Fase Perubahan Gaya Pacaran yang Patut Kamu Perhatikan

blog cinta sejati - portal belajar cinta

Selain keindahan pacaran yang kamu rasakan. Pahami juga ada fase perubahan gaya pacaran yang patut kamu perhatikan. Fase ini membutuhkan pemikiran yang dewasa dan tenaga lebih ekstra dari kamu untuk mengkaji ulang lagi, atau tetap bertahan menjalani hubunganmu saat ini.

Kamu berpacaran tidak bisa ala kadarnya yang tidak ada proses bertumbuh dalam hubunganmu. Contohnya, tiap weekend pacaran kalian hanya diisi dengan kegiatan yang monton (jalan, nonton, makan, atau upload kemesraan di media sosial). Tidak ada kegiatan untuk saling mengenal karakter masing-masing. Lama-lama pacaran kalian jadi membosankan.

Fase perubahan gaya pacaran yang kalian alami akan menentukan jalur hubungan ke arah keromantisan atau keegoisan

Fase Perubahan Gaya Pacaran yang Patut Kamu Perhatikan

Hubungan yang baik dan sehat harus ada usaha dan kerja keras dari kamu maupun dia. Apa sih yang ingin kalian raih dalam hubungannya ke depan? Apa tujuanmu menjalani hubungan ini? Apa yang kamu harapkan dari dia untuk hubungan ini? Pertanyaan yang sederhana itu bisa menentukan jalur hubunganmu ke arah keromantisan atau keegoisan.

Pacaran tidak hanya menawarkan sesuatu yang manis-manis saja, tapi juga proses untuk mengenal juga memahami seperti apa karakter maupun kebiasaan kamu dan dia. Tidak adanya proses pengenalan ini dalam pacaran kalian. Kamu bingung untuk bersikap saat menghadapi perubahan yang terjadi dalam hubunganmu.

Contoh kamu kaget melihat pacar berubah cuek, tiba-tiba ngambek karena tidak sesuai dengan keinginanmu, berantem dengan mendiamkan pacar selama berminggu-minggu. Kamu berpikir mendiamkan pacar itu sebagai bentuk hukuman agar dia sadar atas kesalahannya.

Baca juga

6 fase perubahan gaya pacaran berdasarkan usia hubungan akan menentukan cara pandangan kalian sampai menikah atau tidak

Fase Perubahan Gaya Pacaran yang Patut Kamu Perhatikan

1 bulan usia hubungan kalian

Kamu masih menjalani fase awal yang belum memasuki 3 bulan usia pacaran. Ya, bisa dikatakan kalian masih “Malu-malu kucing” dalam hubungannya. Untuk fase ini bisa dikatakan ikatan emosional kalian belum begitu kuat. Kamu dan dia masih saling mengenal satu sama lain.

Tidak masalah kamu memberikan yang terbaik untuk membangun hubunganmu, seperti perhatian, obrolan yang menyenangkan, kasih hadiah tidak perlu mewah atau mahal. Tapi hadiah yang bisa memperlihatkan usaha kamu untuk menyenangkan dia.

Perlu kamu tekankan pada awal hubungan ini cukup menciptakan kenangan yang sederhana saja. Dengan kata lain, kamu jangan berharap banyak sama dia dengan segala ekspektasimu atau menuntut dia secara berlebihan.

3 bulan usia hubungan kalian

Fase ini kalian sudah mengenal satu sama lainnya. Yang dulunya kaku, “Malu-malu kucing” sekarang sudah tidak ada lagi. Bahkan, ada dari kalian sudah melewati dua atau tiga kejadian. Fase ini biasa disebut kalian sedang menikmati momen romantisme berdua, “Dunia terasa milik berdua.”

Apa pun yang dilihat oleh kalian adalah keindahan. Kamu dan dia sudah tidak lagi mengatakan “Aku” atau “Kamu”, tapi sudah mengatakan “Kita” dalam hubungan kalian. Ya, rasa cinta kalian lagi kuat-kuatnya atau hangat-hangatnya bisa dijadikan pengingat (kenangan yang indah) apabila ada masalah hubungan yang muncul.

Kenangan yang indah ini bisa menjadi bekal kalian ketika menghadapi masalah hubungan yang muncul di masa depan. Oh ya, untuk fase ini sebaiknya hindari dulu sesuatu yang membuatnya tampak terikat. Contohnya, obrolan serius itu bisa membuat sebagian orang jadi frustrasi.

6 bulan usia hubungan kalian

Hubungan kalian sudah memasuki pertengahan tahun. Kamu dan dia sudah melewati masa-masa manisnya cinta. Fase ini kalian akan memasuki masa-masa realita cinta. Dulunya selalu bersama pacar, tapi sekarang terlihat begitu biasa.

Kalian sudah kembali melakukan rutinitas seperti biasanya, contohnya melakukan hobi kesukaanmu atau kumpul bareng teman-teman dekat. Pada fase ini sering dijumpai hubungan kalian tidak pernah lepas dari konflik.

Mulai dari perbedaan cara pandang sampai kebiasaan kalian tidak bisa disembunyikan lagi yang kerap menjadi sumber pertengkaran. Untuk kalian yang masuk pada fase hubungan ini sangat perlu untuk mencari titik temu terbaiknya.

Bahasa gaulnya anak zaman now, “Kalian belajar menghadapi konflik.” Apa contohnya? Bagaimana cara kamu dan dia belaar untuk mencari pola penyelesaian masalah yang paling tepat sesuai karakter dan kebiasaan kalian.

Kamu bingung apa maksudnya itu, gampangnya kalau ada masalah jangan pernah mendiamkan dia selama berminggu-minggu. Kalau ada yang menganjal, maka bicarakan sama dia jangan pernah disimpan sendirian.

Hubungan yang baik dan sehat tidak pernah berlarut-larut atau menunda-nunda untuk menyelesaikan konflik yang muncul. Kalau kamu takut terlibat konflik sampai kapan pun. Kamu tidak akan mampu bersikap dewasa dalam menjalani hubungan jangka panjang.

1 tahun usia hubungan kalian

Fase ini kalian sering dijumpai ingin bernostalgia dengan mengingat lagi kenangan-kenangan yang sudah dilewati bersama-sama. Ya, kamu dan dia sudah mulai memikirkan untuk membahagiakan dan menyenangkan pasangan bukan lewat acara yang monoton tiap weekend.

Kalian mulai memberikan sesuatu yang berharga dalam hubungannya, seperti cara berkomunikasi secara mendalam, memberikan perhatian yang tulus, berusaha untuk mengerti dengan kesabaran dan kelembutan.

Sayangnya untuk fase ini mulai muncul juga “ke-AKU-an” dari masing-masing pasangan. Kamu dan dia ingin dikenal sebagai sosok pribadi yang utuh dan punya identitas di belakangnya.

Kalian menginginkan pacar untuk menerima segala macam keunikan diri, “Kekurangan dan kelebihan.” Fase ini kalian sudah mulai berfokus untuk mengejar impian yang ingin dicapai dalam hidup.

Untuk kalian yang sudah masuk fase hubungan ini, disarankan kamu jangan banyak terlalu menuntut sama dia agar dituruti apa yang menjadi keinginanmu. Pahami, pacar sudah mulai sibuk untuk memikirkan impian pribadinya.

Contohnya menyelesaikan studi karena ingin bekerja di perusahaan yang diinginkannya, mengambil kursus pengembangan diri, membesarkan usaha kecilnya menjadi skala besar, dan lain sebagainya.

Bisa jadi kamu merasa ada jarak dan romantisme hubungan seperti menghilang, tapi ingat jangan menyalahkan/menuduh pacar tidak perhatian lagi sama kamu. Pacar masih memikirkan kamu hanya saja prioritasnya sekarang ingin mengejar impiannya untuk masa depan yang lebih baik.

Sikap kamu jangan pernah menghalangi pacar untuk meraih impiannya, tapi dukung, temani, dan berikan semangat agar dia makin terpacu untuk mengejar impiannya.

2 tahun usia hubungan kalian

Kalian sudah melewati suka duka, bahkan sudah merasa nyaman dengan kehadiran satu sama lainnya. Kalian sudah mengerti dan mengetahui secara jelas bagaimana karakter dan kebiasaan pasangan.

Fase ini kalian sudah mulai membicarakan level keseriusan hubungan untuk dibawa ke arah mana. Kalian sudah sadar tidak perlu lagi untuk berlaku manis atau jaim di depan pasangan, seperti mengumbar kegombalan cinta “janji-janji manis” itu bukan hal yang istimewa lagi.

Kamu dan dia beralasan kegombalan cinta tidak cukup untuk sekadar status semata, “gak mau terjebak dalam kenyamanan hubungan.” Kegiatan kalian lebih banyak lewat perbuatan nyata yang bisa dipertanggungjawabkan, seperti kesabaran, pengertian, kelembutan, hingga ajakan menikah.

4 tahun usia hubungan kalian

Fase ini kalian sudah banyak menghadapi rintangan “suka dan duka” secara bersama-sama, bahkan “kenyamanan” yang dirasakan oleh kalian tidak perlu diragukan lagi. kamu dan dia sudah memiliki pandangan terhadap komitmen yang lebih serius lagi.

Bahasa gaul anak zaman now, tidak mau menjalani “drama” pacaran yang berujung ketidakpastian dan ketidakjelasan. Kamu sudah bisa menentukan arah kelanjutan hubunganmu ke depan seperti apa.

Apakah berlanjut untuk menikah atau putus di tengah jalan. Kamu pasti akan bertanya sama dia “kapan menikah” akan selalu dijumpai pada fase hubungan ini. Masalah komitmen pernikahan ini sering jadi kendala apabila pacar belum siap untuk berkomitmen.

Perbedaan cara pandang tentang komitmen hubungan antara kamu dengan dia akan berbeda bentuknya. Kamu yang sudah siap untuk menikah, tapi pacar masih ingin bersenang-senang dulu dan tidak jelas kapan waktunya.

Tak heran, kamu akan pilih tinggalkan dia untuk cari orang lain yang bisa diajak serius. Terima kasih sudah baca “Fase Perubahan Gaya Pacaran yang Patut Kamu Perhatikan” dan Tinggalkan komentarmu apabila masih ada yang kurang dimengerti.

Follow Instagram @ruang cinta berfokus bahas apa pun masalah toxic relationship, broken relationship, premarital, dan bad marriages. Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor ke menu layanan curhat.

Pastikan kamu subscribe dengan menyalakan notifikasi di browser kamu agar tidak ketinggalan update terkini. Untuk informasi/pendaftaran lesson dari KCS Talks, silakan ke menu pembelajaran cinta eksklusif.

Subscribe sekarang

Dapatkan update mingguan + Pembahasan in-depth seputar toxic relationship, broken relationship, premarital, & bad marriages langsung ke emailmu

Invalid email address


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *