Pelajaran Hidup Drama Korea Soal Pelakor, The World of The Married


Pelajaran hidup drama Korea soal pelakor, The World of The Married mengajarkan betapa pentingnya komunikasi dan sikap saling terbuka dalam sebuah hubungan. Yang menceritakan Ji Sun Woo merasa memiliki pernikahan yang bahagia dan sempurna tiba-tiba kandas.

Karena sang suami Lee Tae Oh berselingkuh dengan perempuan lain Yeo Dakyung, yang ternyata perselingkuhan tersebut sudah diketahui oleh teman-teman kepercayaan Ji Sun Woo sendiri. Akhirnya Ji Sun Woo menyusun rencana balas dendam terhadap suaminya Lee Tae Oh, Yeo Dakyung, dan teman-teman di sekelilingnya.

Meski drama Korea The World of The Married diceritakan penuh konflik, rumit, dan komplek. Sebenarnya ada pelajaran berharga dari drama tersebut mengenai hubungan tidak sehat secara keseluruhan bisa terjadi di dunia nyata.

Baca juga: Jangan pacaran dengan suami orang banyak ruginya

6 Pelajaran hidup drama korea soal pelakor, The World of The Married yang bisa diambil manfaatnya

The World of the Married
Salah satu adegan dalam drama Korea The World of the Married (foto: hancinema.net)

1. Lakukan evaluasi hubungan dalam pernikahan

Drama Korea The World of The Married memberikan gambaran sudut pandang suami istri bisa berbeda dalam menjalani pernikahannya. Ji Sun Woo merasa pernikahannya baik-baik saja, tapi Lee Tae Oh merasa ada yang kurang dari pernikahannya.

Lee Tae Oh untuk mengisi kekosongan kebutuhannya memilih mencari perempuan lain. The World of The Married mengajarkan pada kamu belum tentu hubungan yang terlihat baik-baik saja. Berlaku sama apa yang dirasakan oleh pasanganmu.

Oleh karena itu, penting mengevaluasi hubungan tiap enam bulan atau satu tahun sekali untuk memahami dan mengetahui perasaan satu sama lainnya. Caranya kamu bisa bertanya apa yang dirasakannya, apa yang diinginkannya, dan lain-lain.

Ini untuk memastikan pasangan juga merasakan hal yang sama ketika kamu merasa hubunganmu baik-baik saja. Jangan baru ada konflik melakukan evaluasi, tapi kamu dan dia harus lakukan secara berkala.

Kenapa? Ketika ada konflik kalian bisa langsung menyelesaikannya bukan malah membiarkan masalah tersebut berlarut-larut, seperti drama yang digambarkan dalam The World of The Married. Itulah pentingnya mengevaluasi hubungan secara berkala.

2. Balas dendam tidak menyelesaikan masalah

Balas dendam bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah, terutama hubungan pernikahan. Bila kamu juga berpikir seperti Ji Sun Woo atau Lee Tae Oh, balas dendam adalah satu-satunya cara untuk bisa membuatmu bahagia. Yang alasannya pasangan sudah melakukan kesalahan dan melanggar komitmen hubungannya.

Artinya, kamu sudah memberitahu pada dunia seperti apa kemampuanmu dalam menyelesaikan masalah “Kamu belum dewasa”. Ketidakmampuanmu dalam menyelesaikan masalah malah membuatmu terjebak dengan “drama” yang kamu ciptakan sendiri.

Akhirnya orang-orang di sekelilingmu kehilangan respect sama kamu. Ya, mereka tidak mau menjadi korban “drama” kamu berikutnya. Ini membuatmu sulit untuk mempercayai orang lain yang siap membantu menyelesaikan masalah pelikmu.

Karena balas dendam hanya memberikan pikiran buruk yang bisa berimbas pada lingkungan di sekitarmu. Daripada berpikir seperti Ji Sun Woo atau Lee Tae Oh untuk balas dendam lebih baik diselesaikan secara sehat apa pun konteks masalahnya.

3. Berhenti selingkuh dibalas selingkuh

Kalau kamu berpikir seperti Ji Sun Woo selingkuh dibalas selingkuh, “Biar dia tau gimana sakitnya diselingkuhin, emangnya hanya dia yang bisa selingkuh”. Cara ini tidaklah efektif malah memalukan karena itu menjatuhkan harga dirimu.

Apa pun alasannya perselingkuhan itu tidak dibenarkan. Kalau kamu ikutan berselingkuh seperti yang dilakukan Ji Sun Woo terhadap suaminya. Artinya, sikapmu juga cocok sama dia. Ya, sama-sama tidak dewasa dan tidak bisa menjaga komitmen hubungannya.

Kamu dan dia sama-sama mempermainkan perasaan dan kepercayaan orang lain. Tapi perbuatan kamu lebih kejam daripada dia. Kok bisa? Dia berselingkuh dari kamu karena faktor tidak bahagia sama kamu, tapi kamu berselingkuh murni menyakiti orang lain.

Baca juga: 4 persiapan harus dibicarakan sebelum menikah dengan pasangan

4. Anak juga butuh kasih sayang dari ayah ibunya

The World of the Married
Salah satu adegan drama Korea The World of the Married (foto: hancinema.net)

Apa pun konflik yang terjadi dalam pernikahan jangan pernah melibatkan anak di dalamnya. Karena tidak ada anak yang akan baik-baik saja ketika ayah ibunya berkonflik. Apalagi menjadikan anak sebagai senjata yang dilakukan Ji Sun Woo pada suaminya dalam drama Korea The World of the Married.

Anak berhak menerima kasih sayang yang seimbang dan utuh dari ayah ibunya. Jangan sampai konflik dengan pasangan menghalangi hak anak untuk menerima kasih sayang tersebut. Contohnya Ji Sun Woo menghalangi anaknya untuk bertemu dengan ayahnya, Lee Tae Oh.

Drakor The World of the Married memberi pelajaran agar pasangan menghindari pertengkaran yang destruktif. Anak yang hidup dengan orang tua sedang berkonflik rentan terkena masalah psikis, seperti depresi, panik, tidak percaya diri, sedih, takut, agresi, tidak patuh, hingga menarik diri.

5. Tidak baik untuk tetap bertahan dalam hubungan yang toxic

Ada pelajaran berharga dari The World of The Married buat kamu yang punya pacar. Ada episode yang menceritakan pasien Ji Sun Woo bernama Hyun Seo. Perempuan yang mengalami kekerasan dalam pacaran. Sayangnya Hyun Seo ini malah sibuk mempertahankan hubungan pacaran yang toxic.

Pacar yang suka melakukan kekerasan memiliki perilaku untuk mengeluarkan pasangan dari lingkungan pertemanan atau keluarganya. Hal ini dilakukan pelaku agar korban akan bergantung hidupnya pada dirinya “Tidak bisa hidup tanpa dia”.

Oleh karena itu, ketika kamu menjadi korban kekerasan dalam pacaran jangan diam saja “Sadari dan Lawan”, lalu minta bantuan sama teman-temanmu atau bantuan profesional. Kalau kamu diam saja atau membiarkannya, lama-lama kamu akan terjebak dalam hubungan yang toxic.

6. Pentingnya dukungan penyelesaian masalah yang tepat

Pelajaran terpenting dari The World of the Married adalah kamu sebagai makhluk sosial tetap membutuhkan bantuan orang lain dalam menghadapi masalahmu. Kamu bisa minta bantuan profesional, seperti psikolog pernikahan dan keluarga.

Karena konsultan ahli ini bisa memberikan penyelesaian masalah yang tepat. Selain itu, kamu harus punya lingkungan pertemanan yang sehat dan berkualitas. Mereka bisa memberikan saran yang objektif atau tidak memihak siapa pun.

Lingkungan pertemanan yang sehat dan berkualitas bisa menjadi support system saat dirimu tidak kuat menghadapi konflik sendirian. Dukungan dari orang di sekelilingmu dapat menguatkan kamu dalam menghadapi permasalahan yang ada.

Baca juga: 3 sikap hadapi pertengkaran secara dewasa untuk meminimalisir konflik

Kesimpulan pelajaran hidup drama korea soal pelakor, The World of The Married mengajarkan pentingnya komunikasi dan keterbukaan

The World of the Married
Salah satu adegan dalam drama Korea The World of the Married (foto: hancinema.net)

Tetap tenang saat menghadapi konflik dengan pasangan dan hindari balas dendam akan menimbulkan masalah baru yang bisa menyakiti dirimu sendiri. Contohnya selingkuh harus dibalas selingkuh.

Salah satu ciri kecerdasan emosi di tengah konflik adalah bersikap tetap tenang. Ketika emosimu stabil bisa dengan mudah menghadapi pasangan daripada mengumbar emosi bisa menambah kerusakan/konflik baru dalam hubunganmu.

Dengan bersikap tenang kamu bisa mencari solusi untuk memecahkan masalah dan mendorong dia untuk mencari solusi secara bersama-sama. Kamu tidak mau hanyut dalam konflik berkepanjangan yang tidak berguna dan memperparah hubunganmu.

Hal terpenting yang diajarkan dari The World of The Married adalah belajar memaafkan dan move on dari masalah yang pernah terjadi. Kamu akan belajar dari pengalaman dengan tidak dibutakan oleh harapan dan ekspektasi tidak realistis, seperti pasangan mau berubah atau perilaku pasangan yang tidak bisa ditoleransi lagi.

Semoga poin-poin pelajaran hidup drama korea soal pelakor, The World of The Married yang mengajarkan pentingnya komunikasi dan keterbukaan dalam hubungan cinta, terutama penikahan.

Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe. Jangan lupa sharing ke Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, grup-grup WA, dan teman-temanmu agar enggak ketinggalan tips-tips self improvement dan relationship seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please komentar bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow Instagram @ruang cinta buat kamu yang ingin tahu banyak tentang kecerdasan relasi.




Tinggalkan komentar