kisah cinta sejati - melek cinta

Kehasilan Romantisme Ditentukan dari Kecerdasan Pacar

Kehasilan romantisme ditentukan dari kecerdasan pacar juga dirimu dalam mengembangkan dan menumbuhkan hubungan kalian. Kecerdasan hubungan ini meliputi intelegensi, emosi, dan spiritual kedua pasangan.

Mohon baca pelan-pelan artikel ini sampai habis agar dapat pemahaman yang utuh dan tidak terputus-putus.

Kemampuan untuk memilih, memilah, dan mengeliminasi pemikiran yang salah dalam menjalani hubungan cinta. Cinta itu harus diimbangi dengan logika dan kekritisan agar bisa memilah mana harapan, keyakinan, dan kenyataan.

Kamu memilih ingin menjalani hubungan tidak saling menyakiti secara fisik maupun psikis. Hubungan yang membangun dan memotivasi dalam menumbuhkan kehidupan cinta yang positif.

Atau tanpa sadar.

Kamu memilih hubungan yang destruktif karena terlalu cinta sama pacar. Kamu kehilangan akal sehat dan memaklumi semua perilaku negatif pacarmu. Kamu berpikir ini bentuk pengorbanan atas nama cinta “Kalau cinta harus memang begitu”.

Contohnya pacar posesif berlebihan, sering meremehkan, suka berkata kasar, suka menampar atau melukai, suka mengecek ponsel atau akun media sosialmu, hingga memaksa kamu untuk berhubungan badan di luar nikah.

Hubungan romantis ditentukan dari karakter dan kepribadian kamu maupun pacar yang tercermin dari tingkah laku hubungannya. Apa sih niat kamu dan pacar dalam berpacaran? Pola dan nilai-nilai apa yang disepakati oleh kamu dan pacar?

Ini semua kerangka dasar yang menentukan jenis hubunganmu ke depan. Karakter dan interaksi hubungan ini dapat memberi warna kepribadian hubunganmu ke depannya seperti apa, apakah hubungan? Yang sehat dan romantis, merusak dan menghancurkan, pantas atau tidak pantas.

Jika kamu ingin punya pacaran yang romantis, maka kamu dan pacar harus mampu berpikiran terbuka dan membuat kesepakatan terlebih dahulu. Apa sih yang ingin kamu capai dalam hubunganmu? Nilai-nilai apa yang disepakati kamu sama pacar?

1. Bangunlah komunikasi yang baik terlebih dahulu untuk mendapatkan romantisme hubungan

Komunikasi adalah kunci utama hubungan romantisme. Kelancaran berkomunikasi bisa menekan kesalahpahaman dan tindakan menyakiti satu sama lain. Kamu dan pacar bisa bertukar pikiran (baca: terbuka) dalam menerima opini dan kritik.

Ya, kalian mampu berdiskusi untuk lebih memahami sifat, karakter, dan kepribadian satu sama lainnya. Contohnya kamu dan pacar bisa mencari solusi terbaik tanpa melukai ketika ada keinginan pasangan yang muncul.

Ketika ada masalah kalian bisa menyelesaikan secara terbuka daripada mendiamkan pasangan berminggu-minggu atau tidak mau mendengarkan penjelasan dari pasangan.

2. Kesadaran bertanggung jawab untuk membangun dan mengembangkan hubungan cinta

Romantisme hubungan berkaitan erat dengan rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh kamu dan pacar. Karena tanggung jawab berfungsi menerima pembebanan sebagai akibat kesepakatan antara kamu dan pacar.

Kamu dan pacar sepakat penuh dengan kesadaran untuk berpacaran, artinya kamu dan pacar siap menerima konsekuensi yang terjadi dalam hubungannya. Contohnya apabila kamu menginginkan kejujuran dalam hubunganmu, maka jujurlah sama pacarmu apa pun yang terjadi.

Apabila kamu menginginkan keseriusan hubungan, maka sampaikan visi misi hubungan dan tujuan berpacaran di awal sama pacarmu. Ini untuk mencegah kamu membuang-buang waktu, usia, dan tenagamu secara sia-sia.

Dengan rasa tanggung jawab, kamu bisa mengetahui dan memahami karakter pacarmu seperti apa. Misalnya kondisi ketika pacarmu marah, sikapnya dalam menghadapi konflik yang terjadi, atau memperkenalkan diri pada keluargamu.

Oh ya, kamu berani memperkenalkan diri pada keluarga pacar. Artinya, kamu tidak main-main atau berani bertanggung jawab terhadap hubungan ini. Memperkenalkan diri secara tidak langsung kamu bisa mengetahui kebiasaan keluarganya pacar itu seperti apa.

Karena faktor keluarga memegang peranan penting dalam penerimaaan pasangan terhadap hubungan kalian ke depan. Kamu tidak mau kan orang tua pacar tidak menyetujui hubungan kalian, apalagi kalian sudah menjalani hubungan cukup lama.

Baca juga, Seberapa benar usaha kamu memilih pasangan yang tepat.

Komunikasi yang baik dan kesadaran bertanggung jawab adalah syarat hubungan romantis. Kalau kamu ingin punya hubungan yang romantis sama pacar, maka penuhi syarat tersebut.

Kamu bisa menganalisis perilaku pacar dan perasaan yang disampaikannya dalam hubungan kalian. Komunikasi dan rasa tanggung jawab merupakan proses penyampaian pesan dari pacar ke kamu maupun sebaliknya.

Hasilnya kamu bisa menyimpulkan dengan memberikan tanggapan atau respon, apakah hubungan ini berlanjut atau berhenti di tengah jalan. Dasar ini untuk mempertegas eksistensi diri, apakah hubungan ini layak diperjuangkan atau tidak.

Tanggapan atau respon ini muncul berdasarkan faktor identifikasi, sugesti, dan simpati yang terjadi dalam hubunganmu. Dorongan yang dapat menggerakkan kamu untuk bersikap tegas tidak ingin punya hubungan tidak sehat (toxic relationship).

3. Mindset hubungan yang kamu miliki untuk mempertegas eksistensi dirimu

Ya, kamu bisa paham memilih hubungan ini akan merasakan bahagia ataukah malah destruktif (baca: merusak). Kamu mengetahui secara jelas pacarmu bisa mendukung visi misi hubunganmu ataukah malah sebaliknya.

Kamu mau pacaran sama dia karena punya goal hubungan dan nilai-nilai yang sama. Hingga kamu tidak ada pemahaman yang keliru tentang cinta.

“Aku sama dia pacaran bukan baru dua bulan, tapi sudah lebih dari tiga tahun. Aku masih percaya sih, kalau dia bisa berubah”.

Bagaimana kalau pacar merasa dirinya baik-baik saja tidak ada yang perlu diubah? Kamu mau menunggu sampai kapan pacarmu berubah. Umurmu juga makin bertambah loh.

Ini terjadi karena kamu tidak bisa memilah dan mengeliminasi pemikiran yang salah. Belum lagi mindset pacaran yang berkembang.

“Cowok selalu salah dan cewek selalu benar”, “Kalau dating cowok dong yang jemput cewek”, “Cowok yang harusnya telepon atau WA duluan”, “Makan bareng, ya cowok dong yang harus bayar”.

Mindset ini terjadi karena kamu menganggap cowokmu hanya sekadar “supporter” bukan partner. hubungan cinta itu bukan status kepemilikan. Tapi simbiosis mutualisme, interaksi yang saling menguntungkan bukan merugikan satu sama lain.

Oleh karena itu, menjalani hubungan cinta tidak cukup bermodal cinta saja, tapi juga butuh logika. Ya, cinta harus diimbangi dengan logika dan kekritisan agar bisa memilah mana harapan, keyakinan, dan kenyataan.

Baca juga, Hanya buang-buang waktu jalan sama pacar yang tidak punya prioritas hubungannya

Kesimpulan kehasilan romantisme ditentukan dari kecerdasan pacar

Kehasilan romantisme hubungan diawali dari sikap saling terbuka. Artinya, kamu dan pacar mau berbagi pikiran dan perasaan secara jujur. Kamu bisa berterus terang mengenai perasaanmu sama pacar maupun sebaliknya, terutama perilaku pacar yang tidak kamu sukai.

Untuk memiliki romantisme hubungan kamu harus siap menerima kritik dari pacar, serta bisa bertutur kata yang baik bukan berkata kasar. Kamu mau berkompromi dan menghargai pacar dalam posisi yang seimbang. Misalnya, kamu tidak egois mementingkan keinginanmu sendiri.

Semoga poin-poin dari kehasilan romantisme ditentukan dari kecerdasan pacar maupun kamu bisa membantumu mendapatkan hubungan yang kalian harapkan.

Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe. Jangan lupa sharing ke Facebook, Twiiter, Line, WhatsApp, grup-grup WA, dan teman-temanmu supaya dapat belajar dari ilmu-ilmu cinta seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please berikan komentarnya bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow ya Instagram @ruang cinta untuk tips cinta yang lebih banyak.



Tinggalkan komentar