Kenali Pola Cinta

Ruginya tabungan bersama untuk menikah

Ruginya tabungan bersama untuk menikah

Ruginya tabungan bersama untuk menikah bisa saling merugikan apabila tidak ada kesepakatan mengenai tujuan untuk membuka tabungan bersama tidak tercapai atau tidak adanya persetujuan dari salah satu pihak keluarga pasangan sehingga rencana-rencana yang sudah disusun dan disiapkan sejak masa pacaran bisa berakhir sia-sia ketika tidak berlanjut ke jenjang pernikahan.

Tidak ada kesepakatan mengenai tujuan membuka tabungan bersama tidak tercapai biasanya ada pasangan sulit membicarakan keuangan seperti besarnya penghasilan hingga jumlah pengeluaran yang dikeluarkan, kesulitan dalam membahas detailnya besaran dana yang akan ditabung, perbedaan pandangan mengenai modal biaya resepsi pernikahan atau keinginan ingin memiliki rumah sendiri.

Termasuk tidak menemukan titik temu mengenai tabungan atas nama siapa hingga buku tabungan dan kartu ATM siapa yang pegang, perbedaan-perbedaan tersebut bisa membuat berhentinya komunikasi tentang finasial menjadi tidak lancar bisa membuat masing-masing pasangan menjadi tidak saling percaya satu sama lainnya.

Lalu tidak adanya persetujuan dari salah satu pihak keluarga pasangan biasanya bisa terjadi bila salah satu orang tua kekasihnya tidak merestui hubungan keduanya walaupun kita sudah mengenal akrab dan baik dengan keluarga besarnya maupun dia sudah mengenal akrab dan baik dengan keluarga besar kita.

Baca juga:  Pentingnya Perjanjian Pranikah sebagai Bentuk Perlindungan

Orang tua kekasih tidak menyetujui biasanya ada beberapa aspek pertimbangan untuk mendesak anaknya segera memutuskan hubungan dari pasangannya, salah satunya orang tuanya sangat pemilih atau memiliki aturan yang ketat mengenai pilihan pasangan hidup untuk anaknya.

Semua hasil kerja keras tiap bulannya bersama pasangan merencanakan dengan menabung apalagi jumlah yang ditabung dirinya dengan pasangan dalam kurun waktu beberapa tahun dikumpulkan cukup besar, misalnya ratusan juta rupiah tetapi tidak ada pencatatan yang dilakukan secara manual oleh masing-masing pasangan bisa membuat masalah besar di belakangnya.

Masalah besarnya mencakup tidak mengetahui secara jelas jumlah tabungan yang disetor oleh masing-masing pasangan terutama mengenai catatan uang yang masuk dan keluar apalagi ketika menjalin hubungan tersebut ada beberapa barang yang dicicil, misalnya ingin memiliki kendaran atau rumah sendiri.

Baca juga:  Pacaran Lama itu Artinya Kamu Cuma Buang-buang Waktu

Masalah besar lainnya bisa mempengaruhi sudut pandangan di antara pasangan karena keduanya telah mengetahui secara jelas bagaimana kondisi keuangan dari masing-masing pasangan terutama bagi pasangan yang belum memiliki pekerjaan atau penghasilan yang tetap.

Apalagi keluarga besar sampai mengetahui masalah ini bisa mempengaruhi hubungan dengan keluarga besar pasangan juga ikut sampai terbawa, misalnya keluarga salah satu pasangan menuntut dibawa ke ranah hukum atas pembagian jumlah tabungan bersama tersebut atau sejumlah barang yang dicicil.

Bagi pasangan yang memiliki tabungan bersama ketika hubungannya tidak berlanjut ke jenjang pernikahan biasanya yang terjadi adalah komunikasi terputus karena tidak enak hati atau menghindar tidak ingin berkomunikasi lagi sehingga pembicaraan mengenai pembagian tabungan bersama menjadi tidak jelas bisa menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Jadi kedua pihak harus bersedia duduk bersama dan berbesar hati untuk membicarakan pembagian tabungan bersama tersebut termasuk hal-hal yang terjadi di dalamnya sesuai dengan kesepakatan yang disepakati diawalnya, ada baiknya tabungan bersama di print dulu lalu dicocokkan dan menghitung bersama-sama, usahakan masing-masing pasangan memiliki catatan tersendiri yang detail dan jelas, baca juga segi positifnya tabungan bersama sebelum menikah.

Baca juga:  Sebaiknya Kamu Tanyakan Dulu Ketika Pacar Minta Break

Kesimpulannya: ruginya tabungan bersama untuk menikah bisa terjadi apabila tidak ada kesepakatan mengenai tujuannya di antara pasangan tidak tercapai atau tidak direstui hubungannya oleh salah satu orang tua pasangan disebabkan ada beberapa aspek pertimbangan untuk mendesak anaknya segera memutuskan hubungannya,

Ada baiknya bila belum ada persetujuan dari kedua keluarga besar pasangan jangan memutuskan untuk membuat tabungan bersama dan pisahkan mana kebutuhan pribadi dengan kebutuhan pranikah termasuk pisahkan mana hak milik pribadi dengan hak milik pasangan termasuk juga hak milik keluarga jangan disatukan.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca ruginya tabungan bersama untuk menikah, jangan lupa membookmark atau bagikan artikel ini ke teman-temanmu, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sobat ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge