Dilan Sosok Laki-laki yang Lembut Kepada Perempuan

Dilan Sosok Laki-laki yang Lembut Kepada Perempuan
Ilustrasi Dilan Sosok Laki-laki yang Lembut Kepada Perempuan (pixabay)
Artikel ini dibaca normal sekitar 3-4 menit

Apakah kamu sudah nonton film Dilan 1990? Bahwa karakter Dilan sosok laki-laki yang lembut kepada perempuan, tetapi tidak suka harga dirinya dipermainkan. Karakter Dilan dalam film tersebut berhasil menyajikan sosok laki-laki dengan standar maskulinitas yang baru.

Seperti yang kamu ketahui, laki-laki pada masa itu harus dituntut jadi warga yang baik, dapat diandalkan keluarga secara finansial, dan punya sifat heroik dalam kehidupannya. Dengan kata lain, laki-laki memiliki tanggung jawab yang besar daripada berbicara tentang perasaannya. Misalnya, cinta, rindu, dan lain-lain.

Adegan Dilan menyapa Milea di jalanan
Gambar adegan Dilan menyapa Milea di jalanan (rula.co.id)

Dilan sosok laki-laki yang lembut kepada perempuan, bahwa cinta yang diberikannya penuh dengan kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Laki-laki boleh menjadi kuat dan macho, tetapi kekuatannya lebih baik digunakan untuk melindungi perempuan, seperti ibumu, adik perempuanmu, dan kekasihmu

Dilan yang digambarkan pada film tersebut merupakan sosok khas laki-laki zaman Orde Baru, yakni laki-laki yang harus aktif dan kuat. Tercermin dari keseharian Dilan mengenakan jaket jins dan penampilan yang acak-acakan. Ia paling terdepan dalam membela geng motornya, ini menandakan bahwa dirinya adalah pemimpin pasukan.

Secara visual, sikap Dilan ini menunjukkan seorang bad boy. Namun, sikap ini hanya berlaku di depan laki-laki, terutama yang menghina harga dirinya ataupun harga diri perempuan. Contohnya ada sebuah adegan, Anhar seorang cowok yang pernah menampar Milea. Dilan menghajarnya habis-habisan.

Adegan lainnya, Dilan pernah berhadapan dengan Pak Suripto (guru BP). Saat upacara bendera, Dilan berdiri di barisan kelas lain. Pak Suripto menegurnya dengan marah-marah dan menampar Dilan. Sikap dari Pak Suripto ini malah dibalas, berupa tonjokan dari Dilan.

Tak jarang, penggambaran sosok laki-laki lebih menunjukkan sisi maskulinitas yang macho dan kuat. Hal ini sudah tidak asing lagi di era Orde Baru hingga saat ini, contohnya iklan rokok dan minuman berenergi, hingga sinetron anak muda yang sering kita jumpai saat ini.

Walaupun, Dilan adalah sosok bad boy dalam kehidupannya, tetapi ia bisa menjadi cowok romantis dan sabar di depan perempuan. Gaya keromantisan yang diberikan oleh Dilan terbilang unik tidak seperti laki-laki pada umumnya. Dilan menggunakan puisi, tetapi disertai lelucon di dalamnya.

Adegan Dilan dan Milea dalam angkot
Gambar adegan Dilan dan Milea dalam angkot (showbiz.liputan6.com)

Tercermin dari adegan saat Dilan menemani Milea naik angkot, Dilan memakai segala jurus rayuannya untuk melancarkan gombalan kepada Milea, “Kamu cantik, tapi aku belum mencintaimu. Enggak tahu, kalau sore”. Besoknya Milea mendapatkan surat dari Dilan yang dititipkan ke Rani, isi suratnya adalah “pemberitahuan: sejak sore kemarin. Aku sudah mencintaimu – Dilan!”.

Jika kamu sudah menonton film Dilan 1990, untuk urusan cinta dan cewek bisa dikatakan Dilan tidak agresif maupun posesif. Ada sebuah adegan saat Dilan mendapat kabar, bahwa Milea berpacaran dengan Nandan sang ketua kelas. Apa yang dilakukan Dilan adalah ia mundur teratur tidak mau mengganggu hubungan orang lain ataupun tidak memaksakan perasaannya kepada Milea agar memilih dirinya.

Hal ini berbeda dengan sinetron remaja saat ini cenderung menampilkan unsur kekerasan, film Dilan 1990 menggambarkan sosok Dilan tidak pernah berperilaku seperti Rimba dan Erland yang berkelahi memperebutkan Vika. Dilan memang sosok yang kasar, terutama jika menyangkut harga dirinya. Namun, Dilan sangat menghormati perempuan, ia tidak pernah berkata kasar dan lembut kepada Milea, ibunya, ataupun guru perempuannya. Film Dilan 1990 berhasil menyajikan tidak ada idealisme tunggal dalam menggambarkan maskulinitas.

Kesimpulan Dilan sosok laki-laki yang lembut kepada perempuan

Film Dilan 1990 menggambarkan maskulinitas tidak hanya dilihat dari segi fisik semata, tetapi juga sisi sikap dan perilaku yang baik. Bukan lebih menonjolkan sosok laki-laki yang macho, kasar, dan kuat. Apalagi menjadikan perkelahian sebagai solusi untuk mendapatkan perempuan yang disukai.

Bahwa Dilan mengajarkan kepada kita semua, cinta atau perasaan yang diberikan penuh dengan kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. Kamu sebagai laki-laki boleh menjadi kuat dan macho, tetapi kekuatan yang kamu miliki lebih baik digunakan untuk melindungi perempuan, seperti ibumu, adik perempuanmu, dan kekasihmu.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca Dilan sosok laki-laki yang lembut kepada perempuan. Bagikan artikel ini kepada teman-temanmu, pacarmu, atau keluargamu. Jika kamu punya pendapat lain tentang sosok lain Dilan di film Dilan 1990? Berikan komentarnya di bawah.

Berikan Komentarmu