Mau Dibawa Ke Mana hubungan ini tanda pacar tidak mau digantungin

Mau dibawa ke mana hubungan ini adalah bentuk pertanyaan pacar yang mempertanyakan kejelasan hubungannya. Biasanya terjadi adanya perbedaan tujuan hubungan antara kamu dan pacar, terutama sudah berpacaran cukup lama.

Please baca sampai akhir agar kamu mengerti dan paham tujuan relationship terhadap hubunganmu ke depan.

Perbedaan tujuan hubungan seperti kamu merasa sudah puas dengan hubunganmu sekarang, tapi pacarmu malah mengatakan hubungannya datar, jenuh, atau jalan di tempat.

Kamu ingin berpacaran saja, tapi belum memikirkan hubungan ke depan ingin seperti apa. Sedangkan, pacarmu sudah memikirkan hubungannya ke depan mau seperti ini. Contohnya lamaran/pernikahan.

Hubungan cinta yang sehat adalah hubungan yang punya kejelasan tujuan ke depan

Pacar bisa mendukung dan mewujudkan visi misi hubunganmu, kamu pun bisa mendukung dan mewujudkan visi misi hubungan pacarmu. Tujuan hubungan ini agar hubungan kalian terus tumbuh dan berkembang.

Contohnya jangka pendek, kamu mencari orang yang punya kesamaan minat/visi misi hubungan. Setelah menemukan dan cocok sama dia, kamu memutuskan untuk menjalankan rencana jangka panjang.

Kamu tahu ingin dibawa ke mana hubunganmu dan hubungan seperti apa yang kamu harapkan ke depan. Contohnya menikah. Kalau tujuanmu hanya berpikir untuk berpacaran saja.

Contohnya ingin punya pacar karena takut kesepian, ada yang menyemangati, berpacaran karena teman-teman sudah punya pacar, malu dikatakan jomblo, bahkan ada niat berpacaran hanya ingin “tidur bareng”.

Hingga tujuan relationship kamu tidak akan pernah berkembang dan tumbuh secara sehat. Kenapa? Ketika tujuanmu sudah tercapai (punya pacar) kamu akan puas sama hubunganmu yang itu itu saja “Kan aku udah punya pacar, emang aku butuh apa lagi”.

Saat pacarmu menanyakan kelanjutan hubungannya ke depan, kamu malah bingung karena tidak tahu mau dibawa ke mana hubunganmu. Lama-lama sikap pacarmu sedikit demi sedikit berubah, dia sudah lelah/bosan sama hubungannya yang begitu-begitu saja.

Mau dibawa ke mana hubungan ini penting buat kamu dan dia agar relationship yang berjalan ke arah kalian inginkan. Kamu bisa sadar/tahu kalau pacarmu tidak keburu puas dengan tujuan jangka pendeknya.

Perlu dipahami, walaupun kamu dan pacar punya tujuan yang sama. Tapi faktor yang melatarbelakangi bisa jadi berbeda. Contohnya kalian berpacaran untuk menikah. Kamu mau menikahi dia karena usia yang sudah deadline, dia mau dinikahi kamu karena tuntutan ekonomi.

Tujuan kamu dan pacar memang sama, tapi faktor di belakangnya berbeda. Ini bisa memicu pertengkaran/percekcokan hebat di masa depan, terutama apabila ada ekspektasi pasangan yang berbeda dengan kenyataannya.

Baca juga: 5 Tuntutan realistis relationship berhak kamu sampaikan ke pacar

Munculnya pertanyaan mau dibawa ke mana hubungan ini karena tidak terjadinya diskusi tujuan dan ekspektasi masing-masing pasangan

Jika kamu tidak mendiskusikan tujuan dan ekspektasimu sama pacar. Kamu akan merasa hubungan yang dijalani seperti datar-datar saja atau jalan di tempat. Banyak kasus relationship yang terjadi, cowok lebih santai dibandingkan cewek dalam memandang hubungan cintanya.

Cewek berinisiatif duluan untuk menanyakan tujuan hubungannya. Apabila cewek merasa cowoknya butuh dorongan untuk membuat tujuan bersama, cewek akan membantu cowoknya untuk mewujudkan tujuan tersebut.

Karena cewek butuh tujuan untuk kepastian dan kejelasan hubungannya ke depan. Cewek tidak mau kehilangan arah dengan buang-buang waktu, pikiran, dan tenaganya untuk cowok tidak layak diperjuangkan.

Jika cowokmu masih bilang “Lihat saja nanti bagaimana”, padahal hubungan kalian sudah berjalan lima tahunan lebih. Kamu harus evaluasi kembali hubunganmu karena cowokmu tidak serius masih terjebak euforia cinta masa-masa pacaran.

Untuk apa buang-buang waktumu buat pacar yang tujuan relationship-nya tidak jelas, kamu harus memikirkan juga masa depanmu sendiri. Tujuan relationship menyangkut kelangsungan hubunganmu ke depan, tujuan pula menunjukkan pacarmu punya tanggung jawab sama kamu.

Apakah kamu mau memercayakan hidupmu sama orang tidak punya tujuan yang jelas? Apakah kamu siap menderita lahir batin karena salah pilih orang? Tujuan jangka panjang akan menentukan arah relationship kalian ke depannya seperti apa.

Yuk, diskusikan tujuan dan ekspektasi relationship jangka panjang untuk memiliki hubungan yang sehat

Apa sih tujuan dan ekspektasi relationship kamu yang sebenarnya untuk hubunganmu? Diskusikan tujuanmu sama pacar untuk membantu kamu ke arah tujuanmu itu. Kamu harus memastikan pacarmu ikut serta dalam mendukung tujuanmu.

Kemudian, kamu men-setting prioritas utama dan periksa juga tujuanmu tersebut. Apakah bertabrakan/bentrok dengan tujuan relationship pacarmu? Kalau ya, kamu bisa menyesuaikan lagi tujuan kamu dengan tujuan pacarmu.

Ini penting buat kamu yang sudah berpacaran lama, tanyakan tujuan relationship pacarmu agar hubungan kalian lebih terarah. Apabila pacar masih malas/ogah-ogahan untuk menyusun dan merencanakan tujuan relationship-nya.

Kamu bisa memberikan waktu sampai tiga bulan buat pacarmu. Lebih dari itu kamu bisa meninggalkannya. Ya, dia belum ada pikiran untuk serius sama kamu. Orang masih ingin senang-senang dulu.

Sebenarnya tujuan relationship pacar bisa kamu ketahui saat memasuki usia 6 bulan hubungan kalian. Selama kamu dan pacar tidak terjebak dengan euforia cinta masa-masa pacaran.

Coba perhatikan cara pacarmu memandang sebuah hubungan dan keluarga. Kalau dia tidak pernah membicarakan kebersamaan/soal hidup bersama/kegiatan yang dilakukan bersama.

Artinya, masa depan hubunganmu masih belum jelas/masih suram, walaupun kalian sudah berpacaran cukup lama “Kan pacarmu niatnya hanya ingin berpacaran saja”.

Baca juga: Tentukan tujuan pacaran yang realistis agar hubunganmu tidak gagal

Tes saja untuk melihat pacarmu punya tujuan relationship atau tidak

1. Apa yang kalian lakukan saat kamu dan pacar bertengkar/berdebat?
a. Saling menyerang/menyalahkan secara agresif
b. Tiba-tiba berteriak histeris untuk mengakhirinya
c. Memilih mendiamkan pasangan berhari-hari/berminggu-minggu
d. Mencari solusi bersama atas masalah yang terjadi

2. Pernahkah kalian membicarakan rencana hubungan jangka panjang?
a. Ogah-ogahan/malas membicarakannya
b. Mulai membahas dan menyusun rencana yang matang
c. Mengalihkan pembicaraan dengan topik lain
d. Selalu ngomong “Lihat saja nanti”

3. Sudah lama berpacaran, kamu mengajak pacarmu untuk ketemuan sama orang tuamu. Apa responnya dia?
a. Jawabannya selalu “Kapan-kapan saja”
b. Enggak ada waktu karena sibuk ini itu
c. Sigap berangkat dan memperkenalkan diri
d. Selalu punya jurus 1000 langkah kaki

4. Topik obrolan apa yang paling banyak dibahas saat chatting?
a. Mulai memikirkan hal-hal rasional yang ingin kalian capai
b. Mengingatkan untuk jangan lupa mandi/ibadah
c. Mengumbar kata-kata gombal dan puitis ala Dilan
d. Seputar menanyakan kabar dan aktivitas hari ini

5. Buat kamu yang lagi LDR-an, obrolan apa yang sering diomongin?
a. Tiap bulan kamu minta dia untuk datang ke daerahmu
b. Obrolan seputar sedang apa, di mana, sama siapa
c. Kamu menghubungi dia saat tidak mengganggu kehidupannya
d. Tiap malam dia harus meneleponmu sampai tiga jam lebih

Kesimpulan mau dibawa ke mana hubungan ini

Mendiskusikan tujuan relationship pacar, artinya kamu sedangkan menanyakan dan menyusun rencana jangka panjang hubunganmu. Dengan adjustment goal dalam hubungan kalian. Kamu dan pacar sudah siap untuk melangkah ke depan.

Jika pacar belum memikirkan tujuan relationship, kamu bisa membantu dia untuk mencari dan menyusun tujuan hubungannya. Dengan syarat dia mau ikut berpartisipasi untuk membangun dan mengembangkan hubungannya.

Apa pun tujuan dan ekspektasi relationship kamu, maka pastikan pacarmu harus tahu itu. Jangan diam saja dengan harapan dia akan tahu dan mengerti apa isi pikiranmu. Ingat ya, pacarmu bukan manusia yang bisa membaca isi pikiranmu.

Semoga poin-poin mau dibawa ke mana hubungan ini bisa membantumu untuk menanyakan kejelasan hubungannya, terutama yang sudah berpacaran lama.

Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe. Jangan lupa sharing ke Facebook, Twiiter, Line, WhatsApp, grup-grup WA, dan teman-temanmu agar enggak ketinggalan tips-tips self improvement dan relationship seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please komentar bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow Instagram @ruang cinta membahas masalah percintaan yang mungkin tidak ingin kamu dengar, tapi harus kamu ketahui.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *