Jodoh dicari bukan ditunggu

Jodoh Dicari Bukan Ditunggu Itu Langkah Realistis Temukan Jodohmu

Jodoh dicari bukan ditunggu agar kamu enggak punya pemikiran “Jodoh akan datang tanpa harus dikejar.” Konsep jodoh yang dikatakan “Takdir” atau “The One” bisa membahayakan hubunganmu. Kok bisa, kenapa?

Bila kamu meyakini konsep “Jodoh itu takdir”, kamu akan percaya hubungan yang berjalan dijamin mulus penuh dengan kemesraan dan keromantisan seumur hidup (ada anggapan hubunganmu enggak akan ada masalah).

Nah, apabila “Jodoh itu takdir bukan pilihan kita”, pertanyaannya kenapa agama selalu menyuruh kamu berhati-hati dalam memilih pasangan agar enggak salah pilih? Kamu disuruh untuk pilih pasangan berdasarkan keimanan dan ketakwaan daripada tampilan fisik, harta, maupun statusnya.

Loading...

Jika kamu percaya konsep “jodoh itu takdir”, orang yang ditakdirkan untuk kamu. Kamu akan percaya pasanganmu itu orang yang sempurna dan hubunganmu selalu lancar. Apa yang terjadi?

Kamu jadi malas untuk berusaha membangun dan menyelesaikan masalah dalam hubunganmu. Kamu cenderung menyalahkan pasangan apabila terjadi masalah dalam hubunganmu.

Kamu ngambek saat pasangan enggak bisa memenuhi apa yang menjadi ekspektasimu. Saat pasangan melakukan kesalahan, kamu selalu mengkritiknya habis-habisan. Kamu selalu menuntut pasangan untuk berubah menurut versimu sendiri.

Bila kamu masih meyakini konsep “Jodoh itu takdir” apabila pasanganmu enggak bisa jadi apa yang diinginkan kamu. Kamu cenderung meninggalkan pasangan dengan alasan, “Nggak pernah ngertiin aku”, “Udah nggak sreg lagi.”

Kamu langsung cari orang lain yang dianggap paling sempurna menurut ekspektasimu. Yang terjadi kamu akan selalu menuntut kesempurnaan dari pasanganmu, padahal kesempurnaan itu sangat mustahil untuk diperoleh dalam hubungan cinta.

Kesempurnaan hanyalah bentuk dari ekspektasi menurut versimu sendiri. Apabila terlalu berfokus bisa membutakan/membahayakan kamu dalam menjalani hubungan cinta secara sehat dan realistis.

Baca Juga:

“Jodoh dicari bukan ditunggu agar nggak terjebak konsep jodoh itu takdir. Kamu cenderung cari pasangan untuk mengisi kekosonganmu”

Konsep “Jodoh itu takdir” itu muncul disebabkan adanya tekanan yang berat antara realita dan ekspektasi/harapan. Enggak punya banyak waktu untuk mencari, memilih, dan menyeleksi pasangan. Untuk mengisi kesepian tersebut, apalagi usia sudah cukup matang untuk menikah.

Akhirnya asal pilih pasangan dan buru-buru menikah, bahkan parahnya bisa berpura-pura hubungannya terlihat bahagia di depan orang lain. Bila “Jodoh itu takdir bukan pilihan”, kenapa masih banyak orang yang pilih cerai? Kalau pasangannya itu takdirnya/jodohnya enggak mungkin akan bercerai menurut konsep “Jodoh itu takdir.”

Kalau “Jodoh itu takdir” butuh berapa lama kamu untuk menemukan jodohmu. Butuh berapa banyak juga frekuensi untuk mengenal dan memahami satu per satu orang yang kamu anggap itu jodohmu.

Misalnya, kamu berpacaran ambil saja 5-10 orang. Nah, antara 5-10 orang itu seberapa jauh kamu benar-benar mengenal dan memahaminya. Di antara mereka juga sudah seberapa jauh benar-benar mengenal dan memahamimu.

Jumlahnya enggak sampai 30 persen, kamu benar-benar mengenal dan memahaminya. Ini termasuk jumlah yang putus di tengah jalan karena faktor enggak cocok atau beda prinsip, tiba-tiba diputusin tanpa ada alasan yang jelas, atau mantan nikah sama orang lain.

Enggak peduli seberapa banyak atau sedikit kamu berpacaran untuk mencari jodohmu, belum lagi kamu yang punya pemahaman “Jodoh itu akan datang dengan sendirinya tanpa harus dikejar”, yang hanya berdoa dan doa enggak ada berikhtiar secara nyata untuk menjemput jodohmu.

“Pahami jodoh dicari bukan ditunggu kalau hanya berdoa akan datang dengan sendirinya itu bukan langkah realistis. Jodoh itu orang yang tepat sesuai dengan standar kepribadianmu sendiri”

Jodoh yang tepat menurut standarmu akan datang apabila kamu memandang hubungan cinta sebagai ruang untuk berkembang. Kamu bisa melihat konflik yang terjadi sebagai kesempatan untuk lebih dekat/intim dengan pasangan.

Kamu bekerja sama dengan pasanganmu dalam membangun hubungan cinta yang sehat, dekat, dan romantis. Kamu sadar jalani hubungan pasti akan ada konflik yang harus dihadapi bersama-sama. Kamu dan pasangan punya peran/usaha yang seimbang dalam membangun hubungannya.

Apabila hanya salah satu pihak saja yang berusaha dapat dipastikan hubungannya akan hancur. Kenapa? Hubungan yang dijalani akan berubah abusif karena hanya satu pasangan yang berusaha mati-matian memperbaiki dan membangun hubungannya.

Loading...

Kalau kamu masih percaya “Jodoh itu takdir”, saat terjadi konflik dalam hubungan kalian. Kamu akan langsung menganggap pasanganmu bukanlah jodoh yang ditakdirkan untuk kamu. Kamu beranggapan orang yang berjodoh itu enggak mungkin akan ada masalah dalam hubungannya “Selalu mesra dan romantis seumur hidup.”

Baca Juga:

Berikut tiga cara tepat jodoh dicari bukan ditunggu sebagai langkah realistis untuk temukan jodohmu

1. Tuliskan kriteria apa saja yang kamu inginkan untuk jodoh idealmu

Kriteria ini menyangkut kualitas seperti apa yang kamu inginkan dari pasangan. Tuliskan kriteria tersebut secara detail. Misalnya, kamu ingin pasangan yang baik dan setia, orangnya bekerja keras dan bertanggung jawab, mampu menerima kekuranganku yang ini, atau satu pemikiran saat mengobrol serius.

Kamu juga bisa menambahkan kualitas lainnya, seperti satu agama dan kepercayaan, rajin beribadah dan taat dengan Tuhan, mampu menerima kebiasaan keluarga besar, punya pekerjaan yang jelas.

Tuliskan apa pun yang kamu inginkan. Nanti tinggal menyeleksi sudahkah sesuai dengan kriteria kamu atau belum. Tujuan kamu menuliskan kriteria jodoh ini untuk membantumu agar enggak salah pilih pasangan dan terburu-buru menikah.

Ya, menuliskan kriteria jodoh idamanmu dapat membantu mengeksplor dirimu sendiri. Kamu enggak asal-asalan pilih pasangan hidup “Mumpung ada orang yang mau diajak nikah.”

2. Tingkatkan kualitas diri sebagai tanda kamu cinta sama dirimu sendiri

Hubungan cinta yang sehat, mesra, dan romantis selalu berawal dari kamu mampu mencintai dirimu sendiri sebelum mencintai pasangan. Jangan pernah kamu berpacaran untuk mengisi kekosongan/kehampaan dirimu karena itu akan membuat hubunganmu jadi toxic.

Kalau kamu bisa mengalihkan kekosongan dirimu dengan cara meningkatkan kualitas diri. Kamu akan jauh lebih bahagia daripada berpacaran hanya untuk mengisi kekosongan. Kenapa?

Rasa bahagia itu akan menarik jodohmu yang sesuai dengan standar kepribadianmu “Kamu magnet buat jodohmu.” Rasa bahagia itu kamu lebih berfokus untuk tingkatkan kualitas hidupmu, seperti pendidikan, karir, bisnis, dan kepribadian. Ini membuat dirimu jauh lebih menarik.

Hal ini disebabkan kamu dikelilingi oleh teman-teman yang berkualitas, hingga kesempatan untuk bertemu jodoh yang berkualitas terbuka lebar. Jodohmu enggak akan datang dengan sendirinya apabila kamu terlalu banyak berdoa tanpa mau berusaha keras meningkatkan kualitas diri secara nyata.

3. Jangan terlalu sibuk buat ekspektasi hubungan enggak realistis

Kenapa enggak boleh? Kamu akan cenderung memikirkan ekspektasi menurut versimu sendiri daripada kepentingan bersama. Lama-lama hubungan yang dijalani berubah jadi enggak sehat lagi “Toxic.”

Cukup ciptakan relationship goals yang realistis saja. Caranya kamu bisa mengamati dan meniru hubungan orang-orang terdekat kalian, terutama orang yang kalian hormati. Misalnya orang tua kalian, tokoh masyarakat, atau teman-teman kalian bersama pasangannnya.

Kamu bisa dapat pandangan lebih jelas dan realistis soal hubungan asmaranya di kehidupan nyata, seperti cara mereka memperlakukan pasangannya, cerita-cerita mereka dalam membangun hubungannya.

Dari sana, kamu dapat ilmu baru dari hubungan mereka. Kamu bisa belajar sisi positif dan negatifnya. Apabila itu cocok buat hubunganmu bisa dipraktikkan bersama-sama. Kamu bisa belajar juga apa saja yang membuat mereka mengakhiri hubungannya.

Ini bisa dijadikan pelajaran terhadap hubunganmu di masa depan, contohnya kamu enggak suka saat mengobrol pasangan sibuk sendiri, kamu enggak suka dibentak saat bertengkar, kamu enggak suka pasangan berbicara kasar. Katakan apa saja yang membuatmu bisa sedih.

Ingat, jodoh dicari bukan ditunggu jangan hanya berdoa tanpa berikhtiar secara nyata karena itu bukan langkah realistis untuk temukan jodohmu. Jangan pernah menyerah dan tingkatkan kualitas dirimu dengan menetapkan standar kepribadianmu sendiri.

Pengin curhat yang dibantu oleh konselor? DM saja, layanan ini bukan bersifat konseling. Follow Instagram @ruang cinta yang ingin tau banyak masalah 5k relationship itu apa saja.

Semoga poin-poin jodoh dicari bukan ditunggu sebagai langkah realistis bisa membantumu menemukan jodoh yang sesuai dengan kepribadianmu. Ingat ladies, tetap bersikap realistis karena enggak ada hubungan yang selalu mulus dan sukses dengan sendirinya.

Kalau kamu dapat value dari post ini, sharing ke teman-temanmu supaya dapatin value yang sama juga.

Loading...



Tinggalkan komentar