Emang Aku Salah Mencintainya Itu Pembelaan Naif Perusak Hubungan

kisah cinta sejati

Selain kalimat “Salah dia sendiri yang nggak bisa jagain pasangannya”, atau “Emang aku salah mencintainya” itu bentuk pembelaan naif yang sering diucapkan dari mulut perusak hubungan orang. Kata “Naif” menurut KBBI Daring adalah celaka; bodoh; tidak masuk akal.

Kalimat pembelaan yang menunjukkan kamu nggak mau disalahkan, atau kamu nggak merasa bersalah sudah merebut pasangan orang. Ini terjadi akibat kamu punya pola pikir yang keliru tentang cinta.

Yang berawal dari “Emang aku salah mencintainya” bisa berubah ke arah “Cinta itu nggak pernah salah memilih”, “Aku juga berhak bahagia”, atau “Cinta itu datangnya tiba-tiba”

Emang Aku Salah Mencintainya Itu Pembelaan Naif Perusak Hubungan

Pola pikir yang keliru bisa memunculkan perasaan dilematis dalam dirimu. Kamu akan berusaha keras untuk mendapatkan dia (pasangan orang lain) dengan cara merayu, atau kamu mau menjadi sosok yang dia inginkan.

“Kalau kamu sama aku. Kamu lebih bahagia. Aku nggak akan jadi seperti dia yang melarang kamu.” Kamu berusaha meyakinkannya semata-mata agar dia mau putus dari pasangannya. Lalu, dia jadi pasanganmu yang selama ini dirimu inginkan.

Jika kamu merasa merebut pasangan orang lain bisa membuatmu bahagia. Memang kamu bisa bahagia dan duniamu penuh dengan warna pelangi setelah mendapatkan dia, tapi kebahagiaan itu hanyalah sesaat akan muncul badai petir dalam hubunganmu.

Kenapa? Seiring waktu berjalan kamu akan terjebak pada hubungan yang toxic. Dari awal hubungan kamu sudah mencari dan memiliki cara yang nggak sehat. Otomatis input dari perilaku nggak sehat itu pasti nggak sehat pula.

Baca juga:

Kalimat “Emang aku salah mencintainya” bisa menjadi senjata makan tuan bagi kamu. Kalau dulu dia bisa egois dan tega ninggalin pasangannya demi kamu

Emang Aku Salah Mencintainya Itu Pembelaan Naif Perusak Hubungan

Pahami ya, dia juga bisa egois dan tega ninggalin kamu demi orang lain juga. Ya, dia bisa ninggalin kamu demi orang yang “lebih baik”, “lebih sempurna”, “lebih hebat” dibandingkan kamu sewaktu-waktu bisa hadir dalam hubunganmu, bahkan mengeser status keberadaanmu.

Mungkin kamu nggak menyadari saat dia masih menjadi pasangan orang lain. Kamu masih menjadi “orang ketiga” dalam hubungan mereka. Dia pasti berusaha keras menutupi “main serong” dari pasangannya.

Contohnya, tiba-tiba saja bertengkar karena masalah sepele agar dia ada alasan bisa minta putus dari pasangannya. Tiba-tiba dia berikan perhatian yang intens, atau suka berikan hadiah yang pasangannya inginkan.

Ini bertujuan agar pasangannya nggak sadar kalau dia ada “main serong” sama kamu. Meski akhirnya dia pilih kamu jadi pasangannya. Tapi ingat dia bisa mengulangi lagi perilaku yang sama ke kamu seperti dia dulu lakukan ke pasangannya.

Pembelaan naif “Emang aku salah mencintainya” kamu nggak hanya dicap sebagai perusak hubungan orang, tapi juga menambah musuh baru dalam hidupmu

Emang Aku Salah Mencintainya Itu Pembelaan Naif Perusak Hubungan

Ingat ya, setiap apa pun yang kamu lakukan di dunia ini ada hukum sebab akibat. Orang yang pernah kamu sakiti bisa punya dendam, bahkan kemarahan untuk waktu yang lama. “Kamu udah menghancurkan kebahagiaanku.”

Kasus yang sering dijumpai, orang punya rasa dendam bisa menghancurkan hidupmu. Dia nggak mau melihat kamu bahagia di atas penderitaannya. Dia bisa menghancurkan hidupmu mulai dari lingkungan pertemanan, karir, hingga hubungan cintamu dengan melemparkan berita bohong (hoax).

Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi hp, media sosial, dan internet sudah semakin maju dan luas. Hoax yang dia lemparkan bisa cepat tersebar luas.

Kesimpulan emang aku salah mencintainya

Sebelum kamu salah langkah dengan merebut pasangan orang atau mau merusak hubungan orang lain. Posisikan dirimu sebagai pasangannya, lalu bayangkan bagaimana perasaanmu ada orang yang mau merusak hubunganmu?

Sakit nggak saat tau ada orang lain yang mau merusak hubunganmu? Sakit nggak ditikung dari belakang? Apa kamu terima begitu saja hubunganmu dirusak oleh orang lain atau melawan orang itu?

Bayangkan semua rasa sakit hati, rasa marah yang kamu rasakan itu. Lalu, kamu rasakan semua itu ke dalam hatimu. Jika kamu merasakan rasa sakit dan perasaan marah. Hentikan semua perilaku toxic itu.

Jika kamu nggak merasakan rasa sakit dan perasaan marah itu. Ada yang salah dalam dirimu. Sebaiknya kamu segera berkonsultasi dengan psikolog di kotamu. Yang kamu rasakan itu bukanlah cinta, tapi nafsu dari keegoisanmu sendiri.

Terima kasih buat kamu yang sudah membaca artikel ini sampai selesai. Tinggalkan komentar apabila masih ada yang kurang dimengerti. Oh ya, jangan lupa follow Instagram @ruang cinta untuk update ilmu cinta terbaru.

Mau curhat? Kamu menginginkan solusi yang lebih profesional bisa masuk ke menu layanan curhat untuk berkonsultasi dengan konselor kami. Pastikan kamu sudah subscribe biar nggak ketinggalan insight dan update-an terbaru tiap bulannya.



Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *