Cara Menyikapi Pasangan Ingin Menikah Tapi Beda Agama

Cara Menyikapi Pasangan Ingin Menikah Tapi Beda Agama
Artikel tentang Cara Menyikapi Pasangan Ingin Menikah Tapi Beda Agama dibaca normal antara tiga atau empat menit (ilustrasi: pixabay).

Artikel ini merupakan kelanjutan dari pentingnya kamu harus mengenal pasanganmu sebelum menikah. Bagaimana cara menyikapi pasangan ingin menikah tapi beda agama? Sebelum menjawabnya, kamu dan pasangan harus mengenali dan memahami peraturan di Indonesia yang mengatur pernikahan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang berbunyi “perkawinan adalah sah jika dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya”.

Undang-Undang Perkawinan menjelaskan tidak ada pernikahan di luar dari hukum masing-masing agama dan kepercayaannya, bahwa pernikahan hanya sah apabila dilakukan berdasarkan hukum agama tertentu. Dengan kata lain, tidak mengatur secara khusus pernikahan beda agama.

Satu-satunya cara menyikapi pasangan ingin menikah tapi beda agama adalah pikirkan secara matang dampaknya di kemudian hari, serta kembali kepada Tuhan menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Hubungan cinta yang dipaksakan tidak akan bertahan lama

Undang-Undang Perkawinan menjelaskan syarat sah menikah dengan memiliki agama atau kepercayaan yang sama. Hal ini sesuai dengan tujuan dari awal pembentukan Undang-Undang Perkawinan adalah agama sebagai fondasi utama pernikahan dan sarana untuk beribadah. Bahwa menikah merupakan kegiatan yang menyatukan dua insan manusia kepada Tuhan.

Baca Juga  2018 Saatnya Kamu Perbaiki dan Tingkatkan Kualitas Hubunganmu

Masalah yang biasanya timbul pada hubungan asmara beda agama adalah ketika kedua pasangan memutuskan untuk menikah tidak hanya terbentur masalah adminsitrasi yang mengatur pernikahan, tetapi juga apabila salah satu pasangan berpegang teguh terhadap pendirian agamanya.

Masalah lainnya, keluarga salah satu pasangan tidak merestu anaknya menikah dengan beda agama. Hal ini bisa terjadi apabila keduanya tetap nekad menjalani hubungan dengan kekasihnya beda agama. Walaupun, ia dan pasangan sudah mendapatkan larangan dari keluarganya untuk mengakhiri hubungan tersebut.

Namun, ada sebagian pasangan berusaha mencari jalan keluar agar bisa menikah dan tetap mempertahankan masing-masing agamanya. Contohnya, berkompromi dengan salah satu agama pasangannya atau menikah di luar negeri.

Maksudnya berkompromi dengan salah satu agama pasangannya adalah pasangannya setuju untuk menikah menurut agama pasangannya. Keduanya mengajukan permohonan dan mengisi formulir seolah beragama sama, kemudian mengikuti tata cara perkawinan menurut agama pasangannya.

Setelah menikah pasangan tersebut kembali ke agamanya semula. Pernikahan tersebut sah karena kedua pasangan beragama sama saat menikah, namun ketika pasangan kembali kepada agama semula akan terjadi perbedaan keterangan agama dalam KTP dan akta perkawinan.

Baca Juga  Pelajari Kata Motivasi Cinta untuk Memahami Kekuatan Cinta

Sebagian lagi ada yang memilih menikah di luar negeri, artinya tunduk pada hukum perkawinan di luar negeri. Pasangan tersebut mendapat akta dari negara tersebut, kemudian akta pernikahan tersebut di bawa pulang untuk dicatatkan.

Hal ini membuat mereka tidak mendapatkan akta dari negara (Indonesia), karena telah melangsungkan pernikahan di luar negeri. Tentu saja ini akan memengaruhi soal hak asuh anak, waris, dan lain sebagainya. Misalnya, salah satu pasangan memutuskan untuk bercerai karena ketidakcocokan.

Penanaman nilai-nilai agama yang religius dan nilai budi pekerti sebagai pendidikan karakter dalam keluarga. Penanaman ini akan sulit terwujud apabila agama kedua orang tua berbeda, anak akan kebingungan untuk memilih dan menerapkan nilai agama ayahnya atau ibunya. Pro dan kontra akan terjadi dalam diri seorang anak, sehingga memengaruhi masa tumbuh kembang si anak ke depannya.

Baca Juga  Perasaan Gampang Tersinggung Merupakan Contoh Sifat Insecure

Kesimpulan cara menyikapi pasangan ingin menikah tapi beda agama

Kamu dan pasangan harus kembali kepada Tuhan menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Pikirkan secara matang, termasuk juga dampaknya di kemudian hari sebelum melanjutkan hubungan ini. Bahwa kamu tidak hanya menikahi pasanganmu saja, tetapi juga keluarga besarnya. Seperti yang kamu ketahui, hubungan yang dipaksakan tidak akan bertahan lama.

Sesuai Pasal 1 Undang-Undang perkawinan, berbunyi perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha esa. Jadi, sebaiknya menikah untuk mengupayakan kehidupan rumah tangga berdasarkan ajaran agamanya.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca cara menyikapi pasangan ingin menikah tapi beda agama. Silakan bagikan artikel ini kepada teman-temanmu, pacarmu, atau keluargamu melalui media sosial. Jika kamu punya pendapat lain tentang cara menyikapi pasangan ingin menikah tapi beda agama? Silakan berinteraksi dengan berkomentar di bawah.



Silakan bertukar pikiran di bawah