Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Berpacaran

kisah cinta sejati - melek cinta - blog edukasi cinta
Sudah larut malam kamu masih belum tidur? Jangan lupa ya untuk pejamkan mata sebelum larut menyapa. Terima kasih ya sudah berkunjung

Penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama berpacaran karena kamu terlalu menggebu-gebu ingin cepat mengenal/dekat sama dia di awal-awal hubungan. Kamu jadi cepat tahu kehidupan dia. Efeknya bisa membuat ketertarikanmu terhadap dia semakin lama berkurang.


Mohon dibaca sampai selesai. Artikel ini cocok buat kamu yang ingin mempertahankan hubungannya. Kamu akan mengenal apa itu rutinitas dan intensitas hubungan, serta cara mengatasinya.

Satu penyebab hubungan terasa hambar karena kamu terlalu banyak melakukan namanya rutinitas dan intensitas di awal-awal hubungan

Apa contohnya? Satu atau dua bulan awal berpacaran. Kamu bisa chat sama dia seharian bisa lebih dari lima kali frekuensinya, tapi sekarang frekuensi kamu chat sama dia hanya sesekali saja. Kamu juga bisa marah-marah apabila dia lama balas chat-mu.

Dulu kamu bisa tiga jam teleponan sama dia, tapi sekarang kamu telepon paling lama satu jam saja. Awalnya apa pun yang kamu obrolkan sama dia selalu asyik, saling nyambung. Sekarang obrolannya terasa datar dan nggak asyik lagi seperti dulu.

Perilaku-perilaku yang kamu lakukan di awal-awal pacaran bisa membuat hubunganmu jadi terlalu cepat dekat (akrab). Memang awalnya hari-harimu terasa menyenangkan, hatimu berbunga-bunga, dan hidupmu nggak lagi membosankan.

Tapi efek negatifnya akan dirasakan di kemudian hari. Kamu akan merasa hubungan yang dijalani nggak asyik lagi seperti dulu. Kamu merasa hubunganmu terasa hambar, jenuh, atau membosankan.

Cek juga, pembelajaran cinta lainnya tentang hubungan yang hambar:

Pahami dulu apa itu rutinitas dan intensitas hubungan agar kamu tahu penyebab hubungan terasa hambar yang sebenarnya. Agar kamu nggak asal menyalahkan dia apabila hubunganmu terasa jenuh atau bosan

Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Berpacaran

Ketika kamu dan dia berpacaran membutuhkan namanya rutinitas dan intensitas. Dua hal itu untuk membawa hubungan kalian naik ke tahap selanjutnya, yakni membangun intimasi atau keakraban hubungan.

Agar kamu dapat memahami apa itu rutinitas dan intensitas hubungan. Yuk, kenali dulu apa itu rutinitas hubungan. Rutinitas itu berfokus pada kebiasaan kamu yang dibangun bersama pacar.

Contohnya, kamu pagi hari mengucapkan “Selamat Pagi”, malam hari mengucapkan “Selamat Malam”, jalan bareng tiap weekend, atau tiap malam kamu teleponan sama dia.

Sedangkan, intensitas lebih berfokus pada kegiatan untuk meningkatkan keintiman dan kemesraan hubungan. Kamu dan dia nggak lagi hanya melakukan rutinitas seperti di atas, tapi sudah melakukan tindakan keakraban secara nyata.


Contohnya, kalian sudah saling memberi dukungan satu sama lainnya, bergandengan tangan ketika jalan bareng, pakai jaket atau helm dengan corak yang sama.

Ketika kamu terlalu sering melakukan kegiatan rutinitas di awal-awal hubunganmu. Tujuannya agar kamu makin cinta sama dia, tapi sayangnya perilaku tersebut bisa menciptakan rasa bosan di awal-awal hubunganmu juga. Kamu jadi cepat tahu pola kehidupan dia.

Inilah membuat unsur ketertarikan kamu untuk membangun keintiman dan keakraban hubungan sama dia jadi berkurang. Contohnya, awalnya kamu selalu bersemangat menjemput dan mengantar dia.

Seiring waktu berjalan kamu jadi malas buat menjemput dan mengantar dia lagi. Kamu juga malas untuk mendengarkan curhatan dia lagi. Ujung-ujungnya dia jadi kesal lihat kelakuanmu yang berubah.

Lalu, dia komplain sama kamu. Kamu lihat sikap komplain dia yang semakin menuntut. Yang terjadi malah membuatmu semakin malas dan bosan sama dia. Efeknya hubunganmu bisa bubar di tengah jalan.

Pola rutinitas di atas akan memunculkan bentuk pernyataan dari dia ke kamu, “Kamu sudah berubah sekarang”, “Kamu nggak seperti dulu lagi.” Pernyataan ini keluar karena dia takut kamu sudah berubah dan bingung kenapa kamu kok berubah.

Kebingungan ini terjadi karena kamu dan dia nggak begitu paham dan mengerti karakter satu sama lainnya. Kamu bingung/nggak mengerti atas pernyataan dia yang menyatakan kalau kamu sudah berubah.

Padahal anggapan kamu itu biasa-biasa saja. Kalau kamu jarang telepon atau membalas chat dia karena akhir-akhir ini lagi sibuk. Ujung-ujungnya bertengkar, kamu dan dia saling menyalahkan dan merasa paling benar sendiri.

Kamu dan dia minta dimengerti. Dia menyalahkan kamu karena jarang menghubungi dirinya, sedangkan kamu menyalahkan dia nggak mengerti kesibukanmu. Kasus pacaran saling menyalahkan satu sama lain paling sering terjadi.

Ini terjadi karena kamu terlalu cepat (terburu-buru) ingin romantis dan mesra di awal-awal hubunganmu, Nggak jarang, kamu bingung “harus gimana” ketika energimu sudah habis untuk membangun hubunganmu di awal-awal hubungan.

Penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama berpacaran karena kamu nggak paham fase romantis dalam hubungan cinta itu sendiri

Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Berpacaran

Fase romantis hubungan hanya bertahan paling cepat 3 bulan dan paling lama 6 bulan. Apabila kamu terlalu cepat menggunakan energimu untuk mengenal dia berdasarkan ekspektasimu sendiri.

Contohnya, pacaran itu harus telepon atau chatting tiap hari, jalan bareng tiap weekend, pacaran harus pakai baju/jaket/helm dengan warna dan corak yang sama, saat jalan bareng pacaran yang romantis itu bergandengan tangan, dll.

Nah, itu bisa membuatmu kehilangan minat untuk mengelola hubungan ke depan. Akhirnya perasaanmu jadi biasa-biasa saja nggak ada yang istimewa. Jadi, kami sarankan pelan-pelan saja memberikan perhatian ke dia. Nggak langsung memberikan semua perhatianmu ke dia.

Begini caranya agar hubunganmu nggak hambar, meski sudah lama berpacaran

Hari ini kamu telepon dia selama tiga jam, kemudian dua atau tiga hari berikutnya kamu bisa meneleponnya lagi. Kamu bisa nggak membalas chat dia secepat mungkin, tapi kamu bisa berikan jeda waktu 15 menit untuk membalasnya.

Ketika jalan bareng biasanya kamu menjemput dia, tapi suatu waktu kamu bisa nggak menjemput dia di rumahnya. Tapi janjian di tempat yang sudah kalian sepakati buat ketemuan. Lalu, kamu dan dia bisa jalan bareng ke tempat kencan itu.

Cara-cara tersebut bisa membuat fase romantis hubungan kalian bisa bertahan lebih lama dan awet. Berpacaran nggak sebatas punya pacar dan ada yang memperhatikan saja, tapi kamu dan dia harus tahu cara mengelola hubungannya ke depan.

Kamu dan dia bisa memahami proses dinamika hubungan dan solusi atas masalah yang mungkin akan terjadi.

Jika kamu cowok, jangan curahkan semua perhatianmu ke cewekmu. Simpanlah beberapa perhatianmu di kemudian hari. Berikan bentuk perhatian sewajarnya saja nggak usah berlebihan, kuncinya cukup satu “Konsisten”

Misalnya, tiap hari kamu bisa telepon cukup satu jam saja. Hal ini untuk membuat cewekmu jadi kangen untuk menunggu teleponmu lagi di esok hari.

Jika kamu cewek, jangan senang dulu dengan segala bentuk perhatian dari cowokmu. Itu bisa membuatmu merasa nyaman atas limpahan perhatian tersebut.

Ingat ya, rutinitas perhatian secara berlebihan yang diberikan cowokmu sewaktu-waktu bisa menurun.

Cara yang tepat kamu bisa minta cowokmu kapan hari dan waktu yang cocok untuk meneleponmu. Ini juga untuk membuat cowokmu jadi nggak cepat bosan karena mendengarkan cerita/curhatan kamu yang itu-itu saja.

Kesimpulan penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran

Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Berpacaran

Agar hubunganmu langgeng kamu berikan bentuk perhatian yang dilakukan secara konsisten untuk jangka waktu lama. Ciptakan suasana hubungan yang bisa menimbulkan rasa kangen dia.

Contohnya, kamu bisa telepon hanya satu jam tiap dua hari, menjemput hanya waktu jalan bareng saja. Karena kualitas hubungan antara kamu dan dia akan terlihat setelah jalan 6 bulan lebih.

Kunci sukses langgengnya hubungan cinta, kamu dan dia bisa menyepakati seperti apa cara mengatasi konflik yang mungkin terjadi. Semakin dewasa kalian mengatasi konflik hubungan, maka semakin erat pula hubungan kalian di masa depan.

Sekarang tinggal kamu yang lakukan ini. Ilmu sebaik apa pun nggak akan berguna apabila nggak diaplikasikan.

Tinggalkan komentar di bawah ini kalau kamu masih ada yang kurang dimengerti. Oh ya, jangan lupa follow @ruang cinta di Instagram kalau belum.

Mau curhat? Kamu menginginkan solusi yang lebih profesional bisa masuk ke menu layanan curhat untuk berkonsultasi dengan konselor kami.

Program baru berisi pembelajaran eksklusif 5k relationship. Pembelajaran yang nggak kamu dapatkan di media sosial kami atau artikel yang sering kamu baca di blog ini. Hanya dibatasi untuk 1000 orang saja.

Pastikan kamu sudah subscribe biar tidak ketinggalan insight dan update-an terbaru. Terima kasih yang sudah membaca artikel ini sampai selesai.



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *