3 Sikap Hadapi Pertengkaran Secara Dewasa untuk Meminimalisir Konflik

3 sikap hadapi pertengkaran secara dewasa paling utama adalah kamu bisa bersikap dewasa ketika amarah sudah menguasai diri.

Apabila tidak bisa menguasainya akan memunculkan konflik yang baru.

Contohnya sikap tidak ada yang mau mengalah, saling mengumpat satu sama lain, atau malah memilih pergi.

Pertengkaran dalam hubungan cinta itu punya dua sisi, pertama bisa menjadi bumbu untuk mempererat ikatan hubungan makin mesra.

Namun, sisi lainnya bisa membuat salah satu pasangan untuk mengakhiri hubungannya karena terus-menerus terjadi pertengkaran.

Ada 3 sikap hadapi pertengkaran secara dewasa untuk meminimalisir konflik

1. Mintalah maaf dan akui kesalahan

Poin pertama ini merupakan cara ampuh untuk meredakan emosi ketika terjadi pertengkaran dalam hubunganmu.

Meminta maaf bisa kamu lakukan, walaupun kamu bukanlah pihak yang bersalah.

Ya, meminta maaf bukanlah mengenai siapa yang salah atau benar.

Bukan berarti kamu jadi pecundang, ataupun perkara usia yang muda harus minta maaf dulu pada lebih tua.

Meminta maaf menunjukkan kamu punya niat baik dan berjiwa besar untuk mengakhiri konflik yang terjadi.

Perlu diingat, untuk meminta maaf kamu perlu waktu dan kondisi yang tepat.

Pilihlah ketika suasana yang sudah tenang (baca: emosi kamu dan pacarmu sudah stabil).

Karena ketika meminta maaf saat pikiran dan perasaan masih terbawa emosi malah memicu konflik baru.

Selain itu, jangan pernah minta maaf melalui telepon atau pesan teks seperti SMS, WhatsApp, atau Line.

Karena dikhawatirkan pesan yang tersampaikan tidak akan lengkap dan utuh.

Apalagi minta maaf lewat telepon atau pesan teks secara tidak langsung kamu tidak menghargai pasanganmu sebagai pribadi yang utuh.

Karena minta maaf secara langsung atau face to face itu cara cerdas dan elegan.

Perhatikan juga intonasi suaramu jangan terlalu tinggi atau rendah, namun ucapkan dengan lembut.

Baca juga:  Pacar Narsistik Penuh dengan Love Bombing terhadap Hubungannya

Karena cara ini akan menciptakan ketenangan dan kepuasan batin dari diri pasangan (baca: pacarmu akan merasa dihargai oleh kamu).

Penting diperhatikan, hindari pembelaan diri ketika kamu minta maaf karena sama saja kamu menyalahkan pacar atas pertengkaran yang terjadi (baca: kamu tidak mau disalahkan).

Dampaknya malah menciptakan konflik baru dalam hubunganmu. Ingat tujuan meminta maaf untuk menyudahi konflik itu penting kamu pegang.

Baca juga: Kunci hubungan cinta yang sehat mau belajar menghadapi konflik.

2. Ingat, jangan diam seribu bahasa

Kasus yang terjadi usai bertengkar kerapkali dijumpai sikap salah satu pasangan diam seribu bahasa.

Alasannya ingin menenangkan diri usai bertengkar.

Mungkin bagi kamu memilih diam seribu bahasa adalah pilihan terbaik usai bertengkar.

Namun, cara ini malah membuat pacar merasa dihukum oleh kamu.

Ya, pacarmu akan beranggapan kamu mengabaikan dirinya sebagai bentuk hukuman.

Bahkan, pacar akan merasa sebagai pihak yang bersalah atas pertengkaran tersebut.

Cara terbaik yang bisa kamu lakukan usai bertengkar.

Katakan secara langsung agar pacar tidak salah sangka kalau kamu memang ingin menyendiri.

Berikan juga pengertian pada pacar ingin memperbaiki keadaan ini setelah menenangkan diri.

“Sayang, berikan aku waktu sehari untuk menenangkan diriku dulu”.

Jika kamu tidak bisa mengatakan secara langsung atau bertatap muka, maka mengirimkan pesan teks atau menelepon pacar bisa kamu lakukan.

Apalagi kecanggihan teknologi komunikasi saat ini, kamu bisa menggunakan fasilitas voice chat di aplikasi chatting.

Ya, ungkapkan semua harapanmu mengenai hubungan ke depan pada pacar.

Ungkapan ini bisa dikatakan seberapa besar dirimu ingin memperbaiki hubunganmu usai pertengkaran yang terjadi.

Kuncinya jangan diam seribu bahasa dan mintalah maaf merupakan cara tepat untuk mengembalikan keharmonisan hubungan usai bertengkar ini perlu kamu pahami.

Baca juga:  Jangan Pacaran dengan Suami Orang Banyak Ruginya

3. Berikan sentuhan interpersonal

Bentuk sentuhan interpersonal seperti sentuhan lembut atau pelukan hangat.

Sentuhan ini mampu meningkatkan kualitas komunikasi nonverbal, terutama usai bertengkar dengan pacar.

Apalagi efek dari sentuhan ini bisa memberikan rasa empati pada pacar.

Ya, sentuhan ini mampu memberikan kenyamanan, kehangatan, dan ketenteraman jiwa antarpasangan.

Bahwa sentuhan ini bisa menunjukkan kedekatan secara emosional antara kamu dengan pacar jadi lebih intens dalam hubunganmu.

Oleh karena itu, usai bertengkar dan amarah sudah mereda ada baiknya berikan sentuhan lembut pada pacar.

Karena pacar akan merasa aman dan memperoleh dukungan dari kamu, sehingga ia akan merasa bahagia dalam menjalani hubungan ke depan.

Baca juga: Pembelajaran penting yang terkandung dari film Go Back Couple.

Kesimpulan 3 sikap hadapi pertengkaran secara dewasa

Kuncinya menghadapi pertengkaran untuk meminimalisir konflik adalah kamu bisa bersikap dewasa ketika amarah sudah menguasai diri.

Jika tidak akan memunculkan konflik yang baru, seperti tidak ada yang mau mengalah, mengumpat satu sama lain, atau malah memilih pergi.

Sikap minta maaf dan akui kesalahan, jangan diam seribu bahasa, dan berikan sentuhan interpersonal.

Itu cara cerdas menghadapi pertengkaran secara dewasa untuk meminimalisir konflik agar hubunganmu kembali mesra.

Semoga poin-poin dari 3 sikap hadapi pertengkaran ini bisa membantu kamu dan pacar meminimalisir konflik hubungan. Kalau kamu suka artikel ini, silakan share, like, dan subscribe.

Jangan lupa sharing ke Facebook, Twiiter, Line, WhatsApp, grup-grup WA-mu, dan teman-temanmu supaya banyak belajar dari ilmu-ilmu cinta seperti ini.

Kalau kamu punya pengalaman yang sama, please berikan komentarnya bisa jadi kita punya pengalaman yang sama.

Salam cinta dari kisahcintasejati.com, kak follow ya Instagram @ruang cinta.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *