Cinta Itu Ada Setelah Punya Pasangan Bukan Pacar atau Gebetan


Cinta itu ada setelah punya pasangan bukan pacar atau gebetan. Kok bisa? Kalau baru pacaran atau gebetan selalu sesuatu hal yang romantis hanya berdasarkan ekspektasi dirimu saja, tapi bukan untuk membangun hubungan cinta ke depan berdasarkan kepentingan bersama.

Bila masih berstatus pacar atau gebetan, ia belum tentu menerima cintamu dengan penuh dan tulus karena bisa sewaktu-waktu putus di tengah jalan

Contohnya kamu dan ia pacaran lama bertahun-tahun, tapi ia nikahnya sama orang lain bukan sama kamu. Yang ujung-ujungnya kamu jadi sakit hati campur kecewa karena sudah menghabiskan banyak waktu dan pikiranmu secara percuma.

Kasus pacaran lama bertahun-tahun, tapi nikahnya sama orang lain. Pacaran lama enggak nikah-nikah, hingga hubungan putus-nyambung. Semua itu disebabkan kamu beranggapan “Cinta itu pengorbanan”, atau “Cinta itu hanya dirasakan di hati”. Inilah membuatmu punya pemikiran salah kaprah tentang cinta.

Akhirnya kamu akan berpikir dan bertindak kelewatan batas dalam mencintai atau menyukai seseorang. Contohnya agar pacar tetap mencintaimu selamanya, kamu mau berkorban dengan menuruti semua permintaan pacar enggak peduli itu masuk akal atau tidak.

Parahnya lagi, waktu PDKT kamu rela mengeluarkan uang jutaan rupiah agar cintamu diterima oleh orang yang kamu sukai. Kamu bersedia diajak “tidur bareng” cowokmu hanya karena enggak mau diputusin.

Baru berkenalan kamu langsung menganggap dia jodohmu hanya karena dadamu berdegup kencang “Dia pasti jodohku yang dikirim Tuhan”. Kamu jadi baperan dan berkhayal membangun keluarga bersamanya, seperti sinetron atau drama-drama percintaan yang ada di FTV.

Inilah membuatmu sulit untuk mencari dan menyeleksi seseorang yang sesuai dengan karakter dan kepribadian dirimu (pasangan yang baik). Hapus pemikiranmu mulai sekarang yang mengatakan “Cinta itu pengorbanan”, tapi ganti dengan emosi yang terlahir dari perhatian, kasih sayang, dan keintiman.

Baca juga, Bosen Nih Mendingan Pilih Putus Saja Enggak Juga Begitu Dong

Semua perasaan cinta itu baru muncul setelah kamu dan dia menghabiskan waktu bersama yang disertai tindakan nyata jangka panjang

Cinta itu ada setelah punya pasangan bukan pacar atau gebetan. Kamu dan dia sama-sama berusaha nyata membangun hubungan secara terus-menerus dalam suka maupun duka. Pasangan itu cinta jangka panjang, tapi pacar atau gebetan hanya luapan emosi cinta sesaat saja.

Status pacar atau gebetan itu baru sebatas proses ketertarikan fisik dan interaksi sosial saja. Belum ada unsur cinta di dalamnya karena hubunganmu masih belum ada kejelasan, “Kan enggak ada jaminan pacar akan menikahimu, atau gebetan akan memilihmu jadi pacarmu”.

Hubungan masih berstatus pacaran, kamu belum memiliki dia karena belum ada ikatan resmi yang sah. Kenapa? Sewaktu-waktu kamu atau dia ada kecenderungan pilih jalan keluar “Minta putus” apabila hubungannya enggak berjalan sesuai ekspektasi masing-masing.

Contohnya pilihan putus selalu kamu ambil setiap kali hubunganmu berubah jadi jenuh atau bosan. Kalau cinta kamu akan tetap menjaga dan mempertahankan hubunganmu, walaupun itu bosan atau jenuh.

Cinta itu ada setelah punya pasangan, bahwa kamu dan dia sama-sama mengorbankan waktu maupun tenaga untuk menjaga hubungannya. Kalian bersedia secara tulus membangun kualitas hubungan jadi lebih baik dan memperbaiki/menutupi kekurangan masing-masing.

Baca juga, Alasan Sebagian Orang Minta Dijodohkan dalam Kehidupan Cintanya

Kesimpulan cinta itu ada setelah punya pasangan bukan pacar atau gebetan

Kalau kamu masih pacaran enggak perlu banyak berkorban, apakah itu waktu, pikiran, tenaga, atau uangmu. Karena belum tentu pacarmu akan menikahimu, walaupun usia hubungan kalian sudah cukup lama.

Strategi yang tepat buat kamu masih pacaran, jangan baper dulu dan enggak semua perhatian/perasaanmu diberikan ke pacarmu. Ia belum tentu menerima cintamu secara penuh, tulus, dan serius.

Semoga poin-poin cinta itu ada setelah punya pasangan bukan pacar atau gebetan dapat membuka hati dan pikiranmu agar enggak terlalu berlebihan dalam mencintai pacar atau orang yang kamu sukai. Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe ya.

Jangan lupa sharing ke Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, dan teman-temanmu agar enggak ketinggalan tips-tips self improvement dan relationship seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please komentar bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow Instagram @ruang cinta buat kamu ingin tahu banyak tentang logika cinta yang dewasa.




Tinggalkan komentar