Kok Kamu Berubah Setelah Jadian Nggak Seperti PDKT Dulu

Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Pacaran

Penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran karena kamu mengenal pacar terlalu menggebu-gebu di awal hubungan.

Kamu jadi cepat tahu kehidupan pacar. Hal ini yang membuat ketertarikan terhadap pacar semakin lama berkurang.

Seperti apa contohnya, coba perhatikan selama satu atau dua bulan awal pacaran.

Kamu bisa chat ke pacarmu seharian tanpa henti,  apabila lama balasnya kamu tanpa sadar memarahi pacarmu.

Namun, sekarang kamu chat-nya hanya sesekali. Dulu kamu bisa telepon selama 3 jam lamanya, tapi sekarang kamu telepon paling lama 1 jam.

Awalnya apa pun yang kamu obrolkan dengan pacar selalu asyik, bahkan saling nyambung.

Sekarang kok obrolannya terasa datar dan tidak asyik lagi. Itulah yang dikatakan hubunganmu terlalu cepat dekat (baca: akrab).

Memang awalnya hari-harimu menyenangkan, hatimu berbunga-bunga, dan hidupmu tidak lagi membosankan.

Tapi, efek negatifnya akan dirasakan di kemudian hari. Ya, kamu akan merasa hubungan yang dijalani tidak asyik kayak dulu.

Apa sih penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran? Ketika kamu dan pacar menjalin hubungan cinta membutuhkan namanya rutinitas dan intensitas.

Dua hal itu untuk membawa hubungan kalian ke tahap selanjutnya, yakni membangun intimasi atau keakraban hubungan ke arah lebih tinggi.

Agar kamu dapat memahami apa itu rutinitas dan intensitas hubungan, kalau rutinitas itu berfokus pada kebiasaan yang dibangun bersama pacar.

Contohnya, pagi hari mengucapkan “Selamat Pagi”, malam hari mengucapkan “Selamat Malam”, jalan bareng tiap malam minggu, atau tiap malam teleponan.

Sedangkan, intensitas itu berfokus pada kegiatan untuk meningkatkan keintiman dan kemesraan hubungannya.

Ya, kamu dan pacar tidak lagi hanya melakukan rutinitas seperti contoh di atas, tapi sudah melakukan tindakan keakraban yang nyata.

Contohnya, saling memberi dukungan satu sama lainnya, bergandengan tangan ketika jalan bareng, pakai jaket atau helm dengan corak yang sama.

Ketika kamu terlalu sering melakukan kegiatan rutinitas di awal hubungan, maka perilakumu dapat menciptakan rasa kebosanan di awal hubungan juga.

Ya, kamu jadi cepat tahu pola kehidupan pacarmu. Sebab ini yang menjadi unsur ketertarikan kamu untuk membangun keintiman dan keakraban hubungan jadi berkurang.

Contoh gambarannya seperti ini; awalnya cowokmu selalu bersemangat menjemput dan mengantarmu, lama-lama ia jadi malas untuk menjemput dan mengantarkanmu.

Ketika kamu mengobrol, sekarang pacarmu jadi malas untuk mendengarkan ceritamu. Kamu pun jadi kesal akibat kelakuan pacar yang berubah.

Baca juga: 3 Sikap hadapi pertengkaran secara dewasa untuk meminimalisir konflik.

Jika disederhanakan contoh di atas: 

cowokmu semangat telepon, chatting, atau menjemputmu – lalu cowokmu berubah jadi malas menjemput atau mendengarkan ceritamu – kamu jadi kesal, lalu komplain dengan cowokmu.

Yang terjadi cowokmu jadi bosan – responmu semakin komplain atas kelakuan cowokmu – sikapmu malah membuat cowokmu semakin malas dan bosan – efeknya hubunganmu bubar.

Pola rutinitas di atas akan memunculkan bentuk pernyataan dari kamu ke cowokmu, “Kamu sudah berubah sekarang”, “Kamu tidak seperti dulu lagi”.

Pernyataan ini keluar karena kamu takut pacarmu telah berubah dan bingung kenapa pacarmu kok berubah.

Kebingungan ini terjadi karena kamu tidak begitu memahami dan mengerti karakter pacarmu sendiri.

Di sisi lain, cowokmu bingung (baca: tidak mengerti) atas pernyataan sikapmu yang menyatakan kalau dirinya sudah berubah.

Padahal cowokmu beranggapan itu biasa saja, kalau dirinya jarang telepon atau membalas chat-mu karena akhir-akhir ini sedang sibuk.

Ujung-ujungnya yang ada malah bertengkar, kamu dan pacar saling menyalahkan dan merasa paling benar sendiri (baca: minta dimengerti).

Kamu menyalahkan cowokmu karena jarang menghubungi dirimu, sedangkan cowokmu menyalahkan kamu tidak mengerti kesibukan dirinya.

Kasus ini paling sering terjadi dalam pacaran, kamu dan pacar saling menyalahkan satu sama lain.

Hal ini terjadi akibat kamu terlalu cepat (terburu-buru) mesra di awal hubunganmu, “Dunia Milik Berdua”.

Tak jarang, kamu bingung “Harus Bagaimana” ketika energimu untuk membangun hubungan sudah habis di awal hubunganmu.

Baca juga: pacar posesif itu contoh toxic relationship.

Ya, fase romantis ini hanya bertahan paling cepat 3 bulan dan paling lama 6 bulan.

Jika kamu terlalu cepat menggunakan energi untuk mengenal pacarmu berdasarkan ekspektasimu sendiri.

Contohnya, pacaran itu harus telepon atau chatting tiap hari, jalan bareng tiap hari sabtu, harus pakai baju/jaket/helm dengan warna yang sama, pacaran itu harus romantis, tiap jalan harus gandengan tangan.

Hal ini akan membuatmu kehilangan minat untuk mengelola hubungan ke depan. Akhirnya perasaanmu seolah-olah jadi biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa.

Jadi, kami sarankan perlahan-lahan saja untuk memberikan perhatian pada pacarmu. Tidak perlu langsung memberikan semua perhatianmu pada pacar.

Contohnya, hari ini kamu telepon pacarmu selama tiga jam, kemudian dua atau tiga hari berikutnya kamu bisa meneleponnya lagi.

Kamu bisa tidak membalas chat pacarmu secepat mungkin, tapi berikan jeda waktu 15 menit untuk membalasnya.

Kamu pun bisa suatu waktu tidak menjemputnya, tetapi janjian di tempat mana untuk ketemuannya. Lalu, jalan bareng ke tempat yang dituju.

Hal ini untuk membuat fase romantis hubunganmu bisa bertahan lebih lama dan awet.

Oleh karena itu, kamu dan pacarmu harus tahu cara mengelola hubungannya ke depan.

Seperti memahami proses dinamika hubungan dan solusi atas masalah yang mungkin akan terjadi.

Karena pacaran bukan hanya sekadar jadian, jalan bareng, nonton atau makan. Tapi, bagaimana kamu dan pacar mengelola hubungannya ke depan.

Jika kamu cowok, jangan curahkan semua perhatianmu ke cewekmu. Simpanlah beberapa perhatianmu di kemudian hari.

Berikan bentuk perhatian sewajarnya jangan berlebihan, kuncinya cukup satu “Konsisten”.

Misalnya, tiap hari kamu bisa telepon cukup satu jam saja. Hal ini untuk membuat cewekmu jadi kangen untuk menunggu teleponmu.

Jika kamu cewek, jangan senang dulu dengan segala bentuk perhatian dari cowokmu. Akhirnya membuatmu merasa nyaman atas limpahan perhatian tersebut.

Perlu kamu ingat, rutinitas perhatian secara berlebihan yang diberikan cowokmu sewaktu-waktu bisa menurun.

Jadi, kamu bisa meminta cowokmu kapan hari dan waktu yang cocok untuk meneleponmu.

Hal ini untuk membuat cowokmu jadi tidak cepat bosan terhadap hubungannya karena mendengarkan cerita yang itu-itu saja.

Baca juga: 3 tanda kamu salah pilih pacar dalam hubunganmu.

Kesimpulan penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran

Agar hubunganmu langgeng, berikan bentuk perhatian yang mampu kamu lakukan secara konsisten dalam jangka waktu lama.

Ciptakan suasana hubungan yang mampu menimbulkan rasa kangen.

Contohnya telepon hanya satu jam tiap dua hari, menjemput hanya waktu jalan bareng saja.

Karena kualitas hubungan antara kamu dan pacar akan terlihat setelah jalan 6 bulan lebih.

Sepakati juga cara kamu dan pacar mengatasi konflik yang mungkin terjadi. Karena ini menjadi kunci sukses langgengnya hubungan cinta.

Semakin dewasa kalian mengatasi konflik hubungan, maka semakin erat pula hubunganmu dengan pacar di kemudian hari.

Semoga poin-poin penyebab hubungan terasa hambar bisa membantumu bersama pasangan. Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe.

Jangan lupa sharing ke Facebook, Twiiter, Line, WhatsApp, grup-grup WA-mu, dan teman-temanmu supaya banyak belajar dari ilmu-ilmu cinta seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please berikan komentarnya bisa jadi kita punya pengalaman yang sama.

Salam cinta dari kisahcintasejati.com, kak follow ya Instagram @ruang cinta.



Tinggalkan komentar