kisah cinta sejati - melek cinta - cinta berlogika

Nggak Usah Memperjuangkan Pacar yang Bikin Hubunganmu Jadi Toxic

Kenapa kamu nggak usah memperjuangkan pacar yang bikin hubunganmu jadi toxic? Memangnya kamu mau menjalani hubungan nggak sehat untuk waktu lama. Isinya kamu sering makan ati liat kelakuan dia yang bikin ngeselin.

Pacar nggak akan mau diajak bekerja sama buat bangun hubungannya. Apa tanda-tanda kamu sudah menjalani hubungan yang toxic? Kamu selalu dijumpai berkata “Hubunganku baik-baik saja nggak ada masalah apa-apa”

Sebenarnya ini menunjukkan kamu sering menutup mata atas apa yang terjadi dalam hubunganmu. Kamu tau dia nggak bisa diajak kerja sama lagi, tapi kamu pura-pura nggak mau tau.

Loading...

Apalagi disertai pandangan yang keliru mengenai kekuatan cinta bisa menyembuhkan segalanya, hubungannya akan membaik. Masalah ini sering dijumpai oleh pasangan Indonesia membiarkan dirinya terjebak dalam hubungan nggak sehat.

Seperti yang kamu tau, hubungan yang sehat itu kalian saling menjaga dan merawat secara terus-menerus hingga akhir hayat. Saat ada konflik yang muncul kalian berkeinginan kuat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kalian mampu membangun cinta sama pasangan.

Apabila kamu saja yang berusaha keras membangun cintamu. Yang ada hubunganmu akan berubah penuh dengan keegoisan. Kamu yang berusaha keras malah terjebak dalam hubungan toxic karena kamu takut membuka hati nggak bisa menemukan orang lain lebih baik dari pacarmu.

Sebelum berlanjut, kamu kenali ini agar nggak terjebak hubungan toxic

4 alasan kamu nggak usah memperjuangkan pacar yang toxic dengan mengidentifikasi kelakuannya nggak sehat

1. Dia nggak mau diajak berdiskusi/dengarin obrolan kamu

Kenapa ini bermasalah? Hubungan yang sehat sebagian besar isinya kegiatan saling mengobrol antarpasangan. Kamu dan dia bisa mengobrol topik apa pun tanpa harus takut/nggak enakan sama pacar, terutama membahas sesuatu yang serius.

Jangan sampai hanya awal-awal hubungan saja enak diajakin ngobrol, tapi hubungan sudah berjalan beberapa bulan. Intesitas obrolan kalian jadi menurun. Dia lebih sibuk sama urusannya sendiri daripada memberikan sedikit waktunya buat dengarin obrolan kamu.

Apabila dia juga berpikir pacaran itu harus lakuin ngeseks sama pacar buat ungkapin cinta. Stop, segera putusin saja. Kalau dia sudah bosan ngeseks sama kamu pasti akan ditinggalin.

Nggak peduli kamu amat cinta pasti dia pergi tinggalin kamu. Ladies, kamu perlu tau Kode Ajakan Tidur Bareng dari Cowok Penikmat Hubungan Singkat.

Yang terjadi kamu lebih berusaha membangun cintamu ketimbang dia. Lama-lama kamu bisa capek karena terlalu sering memendam masalahmu sendirian. Pacarmu nggak bisa diajak berbagi bersama.

Bukankah kamu menjalani hubungan cinta untuk bisa berbagi sama dia? Berbagi impian, kesenangan, saling beri support, bercerita banyak hal sama dia, dan ingin mendengar tanggapan/pendapatnya atas obrolanmu.

Saat kamu ngobrol dia malah terlihat sibuk sama aktivitas yang sebenarnya nggak begitu penting. Artinya, dia sudah nggak menghargai kamu sebagai pacarnya.

Hubungan yang sehat, kamu berhak didengarkan dan ditanggapi segala keluh kesahmu sama dia. Kamu juga wajib mendengarkan dan menanggapi segala keluh kesah pacarmu.

Kalau dia sudah malas dengarin obrolanmu, kamu kasih saja peringatan keras akan pergi meninggalkannya “Minta putus” apabila dia nggak menanggapi keluh kesahmu.

Jika ternyata dia masih bebal nggak mau dengarin obrolanmu, pergi dari kehidupannya buat apa capek-capek memperjuangkan pacar seperti dia. Kamu nggak dianggap penting buat dia.

Ingat ya, kamu itu pacarnya bukan teman kencan satu malam.

2. Dia suka meremehkan daripada menguatkan kamu

Kelakuan pacar yang toxic ini patut kamu perhatikan, hubungan yang sehat nggak hanya komunikasi yang baik dan persamaan visi misi. Tapi juga, pacar yang mendukung keputusan dan tindakan kamu. Kamu nggak merasa sendirian menghadapi masa-masa sulitmu.

Apabila pacar nggak pernah menguatkanmu. Dia malah menghujatmu, bahkan beropini bertolak belakang sama kamu nggak kasih solusinya. Satu kata nggak usah memperjuangkan pacar seperti dia. Yang ada kamu sering makan ati, kesal campur kecewa.

Loading...

Sekeras apa pun kamu berusaha untuk mempertahankan hubunganmu. Lama-lama mentalmu nggak akan kuat menerima semua penghinaan pacarmu. Kamu pasti ambruk kelelahan karena mentalmu sudah nggak kuat menghadapi semuanya.

Sayangi dan cintai dirimu sendiri itu lebih penting. Pacar yang sudah meremehkan kamu, artinya dia sudah nggak menghargai kemampuan yang kamu miliki. Nggak ada salahnya kamu keluar dari hubungan yang toxic.

Ada kelakuanmu nggak sadar kamu lakukan bisa buat hubunganmu jadi toxic

3. Dia doyan pakai kekerasan sama kamu tiap menyelesaikan masalah

Yang ini patut kamu waspadai, putusin pacar suka pakai kekerasan fisik atau verbal tiap kali menyelesaikan masalah hubungannya. Nggak usah tanya apa alasannya, “Kan sudah jelas hubunganmu sudah benar-benar toxic.”

Jika kamu masih menghargai dirimu sendiri dan menyayangi masa depanmu. Putus itu solusi terbaik nggak usah ditunda-tunda lagi. Sayangilah nyawamu sebelum kamu jadi korban kebrutalan pacarmu “Apa kamu mau jadi samsak tinjunya?”

Lupakan semua pemikiran yang keliru, “Dia lagi khilaf”, “Dia sebenarnya orang baik”, “Cinta bisa mengubah segalanya.” Stop kalau kamu masih punya pemikiran seperti itu. Sayangi mental dan nyawamu.

Kalau kamu masih bersikeras mempertahankan pacar yang kasar. “Mau menunggu sampai seberapa banyak pukulan/tamparan/tendangan yang kamu terima?” Pacar suka pakai kekerasan tiap ada masalah, artinya dia nggak bisa mengelola konflik dalam dirinya.

Pahami ya, kamu nggak bisa mengubah kelakuan buruknya yang suka menganiaya/berbicara kasar. Semua itu sudah berdarah daging dalam dirinya bertahun-tahun.

Cinta nggak cukup buat mengubah sifat pacar menjadi apa yang kamu inginkan. Satu-satunya orang yang bisa mengubah sifat buruknya hanyalah dia seorang saja.

Pahami kamu nggak layak untuk disakiti, tapi berhak untuk dicintai dan dimanja.

4. Perbedaan yang ada nggak pernah bertemu solusinya

Tantangan terbesar menjalani hubungan cinta adalah perbedaan budaya. Mulai dari perbedaan pola pikir, prinsip, kedisiplinan, kebiasaan, adat istiadat, hingga beda agama.

Perbedaan ini membutuhkan usaha, dedikasi, dan kegigihan yang ekstra dari kalian buat mempertahankan hubungannya. Kok bisa? Kalau salah satu sudah nggak sanggup lagi pasti hubungannya berakhir di tengah jalan.

Perlu kamu pahami, hubungan cinta nggak hanya soal kamu dan dia saja pihak yang terlibat. Tapi ada juga keluarga besar dan keluarga inti pasangan. Belum lagi teman-teman dekat pasangan.

Apabila kalian nggak siap dengan penolakan dari mereka karena perbedaan budaya. Kalian akan kesulitan mencari solusinya. Ujung-ujungnya kalian pasti menyerah dan bubar di tengah jalan.

Sebelum kamu melangkah lebih jauh, terutama pasangan beda agama. Ada baiknya kamu bertanya sama pacar seberapa siap dirinya untuk menerima penolakan. Seberapa kuat kesanggupan dia untuk mencari solusinya.

Kalau jawaban pacar terdengar bimbang, artinya dia nggak yakin jalani hubungan ini ke depan (Nggak kuat secara mental). Mungkin kamu nggak masalah masih kuat hadapi penolakan itu, tapi sampai seberapa kuat kamu bisa tabah menerimanya.

Jika pacar sudah berkata nggak sanggup lagi menerima penolakan dari orang-orang terdekatnya. Kamu nggak bisa memaksa dia karena suatu saat dia akan mundur dari hubungannya. Karena dari awal hubungan kalian sudah nggak ada solusinya.

Pacar sudah nggak sanggup lagi, perpisahan adalah jalan terbaik buat kalian. Walau rasa cintamu begitu besar sama dia, tapi jalani hubungan berbeda budaya memerlukan tekad dan mental yang kuat.

Pengin curhat dibantu oleh konselor? DM saja, layanan ini bukan bersifat konseling. Follow @ruang cinta bagi yang serius ingin tau lebih banyak soal 5k relationship dan permasalahannya.

Terima kasih sudah berkenan membaca postingan ini. Share di media sosial supaya banyak teman-teman yang lain ikutan dapat manfaatnya.

Loading...



Tinggalkan komentar