Saya belajar dari Luna Maya tentang keyakinan diri akan datangnya jodoh sekufu. Luna Maya adalah contoh wanita modern yang merdeka atas tubuh dan mimpinya. Ia bisa menunjukkan keteguhan hati dalam menjaga martabat, dan harapannya atas cinta yang sehat.
Isi Artikel
Jodoh Sekufu Datang Pada Waktu yang Tepat
Jodoh sekufu tidak datang dari cinta yang terburu-buru atau cinta yang dipaksakan. Seperti yang dilakukan Luna Maya untuk bangun kembali value dirinya agar tidak terjebak dalam lingkaran insecurity.
Luna Maya membangun kembali kariernya, membatasi lingkungan pertemanan, dan selektif dalam memilih teman.
Proses tersebut membuat Luna Maya bisa move on dari masa lalunya. Perjalanan tersebut membawa Luna Maya bertemu sama Maxime Bouttier. Seorang pria yang menerima Luna Maya seutuhnya.
Lewat perjalanan cinta luna maya, saya jadi belajar jodoh tidak bakal ke mana. Meski itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Perjalanan cinta Luna Maya menjadi contoh nyata tentang kesabaran dan keyakinan pada takdir Tuhan berbuah indah pada waktu yang tepat. Jodoh sekufu tidak datang dari cinta yang terburu-buru atau cinta yang dipaksakan.
Cinta yang datang saat waktu yang tepat karena menikah bukan ajang perlombaan, siapa yang cepat duluan yang mengangkat trofi kebahagiaan.
Seperti Luna Maya yang menikah di usia 41 tahun sama Maxime Bouttier yang berusia 31 tahun. Kalau kamu belum menemukan jodohmu tetaplah yakin.
Mungkin ini cara Tuhan agar kamu bertumbuh dan berkembang dulu sebelum dipertemukan sama orang yang tepat.
Baca juga: Luna Maya Menikah Bukan Pernikahan Cinderella, Ini Alasannya
Dinyinyir Perawan Tua Padahal Menjadi Tua Proses Alami Wanita

Seperti Luna Maya, wanita belum menikah di usia 30 tahun ke atas kerap dapat label ‘perawan tua’ di Indonesia. Label tersebut seperti menghukum hidup wanita memiliki garis waktu tertentu untuk bahagia.
Ibaratnya untuk bahagia, wanita harus menikah muda. Padahal setiap wanita memiliki jalan hidup yang berbeda karena tidak semua wanita memiliki jalan hidup yang sama.
Lewat perjalanan cinta luna maya, saya juga belajar tentang keyakinan dalam menunggu jodoh sekufu. Cinta yang setara. Cinta yang memuliakan dan tidak merendahkan bukanlah sesuatu yang sia-sia.
Meski Luna Maya dalam perjalanannya itu sering kena nyinyir perawan tua, hingga disebut wanita tidak laku karena usianya tidak muda lagi yang kerap Luna Maya terima di media sosial.
Ironisnya lagi, komentar yang sifatnya melecehkan itu banyak datang dari sesama wanita. Yang seharusnya wanita saling mendukung dan menguatkan bukan malah melecehkan identitas dan martabat seorang wanita.
Komentar negatif bersifat melecehkan itu seperti menunjukkan adanya perasaan superior dari sesama wanita yang lagi menertawakan identitas dan fungsi reproduksi Luna Maya sebagai seorang wanita.
Hanya karena Luna Maya belum menikah di usianya tidak lagi muda. Padahal menjadi tua adalah proses alami yang pasti dirasakan oleh setiap wanita.
Baca juga: 9 Ciri Cewek Siap Menikah Udah Siap Jadi Istri, Ini Tandanya Bro
Cinta yang Baik Bukan Berasal dari Cinta yang Dipaksakan

Lewat perjalanan cinta Luna Maya, saya belajar tentang cinta yang baik tidak datang dari cinta yang terburu buru. Cinta yang baik tidak datang dari cinta yang dipaksakan.
Tapi cinta yang baik datang dari kesiapan mental dan kesadaran atas value diri. Cinta yang sehat dan tahan lama dibangun dari tiga pilar utama (keintiman, gairah, dan komitmen).
Syarat hubungan yang langgeng harus memiliki cinta yang setara. Istilahnya, kalian saling memberi dan menerima bukan hanya satu orang saja yang terus-menerus berkorban tanpa mendapatkan timbal balik yang adil.
Apabila hanya satu orang saja yang berkorban dalam hubungannya. Maka orang yang banyak berkorban akan terjadi kelelahan emosional dan muncullah konflik, bahkan parahnya perceraian.
Dari perjalanan cinta Luna Maya yang menikah di usia 41 tahun. Saya jadi belajar menikah bukanlah ajang perlombaan. Siapa yang cepat-cepatan mengangkat trofi kebahagiaan karena cinta yang baik tidak bisa dipaksa datang.
Ini terbukti dari Luna Maya memilih jodoh sekufu dalam pola pikir dan background keluarga. Keluarga Luna Maya dan Maxime Bouttier sama-sama berasal dari keluarga mix Indonesia – Eropa, apalagi Maxime Bouttier memperbolehkan Luna Maya tetap eksis berkarya setelah menikah.
Dengan kata lain, Luna Maya dan Maxime Bouttier memiliki sudut pandang yang mirip. Yang otomatis pola pikir mereka sama-sama nyambung.
Pesan saya untuk semua wanita di luar sana yang masih sendiri. Kamu tidak terlambat, kamu lagi menunggu cinta yang setara bukan cinta yang merendahkan.
Kamu hanya menunggu waktu yang tepat dan tetaplah yakin, mungkin ini cara Tuhan agar kamu bertumbuh dan berkembang dulu sebelum dipertemukan sama orang yang tepat.
Baca juga: Cara Dapat Jodoh Kaya Raya Ciptakan Value Sosial Dirimu
Nonton belajar dari Luna Maya tentang jodoh sekufu
Terima kasih sudah membaca postingan ini, kalau kamu suka silakan share belajar dari Luna Maya tentang keyakinan diri datangnya jodoh sekufu di media sosialmu.
Kamu rasa postingan ‘pria memberi uang pada wanita itu cinta atau terpaksa’ ini bermanfaat, silakan share di media sosialmu agar lebih banyak lagi teman-temanmu yang memahami topik ini.
Yang ingin curhat persoalan cinta dan menginginkan solusi profesional tanpa menghakimi. Melek cinta punya teman curhat bareng psikolog klinis untuk mendengarkan cerita kamu. Teman curhat dibantu psikolog klinis, tapi bukan bersifat konseling ya, curhat cinta online
Belajar bareng isu keintiman dan gairah dalam hubungan romantis. Pantau terus channel Youtube Youtube @Melek Cinta, Instagram @Ruang Cinta, dan Facebook @Melek Romansa berisi konten dipersonalisasi hanya untuk kamu.
Apa kamu punya komentar tentang artikel yang berjudul belajar dari Luna Maya tentang jodoh sekufu? Jika kamu punya pengalaman yang sama bisa berbagi ceritamu di kolom komentar. Kita semua bisa belajar dari pengalaman kamu.








