CLOSE ADS
CLOSE ADS

Pentingnya Hidup Mandiri Setelah Menikah Ini Manfaatnya

blog edukasi cinta, curhat cinta online

Pentingnya hidup mandiri setelah menikah untuk melatih kepekaan emergency dan menghargai keberadaan pasangan dalam kehidupan berumah tangga. Pernikahan yang harmonis dan langgeng dibutuhkan kerja sama secara nyata dari kamu dan dia (penyesuaian diri terhadap pasangan).

Artikel pentingnya hidup mandiri setelah menikah membahas kemesraan kehidupan berumah tangga, biaya setelah menikah bersifat jangka menengah dan panjang, hingga cara pandang pasangan ingin lepas dari pengaruh keluarga

Yang perlu diperhatikan, kalian memutuskan hidup mandiri setelah menikah tidak lagi tinggal bersama dengan orang tua atau mertua. Kemandirian kalian setelah menikah harus diikuti dengan kesiapan finansial.

Kenapa? Kalian hidup mandiri setelah menikah tidak hanya membayar tagihan dan kebutuhan bulanan rumah tangga. Tapi juga membayar uang sewa, membeli perabot rumah, hingga membongkar uang tabungan untuk membeli rumah sendiri.

Jika kalian pilih tinggal bersama dengan orang tua atau mertua setelah menikah. Tentu saja kalian bisa berhemat juga menabung untuk membeli rumah sendiri. Konsekuensinya, kalian harus menyesuaikan diri dengan gaya hidup, aturan rumah, dan tata krama pergaulan di rumah orang tua atau mertua.

BACA JUGA: Keluarga Bahagia Dimulai dari Istri yang Bahagia. Happy wife, happy life

Apa sih pentingnya hidup mandiri setelah menikah untuk kemesraan kehidupan rumah tangga kalian ke depan?

Pentingnya Hidup Mandiri Setelah Menikah Ini Manfaatnya

1. Kalian tidak lagi bergantung atau merepotkan orang tuamu.

Kalian dapat menunjukkan pada orang tua atau mertua mampu bertanggung jawab dalam menjalani peran barumu sebagai suami atau istri.

2. Menikmati indahnya momen kebersamaan dalam pernikahan kalian.

Awal pernikahan merupakan proses kalian saling berlatih mendewasakan diri untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan yang muncul secara mandiri. Masa-masa sulit setelah kalian hidup terpisah dari orang tua akan terasa berat pada awalnya.

Namun, momen hidup terpisah dari orang tua setelah menikah. Kalian juga belajar untuk saling setia dan memberikan support nyata dalam jatuh bangun kehidupan berumah tangga.

Awal pernikahan bisa dikatakan sebagai cikal bakal terciptanya hubungan yang solid bersama pasangan. Ya, ada cerita dan kenangan tidak akan kalian pernah lupakan.

3. Sanggup beradaptasi lebih cepat dengan kehidupan rumah tangga

Berkaitan erat dengan poin ke-2 di atas, kalian harus melewati masa transisi dari status lajang menjadi suami atau istri. Kalian akan banyak belajar menyesuaikan diri dengan pasangan sebagai mitra dalam kehidupan berumah tangga.

Mulai dari sikap saling bekerja sama, pengertian, berempati, hingga komitmen bersama. Hidup mandiri setelah menikah akan membuat kalian lebih cepat belajar beradaptasi dengan semua perubahan yang terjadi.

4. Makin dekat dan intim bersama pasangan

Meski terasa berat pada awalnya hidup terpisah dari orang tua setelah menikah. Namun, waktu kalian untuk membangun kedekatan dan keintiman bersama pasangan lebih leluasa daripada hidup bersama dengan orang tua atau mertua.

BACA JUGA: 10 Kesiapan Menjelang Pernikahan Hingga 10 Persiapan Biaya Pernikahan

Untuk kalian yang pilih hidup mandiri setelah menikah. Perlu diperhatikan juga biaya setelah menikah yang bersifat jangka menengah dan panjang

Pentingnya Hidup Mandiri Setelah Menikah Ini Manfaatnya

1. Biaya tempat tinggal

Setelah menikah kalian memutuskan hidup terpisah dari orang tua atau mertua. Siapkan dana yang sesuai dengan kemampuan finansial kalian, baik itu pilihan menyewa kos atau mengontrak rumah untuk keluarga kecilmu. Jika kalian mendambakan punya rumah sendiri, maka pelan-pelan menabung agar bisa membelinya.

2. Mengisi perabotan rumah

Tidak kalah pentingnya dengan poin pertama di atas, yakni mengisi perabotan rumah. Tentu saja untuk mengisinya harus disesuaikan dengan kemampuan finansial dan bujet kalian. Pilihlah yang tidak bisa ditunda, seperti meja kursi, pakaian, kasur, peralatan makan, peralatan dapur, lemari, kebutuhan mandi, dan lain sebagainya.

3. Manajemen keuangan rumah tangga

Setelah menikah tidak hanya memikirkan kebutuhan pribadimu saja, tapi juga ada kebutuhan keluarga yang perlu kalian sadari. Kalian harus menyiapkan biaya untuk kebutuhan harian juga bulanan, seperti makan dan minum, bayar listrik dan air, pulsa telepon dan internet, peralatan mandi, servis kendaraan, dan lain sebagainya.

Kebutuhan rumah tangga memerlukan manajemen keuangan keluarga yang baik dari kalian. Kelolalah anggaran belanja dengan baik agar kalian dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga bulanan.

4. Menabung dan dana darurat

Berkaitan erat dengan poin ke-3 di atas, setelah menikah akan banyak munculnya kebutuhan keluarga tidak terduga. Oleh karena itu, kelola pemasukan dan pengeluaran rumah tangga kalian dengan baik. Ini termasuk gaya hidup kalian yang berlebihan untuk dikurangi.

Selain menabung, awal pernikahan tidak ada salahnya kalian mulai menyisihkan sebagian gaji kalian untuk keperluan dana darurat dan pensiun. Terutama, pekerjaan kalian yang tidak memberikan jaminan dana pensiun.

5. Biaya kehamilan dan persalinan

Pahami ya, biaya kehamilan dan persalinan makin lama tidak lagi murah seperti dulu. Meski berat kalian perlu menyiapkan mulai dari rencana kehamilan, persalinan, hingga membeli kebutuhan si kecil. Ini termasuk juga, kesepakatan kalian menggunakan metode kontrasepsi apa yang bersifat sementara apabila ingin menunda kehamilan.

BACA JUGA: Aku Ingin Dia Mengerti Perasaanku, Kuasailah Teknik Komunikasi Asertif

Pentingnya hidup mandiri setelah menikah tergantung dari cara pandang pasangan yang ingin lepas dari pengaruh keluarga

Pentingnya Hidup Mandiri Setelah Menikah Ini Manfaatnya
Putri Mako resmi menikahi orang biasa. Teman kuliahnya, Kei Komuro/Reuters

“Bagi saya, Kei tidak tergantikan – pernikahan adalah pilihan yang perlu bagi kami” ucap Putri Mako.

Masih ingat Putri Mako yang menikah dengan orang biasa? Ia rela melepaskan status anggota kekaisaran Jepang dan menolak tunjangan sebesar 150 juta yen atau Rp19,2 miliar.

Jika kamu masih ingat dengan keputusan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang memutuskan keluar dari keluarga kerajaan Inggris. Lalu, apa alasan mereka memilih hidup mandiri setelah menikah?

Berdasarkan teori Intergenerational Solidarity Model (ISM) yang dikembangkan oleh Silverstein dan Bengston pada 1997, bahwa dinamika keluarga dipengaruhi oleh enam dimensi:

    1. Associational. Frekuensi interaksi antar anggota keluarga.
    2. Affectual. Perasaan dan kasih sayang.
    3. Consensual. Kesamaan nilai, kepercayaan, dan gaya hidup.
    4. Functional. Saling tolong-menolong.
    5. Normative. Komitmen untuk menjalankan kewajiban masing-masing.
    6. Structural. Ketersediaan dalam hal jarak dan kesehatan.

Ada dua dimensi yang dapat menyebabkan seseorang ingin lepas dari keluarga adalah dimensi affectual dan consensual, terutama kalau itu terjadi berulang-ulang dalam waktu lama tidak diikuti dengan rasa toleransi dan memaafkan.

Selain itu, adanya cara pandang beda generasi antara orang tua dengan anak dalam hal pernikahan maupun pola asuh anak. Hidup mandiri dengan lepas dari orang tua atau mertua. Anak memiliki kekuasaan penuh untuk mengurusi kehidupan rumah tangganya.

Suka artikel ini? Pastikan kamu subscribe newsletter mingguan agar tidak ketinggalan update relasi cinta, pranikah, dan pengembangan diri. Gratis. Oh ya, follow melek cinta via google news.

Terima kasih ya kamu sudah membaca artikel ini sampai selesai. Semoga bermanfaat. Kalau kamu punya pengalaman yang sama, berbagi ya bisa jadi kita semua bisa belajar dari pengalamanmu.

Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor, silakan ke menu layanan curhat. Follow instagram kita @ruang cinta seputar cinta yang remeh-temeh, serius, sampai sensitif. Plus isu-isu tabu yang dibahas secara ringan.


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.