Inikah Emosi Cinta

solusi mengatasi depresi remaja

solusi mengatasi depresi remaja

Masalah depresi tidak bisa dianggap kecil atau mengampangkannya apalagi usia depresi sekarang ini semakin muda ditambah lagi dengan adanya perkembangan zaman semakin modern membuat seorang remaja terpapar dengan segala macam informasi yang diterimanya secara bertubi-tubi tanpa di saring atau di filter terlebih dulu.

Bahkan ada sebagian orang tua memiliki tuntutan yang lebih tinggi kepada anak remajanya, misalnya dalam hal akademik harus ranking 3 besar atau acara lomba bakat anaknya dipaksa harus masuk 5 besar maka yang terjadi anak remaja ini menjadi tertekan cenderung berisiko lebih depresi, tak heran si remaja ini sulit mengekspresikan rasa sedihnya, menyembunyikan masalahnya dan seiring dengan berjalannya waktu makin banyak stimulus yang didapat oleh anak remaja ini.

Dikhawatirkan si remaja ini menyimpan sendiri masalah yang dirasakannya dan tidak sanggup lagi menghadapinya bisa nekat melakukan tindakan tragis dengan melakukan aksi bunuh diri. Lalu bagaimana mendeteksinya atau faktor penyebabnya sebelum hal tersebut terjadi, apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua atau kakak-kakaknya untuk menyelamatkan si remaja ini dari depresi berujung pada tindakan yang impulsif.

Perhatikan semua faktor penyebabnya sebagai solusi mengatasi depresi remaja untuk menghindari depresi yang berujung tindakan impulsif dalam mendeteksinya

Masalah depresi pada remaja berbagai macam faktor penyebabnya bisa karena masalah di sekolahnya, orang tuanya sering bertengkar, masalah perceraian orang tuanya, sering menonton acara tv atau kartun yang mengandung unsur kekerasan, bacaaan favoritnya ada yang mengandung unsur pemikiran yang ekstrem, ditolak cintanya oleh seseorang yang dia sukai, sering diejek karena faktor ekonomi dan lain-lain.

Baca juga:  Yuk Intip Cara Move On Ala 3 Selebriti Papan Atas

Perlu diingat bunuh diri merupakan masalah yang kompleks tidak hanya disebabkan oleh suatu pemicu yang tunggal dan depresi sangat berperan besar untuk mendorong seorang remaja untuk melakukan tindakan bunuh diri ataupun melakukan tindakan nekat yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain, kunci pemicunya bisa jadi si remaja ini memiliki perasaan terabaikan atau merasa tidak disayang oleh keluarganya ataupun bisa juga si remaja memang tidak mendapatkan perhatian dari keluarganya.

Maksudnya si remaja ini memiliki perasaan terabaikan atau merasa tidak disayang oleh keluarganya seperti orang tuanya membeda-bedakan bahwa kakaknya lebih hebat, lebih pintar dan lebih dipuji dibandingkan adiknya sehingga adiknya merasa diabaikan dan minder atau bahasa yang sering kita kenal adalah orang tuanya pilih kasih.

Sedangkan si remaja memang tidak mendapatkan perhatian dari keluarganya seperti orang tuanya sibuk dengan pekerjaannya dari pagi hingga malam hari dengan segala macam aktifitas sehingga tidak ada waktu buat anak-anaknya dan mencukupi segala macam kebutuhan materi anaknya sehingga anaknya merasa kosong jiwanya lalu mencari keluar untuk mendapatkan perhatian orang tuanya dengan melakukan tindakan nekat yang dapat membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain, misalnya narkoba hingga kebut-kebutan.

Baca juga:  Empat Cara Cerdas Mengontrol Emosi Ketika Marah dengan Pasangan

Remaja membutuhkan hubungan dua arah untuk terikat secara batin dengan orang tuanya sebagai solusi mengatasi depresi remaja yang sedang mengalami masa pubertas

Pada masa remaja, orang tua harus ikut terlibat aktif dalam tumbuh kembang anak remajanya seperti ikut bermain, ikut belajar, makan di luar, menonton bioskop atau televisi bersama-sama hingga mengobrol apapun dengan anak remajanya karena usia remaja sedang mengalami masa pubertas tidak hanya butuh namanya kebutuhan materi tapi juga kebutuhan psikisnya seperti komunikasi yang baik antara orang tua dengan anak, pelukan hangat orang tuanya, pemberian pendidikan agama dan budi pekerti, dongeng mengenai kebaikan dan keburukan hingga belajar saling berbagi.

Pada dasarnya anak remaja membutuhkan hubungan dua arah dan terikat secara batin dengan orang tuanya, kehadiran orang tua harus bisa dirasakan oleh anak remajanya tidak hanya secara kasat mata atau fisik tetapi juga secara psikis sehingga orang tua bisa lebih peka dalam mengenali perubahan apa saja yang terjadi pada anak remajanya.

Satu aturan sederhana buat solusi mengatasi depresi remaja adalah buatlah si remaja nyaman dengan kehadiran orang tuanya dan hindari bertanya layaknya diinterogasi

Cara mendeteksinya yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menyelamatkan anak remajanya dari depresi biasanya tiba-tiba menjadi pemurung, pandangan sering terlihat kosong, tidak fokus ketika diajak berbicara, suka berdiam diri di dalam kamarnya, tidak pernah lagi bergaul dengan teman-temannya, tidak lagi bersemangat dalam menjalani kesukaannya atau hobinya.

Baca juga:  Empat Cara agar bisa Mendambakan Kesempurnaan Cinta

Bila itu terjadi apa langkah yang harus dilakukan oleh orang tua untuk menyelamatkan anaknya dari depresi, ada satu aturan sederhana adalah buatlah anak remaja nyaman dengan kehadiran orang tuanya untuk berada di sisinya tanpa mengganggu aktifitasnya dan jangan bertanya seperti layaknya diinterogasi itu bisa membuat si remaja tutup mulut tapi bertanyalah dengan santai, misalnya tanya kabarnya atau sedang apa. Intinya buat suasana menjadi cair, bila keadaan sudah cair orang tua bisa bertanya apa yang dirasakan anak remajanya.

Kesimpulannya solusi mengatasi depresi remaja adalah usia depresi sekarang ini semakin muda apabila si remaja menyimpan sendiri masalah yang dirasakannya dan tidak sanggup lagi menghadapinya berpotensi nekat melakukan aksi bunuh diri, remaja tidak hanya membutuhkan ikatan secara fisik tapi juga ikatan secara psikis dengan orang tuanya.

Misalnya orang tuanya melibatkan diri untuk masuk ke dalam dunia anak remajanya seperti apa minatnya, bacaannya, film yang ditonton, permainan yang dimainkan, musik yang disukai, teman-temannya hingga seseorang yang disukainya. Dari sana orang tua bisa ngobrol banyak dan bertukar pikiran dengan anak remajanya bahkan memaparkan sisi positif maupun negatifnya.

Terima kasih kawan sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca artikel solusi mengatasi depresi remaja, bagaimana lovers ada komentar lain?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge