Inikah Emosi Cinta

Wajah tidak pernah berbohong

Wajah tidak pernah berbohong

Wajah tidak pernah berbohong tetapi mulut dapat berbohong melalui kata-kata yang dapat direkayasa tetapi ekspresi wajah dan bahasa tubuh tidak dapat dimanipulasi, kondisi asli manusia adalah berkata jujur karena kalau kita jujur tidak terlalu banyak untuk mengeluarkan tenaga buat mengingat sesuatu hal.

Apabila orang berbohong akan menciptakan ketidakharmonisan antara kondisi psikis dan fisik sehingga bisa tampak antara lain dari gestur dan ekspresi wajah, misalnya saat orang sedang berbohong pasti akan berpikir keras merekayasa sebuah cerita.

Proses ini berpengaruh terhadap aliran darah ke otaknya untuk memenuhi kebutuhan energi sehingga aliran darah ke otak ini akan menyebabkan suhu di lehernya akan meningkat secara tidak sadar, orang tersebut akan memegang bagian leher atau kepalanya.

Wajah tidak pernah berbohong apabila sang kekasih berbohong akan menciptakan ketidakharmonisan antara psikis dan fisik tercermin dari gestur dan ekspresi wajahnya

Ketika berbohong seseorang secara otomatis akan menjadi lebih waspada terhadap kondisi di sekitarnya yang dianggapnya sebagai ancaman, kewaspadaan ini dapat dilihat dari pupil mata yang membesar dan bahasa tubuh yang paling banyak memberikan informasi adalah ekspresi wajah.

Baca juga:  Pacaran Lama Tidak Menjamin Kamu Akan Menikah

Dalam psikologi ada dua jenis, yaitu: ekspresi makro seperti tersenyum, terkejut, sedih, malu, marah dan sejenisnya, sedangkan ekspresi mikro yang biasanya tidak disadari terjadi dalam beberapa detik dan sulit diamati seperti gerakan sudut mata pada orang yang tersenyum tidak tulus.

Kedua jenis ekspresi ini terkadang bisa selaras terkadang tidak, sebab apabila seseorang berbohong dan cemas mungkin saja menunjukkan ekspresi makro seperti tenang dan tersenyum tetapi ekspresi mikro biasanya tidak bisa dimanipulasi karena ekspresi ini melibatkan otot-otot wajah yang cenderung tidak bisa dikendalikan secara sadar oleh manusia.

Berbeda sekali dengan ekspresi makro yang melibatkan otot-otot wajah yang relatif bisa dikendalikan atau mudah dimanipulasi karena saat seseorang cemas dengan mudah menarik otot bibir ke kiri dan ke kanan menciptakan ekspresi tersenyum itu bisa dilakukan oleh siapa saja.

Baca juga:  Tujuh Tanda Ini Kamu harus Segera Move On dari Mantan

Bahasa tubuh lainnya yang tidak disadari saat berbohong adalah gerakan tangan mengusap hidung atau menutupi wajah, saat seseorang berbohong merasa tidak nyaman berbicara dan secara psikis ingin menjauh dari orang yang mengajaknya bicara.

Sehingga orang itu dalam benaknya membangun sebuah tembok imajiner, walaupun hanya berupa sebuah usapan hidung atau menutupi wajahnya yang secara sadar dilakukan. Kenyamanan saat berbohong pada umumnya bisa terlihat dari bahasa tubuhnya seperti caranya mengalihkan perhatian seperti seolah-olah sibuk dengan ponselnya dengan memencet-mencet tombol walaupun tidak sedang menulis.

Bahasa tubuh lainnya adalah kontak mata, ketika seseorang berbohong apabila ditanyai dan wajahnya tidak mengarah kepada yang pemberi tanya tetapi ke arah lain seperti menghindari kontak mata karena adanya kesenjangan verbal dan nonverbal.

Bentuk lainnya menutupi kebohongan adalah reaksi formasi, ketika seseorang berbohong akan menutup-tutupi sesuatu yang ekstrem dengan cara berseberangan, contohnya orang itu sifat aslinya tidak ramah dan tidak bersahabat lalu menutupi dengan cara bersikap sangat ramah dan bersahabat.

Baca juga:  Sebaiknya Kamu Tanyakan Dulu Ketika Pacar Minta Break

Perlu diketahui apabila seseorang berbohong harus diperhatikan pula faktor kata-kata verbal, gestur, ekspresi wajah dan konteks situasinya untuk melihat, apakah seseorang itu berbohong atau tidak, baca juga menghadapi pasangan tukang bohong beberkan fakta.

Kesimpulan wajah tidak pernah berbohong:

Mulut memang bisa berbohong melalui kata-kata yang dapat direkayasa tetapi ekspresi wajah dan bahasa tubuh tidak dapat dimanipulasi karena ketika kita berbohong akan menciptakan ketidakharmonisan antara kondisi psikis dan fisik terlihat dari gestur dan ekspresi wajah yang berbeda seperti menghindari kontak mata, memegang bagian hidungnya, lehernya atau kepalanya.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca wajah tidak pernah berbohong, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

2 Comments

  1. waahhhh ……….. betul min …. tapi sayang nya klo udah ketutup cinta , logika kita sudah tdk bisa mengenali apakah pasangan kita sedang tdk berbohong ato kah berbohong pada kita …

    1. memang betul sekali sista tetapi usahakan jangan sampai kita melupakan namanya logika olah pikir dan logika olah rasa yang kita memiliki agar tidak tertipu dengan pesonanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge