Kamu Pacaran Nggak Pengen Kesepian yang Ada Makin Insecure


Kamu pacaran nggak pengen kesepian bisa membuatmu mengabaikan fondasi penting, yakni cinta. Rasa cinta ini akan menentukan arah hubunganmu ke depan. Banyak kasus dijumpai orang yang cari pacar karena takut kesepian nggak ada niatan serius dalam menjalani hubungannya.

Perlu dipahami, kesepian itu keadaan pikiranmu yang tidak bisa diobati dengan berpacaran. Apabila kamu berpikir punya pacar bisa langsung membuatmu bahagia dan tidak kesepian lagi. Ada yang memperhatikan dan menyenangkan kamu.

Realitanya itu salah besar yang ada kamu semakin insecure, bahkan kamu sendiri bisa mengarahkan hubunganmu ke arah toxic. Karena sebelum berpacaran kamu sudah merasa kesepian, namun setelah kamu punya pacar rasa kesepianmu itu semakin menjadi.

Kamu pacaran nggak pengen kesepian yang ada dirimu semakin insecure, bahkan bisa membawa hubunganmu ke arah toxic. Niatmu berpacaran bukan keseriusan hubungan, tapi untuk mengusir kesepianmu

Niat awal kamu cari pacar untuk mengobati kesepianmu bukan keseriusan hubungan, maka kamu cenderung lebih menuntut pacar untuk bisa membahagiakan dan menyenangkan kamu. “Kamu harus selalu ada buat aku” atau “Kamu itu pacarku harusnya bisa bahagiakan aku”

Kamu akan meminta dia berubah seperti apa yang kamu mau (berubah sesuai ekspektasimu). Setiap kali kamu melihat dia mengobrol sama teman-temannya, terutama lawan jenis. Kamu akan cemburu buta karena ada anggapan dia akan pergi meninggalkanmu.

Kamu akan merasa kesepian apabila dia tidak membalas teleponmu. Kamu akan memamerkan dia di depan teman-temanmu atau media sosial untuk menunjukkan kamu tidak sendiri lagi. Apabila pacar tidak bisa apa yang kamu mau, maka kamu akan merasa diabaikannya.

Parahnya kamu mulai menganggap hubunganmu tidak lagi menyenangkan, “Aku udah lakuin segala macam cara yang ada makin garing”, “Pacarku jadi dingin. Aku diabaikan sama dia”, atau “Percuma aja pacaran kalo aku kesepian lagi kayak nggak punya pacar gitu”

Ujung-ujungnya kamu akan selalu menyalahkan dia yang tidak bisa membahagiakan dan menyenangkanmu. Kamu beranggapan dia tidak menjadi orang yang sama lagi seperti masa PDKT atau awal jadian dulu.

Baca juga ada kaitannya kamu pacaran nggak pengen kesepian:

Bukan salahnya dia apabila kamu merasa kesepian setelah punya pacar. Masalah kamu yang kesepian disebabkan tidak bisa kelola konflik dalam dirimu sendiri. Kamu tidak segera menyelesaikan beban konflik yang menumpuk pada dirimu alias kamu membiarkannya.

Ingat ya, walau pacarmu itu orangnya super perhatian dan romantis. Apabila kamu belum bisa mengenal dan mencintai dirimu sendiri untuk mengatasi rasa kesepian itu. Kamu akan selalu merasa kesepian dan tidak bahagia menjalani hubungan cinta.

Jika kamu pacaran nggak pengen kesepian nggak ada jaminan lebih bahagia daripada yang jomblo. Saat hubunganmu menyentuh titik jenuh kamu akan merasakan kembali rasa kesepian itu. Pacaran hanya membuatmu lebih sibuk mempertahankan sesuatu yang berharga.

Alasan kamu kesepian dalam hubunganmu karena terlalu mengumbar banyak kemesraan dan keromantisan di awal-awal hubungan. Dia sudah tidak lagi melakukan momen-momen kemesraan dan keromantisan seperti di awal-awal hubunganmu.

Alasan inilah kamu mulai mengeluhkan dia sudah berubah tidak seperti dulu lagi. Berikut empat masalah kamu merasa kesepian dalam hubunganmu.

1. Kamu tidak begitu mengenal dan mencintai dirimu sendiri

Kamu kurang begitu memperhatikan kebutuhan emosionalmu sendiri. Kamu lupa memerhatikan kebutuhan dirimu sendiri dalam membahagiakan dan menyenangkan kamu. Inilah sebabnya kamu selalu berusaha mencari-cari perhatian dari pacarmu.

Belajarlah untuk menghadapi rasa kesendirian kamu. Lakukan self-care dengan meluangkan waktu sendiri untuk menikmati kesendirianmu. Contohnya, kamu bisa meditasi, cari kesibukan lain yang positif, atau manjakan diri dengan melakukan hobimu.

Jika kamu sudah bisa belajar memenuhi kebutuhan diri sendiri, maka kamu tidak akan mudah takut kesepian. Contohnya kamu nggak cari pacar untuk mengusir rasa kesepian atau kebosananmu. Tapi kamu cari pacar untuk memiliki keseriusan hubungan ke depan.

2. Punya masalah komunikasi dalam hubungan kalian

Kamu punya pacar nggak ada jaminan lebih bahagia daripada yang jomblo. Ini ditentukan dari niat awal kamu berpacaran itu apa, apakah untuk mengusir kesepian? Apakah malu dikatakan jomblo sama teman-temanmu? Apakah untuk keseriusan hubungan ke depan?

Niat awal ini bisa menentukan perilaku kamu dalam menjalani hubungan ke depan, seperti pola komunikasi yang diterapkan. Nah, biasanya niat kamu berpacaran untuk mengusir kesepian selalu masalah komunikasi yang sering terjadi dalam hubunganmu.

Kamu nggak tau caranya komunikasi yang baik dan sehat. Kamu suka main kode-kodean dalam mengungkapkan apa yang kamu mau daripada ngomong langsung. Nggak heran, pacarmu nggak tau apa yang sedang kamu rasakan.

Karena niatmu cari pacar hanya untuk mengusir rasa kesepianmu. Yang ada fokus perhatianmu pacar harus bisa menyenangkan dan membahagiakan kamu. Nggak ada namanya waktu buat ngobrol secara intim bersama dia buat mengungkapkan perasaan satu sama lainnya.

3. Kamu takut membuka diri dengan jujur sama dia

Poin ketiga ini ada kaitannya dengan poin kedua di atas, masalah komunikasi dalam hubungan kalian itu terjadi karena kamu nggak mau membuka diri secara jujur. Kamu ada ketakutan kalau ngomong jujur hubunganmu akan berakhir. Dia minta putus dari kamu.

Malas ngomong jujur sama dia malah membuat hubunganmu jadi jenuh, bahkan bisa berubah hubunganmu ke arah toxic. Lewat komunikasi kamu bisa tahu dan paham isi pikiran dia. Nggak ada lagi kamu ngomong “Aku takut nanti dia marah terus jadi bertengkar”, atau “Topik nggak begitu penting gitu buat apa diomongin”

Lancar atau nggaknya komunikasi dalam hubunganmu bisa menentukan dia percaya atau nggaknya sama kamu, nyaman atau nggaknya dia bercerita masalahnya sama kamu daripada orang lain. Kalau dia nggak percaya/nyaman sama kamu, tentu dia lebih bercerita ke orang lain.

Inilah cikal bakal hubunganmu jadi jenuh, atau dia meninggalkan kamu demi orang lain. Kenapa? kamu bukanlah orang yang bisa menerima uneg-uneg dan kekhawatirannya selama ini dia pendam, walau kamu itu pacarnya. Dia nggak dapat rasa aman dan nyaman dari kamu.

4. Quality time itu nggak hanya bermesra-mesraan saja, tapi juga berkomunikasi sama dia

Jika kamu masih berpikir quality time itu jalan bareng tiap weekend, nonton film di bioskop, atau makan malam romantis. Kamu salah besar kegiatan quality time nggak hanya seputar itu, tapi juga kalian bisa meluangkan waktu bersama buat mengobrol secara intim.

Kegiatan ini dilakukan agar hubungan kalian nggak jenuh atau jalan di tempat. Malas berkomunikasi sama dia bisa membuat keintiman hubunganmu makin menjauh. Sesibuk apa pun aktivitas kalian sempatkan waktu buat mendengarkan curhatan pasangan.

Tujuannya untuk mengetahui keadaan diri pasangan (isi hati satu sama lainnya). Kamu ada buat dia, dia ada juga buat kamu. Komunikasi yang lancar bisa menciptakan keterbukaan dan kejujuran satu sama lainnya. Apa pun konflik yang kalian hadapi bisa diselesaikan dengan baik.

Apabila kamu merasa rasa kesepian ini sudah berlarut-larut, bahkan pacar sudah membantu untuk menyenangkan dan membahagiakan kamu. Disarankan segera berkonsultasi ke konselor, seperti psikolog. Rasa kesepian yang kamu rasakan bisa jadi itu salah satu gejala depresi.

Kesimpulan kamu pacaran nggak pengen kesepian yang ada makin insecure

Kamu cari pacar untuk mengusir kesepianmu. Yang ada kamu semakin insecure menjalani hubungan tersebut. Kesepianmu itu keadaan pikiranmu yang tidak bisa diobati dengan berpacaran.

Kamu bisa mengarahkan hubunganmu ke arah toxic relationship. Karena niatmu berpacaran bukan keseriusan hubungan, tapi untuk mengusir kesepianmu. Kamu cenderung lebih menuntut dia untuk bisa membahagiakan dan menyenangkanmu.

Untuk mengatasi rasa kesepian itu kamu harus bisa mengenali dan mencintai dulu dirimu. Baru mencintai orang lain. Kalau kamu nggak berdamai dengan dirimu sendiri, maka sampai kapan pun kamu akan selalu merasakan rasa kesepian itu.

Walau orang lain menganggap pacarmu itu orangnya super perhatian. Tapi kamu malah menganggap dia nggak perhatian. Hanya karena dia nggak mengikuti lagi apa yang menjadi kemauanmu.

Suka sama postingan kayak begini? Pastikan kamu sudah subscribe biar tidak ketinggalan insight dan update-an terbaru. Terima kasih yang sudah membaca artikel ini sampai selesai.

Mau curhat? DM saja akan dibantu oleh konselor bukan bersifat konseling ya. Langsung ke layanan curhat. Follow juga @ruang cinta biar tidak menjadi korban lingkaran setan toxic relationship. Wajib paham ilmunya 5K relationship.

KCS Academy berisi materi eksklusif 5k relationship berkualitas premium. Materi yang tidak kamu dapatkan di media sosial kami atau artikel yang sering kamu baca di blog ini. Hanya dibatasi 1000 orang, Gratis! Langsung aja, KCS Academy.

Kami juga butuh bantuanmu. Beritahukan artikel ini ke teman-temanmu dengan share di media sosialmu. Cinta yang sehat. Hidup lebih bahagia.


Tinggalkan komentar