Gaya pacaran tidak sehat

Gaya pacaran tidak sehat
Ilustrasi Gaya pacaran tidak sehat (pixabay)
Artikel ini dibaca normal sekitar 3-4 menit

Gaya pacaran tidak sehat berpotensi akan memunculkan banyaknya kasus kekerasan yang terjadi dalam hubungannya, hubungan tidak sehat ini bila terus dibiarkan akan menjadi hubungan destruktif sehingga salah satu pasangan rentan menjadi sasaran kekerasan yang menampilkan sisi-sisi gelap di balik kecantikan atau ketampanan pasangan.

Di dalamnya ada kekerasan disebabkan salah satu pasangan memiliki pemahaman ideologi yang kaku dan tidak adil seperti menekankan posisinya lebih tinggi daripada pasangannya dengan menuntut kewajiban kamu sebagai pasangannya dan lebih mengutamakan hak-haknya dia, akhirnya yang terjadi alasan pembenaran atas dirinya dengan menggunakan keistimewaan atas posisinya yang lebih tinggi.

Alasan pembenaran ini muncul dari salah satu pasangan dengan menggunakan hak keistimewaan cinta dari posisinya yang lebih tinggi karena pasangan sibuk berpikir menuntut dan memaksakan keinginan untuk memuaskan kebutuhannya yang cenderung melakukan tindakan-tindakan mengarah ke hal-hal egois semata sehingga tidak memperdulikan perasaan dan kesejahteraan pasangannya.

Gaya pacaran tidak sehat salah satu pasangan cenderung bersikap kasar dalam menyelesaikan konflik dengan memaksakan pendapatnya tanpa mendengarkan pasangannnya dan kurang peduli dengan perasaan pasangannya sehingga tidak ada sikap menghormati terhadap pasangannya, ketika marah kepada pasangannya akan memaki bahkan berteriak parahnya melempar barang atau membiarkan dengan mendiamkan pasangannya beberapa hari atau minggu.

Biasanya dalam hubungan pacaran tidak sehat, salah satu pihak akan lebih dominasi sehingga cenderung membatasi dan merendahkan pasangannya dengan selalu menuntut kewajiban pasangannya tanpa peduli dengan kewajibannya sendiri atau tidak ada sikap timbal balik sehingga pasangannya harus menyesuaikan diri untuk kepentingannya si dia.

Faktor lainnya dari hubungan tidak sehat ini disebabkan pasangan sangat posesif tidak memberikan ruang bagi pasangannya dan mudah curiga bahkan berpikiran buruk kepada pasangannya sehingga menunjukkan sikap kasar bertingkah laku yang dapat membahayakan dan membuat pasangannya takut, seperti mengatur berbagai aktivitas pasangan dengan menelepon berulang-ulang untuk mengecek keberadaan pasangan secara berlebihan.

Gaya pacaran tidak sehat parahnya pasangan akan banyak melakukan manipulasi perasaan untuk membuat takut pasangannya dengan mengancam meninggalkannya termasuk menyalahkan pasangannya atas perbuatan yang telah dia lakukan dengan tidak menunjukkan rasa penyesalan seperti minta hubungan badan di luar nikah sebagai bukti cinta dengan janji menikahi.

Setelah mendapatkan apa keinginannya, si cowok lalu menghina ceweknya bahkan mengancam memberitahukan apa yang sudah dilakukannya kepada banyak orang bila ceweknya memutuskan untuk meninggalkannya. Bila ternyata ceweknya hamil maka cowoknya minta untuk mengugurkannya tetapi jika ceweknya tidak mau, cowoknya akan lari dari tanggungjawab dengan menggunakan alasan klasik, yaitu sudah tidak suci lagi atau hamil dengan cowok lain bukan dengan dirinya sendiri.

Dalam hubungan yang sehat pasti terjadi suatu aturan yang mengikat atas komitmen yang dibuat diawal jadian, sangatlah wajar bila pasangan akan mengatur diri kita atau bahasa kerennya adalah mengekang tetapi di sini bersifat positif bertujuan untuk keharmonisan dan kelanggengan suatu hubungan.

Bila ada pasangan tidak mau ada aturan yang mengikat berarti dia masih memiliki sifat egois atau menang sendiri, dimanapun perempuan atau laki-laki pasti memiliki aturan tersendiri di setiap hubungannya. Aturan bersifat positif di sini lebih ke arah kebaikan berdua yang bertujuan untuk mempertahankan suatu hubungannya, baca juga gaya berpacaran yang baik itu seperti apa.

Kesimpulannya: gaya pacaran tidak sehat seringkali ditemukan bolak balik melakukan kekerasan bahkan telah berjanji tidak mengulangi lagi, lebih baik segera putuskan sebelum berlanjut menjadi hubungan lebih serius atau menuju jenjang pernikahan. Bila diteruskan hubungan tersebut akan lebih sulit diputuskan dan menjadi lebih parah dengan frekuensi yang lebih sering terjadi, misalnya kemarahan dan sikap memaksakan pendapat.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca gaya pacaran tidak sehat, jangan lupa membookmark atau berbagi artikel ini ke teman-temanmu, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sobat ada tanggapan lain?

4 Comments

  1. By Mucha Ilophe Avec Vous
  2. By Hanie mahmudien