamu bisa membantunya, misalnya adikmu butuh biaya untuk kuliah karena orang tua sudah enggak mampu lagi. Orang tuamu butuh biaya pengobatan tiap bulannya.

Kalau kamu enggak punya penghasilan sendiri, semua uangnya berasal dari suami. Kamu akan tertekan apa pun yang dilakukan harus dapat persetujuan dulu dari suami. Kamu enggak bisa bebas dan mandiri untuk memutuskan sendiri.

Apalagi biaya hidup di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Belum lagi kebutuhan emergensi yang memerlukan penanggulangan segera, seperti musibah. Ini alasan logisnya seorang perempuan harus berpenghasilan sendiri sesudah menikah.

Pengin curhat yang dibantu oleh konselor? DM saja, layanan ini bukan bersifat konseling. Follow Instagram @ruang cinta yang ingin tau banyak masalah 5k relationship itu apa.

Semoga poin-poin perempuan harus berpenghasilan sendiri sesudah menikah bisa memberikan gambaran kamu menikah bukan berarti enggak memperdayakan dirimu untuk tetap menjadi perempuan tangguh dan hebat buat keluarga kecilmu.

Kalau kamu dapat value dari post ini, sharing ke teman-temanmu supaya dapatin value yang sama juga.




Tinggalkan komentar