Kunci Memahami Isi Pikiran Cowok dengan Komunikasi yang Tepat


Kunci memahami isi pikiran cowok hanya satu, apa itu? Pola komunikasi yang baik dan tepat untuk memahami apa yang ada di pikiran cowok. Berbicaralah secara jujur dan terbuka apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hubungan kalian.

Seperti kamu ketahui, cowok dan cewek itu makhluk yang enggak sama dalam segala hal. Cowok cenderung lebih banyak menggunakan logika, sedangkan cewek cenderung lebih besar menggunakan perasaan.

Hal itu perlu kamu pahami, sebelum mencoba untuk memahami cowokmu. Ada baiknya juga kamu kenali dulu apa yang sering dipikirkan oleh cowok. istilahnya, apa sih maunya cowok itu? Dengan kamu mencoba mengulik isi pikiran cowok, artinya kamu ada upaya agar hubunganmu langgeng.

Kalau kamu enggak mencoba memahami isi pikiran cowok, kamu akan kesulitan untuk menemukan kesepakatan saat menghadapi sebuah masalah dalam hubungan kalian. Kamu maunya ini, tapi cowokmu maunya itu. Ujung-ujungnya kalian jadi bertengkar karena enggak ada kata sepakat.

Berikut ini empat kunci memahami isi pikiran cowok dengan komunikasi yang baik dan enggak berusaha menebak jalan pikirannya

1. Mencoba memahami apa yang cowokmu pikirkan tentang komitmen

Poin pertama ini penting harus kamu ketahui dulu sebelum menjalani hubungan cinta. Kamu pasti enggak mau sudah cukup lama pacaran, tapi ujung-ujungnya cowokmu enggak berani berkomitmen atau takut menikah dengan berbagai macam alasan.

Tanyakan secara jujur dan terbuka apa yang cowokmu pikirkan tentang komitmen dan pernikahan. Ini sebagai cara kamu untuk mengenali dan memahami dulu seperti apa jalan pikirannya. Apakah cowokmu masih suka bermain-main dalam hidupnya? Ataukah, ia sudah menetapkan pilihan untuk serius sama kamu.

Ladies, perlu kamu pahami apabila cowokmu belum mau serius. Walaupun, kalian sudah menjalani pacaran cukup lama dan mendesak/memaksanya agar ia menikahmu. Cowokmu akan tetap enggak mau berkomitmen sama kamu.

Komitmen bagi cowok menyangkut masalah kemapanan secara ekonomi. Ya, cowok berpikir pernikahan dan kehidupan berkeluarga bisa dilakukan apabila dirinya sudah mapan. Artinya, ia sudah merasa siap secara finansial untuk menafkahi segala kebutuhan istri dan anak-anaknya.

Jika cowok belum mapan secara finansial, ia merasa enggak percaya diri untuk menafkahi segala kebutuhan istri dan anak-anaknya kelak. Walaupun, cowokmu sangat bersyukur mendapatkan kamu yang menurutnya cocok dan baik. Tapi kamu ingin segera menikah. Kebanyakan kasus yang terjadi hubungan kandas di tengah jalan.

2. Berikan ruang yang cukup agar cowokmu mendapatkan peran dalam hubungannya

Poin kedua ini berkaitan erat dengan kelanggengan hubungan kalian. Cowok bisa lebih berkompeten atau sangat cakap terhadap hubungannya apabila ia melihat ceweknya bahagia karena dirinya.

Cowokmu bisa melakukan segalanya untuk menyenangkan dan membahagiakan kamu asalkan ia mendapatkan peran penting dalam hubungan kalian. Terkadang kamu tanpa sadar mengambil alih kemudi/terlalu mengontrol dalam hubungan kalian.

Contohnya kamu akan mengecek smartphone atau media sosial cowokmu. Parahnya, kamu bisa tersulut emosi apabila cowokmu enggak mau dicek smartphone-nya. Alasannya kamu merasa punya hak untuk tahu segala info personal cowokmu.

Kamu menuntut cowokmu untuk menghubungimu setiap hari, bahkan ada yang setiap jam. Perilakumu ini bisa dikatakan over controling. Sikapmu ini menunjukkan kamu enggak percaya sama cowokmu sendiri. Satu masalah kecil pun bisa memicu pertengkaran yang dramatis.

Ladies, biarkan cowokmu memiliki ruang yang cukup agar ia mampu mengeksplorasi kemampuan dirinya. Ya, kamu jangan terlalu mengekang aktivitas kehidupannya agar cowokmu mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara emosional dan finansial.

Percayalah sama kemampuan cowokmu dengan menyeimbangkan peran dalam hubungan kalian. Misalnya, enggak selalu menuntut cowokmu untuk selalu ada tiap waktunya buat kamu. Namun, kamu bisa berikan pengertian sama cowokmu ketika kamu membutuhkan dirinya ada di sampingmu.

Cowokmu bersedia mendengarkan saat kamu ingin bercerita keluh kesahmu atau menemanimu saat masa-masa sulit. Ini termasuk pula, cowokmu memiliki cara untuk menyelesaikan masalah daripada menyalahkan atau lari dari kenyataan.

*Baca juga, Susah Ngertiin Cowok Nggak Pernah Sreg Sama Aku

3. Berikan dukungan secara emosional saat cowokmu ada masalah dalam hidupnya

Poin terakhir berkaitan erat dengan poin pertama dan kedua. Kamu jangan salah, walaupun cowokmu terlihat jantan dan tangguh. Ia masih tetap butuh dukungan emosional dari kamu sebagai ceweknya, terutama saat ia menghadapi masalah dalam hidupnya.

Seperti yang kamu ketahui, cowok cenderung menutup diri dari orang lain atas apa yang mereka rasakan. Cowok melakukan ini agar enggak mau terlihat rapuh dalam hidupnya. Hal ini disebabkan ada stereotip, cowok yang menunjukkan ekspresinya/perasaan bisa dikatakan enggak jantan, enggak tangguh, atau cowok cengeng.

Alhasil saat cowok merasa sedih karena ada masalah dalam hidupnya, ia malah menunjukkan amarah/perasaan marah yang melambangkan bentuk kekuatan. Tindakan yang cowok anggap “jantan” untuk mengisi kekosongan/kegalauan di hatinya. Inilah yang membuat cewek sering salah paham.

Contohnya, saat cowok putus cinta mengalihkan kesedihannya dengan cara menghabiskan waktunya untuk hobi, tenggelam dalam pekerjaannya (cowok bisa jadi orang produktif untuk sementara waktu), langsung mendekati cewek lain untuk dapat melupakan bayangan mantan.

Parahnya putus cinta cowok bisa terjerumus dalam kehidupan yang buruk. Contohnya mabuk-mabukan, melakukan tindakan kekerasan dan kriminal, atau menjalani gaya hidup kurang sehat. Apa alasannya? Cowok berpikir menjalani kehidupan buruk agar bisa menarik perhatian mantan. Tanpa dirinya si cowok hidupnya jadi berantakan.

Kunci memahami isi pikiran cowok yang bisa kamu lakukan adalah berikan dukungan saat cowokmu lagi ada masalah. Ingat ya, jangan menghakiminya dan tetap berada di sampingnya. Walaupun, kamu merasa cowokmu enggak menunjukkan dirinya sedang rapuh.

4. Hindari punya ekspektasi terlalu tinggi, tapi cukup realistis saja dalam hubunganmu

Ladies, ingat ya cowok itu cenderung berpikir menggunakan logika daripada perasaan. Ekspektasi/harapan itu subjektif bukan objektif karena dapat membentuk opini masing-masing berdasarkan keinginan/kepribadian seseorang.

Salah paham masalah ini sering terjadi akibat masing-masing pasangan memiliki subjektivitas sendiri-sendiri. Hingga kamu selalu menuntut cowokmu agar melakukan sesuatu berdasarkan apa yang kamu inginkan.

Apa yang terjadi? Apa yang “ditangkap ekspektasi” oleh cowokmu bisa berbeda dengan kamu. Apa yang kamu inginkan enggak semuanya bisa dilakukan oleh cowok. Bukankah kamu juga begitu, enggak semua apa yang diinginkan cowokmu bisa kamu lakukan.

Contohnya, kamu meminta cowokmu menjadikan kamu sebagai prioritas utamanya. Enggak ada yang lain selain dirimu. Apabila terjadi perbedaan pendapat, kamu memaksa cowokmu untuk menerima pendapatmu. Kamu selalu menuntut cowokmu untuk bisa membuatmu bahagia.

Kamu meminta cowokmu ke mana-mana harus berdua. Alasannya sebagai bentuk pembuktian kalau hubungan kalian itu eksis di depan banyak orang. Kamu berharap cowokmu untuk terus-menerus “membuktikan” cintanya sama kamu setiap waktunya. Kamu ingin cowokmu selalu berusaha terlihat “harmonis” di media sosial.

Oleh karena itu, hindari ekspektasi/harapan terlalu tinggi dalam hubungan kalian. Jangan mengharapkan cowokmu untuk selalu bisa memenuhi harapan kamu karena ada kalanya ia enggak dapat memenuhi ekspektasimu.

Bila kamu terlalu berfokus pada ekspekstasimu sendiri, artinya kamu sudah memberikan tekanan dan perbandingan yang justru membuatnya merasa enggak nyaman menjalani hubungan bersamamu. Jadi, ada baiknya kamu mengembangkan hubunganmu dengan belajar saling mengerti satu sama lain.

*Baca juga, Cewek Sering Bingung dengan Pemikiran Cowok Kok Bertindak Seperti Itu

Kesimpulan kunci memahami isi pikiran cowok dengan komunikasi yang tepat

Pola komunikasi yang baik sebagai cara untuk memahami apa yang ada di pikiran cowokmu. Kamu bisa ngomong secara jujur dan terbuka, “Apa sih yang kamu inginkan dalam hubunganmu?”. Komunikasi jujur dan terbuka untuk mengetahui/memahami isi pikiran cowok itu seperti apa, “Apa sih maunya cowok itu?”.

Bila kamu enggak mencoba memahami isi pikiran cowokmu, kamu akan kesulitan untuk menemukan kata sepakat saat menghadapi konflik dalam hubungan kalian. “Kamu maunya ini, cowokmu maunya itu”. Ujung-ujungnya kalian bertengkar akibat enggak ada kata sepakat.

Semoga poin-poin kunci memahami isi pikiran cowok bisa membantumu berkomunikasi dengan tepat sama cowokmu. Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe ya.

Jangan lupa sharing ke Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, dan teman-temanmu agar enggak ketinggalan kupas tuntas masalah 5K relationship yang perlu kamu ketahui dalam hubungan kalian.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, sharing ya bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow Instagram @ruang cinta belajar apa itu 5K relationship.




Tinggalkan komentar