Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Pacaran

Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Pacaran

Kisahcintasejati.com - Artikel berjudul "Penyebab Hubungan Terasa Hambar Meski Sudah Lama Pacaran" dibaca normal antara tiga atau empat menit saja.

Salah satu penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran adalah mengenal pacar terlalu menggebu-gebu di awal hubungan. Kamu jadi cepat tahu kehidupan pacarmu. Hal ini yang membuat ketertarikan terhadap pacar semakin berkurang.

Seperti apa contohnya, coba perhatikan selama satu atau dua bulan awal pacaran. Kamu bisa chat ke pacarmu seharian tanpa henti, bahkan apabila lama balasnya kamu tanpa sadar memarahi pacarmu. Namun, sekarang kamu chatnya hanya sesekali. Atau, dulu kamu bisa telepon selama 3 jam lamanya, tapi sekarang kamu telepon paling lama 1 jam.

Awalnya apa pun yang kamu obrolkan dengan pacar selalu asyik, bahkan saling nyambung. Namun, sekarang kok obrolannya terasa datar dan tidak asyik lagi. Itulah yang dikatakan hubunganmu terlalu cepat dekat (akrab), memang awalnya hari-harimu menyenangkan, hatimu berbunga-bunga, dan hidupmu tidak lagi membosankan. Tapi, efek negatifnya akan dirasakan di kemudian hari.

Apa sih penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran? Ketika kamu dan pacarmu menjalin hubungan membutuhkan rutinitas dan intensitas. Dua hal ini untuk membawa hubungan kalian ke tahap selanjutnya, yakni membangun keromantisan dan kemesraan hubungan ke arah lebih tinggi.

Agar kamu dapat memahami apa itu rutinitas dan intensitas hubungan, kalau rutinitas berfokus pada kebiasaan yang dibangun bersama pacar. Contohnya, pagi hari mengucapkan “selamat pagi”, malam hari mengucapkan “selamat malam”, jalan bareng tiap hari minggu, tiap malam teleponan, dan lain-lain.

Sedangkan, intensitas itu berfokus pada kegiatan untuk meningkatkan keintiman dan kemesraan hubungannya. Ya, kamu dan pacar tidak lagi hanya melakukan rutinitas seperti contoh di atas, tapi sudah melakukan tindakan mesra. Misalnya, saling memberi dukungan satu sama lainnya, bergandengan tangan ketika jalan bareng, pakai jaket atau helm dengan corak yang sama, dan lain-lain.

Baca Juga:  Lakukan 3 Hal Ini Agar Kamu Tidak Salah Mencari pasangan

Rutinitas dan intensitas hubungan yang terjadi berulang-ulang akan membuatmu cepat bosan. Karena kamu sudah tahu pola kegiatan pacarmu, inilah yang membuat hubunganmu jadi tidak bergairah lagi

Ketika kamu terlalu sering melakukan kegiatan rutinitas di awal hubungan, maka perilakumu dapat menciptakan rasa kebosanan di awal hubungan juga. Ya, kamu jadi cepat tahu pola kehidupan pacarmu. Inilah yang membuat unsur ketertarikan kamu untuk membangun keromantisan hubungan jadi berkurang.

Contoh gambarannya seperti ini; awalnya cowokmu selalu bersemangat untuk menjemput dan mengantarmu, lama-lama ia jadi malas untuk menjemput dan mengantarkanmu. Bahkan, ketika kamu mengobrol ia malas untuk mendengarkan ceritamu. Tak jarang, kamu jadi kesal akibat kelakuan pacar yang berubah.

Jika disederhanakan lagi; cowokmu semangat telepon, chatting, atau menjemputmu – lalu ia berubah jadi malas menjemput atau mendengarkan ceritamu – kamu jadi kesal, lalu komplain dengan cowokmu – yang terjadi cowokmu jadi bosan – responmu semakin komplain atas kelakuan cowokmu – sikapmu malah membuat cowokmu semakin malas dan bosan – efeknya hubunganmu bubar.

Pola rutinitas di atas akan memunculkan bentuk pernyataan dari kamu ke cowokmu, “Kamu sudah berubah sekarang, kamu tidak seperti dulu lagi”. Pernyataan ini keluar karena kamu takut pacarmu telah berubah dan bingung kenapa pacarmu kok berubah.

Di sisi lain, cowokmu bingung (tidak mengerti) atas pernyataan dirimu yang menyatakan kalau dirinya sudah berubah. Padahal cowokmu beranggapan biasa saja kalau dirinya jarang telepon atau membalas chatmu karena akhir-akhir ini lagi sibuk.

Ujung-ujungnya yang ada malah bertengkar, kamu dan pacarmu saling menyalahkan dan merasa paling benar minta dimengerti. Kamu menyalahkan cowokmu karena jarang menghubungi dirimu, sedangkan cowokmu menyalahkan kamu tidak mengerti kesibukan dirinya.

Baca Juga:  Cintamu Ditolak oleh Cewek yang Kamu taksir Sudah Menyerah Duluan

Kasus ini paling sering terjadi dalam hubungan cinta, kamu dan pacarmu saling menyalahkan satu sama lainnya. Hal ini terjadi akibat kamu terlalu cepat (terburu-buru) mesra di awal hubunganmu “dunia milik berdua”. Tak jarang, kamu bingung “harus bagaimana” ketika energimu untuk membangun hubungan sudah habis di awal hubunganmu.

Pola rutinitas dan intensitas yang terjadi di awal hubungan (3 bulan) sangat romantis akan membentuk fase romantis yang kebablasan. 

Ya, fase romantis ini hanya bertahan paling cepat 3 bulan dan paling lama 6 bulan. Jika kamu terlalu cepat menggunakan energi untuk berusaha mengenal pacarmu lebih jauh sesuai ekspektasimu, misalnya pacaran itu harus telepon atau chatting tiap hari, jalan bareng tiap hari sabtu, pacaran itu harus romantis, dan lain-lain.

Hal ini akan membuatmu kehilangan minat untuk mengelola hubungan ke depan. Akhirnya perasaanmu seolah-olah jadi biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa. Jadi, kami sarankan perlahan-lahan saja untuk memberikan perhatian kepada pacarmu. Tidak langsung memberikan semua perhatianmu kepada pacar.

Contohnya, hari ini kamu telepon pacarmu selama tiga jam, kemudian dua atau tiga hari berikutnya kamu bisa meneleponnya lagi. Adakalanya kamu bisa tidak membalas chat secepat mungkin, tapi berikan jeda waktu 15 menit untuk membalasnya.

Kamu pun bisa suatu waktu tidak menjemputnya, tetapi janjian di tempat mana untuk ketemuannya. Kemudian, jalan bareng ke tempat yang dituju. Hal ini untuk membuat fase romantis hubunganmu bisa bertahan lebih lama dan awet.

Oleh karena itu, kamu dan pacarmu harus tahu cara mengelola hubungannya ke depan. Seperti memahami proses dinamika hubungan dan solusi atas masalah yang mungkin akan terjadi. Karena pacaran bukan hanya sekadar jadian, jalan bareng, nonton ataupun makan. Tapi, bagaimana kamu dan pacarmu mengelola hubungannya ke depan.

Baca Juga:  6 kelebihan Cowok Introvert yang Bikin Cewek Kagum

Jika kamu cowok, jangan curahkan semua perhatianmu ke cewekmu. Simpanlah beberapa perhatianmu di kemudian hari. Berikan bentuk perhatian sewajarnya saja jangan berlebihan, kuncinya cukup satu “konsisten”. Misalnya, tiap hari kamu bisa telepon cukup satu jam saja. Hal ini untuk membuat cewekmu jadi kangen untuk menunggu teleponmu.

Jika kamu cewek, jangan senang dulu dengan segala bentuk perhatian dari cowokmu. Akhirnya membuatmu merasa nyaman atas limpahan perhatian tersebut. Perlu kamu ingat, rutinitas perhatian secara berlebihan yang diberikan cowokmu sewaktu-waktu bisa menurun. Jadi, kamu bisa meminta cowokmu kapan hari yang cocok untuk meneleponmu. Hal ini untuk membuat cowokmu jadi tidak cepat bosan karena mendengarkan cerita yang itu-itu saja.

Kesimpulan penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran

Agar hubunganmu langgeng, berikan bentuk perhatian yang mampu kamu lakukan secara konsisten dalam jangka waktu lama. Ciptakan suasana hubungan yang mampu menimbulkan rasa kangen. Contohnya, telepon hanya satu jam tiap dua hari, menjemput hanya waktu jalan bareng saja. Karena kualitas hubungan antara kamu dan pacar akan terlihat setelah jalan 6 bulan lebih.

Selain itu, sepakati cara kamu dan pacar dalam mengatasi konflik yang mungkin terjadi. Karena ini menjadi kunci sukses langgengnya hubungan cinta. Semakin dewasa dalam mengatasi konflik, maka semakin erat pula hubunganmu dengan pacar di kemudian hari.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca penyebab hubungan terasa hambar meski sudah lama pacaran. Silakan bagikan artikel ini kepada pacar, teman, kakak, atau adikmu.

Bagaimana menurutmu? Yuk, berdiskusi untuk artikel ini atau ada yang ingin kamu tanyakan.

Yuk berbagi di media sosialnya.

Terhubung dengan komunitas cinta kami.
* Facebook Komunitas Kisah Cinta Sejati
* Instagram @kcs.portal
*** Sobat galau masalah cinta bisa curhat via kisahcintasejatiportal@gmail.com
TANGGAPANNYA UNTUK ARTIKEL INI?

Tinggalkan Balasan