Cerita Pendek Cinta

Sebuah pesan dalam botol hati

Sebuah pesan dalam botol hati

20 tahun kutinggalkan tanah kelahiran dimana tempatku menyimpan kisah masa kecilku. aku rindu akan suara desir pantai yang selalu berbisik di telingaku agar aku menemaninya bermain-main dengan ombak yang terasa lembut di pagi hari yang menghangatkan hati di kala sepi.

kubuka lagi lembaran hati yang telah lusuh yang telah lama tertimbun dalam lubuk hati paling terdalam dimana pernah terucap sebuah janji suci akan kesetiaan dalam sebuah penantian dan aku terbang terlalu jauh menuju masa depan yang telah merubah hidupku.

sejak pertama kali aku menginjakkan kaki di pulau seberang dengan hanya berbekal sepasang mata dan niat baik untuk merubah masa depanku yang penuh dengan coretan dari masa lalu lalu kucoreti lagi dengan yang baru.

disini aku dari sekian banyak diantara hewan-hewan yang dibuat ketakutan oleh para pemburu dengan senapan berpeluru karet atau bom waktu yang ada menempel dipunggungku yang siap meledak.

Baca juga:  Apakah Ini Cinta atau Bukan untuk Mengetahui Perasaan Sendiri?

aku hanya bersandar dengan bayang-bayang masa lalu dan niatku yang membuatku bertahan hingga saat ini. aku selalu yakin dan berharap mendapatkan mimpi dan tanda dari langit menjadi kenyataan.

kadang kelelahan terbesarku datang kemana aku harus mendaki dari semua puncak gunung kumandang mencari-cari tak kudapati dimana-mana. hatiku selalu mendorong diriku datang pada orang-orang yang membutuhkan tenagaku tapi aku hanyalah orang luar yang menjadi bahan cemooh bagi mereka.

setiap hari setiap waktu tidak apalah aku disiram air panas dan mencambukku berulang kali bahkan tak jarang jasaku dipakai untuk pemuas keegoisan mereka namun mereka yang berhati membalut semua lukaku dengan semangat dan ketulusan.

Baca juga:  Empat Cara agar bisa Mendambakan Kesempurnaan Cinta

sista n boy sekarang sedang membaca artikel cinta sejati dipersembahkan untuk pribadi-pribadi yang penuh dengan cinta.

aku merindukan sekali tanah kelahiranku yang tersembunyi di lautan paling dalam kepada angin, laut, burung-burung dan layar perahuku agar terus menerus mencari inilah tebusan yang harus aku dapatkan untuk masa depanku.

mungkin bahasaku memang miskin, tidak teratur, compang camping, tidak enak didengar bahkan dengan senang hati aku menerima hinaan-hinaan. apakah ini kutukanku yang memandang pulau seberang dengan murni tanpa noda.

semua hal itu telah merubah mataku bahkan ketika aku beranjak mulai naik keatas mereka masih mengganggapku hina. sungguh mereka yang menghina adalah orang-orang yang telah mengisi mulut mereka dengan perkataan mulia.

tapi aku percaya bahwa hati mereka sudah cukup mulia. dari hari ke hari aku terlatih memecahkan masalah yang hendak mereka mencuci tangan mereka.

Baca juga:  Empat Cara agar bisa Mendambakan Kesempurnaan Cinta

aku sangat mencintai kebebasan dan udara serta hujan membuat tanah menjadi segar. aku lebih menyukai tidur di atas tumpukan jerami atau alas kesederhanaan daripada diatas nilai-nilai kehormatan yang mereka ciptakan sendiri.

terlalu sering aku menerima pikiran buruk mereka dan membuat nafasku tertahan menerima itu semua kadang aku tidak kuat menerima itu semua tapi ada tempat aku dapat berteduh dari itu semua, tempat yang indah dan menyejukkan hati ini dengan bersandar kepadaNYA.

Dear sista n boy, terima kasih telah meluangkan waktu sejenak untuk berkunjung dan membaca mutiara cinta sejati, bagaimana menurut sista n boy setelah membaca artikel ini? Jadi kabari saya, Terima kasih.




ARTIKEL LAINNYA

2 Comments

  1. Semua harus penuh usaha kadang jauh dari org2 yg disayang emang berat, tapi semua harus dijalani dengan penuh keyakinan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge