Mad for Each Other Bercerita Trauma Psikis Itu Nyata

Mad for Each Other Bercerita Trauma Psikis Itu Nyata
Bagaimana malammu hari ini? Yuk, evaluasi apa yang sudah kamu kerjakan tadi pagi hingga sore ini. Semoga besok pagi lebih baik dan hari ini lebih baik dari kemarin. Selamat malam sobat.

Mad for Each Other bercerita trauma psikis itu nyata. Meski drama Korea ini bergenre romantis komedi, tapi mengusung kesadaran terhadap kesehatan mental. Siapa pun bisa menjadi korban trauma psikis tidak mengenal usia dan golongan.


Menjalani perjalanan hidup kamu pasti pernah mengalami gejolak emosi, stres, perasaan bersalah, marah, ketakutan, putus asa, dan ketidakberdayaan. Mulai dari peristiwa putus cinta, kecelakaan, perundungan (bullying), kekerasan fisik, pelecehan seksual, bencana alam, pemutusan hubungan kerja, hingga teman atau keluarga yang meninggal dunia.

Secara garis besar drama Korea ini menceritakan cara berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan dan mulai hidup yang bahagia, dampak nyata pasangan yang menerima kekerasan fisik dan psikis di masa lalu, hingga cara kamu harus bersikap apabila ada pasangan, teman, atau keluarga yang menderita kondisi ini.

Baca juga: Nggak Ada Manusia Sempurna Pesan Drakor It’s Okay to Not Be Okay

“Mencampakkan (meninggalkan) seseorang di masa buruknya adalah hal terburuk yang dilakukan oleh manusia”, perkataan Noh Hwi Oh ke mantan pacar yang meninggalkannya dalam drakor Mad for Each Other bercerita trauma psikis itu nyata

Mad for Each Other Bercerita Trauma Psikis Itu Nyata
Adegan drama Korea Mad for Each Other (image: hancinema.net)

Mad for Each Other bercerita tentang kehidupan Noh Hwi Oh yang tidak bisa mengontrol emosi. Noh Hwi Oh, seorang detektif terkenal dengan sebutan anjing gila yang diskor karena ada campur tangan dari pejabat tinggi kepolisian ketika menangani kasus yang melibatkan kartel narkoba.

Lee Min Kyung memiliki kehidupan sempurna dan semua yang dia miliki runtuh dalam sekejap. Ia pernah dipermalukan di depan teman-teman kantornya oleh seorang perempuan yang ternyata istri dari pacarnya.

Lee Min Kyung juga mengalami kekerasan fisik maupun psikis dari mantan pacar yang tidak menginginkan perpisahan. Kejadian itu membuat dia mengalami delusi dan tidak bisa memercayai orang lain lagi.

Noh Hwi Oh dan Lee Min Kyung yang ternyata tetanggaan satu apartemen sering terlibat cekcok karena kesalahpahaman. Mereka juga pasien dari psikiater yang sama dan keduanya didiagnosis berbeda.

Noh Hwi Oh mengalami gangguan penyesuaian atau adjustment disorder, sedangkan Lee Min Kyung mengalami gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder.

Baca juga: Pesan Mendalam Kim Ji-Young Born 1982, Istri yang Dituntut Sempurna


Yuk, kenali apa itu gangguan penyesuaian atau adjustment disorder yang dialami oleh Noh Hwi Oh dalam drakor Mad for Each Other bercerita trauma psikis itu nyata

Mad for Each Other Bercerita Trauma Psikis Itu Nyata
Adegan Noh Hwi Oh dalam drama Korea Mad for Each Other (image: hancinema.net)

Gangguan penyesuaian adalah kondisi psikologis yang membuat Noh Hwi Oh sulit menerima kenyataan pahit. Masalah kejiwaan saat Noh Hwi Oh merasakan stres dalam menghadapi masalah dan beban hidup.

Ia terus-menerus stres dan bersedih, bahkan ia mengalami penurunan minat dari aktivitas yang biasa dia suka atau kerjakan dan menarik diri dari kehidupan sosial. Gangguan penyesuaian yang diderita oleh Noh Hwi Oh berbeda dengan gangguan stres pascatrauma yang diderita oleh Lee Min Kyung.

Gangguan stres pascatrauma cenderung dipicu oleh kejadian yang mengancam nyawa dan setidaknya satu bulan setelah kejadian itu. Bahkan, gejala gangguan stres pascatrauma dapat lebih lama daripada gangguan penyesuaian.

Baca juga: Pelajaran dari Drama Korea Soal Pelakor, The World of The Married

Apa saja kenyataan pahit yang berisiko dapat memicu gangguan penyesuaian ini?

  • Masalah perkawinan atau perceraian.
  • Masalah pertemanan dan hubungan percintaan, seperti putus cinta.
  • Perubahan status sosial, seperti pensiun, memiliki anak, atau menjalani pendidikan bagi anak-anak.
  • Situasi yang merugikan, seperti kehilangan pekerjaan atau punya masalah keuangan.
  • Orang terdekat yang meninggal dunia.
  • Masalah di sekolah atau tempat kerja
  • Kejadian yang bisa mengancam nyawa, seperti serangan fisik, pertempuran, atau bencana alam.
  • Ada pun masalah yang masih berlangsung, seperti penyakit medis atau tinggal di lingkungan tidak aman.

Jika kamu mengalami gangguan penyesuaian yang diderita oleh Noh Hwi Oh. Kamu mengalami kesulitan berlebihan dalam menerima kenyataan. Gampangnya, kamu terus-menerus bersedih setelah menerima kenyataan pahit.

Disarankan minta bantuan psikolog atau psikiater agar dapat terhindar dari kemungkinan buruk, seperti tebersit keinginan untuk bunuh diri.

Baca juga: Memang Ada Pria Peka Seperti Pak Han? Jawabannya Masih Ada Kok

Yuk, kenali apa itu gangguan stres pascatrauma atau post-traumatic stress disorder yang dialami oleh Lee Min Kyung dalam drakor Mad for Each Other bercerita trauma psikis itu nyata

Mad for Each Other Bercerita Trauma Psikis Itu Nyata
Adegan Lee Min Kyung dalam drama Korea Mad for Each Other (image: hancinema.net)

Gangguan stres pascatrauma adalah gangguan kecemasan yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa tidak menyenangkan atau kejadian traumatis. Seseorang akan terus merasakan takut atau stres, bahkan jauh setelah kejadian yang membuatnya trauma berlangsung.

Seperti yang dialami oleh Lee Min Kyung pernah mengalami atau menyaksikan peristiwa yang menakutkan atau mengancam nyawanya. Ia lebih sering mematikan rasa dari peristiwa traumatis itu dan banyak melakukan penghindaran dari trauma yang dia rasakan.

Ini membuat Lee Min Kyung cenderung memiliki suasana hati negatif dan gangguan kecemasan. Kenapa? Perempuan lebih rentan mengalami gangguan stres pascatrauma akibat perundungan (bullying), kekerasan fisik, pelecehan atau kekerasan seksual, serta kekerasan dalam rumah tangga.

Jika kamu mengalami gangguan stres pascatrauma yang diderita oleh Lee Min Kyung. Kamu mengalami atau menyaksikan peristiwa traumatis secara langsung, atau berulang kali terbayang pada kejadian traumatis secara tidak sengaja.

Disarankan minta bantuan psikolog atau psikiater karena gangguan ini dapat berlangsung selama beberapa bulan, bahkan bertahun-tahun setelah kejadian.

Kesimpulan Mad for Each Other yang bercerita trauma psikis itu nyata

Jika kamu merasa pasangan, teman, atau keluargamu mengalami gangguan trauma psikis. Maka cobalah kenali gejala-gejalanya. Biasanya orang yang memiliki gangguan ini mudah ketakutan atau mengalami serangan panik. Ia juga cenderung suit memercayai orang lain dan memandang dunia sebagai tempat yang kejam.

Yang perlu kamu pahami, orang yang memiliki gangguan trauma psikis cenderung depresif (berhubungan dengan atau menyebabkan depresi; cenderung untuk depresi) dan tebersit untuk mengakhiri hidupnya. Tidak sedikit dari mereka menjadikan obat-obatan terlarang atau alkohol sebagai pelarian.

Oleh karena itu, kamu wajib berikan dukungan (jadilah support system-nya) ke pasangan, teman, atau keluarga yang mengalami gangguan trauma psikis. Kamu bisa mengarahkannya untuk mendapat bantuan dari psikolog atau psikiater. Berikan kenyamanan dan keamanan perasaannya agar dia bisa cepat pulih.

Suka dengan postingan seperti ini? Pastikan kamu subscribe agar nggak ketinggalan update 5K’s relationshipTerima kasih buat kamu yang sudah membaca sampai selesai. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentarmu apabila masih ada kurang dimengerti. Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor silakan ke menu layanan curhat.

Follow juga Instagram @ruang cinta yang bahas masalah relationship yang remeh-temeh, serius, hingga sensitif. Ini termasuk isu-isu tabu relationship yang dibahas secara ringan.



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *