Inikah Emosi Cinta

Saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata

Saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata

Apa benar saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata kepada dirimu? putus cinta bisa membuatmu kembali mengingat semua pengalaman yang paling berkesan bersama mantan. Misalnya, ada rasa sakit di dada saat membayangkannya. Wajar hal itu terjadi, saat kamu berada di dalam hubungan cinta akan memberikan sumbangasih melalui cara kamu melihat diri sendiri.

Bingung? perhatikan momen saat pacaran bersama mantan dulu. Bagaimana rasanya saat kamu jadian, mulai pacaran bersama mantan. Kamu merasa senang dan bangga, ada orang yang tertarik dengan kamu. Kamu merasa berharga, ada orang yang memperhatikan dan sayang kepada kamu. Bahkan kamu merasa lebih percaya diri sudah berstatus memiliki pacar di antara teman-temanmu yang masih single.

Saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata bisa membuat hidupmu berantakan karena kembali mengingat semua pengalaman paling terkesan bersama mantan dulu, ada yang merana dalam jangka waktu yang lama, ada pula yang cepat bangkit itu semua tergantung dari tipe kepribadian kamu dalam menyikapi putus cinta seperti hal jatuh cinta

Momen tersebut bisa membuat kamu jadi lebih menghargai diri sendiri. Namun saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata kepada dirimu. Semua hal yang kamu rasakan tiba-tiba menghilang, efeknya ada yang merana dalam jangka waktu yang lama. Ada pula yang cepat bangkit itu semua tergantung dari tipe kepribadian kamu.

Jika kamu cepat bangkit dari putus cinta, artinya dirimu masih menghargai diri sendiri tanpa kehadirannya. Kamu masih bisa menjalani kehidupan. Bukan berarti kamu terburu-buru mencari pacar baru tetapi memberikan waktu kepada diri sendiri untuk menenangkan pikiran dan hati (intropeksi diri).

Baca juga:  Pacaran Lama itu Artinya Kamu Cuma Buang-buang Waktu

Jika kamu merana dalam jangka waktu yang lama, artinya dirimu terlalu menggantungkan kebahagiaanmu kepada mantan. Kamu cenderung lebih emosional dan terobsesi, bagaimana caranya mendapatkan kembali mantan ke dalam pelukanmu. Walaupun mantan sudah memiliki pacar, kamu tidak segan-segan merusak hubungannya agar cepat putus.

Saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata kepada dirimu akan memunculkan perilaku negatif, mulai dari stalking media sosialnya, aktivitas kesehariannya, sampai hubungan cintanya. Kamu yang memiliki gaya hubungan cenderung mengikatkan harga dirinya dengan hubungan yang pernah dijalaninya dulu, kamu akan rentan terobsesi dengan mantan.

Perilaku yang biasa kamu tampilkan dalam hubungan cinta akan memengaruhi cara kamu dalam menjalin hubungan cinta, mulai dari menjaga kelanggengan hubungannya sampai cara kamu menghadapi putus cinta. Gaya hubungan cintamu bersama mantan bisa menentukan cara yang tepat untuk mengatasi rasa sakit pascaputus. Apakah kamu memiliki gaya secure, gaya fearful, gaya preoccupied atau gaya dismissing.

Gaya secure cenderung jujur dan terbuka apa yang kamu rasakan atau pikirkan untuk disampaikan kepada pacarmu di dalam hubungannya, kamu memiliki pandangan yang positif terhadap dirimu maupun pacarmu. Kamu bisa tampil mandiri tanpa banyak bergantung dengan pacarmu tetapi masih tetap menyayangi pacarmu. Saat putus cinta evaluasi kembali hubungannya ketika nanti menjalin hubungan yang baru dengan orang lain.

Gaya fearful cenderung ingin membina hubungan emosional yang dekat dengan pacarmu, tetapi di satu sisi kamu takut disakiti dan takut ditinggalkan. Kamu terjebak dalam hubungan yang penuh dengan drama ciptaanmu sendiri. Tercermin dari perilakumu yang siap antarjemput pacarmu, atau berusaha keras menuruti segala kemauannya untuk menyenangkan hatinya agar tetap bersamamu.

Baca juga:  Penyebab Pacaran 6 Tahun Ditinggal Nikah Sang Kekasih

Efek gaya hubungan ini sangat rentan terhadap kekerasan, baik itu secara fisik, psikis dan verbal. Misalnya memukul, menampar, mengajak hubungan badan di luar nikah, sering merendahkan dan menghina dirimu. Saat putus cinta evaluasi kembali drimu dengan berlatih menyayangi dan menghargai diri sendiri. Kamu tidak perlu mengikuti kemauannya yang berlebihan hanya untuk disayangi pacar.

Gaya preoccupied cenderung merasa kurang dan membutuhkan pacar untuk mengisi kekurangan tersebut. Kamu berpacaran bukan benar-benar cinta tetapi hanya membuatmu merasa aman. Istilahnya kamu berpacaran hanya ingin memiliki status “bukan jomblo”, tak heran ketika pacar tidak menghubungi kamu karena ada kesibukan. kamu langsung merasa tidak aman, bahkan perilakumu penuh prasangka buruk.

efek gaya hubungan ini ada kecenderungan terobsesi kepada pacar. Saat putus cinta, tak heran kamu lebih depresi secara mendalam. Ada baiknya kamu berlatih untuk merasa nyaman dan belajar jujur kepada diri sendiri. Istilahnya kenali dan ungkapkan kebutuhan emosionalmu sendiri tanpa menggantungkan kepada pacar.

Gaya dismissing cenderung mengandalkan diri sendiri dan kurang percaya dengan pacar, bagimu memiliki hubungan yang terlalu emosional atau memperlihatkan perasaan kepada pacar tidak terlalu penting dalam hidupmu. Saat kondisi tertekan atau ada masalah, kamu cenderung lari dari masalah bisa membuat pacar ilfil dan memilih putus dari kamu.

Ada baiknya kamu melatih diri untuk melakukan komunikasi secara asertif. Istilahnya kamu bisa mengungkapkan pikiran maupun perasaanmu secara jujur dan terbuka kepada pacarmu tanpa membuatnya tersinggung. Komunikasi asertif bisa membuat kamu tegas dalam berpendapat tanpa harus malu, takut, atau perasaan tidak enak dengan pacar.

Baca juga:  Kenali 4 Tanda Kamu Sudah Siap untuk Jatuh Cinta Lagi

Efek saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata, mengobatinya kamu mau berlatih agar proses move on berjalan lancar. Misalnya menyadari dan memahami betul siapakah dirimu. Apakah kamu masih bisa menyayangi dan menghargai dirimu sendiri saat putus cinta. Kamu berlatih menerima diri sendiri agar tidak terjebak mencari-cari kesalahan mantan.

Apakah kamu belajar memecahkan masalah emosional yang ada dalam diri, belajar memecahkan masalah dengan win-win solution, dan belajar melatih komunikasi secara asertif. Proses belajar tersebut bisa membuat kamu mengungkapkan isi pikiran dan perasaan tanpa menyakiti seseorang saat memiliki hubungan cinta yang baru.

Kesimpulan saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata:

Putus cinta akan kembali mengingat semua pengalaman yang paling berkesan bersama mantan. Semua momen tersebut bisa membuat kamu lebih menghargai diri sendiri. Namun, saat putus semuanya menghilang begitu saja. Ada yang merana dalam jangka waktu yang lama, ada pula yang cepat bangkit itu semua tergantung dari tipe kepribadian kamu.

Saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata kepada dirimu, tetapi kamu bisa berlatih menghadapinya supaya proses move on berjalan lancar. Misalnya kamu belajar memahami dirimu, menyayangi dan menghargai dirimu, menerima diri sendiri, memecahkan masalah, sampai berkomunikasi secara asertif.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca saat putus cinta akan merasakan sakit hati yang nyata, silakan bagikan agar bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge