Inikah Emosi Cinta

Tandanya gagal move on masih suka curhat ke mantan

Tandanya gagal move on masih suka curhat ke mantan

Tandanya gagal move on masih suka curhat ke mantan bisa menimbulkan kekacauan pola pikiran dan kecemasan di dalam hati terutama bagi kita yang sudah memiliki seorang pacar, walaupun itu hanya sekedar bertukar kabar, apakah itu melalui telepon, aplikasi chat ataupun media sosial.

Kenapa bisa menimbulkan kekacauan pola pikiran dan kecemasan di dalam hati? masalahnya mantan adalah orang yang pernah dekat dengan kita bahkan pernah nyaman bersamanya, apalagi dulu bisa dikatakan mantan pernah menjadi tempat untuk menampung segala macam curhat yang kita miliki.

Memang tidak bisa dipungkiri suasana sehabis putus bisa membuat kita rentan cemas, galau bahkan frustrasi. Apalagi dulunya kita sering curhat masalah apapun sama pacar yang saat ini sudah berstatus mantan akibat kebiasaan tersebut tidak bisa kita tinggalkan, akhirnya kita memilih jalan bagaimana caranya untuk bisa menghubungi mantan lagi lewat aplikasi chat atau media sosial itulah yang membuat kita jadi gagal move on.

Tandanya gagal move on masih suka curhat ke mantan bisa menimbulkan kekacauan pola pikiran dan kecemasan di dalam hati akhirnya bisa terjebak dengan kondisi yang kita ciptakan sendiri

Alasan kenapa masih curhat sama mantan disebabkan mantan sudah paham sekali atau sudah tahu betul semua masalah yang kita miliki, masalah yang sering dijumpai saat punya masalah yang rumit dengan teman pergaulan, masalah percintaan, masalah dengan studinya (sekolah atau kuliah) atau masalah dengan tuntutan pekerjaannya.

Kata lainnya kita curhat sama mantan dikarenakan dirinya sudah mengerti semua sifat dan rahasia yang kita miliki, jadi tidak perlu diceritakan lagi dari awal bisa dengan gampang buat mendengarkan curhatan kita bahkan bisa memberikan solusi atas masalah yang kita miliki karena mantan sudah tahu semuanya mengenai diri kita.

Baca juga:  Menafsir Arti Mimpi Diputusin Pacar yang Masih Misteri

Alasan lainnya seseorang masih curhat sama mantannya karena masih nyaman sama dirinya, dalam benaknya masih memiliki pemikiran bahwa mantan tidak harus jadi musuh bisa jadi teman ataupun sahabatan, tak heran ketika curhat sama mantan tidak jadi beban pikiran atau bisa bebas untuk curhat karena mantan sudah menjadi seorang teman atau sahabat kita.

Namun jangan salah alasan curhat masih menganggap mantannya sebagai seorang teman ataupun sahabat mengandung arti di belakangnya, 100 persen modus. Ada maksudnya kita mendekati mantan sering dijumpai untuk mengajaknya balikan lagi melalui media curhat, walaupun pada awalnya ditanggapi cuek oleh mantan tetapi lama-lama mantan jadi care bahkan mantan sendiri ingin tahu kehidupan cinta yang kita miliki.

Tingkatan seseorang seberapa sering curhat sama mantannya bisa menentukan seberapa jauh tingkatan dirinya untuk gagal move on tercermin dari siapakah pertama kali orang yang dikabari ketika dirinya menerima kabar baik ataupun kabar buruk, apakah langsung ke orang-orang terdekat seperti keluarga, sahabat atau pacar kita, ataukah langsung ke mantan.

Tingkatan curhat langsung dikabari ke orang-orang terdekat.
Bisa dikatakan sudah lebih terbuka pikiran dan hati kita terhadap orang lain, terlihat dari sikap kita yang sudah bisa melupakan mantan dan sudah bisa mencari atau memiliki teman curhat sendiri yang bisa membuat kita jadi bebas untuk curhat (merasa nyaman untuk curhat), pada tingkatan ini usaha kita untuk move on sudah terlihat sangat jelas.

Apalagi curhat sama orang-orang terdekat yang menyayangi dan mencintai kita tidak hanya mendapatkan solusi terbaik tetapi juga mereka selalu mau mendengarkan apa ceritanya kita, efeknya bisa mempererat tali ikatannya dan bisa menambah banyak wawasan baru yang kita dapatkan dari orang-orang terdekat yang ada di sekitar kita.

Baca juga:  Gaya pacaran berpengaruh terhadap kelanggengan hubungan

Tingkatan curhat langsung dikabari ke mantan.
Bisa dikatakan masih belum bisa terbuka pikiran dan hati kita terhadap orang lain, terlihat dari sikap kita yang masih sering teringat dan masih suka mencari mantan apapun kondisi yang kita miliki bahkan kita lupa dirinya saat ini sudah berstatus mantan dan tidak memiliki ikatan hubungan lagi dengan kita (sudah putus).

Kalau kita tidak bisa bersikap tegas terhadap pikiran dan hati kita masih terlintas di benaknya kita langsung diingatnya adalah mantan, apakah itu kita lagi senang, sedih, bahagia, ataupun galau. Lama-lama kalau diteruskan kita bisa gagal move on semakin lama semakin terpuruk kualitas hidup kita, akhirnya bisa membuat seseorang yang mau mendekati kita jadi malas atau ilfil sama kita.

Akibatnya terlalu sering curhat sama mantan tidak hanya membuat gagal move on tetapi juga bisa merusak hubungan kita bersama pacar karena dalam benaknya pacar, sikap egois kita yang lebih memilih curhat sama mantan dibandingkan sama pacar sendiri.

Istilahnya kita masih intens berinteraksi dengan tidak memberikan jarak yang jelas dan tegas antara kita dengan mantan secara tidak langsung menunjukkan sikap kita yang tidak mau menghargai dan menerima pacar sebagai pribadi yang utuh.

Sikap kita masih curhat sama mantan menunjukkan tidak mau keluar dari zona nyaman, akhirnya kita jadi terjebak dalam nostalgia yang kita ciptakan sendiri, contohnya masih peduli dengan chat berjam-jam lamanya bersama mantan, minta ditemani sama mantan ketika mau belanja baju atau sejenisnya, atau ada masalah ingin berbaginya bersama mantan bukan yang lain.

Baca juga:  Pacaran Lama Tidak Menjamin Kamu Akan Menikah

Risikonya masih suka curhat sama mantan bisa melumpuhkan kejernihan logika berpikir dan ketajaman mata hati yang kita memiliki, tanpa sadar kita melupakan posisi mantan yang sudah memiliki seorang pacar dan posisi kita sendiri yang sudah memiliki pacar karena alasannya kita merasa nyaman bersama dirinya menandakan kita egois hanya memikirkan kebahagiaan diri sendiri tidak mau peduli dengan kebahagiaan pacar.

Kita jadi lupa apa alasannya dulu mantan memutuskan kita, kalau dulunya dia tiba-tiba minta putus yang alasannya tidak ada kecocokan atau beda prinsip tetapi kenyataannya dia berselingkuh di belakangnya kita bisa jadi posisinya kita saat ini jadi selingkuhannya. Walaupun mantan pernah membuat kita merasa nyaman tetapi mantan adalah masa lalu yang sudah pasti jadi kenangan tidak perlu dikenang kembali.

Kesimpulan tandanya gagal move on masih suka curhat ke mantan:

Masih suka curhat sama mantan bisa menimbulkan kekacauan pola pikiran dan kecemasan di dalam hati tanpa sadar kita menganggap mantan sebagai tempat untuk menampung segala macam curhat yang kita miliki, alasan memilih curhat sama mantan disebabkan mantan sudah paham betul semua sifat dan rahasia yang kita miliki.

Apalagi kita masih memiliki pemikiran bahwa mantan tidak harus jadi musuh tetapi dijadikan seorang teman atau sahabat agar bisa bebas menghubungi mantan kapan saja untuk curhat, lama-lama kita jadi terjebak dengan kondisi yang kita ciptakan sendiri, yaitu gagal move on.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca tandanya gagal move on masih suka curhat ke mantan, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL MENARIK LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Gravityscan Badge