Menikah Nggak Cukup Cuma Modal Cinta Saja

blog edukasi cinta - menikah nggak cukup cuma modal cinta
Sudah larut malam kamu masih belum tidur? Jangan lupa ya untuk pejamkan mata sebelum larut menyapa. Terima kasih ya sudah berkunjung

Menikah nggak cukup cuma modal cinta atau menikah nggak sekadar percaya konsep jodoh. Apa itu jodoh? Menurut KBBI Daring, jodoh itu orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup. Sesuatu yang cocok sehingga menjadi sepasang; pasangan. Cocok; tepat.


Baca menikah nggak cukup cuma modal cinta ini sampai selesai agar kamu dapat konsep berpikir yang kuat, lengkap, dan utuh

Mayoritas orang menyebutkan jodoh itu yang berujung ke pelaminan. Orang yang serius nikahi kamu. Jodoh itu orang yang sudah mau serius menikahi. Semua bisa dijalani berdua dengan modal cinta. Jodoh itu nggak butuh alasan atau diskusi panjang tentang kehidupan. Ya, sudah menikah saja karena dianggap jodohnya.

Jalani pernikahan nggak hanya butuh cinta atau keseriusan menikahi saja, tapi juga butuh diskusi dan bertukar pikiran dari kamu juga dia tentang kehidupan rumah tangga. Menikah bukan untuk dijadikan sebagai tujuan akhir dalam hidupmu. Siklus hidup bukan sekadar lulus sekolah, bekerja, lalu menikah.

Baca juga: Nobita Ragu Jelang Pernikahan dengan Shizuka di Stand by Me Doraemon 2

Alasan menikah nggak cukup cuma modal cinta atau sekadar percaya konsep jodoh saja

Menikah Nggak Cukup Cuma Modal Cinta Saja

  1. Masalah hidup akan selalu ada datang dan pergi. Menikah bukan solusi untuk mencari jalan keluar atas masalah hidupmu. Setelah menikah kamu akan menghadapi tantangan baru.
  2. Tantangan dalam pernikahan harus dihadapi dengan logika bukan hanya dengan rasa cinta saja. Hapus persepsi pernikahan akan berakhir seperti cerita dongeng: hidup bahagia selama-lamanya. Our happiness is our responsibility bukan pasangan atau pernikahan yang wajib membahagiakan kamu.
  3. Ada komitmen harus dijaga nggak cukup urusan romantisme belaka. Nggak ada artinya kata-kata manis di awal pernikahan tanpa dikuti kemauan dan usaha keras untuk jaga komitmen yang sudah dibuat.
  4. Godaan pernikahan bisa datang kapan saja di mana saja. Ini pentingnya kamu dan dia harus punya prinsip teguh untuk saling menjaga komitmen pernikahan. Bila kamu dan dia nggak punya fondasi pernikahan nggak kuat, meski godaaan kecil bisa runtuh juga.

Menikah nggak cukup cuma modal cinta atau sekadar percaya konsep jodoh saja (orang yang mau menikahi kamu). Tapi juga menyangkut hidup berumah tangga yang akan dijjalani bersama puluhan tahun ke depan.

Karena percaya konsep jodoh yang terjadi diskusi dan bertukar pikiran dari kamu dan dia akan terabaikan. Kenapa? Percaya konsep jodoh akan membuatmu mengecilkan makna pernikahan itu sendiri.

Apa contohnya? Dianggap suatu hari dia pasti bisa berubah setelah menikah. Realitanya dia nggak berubah hanya karena menikahimu. Dia mau berubah asalkan dia sendiri yang mau berubah, atau Tuhan yang menegur dia.

Contoh lainnya, dianggap hal apa pun bisa toleransi sama dia setelah menikah. Realitanya ketika muncul masalah uang, penghasilan, komunikasi dengan orang tua atau mertua, atau istri yang memutuskan untuk bekerja atau ingin punya usaha sendiri itu susah untuk ditoleransi.

Baca juga: 5 Upaya Mempersiapkan Pernikahan yang Sehat, Langgeng, dan Bahagia

Menikah nggak cukup cuma modal cinta atau sudah berjodoh saja, tapi menikahlah dalam kondisi sadar bukan bucin

Menikah Nggak Cukup Cuma Modal Cinta Saja

Menikahlah dengan kondisi sadar bukan bucin. Menikahlah bukan karena alasan sudah berjodoh saja. Pernikahan itu proses diskusi dan bertukar pikiran tanpa henti, mau berkompromi atas hal nggak kamu sukai dari dia.


Cara membesarkan anak, menerima masukan dari pasangan atau dua keluarga kalian, sesuatu yang muncul di luar rencana, hingga masalah rumah tangga. Dengan kata lain, menikah bukan sekadar drama pesta pernikahan saja.

Yang sering dianggap sebagai cobaan oleh mayoritas orang. Masalah pesta pernikahan itu nggak ada apa-apanya dibandingkan masalah rumah tangga yang akan kamu dan dia hadapi setelah menikah ke depannya.

Kamu menikah harus dibarengi dengan kesadaran dan risiko perceraian. Cerai hidup atau mati itu bisa terjadi ke semua orang. Cerai hidup bikin susah nggak hanya untuk kamu dan dia saja, tapi mau nggak mau anak ikut terlibat. Bahkan, dua keluarga jadi ikutan berperkara.

Cerai bukan sekadar masalah finansial, nggak bahagia, orang ketiga, nggak sabar dengan pasangan, pasangan nggak bisa diatur, atau istri terlalu mandiri. Cerai bisa disebabkan beda prinsip.

Pernikahan nggak ada tujuan yang sama. Sudah beda prinsip pasti rasanya sia-sia untuk dijalani pernikahan itu. Cerai karena beda prinsip itu nyata terjadi.

Kamu memutuskan menikah sama dia itu pilihanmu, maka bertanggung jawablah kamu atas pilihanmu itu.

Terima kasih buat kamu yang sudah membaca sampai selesai. Tinggalkan komentarmu apabila masih ada yang kurang dimengerti.

Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor silakan ke menu layanan curhat. Pastikan kamu subscribe agar tidak ketinggalan update 5K’s relationship.

Oh ya, follow juga Instagram @ruang cinta yang bahas masalah relationship yang remeh-temeh, serius, hingga sensitif. Bahkan, isu-isu tabu relationship dibahas secara ringan.



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *