Aku Sadar Dia Sangat Toxic, Tapi Aku Gak Mau Putus Sama Dia

kisah cinta sejati - melek cinta - cinta berlogika
Sudah larut malam kamu masih belum tidur. Jangan lupa kawan untuk pejamkan mata sebelum larut menyapa. Terima kasih ya kamu sudah berkunjung, semoga artikel ini bisa membantumu

Aku sadar dia sangat toxic sering menyakitiku, tapi aku nggak berani minta putus dari dia karena sayang sudah lama pacaran. Ini kisahku, saya cewek berusia 18 tahun dan hubungan sudah jalan 4 tahun sama cowokku. Awalnya indah, cowokku orangnya romantis, perhatian, dan penyayang.

Orangnya juga asik dan menyenangkan, tapi seiring waktu berjalan saya kaget sama sifat asli dia. Cowok yang kubanggakan berubah total. Saya sering dilecehkan secara verbal dikatain “bodoh”, “gobl**”, “anji**”, “tol**.” Saya merasa ruang gerakku jadi terbatas. Segala sesuatu yang saya lakukan banyak dapat larangan dari dia.

Saya punya banyak teman. Saya selalu izin sama dia kalau ada kumpul bareng sama teman-temanku itu juga dilarang sama dia. Awalnya saya kira dia itu cemburu. Nggak mau dia kehilangan saya, tapi lama-lama kelakuan dia bikin saya nggak nyaman gitu. Saya merasa dia sudah di luar batasan. Saya juga pernah dibanding-bandingkan sama orang lain.

Dia cemburu buta orangnya suka mengontrol hidupku. Apa pun yang saya lakukan selalu diawasi dan minta izin sama dia. Hidupku terasa dikekang dalam penjara. Kalau ada telepon atau chatting yang masuk, handphone saya selalu direbutnya.

Pernah nggak saya kasih dia marah-marah, caki-maki saya terus dibantingnya handphone-ku. Kalau yang telepon atau chatting itu teman-temanku yang cowok. Dia selalu menuduh saya “nggak setia”, “ada main di belakangnya” dengan kata-kata kasar yang nggak enak untuk didengar.

Baca juga cikal bakal terciptanya hubungan yang toxic

Kalimat yang membuatmu susah keluar dari hubungan toxic, “Aku sadar dia sangat toxic sering menyakitiku, tapi aku percaya dia bisa berubah” atau “Nggak kuat ingin putus saja, tapi sayang pacaran sudah lama. Takut nggak cocok kalau mulai dengan orang yang baru

Aku Sadar Dia Sangat Toxic, Tapi Aku Gak Mau Putus Sama Dia
Ilustrasi aku sadar dia sangat toxic (image: pixabay.com)

Pernah kita berantem hebat di jalan. Saya dibentak, dikasarin sampai saya nangis, tapi nggak ada orang yang tolongin saya. Mereka hanya diam dan nonton saja, bahkan ada yang videoin pertengkaran kita. Waktu saya pulang badanku memar-memar.

Suatu hari saya diizinkan sama dia nggak apa-apa kumpul bareng teman-temanku yang cewek. Ada satu teman dekatku yang tanya “Kamu nggak apa-apa”, kaget tiba-tiba ada teman saya yang bertanya.

Saya pun bercerita dan temanku ngomong “Kamu nggak layak diperlakukan seperti itu. Cowokmu itu cowok nggak baik, suka nyakitin kamu, kasarin kamu mendingan putus aja”

Awalnya saya nggak mau menerima dan mendengar kata-kata teman dekatku. Dulu saya terlalu naif karena percaya cowokku akan berubah nggak menyakitiku lagi. Setelah kasarin saya, dia selalu minta maaf dan merasa bersalah sudah menyakiti saya.

Dia berjanji nggak akan mengulanginya lagi. Itu membuat saya takut nggak tega dan merasa bersalah kalau minta putus dari dia, tapi janjinya itu nggak pernah ditepati. Dia selalu mengulangi perbuatan itu lagi menyakiti saya berulang-ulang.

Hingga saya pun tersadar sama ucapan teman dekatku dulu, “Kamu nggak layak diperlakukan seperti itu” rasanya kata-kata itu saya seperti dihargai ada yang dukung aku. Saking lamanya direndahkan, dimanipulasi, dan dicaki maki sama dia.

Saya jadi lupa “kalau saya berhak dapat bahagia”, “saya berhak diperlakukan dengan baik”, “saya berhak untuk jadi diri sendiri.” Aturan cowokku banyak sekali. saya harus menuruti semua kemauannya dari pakaian diatur, nggak boleh chatting sama teman cowok, bahkan saudaraku yang cowok juga ikut dicemburuin.

Kalau nggak diturutin kemauan dia pasti ujung-ujungnya berantem, marah-marah. Pernah dia nggak menghubungi aku cukup lama. Chatting hanya dibaca dan saya yang minta maaf duluan. Pernah dia ngomong, “Dasar cewek nggak bener” itu hanya gara-gara saya nggak pakai baju nggak pas waktu pergi sama dia.

Kita sering bertengkar, putus-nyambung. Saya sering nangis. Nggak kuat lagi mau putus saja, tapi sayang pacaran sudah lama. Saya takut kalau mulai dengan orang yang baru. Takut nggak cocok, takut ini dan takut itu.

Tapi saya harus tegas dan berani melawan perbuatan toxic dia karena ingat kata-kata teman dekatku, “saya berhak diperlakukan dengan baik” sampai akhirnya saya berani minta putus dari dia.

Support dari teman dekatku ini membuatku bangkit melawan, “dia sudah kasarin kamu itu bukan sayang namanya. Kamu nggak pantas untuk diperlakukan itu. Kamu berhak dapat bahagia untuk dirimu sendiri”

Baca juga sikapmu yang bikin hubunganmu jadi toxic

Untuk melawan perbuatan pacar yang toxic. Gunakan pesan untuk tegaskan pada dirimu “Aku sadar dia sangat toxic”, lalu diikuti “You are worthy, you deserve better”

Aku Sadar Dia Sangat Toxic, Tapi Aku Gak Mau Putus Sama Dia
Ilustrasi aku sadar dia sangat toxic (image: pixabay.com)

Apa pun bentuk kekerasan yang pacar lakukan sama kamu itu bukanlah wujud rasa sayang. Apa pun alasannya bila pacar sudah pakai kekerasan fisik, verbal, atau mental itu juga nggak dibenarkan sama sekali.

Nggak pantas kamu diperlakukan seperti itu. Kamu berhak mendapatkan kebahagiaan dalam hubunganmu. Jika kamu sedang mengalami toxic relationship. Kamu harus bersikap tegas sama dirimu sendiri dan berani melawan perbuatan toxic pacarmu.

Carilah juga support system yang bisa bantu kamu lepas dari dia. Dukungan yang bisa membantumu melalui proses itu, seperti psikolog klinis, komnas perempuan, pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A), atau LSM yang aktif melindungi wanita dan anak-anak korban kekerasan di daerahmu.

Apabila ada temanmu yang mengalami toxic relationship. Sikapmu sebaiknya merangkul, menerima, menguatkan, dan mendukung temanmu itu. Jadilah pendengar yang baik. Tanyakan bagaimana kabarnya, perasaannya, harapannya, hambatannya, dan alasan temanmu bertahan dalam hubungan nggak sehat itu.

Tanyakan bagaimana kamu dapat membantunya. Kalau kamu mau berikan saran ke temanmu. Jangan pernah menyudutkan, menghakimi, atau menyalahkan temanmu. Fokusmu pada perilaku itu bukan perasaan karena kamu nggak tahu kondisi dan kebutuhan temanmu yang mengalami toxic relationship.

Baca juga yakin kamu kuat hadapi pacar yang suka menyakiti

Pahami dan telaah kalimat “Aku sadar dia sangat toxic” agar kamu bisa bedakan toxic relationship itu kebalikan dari hubungan yang sehat

Aku Sadar Dia Sangat Toxic, Tapi Aku Gak Mau Putus Sama Dia
Ilustrasi aku sadar dia sangat toxic (image: pixabay.com)

Hubungan yang sehat dapat membantu kamu bertumbuh secara positif, jadi sumber dukungan, dan bisa membuatmu bahagia. Sedangkan, toxic relationship nggak ada media untuk kamu bertumbuh. Kamu merasa terkekang, nggak berharga, dan tersakiti secara berulang-ulang.

Kamu terjebak dalam toxic relationship selalu memaklumi perilaku pacarmu, atau dianggap umum perilaku itu wajar terjadi dalam hubungan cinta. Padahal perilaku itu kemunculannya dilakukan berulang-ulang dan bereaksi berlebihan dari pacarmu.

Contohnya, pacarmu cemburu buta karena cemburu akhirnya kamu nggak diperbolehkan berteman dengan siapa pun, terutama lawan jenis. Kalau kamu nggak sama dia, kamu harus izin/memberi laporan sama dia tiap kali mau beraktivitas.

Toxic relationship punya karakteristik merusak dan menyakiti pasangan, seperti merendahkan, mengontrol, nggak ada apresiasi ke pasangan, dan kecurigaan berlebihan. Pacar toxic nggak bisa berikan ruang buat pasangan untuk bertumbuh, pola pasif-agresif, dan hanya peduli pada kebutuhan diri sendiri.

Pahami ya, pola-pola itu nggak hanya terjadi satu atau dua kali saja, tapi hampir tiap waktu menjalani hubungan bersamanya. Kamu yang terjebak toxic relationship sering dijumpai adanya perasaan takut kehilangan, atau terlalu mencintai pasangan.

Semoga artikel “Aku Sadar Dia Sangat Toxic” bisa membuat kamu menghadapi atau mengenali pola-pola dari toxic relationship. Terima kasih yang sudah membaca artikel ini sampai selesai. Tinggalkan komentarmu apabila masih ada yang kurang dimengerti.

Jangan lupa follow Instagram @ruang cinta berfokus membangun cinta berkualitas, ekspektasi yang realistis, dan mindset yang sehat + Studi kasus toxic relationship, broken relationship, premarital, dan bad marriages.

Ingin curhat? Kamu menginginkan solusi lebih profesional dari konselor langsung ke menu layanan curhat. Pastikan kamu subscribe dengan menyalakan notifikasi agar nggak ketinggalan update terbaru dari KCS Academy.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *