Berhenti Menyalahkan Korona Hubunganmu Jadi Membosankan

Stop menyalahkan korona hubunganmu jadi membosankan dengan alasan enggak bisa ketemuan/menghabiskan waktu bersama seperti dulu. Bukan alasan pandemi korona, protokol kesehatan, atau berhubungan lewat ponsel hubunganmu berubah membosankan. Tapi faktor komunikasi kalian yang sebenarnya sudah enggak sehat lagi.

Ya, faktor komunikasi ini banyak pasangan sejak terjadinya pandemi korona gagal mempertahankan hubungannya. Bahkan, ada yang memilih putus karena sudah enggak kuat lagi. Kenapa bisa terjadi? Masalahnya bukan pandemi korona, protokol kesehatan, atau hanya berkomunikasi lewat ponsel itu harus kamu sadari dulu.

Hubunganmu berubah membosankan bukan hanya tanggapan dia yang malas membalas obrolanmu ala kadarnya, tapi bisa jadi ada tanggapanmu yang malas-malasan saat dia mengobrol sama kamu, jadi berhenti menyalahkan korona hubunganmu jadi membosankan

Sebelum terjadinya pandemi korona masalah komunikasi dalam hubungan kalian tertutupi karena adanya kesibukan masing-masing. Nah, masalah komunikasi ini yang dulu tidak terselesaikan dengan baik setelah terjadinya pandemi korona makin terlihat jelas bobroknya komunikasi kalian.

Masalah komunikasi ini membuatmu menyimpulkan dia enggak asyik buat diajak mengobrol. Contohnya kamu mengobrol kejadian seru hari ini, responnya biasa-biasa saja ala kadarnya. Kamu membahas masalah hubungan kalian, respon dia malah mengatakan kamu “jangan terlalu banyak drama”.

Kamu menyampaikan ada kelakuannya yang enggak kamu sukai, respon dia bilang “enggak mau diceramahi sama kamu”. Kamu bercerita drama Korea yang sedang kamu tonton ceritanya bagus, respon dia malah menghina “buat apa nonton plastik”.

Baca juga, kawan: Cara Pacaran New Normal Enggak Bersikap Masa Bodo

Akhirnya kamu malas mengobrol lagi sama dia karena apa pun topik obrolannya selalu ditanggapi datar ala kadarnya. Dampaknya kamu pun merespon malas-malasan saat dia mengobrol sama kamu. Efeknya hubungan kalian berubah membosankan dengan alasan salahnya dia atau pandemi korona.

Masalah komunikasi yang terjadi selama pandemi korona akibat kalian enggak bisa merespon atau menanggapi obrolan satu sama lainnya dengan baik. Contohnya, ingat-ingat lagi respon kamu sama dia sewaktu mengobrol lewat telepon/chatting, apakah responmu terlihat semangat ataukah malas-malasan?

Sebelum terjadinya pandemi korona seperti apa tanggapanmu malas atau semangat mendengarkan sewaktu dia mulai obrolan sama kamu. Seperti apa respon kamu dulu sewaktu dia membahas topik yang panjang mengenai hubungan kalian, apakah kamu serius atau malah nyantai meresponnya.

Bila ini terjadi pada kalian dan masih ingin mempertahankan hubungannya. Kalian harus mengobrol serius untuk mencari solusi saling menguntungkan bagi keduanya. Caranya ungkapkan apa yang menganjal di hatimu.

Katakan sewaktu mengobrol kamu enggak suka kalau dia malas-malasan menanggapi obrolanmu. Kalau kamu butuh dukungan dia karena ada masalah, maka katakan saja ke dia. Jangan disimpan sendiri masalahmu karena bisa berakibat buruk terhadap pola komunikasi dalam hubungan kalian.

Keterbukaan untuk mendengarkan masalah/keluhan pasangan, termasuk juga kamu mampu membicarakan keluhanmu sama dia. Hal ini bentuk komunikasi dua arah yang sehat agar hubungan kalian tidak jadi membosankan

Komunikasi yang didasari keterbukaan bisa minimalisir debat-debat panjang yang enggak begitu penting dari topik permasalahannya. Bersikap terbuka untuk mendengarkan dan menerima keluhan pasangan. Ingat ya, komunikasi yang sehat dan baik itu enggak langsung terburu-buru mencari solusinya, kenapa?

Bila kalian terburu-buru langsung mencari solusi, yang ada kamu memaksa dia agar menerima solusi versi kamu sendiri. Pada akhirnya terjadilah ngotot-ngototan dan ujung-ujungnya pertengkaran berkepanjangan di antara kalian.

Komunikasi yang baik dan sehat, kamu dan dia enggak perlu dulu mencari solusi. Tapi berfokus dulu kalian bisa sama-sama paham dan tahu apa yang dirasakan oleh keduanya. Nanti solusi akan keluar dengan sendirinya apabila obrolan kalian terjadi secara hangat.

Baca juga, kawan: Tips Pacaran Romantis Selama Pandemi Corona Mengobati Rasa Kangen

Kesimpulan berhenti menyalahkan korona hubunganmu jadi membosankan bukan itu masalah sebenarnya

Hubunganmu jadi membosankan disebabkan sudah bobroknya komunikasi antara kamu dan dia sebelum terjadinya pandemi korona. Biasanya berawal dari kamu suka memendam masalahnya terlalu lama. Tidak adanya keterbukaan dari kamu untuk membicarakan apa yang dirasakan ke dia.

Komunikasi antarpasangan merupakan roh dalam hubungan cinta. Memang ada sebagian orang beranggap komunikasi di dalamnya hanya berisi obrolan enggak begitu penting. Namun, komunikasi inilah yang bisa mempermudah kalian saat ada konflik yang muncul dalam hubungannya.

Kalau kamu merasa hubunganmu bosan atau enggak suka dengan perilaku dia, ya bicarakan sama dia jangan diam saja. Kalau didiamkan terlalu lama akan terjadi kesalahpahaman yang panjang. Untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam hubungan kalian cuma dengan mengobrol sama pasangan itu kuncinya.

Semoga poin-poin berhenti menyalahkan korona hubunganmu jadi membosankan dapat membantu meningkatkan kemesraan dan keintiman hubungan kalian. Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe.

Jangan lupa sharing ke Facebook, Twitter, Line, WhatsApp, dan teman-temanmu agar enggak ketinggalan tips-tips self improvement dan relationship seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please komentar bisa jadi kita punya pengalaman yang sama. Follow Instagram @ruang cinta buat kamu yang ingin tahu banyak tentang update kecerdasan relasi.


Bikin kamu jadi melek cinta dengan menggunakan logika cinta secara dewasa, juga masalah percintaan yang mungkin tidak ingin kamu dengar tapi harus kamu ketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *