4 Persiapan Harus Dibicarakan Sebelum Menikah dengan Pasangan


4 persiapan harus dibicarakan sebelum menikah, yang dimaksud di sini bukan cuma materi atau uang saja.

Kamu dan pasangan harus benar-benar saling mengenal bukan hanya karakter, tapi juga kondisi dan kebiasaan pasangan.

Ya, kamu dan pasangan akan hidup bersama seumur hidup berbagi segala hal, baik suka dan duka.

Karena suatu waktu menjalani hubungan pernikahan akan memasuki tahapan yang monoton dan membosankan.

Jika niatmu untuk menikah karena usia sudah deadline, sudah pacaran terlalu lama, ingin lepas dari beban keluarga, atau menerima ajakan menikah seseorang yang tidak begitu kamu kenal terlalu dalam.

Maka, untuk saat ini menikah bukanlah solusi buat kamu karena akan terburu-buru dalam memilih pasangan hidup.

Semua alasan di atas merupakan faktor eksternal, seperti halnya cantik, ganteng, atletis, sukses, dan mapan.

Memang tidak ada pasangan yang 100 persen cocok, tidak ada yang ideal. Namun, untuk hubungan jangka panjang tidak hanya dilihat dari faktor eksternal saja.

Karena ada orang yang bertipe boyfriend atau girlfriend material, ada pula yang bertipe husband atau wife material.

Bicara soal memilih pasangan hidup harus lebih hati-hati daripada sekadar pilih pacar.

Apabila kamu ingin mengejar pernikahan yang langgeng hingga akhir zaman, bukan sekadar kehebohan pernikahan sesaat.

Baca juga, cara tepat untuk memperoleh restu menikah dari orang tua.

Ada 4 persiapan harus dibicarakan sebelum menikah dengan pasanganmu.

1. Sudahkah mengenal keluarga satu sama lainnya?

Kamu pasti sudah paham, pernikahan tidak hanya menyatukan kamu dan pasangan. Tapi juga, menyatukan dua keluarga yang berbeda.

Jadi, mengenal keluarga satu sama lain perlu kamu dan pasangan lakukan sebelum memutuskan untuk menikah.

Mengenal keluarga masing-masing pasangan bisa membuatmu mampu memosisikan diri ketika terjadi konflik antarkeluarga.

Contohnya, selisih paham antara menantu dengan mertua. Kamu mampu hadir sebagai penengah di antara orang tua dan pasanganmu.

Oleh karena itu, ketika menjalin kedekatan dengan keluarga masing-masing pasangan sebaiknya memperkuat juga komitmen hubungan antarpasangan untuk saling bersatu dan percaya.

Ini dapat membantu kamu dan pasangan untuk mengatasi ketika ada konflik rumah tangga yang dipicu oleh masalah keluarga.

2. Membicarakan perkara keuangan dan pengelolaannya

Seperti yang kamu ketahui, menikah itu kamu dan pasangan berikrar untuk hidup bersama seumur hidup dengan berbagi segala hal.

Perkara keuangan ini harus kamu bicarakan dengan pasangan sebelum memutuskan untuk menikah.

Karena tanpa perencanaan keuangan yang matang bisa menjadi penyebab perceraian di masa depan.

Contohnya, suami yang tidak dapat memberi nafkah pada istri, atau istri yang punya penghasilan lebih besar daripada suami rentan bercerai.

Membicarakan perkara keuangan dan pengelolaannya akan memberi gambaran untuk kamu dan pasangan seperti apa karakteristik keduanya, apakah tipe penghemat atau pemboros.

Gambaran ini bisa membantu kamu dan pasangan untuk mencari solusi bersama, seperti perencanaan keuangan yang harus bagaimana untuk dilakukan.

Mengetahui kondisi keuangan dan karakteristik masing-masing pasangan bisa membantu dalam menyusun perencanaan keuangan rumah tangga di masa depan.

Contohnya, siapa yang menabung, berinvestasi, alokasi uang yang masuk dan keluar untuk kebutuhan sehari-hari, hingga pembuatan rekening bersama untuk menghindari pemborosan.

3. Berbagi tugas rumah tangga

Ini tidak kalah pentingnya untuk dibicarakan setelah mengenal keluarga masing-masing pasangan dan perkara keuangan.

Apabila tidak dibicarakan dari awal tentang urusan berbagi peran bisa menjadi pemicu ketegangan dalam pernikahan, terutama kamu dan pasangan sama-sama bekerja.

Walaupun, budaya timur mengatakan istri punya tanggung jawab besar dalam mengurusi persoalan domestik rumah tangga. Tidak berarti juga, suami diam saja untuk urusan ini.

Karena hakikat pernikahan itu berdasarkan asas kerja sama antarpasangan. Jadi, ada baiknya dibicarakan dari awal untuk urusan yang satu ini.

Misalnya, suami dan istri berbagi peran apa dalam rumah tangganya, apakah nanti menggunakan jasa asisten rumah tangga, apakah nanti sudah punya anak dititipkan ke orang tua ketika keduanya sama-sama bekerja.

Apakah istri harus keluar dari pekerjaannya ketika sudah punya anak, dan lain sebagainya. Ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan hambatan yang muncul dalam pernikahan kalian.

4. Ada rencana punya anak dulu atau tidak

Poin keempat ini harus juga dibicarakan oleh kamu dan pasangan. Karena perkara anak memerlukan kesiapan yang besar secara fisik maupun mental.

Apabila kamu dan pasangan sepakat ingin punya anak, maka bicarakan bagaimana cara pengasuhan, jumlah anak, dan jenis pendidikannya.

Apabila kamu dan pasangan sepakat menunda dulu untuk punya anak, maka bicarakan apa alasannya dan berapa lama akan berlangsung.

Hal ini untuk membantu kamu dan pasangan agar terhindar konflik di masa depan, misalnya orang tua atau mertua yang ingin punya cucu.

Baca juga, ini caranya agar kamu tidak depresi saat mantan nikah duluan.

Kesimpulan 4 persiapan harus dibicarakan sebelum menikah dengan pasangan

Berbicara menikah bukan hanya cuma materi atau uang saja, tapi juga kamu dan pasangan harus benar-benar saling mengenal karakter, kondisi, dan kebiasaan pasangan.

Menikah itu artinya, kamu dan pasangan berikrar untuk hidup bersama seumur hidup dengan berbagi segala hal.

Hindari alasan menikah karena usia sudah deadline, usia pacaran sudah lama, lepas dari beban keluarga, atau menerima ajakan nikah dari seseorang yang belum begitu kamu kenal baik.

Apabila niatmu disebabkan alasan di atas dikhawatirkan hubungan pernikahan yang sudah berjalan ternyata jauh berbeda dari harapanmu.

Misalnya, pasanganmu ternyata orangĀ  pemalas, tukang selingkuh, tidak bertanggung jawab, pemboros, hingga krisis keuangan dalam rumah tangga.

Jangan mengejar kehebohan pernikahan sesaat dan berhati-hatilah dalam memilih pasangan hidup itu bukan sekadar pilih pacar.

Bicarakan dengan pasangan sebelum menikah, seperti wajib mengenal keluarga pasangan, perkara keuangan dan pengelolaannya, berbagi tugas rumah tangga, dan rencana punya anak atau tidak.

Semoga poin-poin dari 4 persiapan harus dibicarakan sebelum menikah ini bisa membantu kamu dan pasangan. Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe.

Jangan lupa sharing ke Facebook, Twiiter, Line, WhatsApp, grup-grup WA-mu, dan teman-temanmu supaya banyak belajar dari ilmu-ilmu cinta seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please berikan komentarnya bisa jadi kita punya pengalaman yang sama.

Salam cinta dari kisahcintasejati.com, kak follow ya Instagram @ruang cinta.




Tinggalkan komentar