Kenali Pola Cinta

Kisah romantisnya cinta menikah part 1

kisah romantisnya cinta menikah part 1

Kisah romantisnya cinta menikah part 1 akan membahas secara mendetail menikah dari segi komitmen, tujuan, manfaat dan keuntungan dari menikah. Makna dan tujuan dari nikah itu sendiri, yaitu memelihara dan menjaga ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan sebagai suami istri untuk membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dengan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Makna dan tujuan pernikahan di sini untuk membentuk keluarga atau rumah tangga, “tangga” yang dimaksud di sini bukan tangga berupa benda untuk naik ke atas melainkan tangga maknawi, yaitu suatu tangga untuk mencapai kebahagiaan dengan lestari berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ketika orang menikah melupakan makna dan tujuan dari menikah yang terjadi bukanlah menjadi bahagia lahir batin melainkan menjadi tidak tenang atas pernikahannya tersebut, tak heran banyak sekali perceraian yang terjadi karena tidak puas dengan keadaannya, kawin kontrak, nikah karena hartanya, nikah karena statusnya, nikah karena untuk menutupi aib, nikah dengan cara menjebak atau tipu daya, nikah dengan memalsukan status dirinya mengaku masih single ternyata sudah berkeluarga dan lain-lain.

Banyak pasangan beranggapan bahwa menikah adalah tujuan akhir dalam hidupnya dan tugasnya selesai kalau sudah menikah, bahwa siklus hidupnya belum tuntas apabila belum menikah tidak semulus yang diharapkan. Apalagi usianya makin bertambah dan didesak untuk menikah, akhirnya melakukan dengan cara apa pun dan terburu-buru untuk menemukan seseorang untuk segera dinikahinya.

Baca juga:  Kenali 10 Tanda Cowok Serius yang Siap Menikahimu

Tak heran kita jadi tidak begitu mengenal pribadinya dan sifat aslinya si dia yang pada akhirnya pernikahannya menjadi tidak amanat dan tidak bahagia di dalamnya, anggapan tersebut bisa membuat kita jadi hanya memikirkan urusan saat ini saja tetapi setelah menikah adalah urusan nanti atau belakangan. Kata lainnya ada kelegaan berhasil mengubah statusnya dari lajang menjadi menikah tidak ada lagi desakan atau tuntutan dari keluarganya untuk menikah, istilahnya yang penting saya sekarang sudah menikah.

Artikel lainnya: Memaksa secepatnya ingin menikah tapi malah ragu.

Efek negatifnya yang ditimbulkan dari kisah romantisnya cinta menikah apabila menikah hanya dijadikan sebagai tujuan akhir dalam hidupnya yang terjadi pernikahannya jadi tidak bahagia:

1. Kaget dengan sifat dan kebiasaan pasangannya.
Kita akan kaget dengan sifat dan kebiasaan pasangan setelah menikah berbeda jauh ketika masih pacaran dulu terasa indah dan penuh kebahagiaan karena kita tidak mau melihat sifat aslinya pasangan sebelum menikah yang penting saya menikah.

2. Tidak mau tampil untuk merawat diri dan tampil apa adanya.
Kita jadi tidak mau tampil untuk merawat diri dan tampil apa adanya, anggapannya sudah laku sehingga ketika sudah menikah penampilannya tidak perlu dilakukan lagi seperti tidak berdandan cantik atau berdandan keren ketika menyambut pasangannya cukup berpakaian apa adanya.

Baca juga:  Ini Bukti Jatuh Cinta Tidak pernah Datang Terlambat

3. Tidak mau lagi memberikan perhatian penuh.
Ketika sudah menikah kita tidak perlu lagi memberikan perhatian yang banyak seperti saat pacaran dulu karena waktu pacaran bersikap jual mahal dan berusaha dandan cantik atau keren hanya untuk mengikat kekasihnya agar tidak lari ke lain hati.

4. Memperlihatkan sikap cuek.
Kita akan lebih dulu memperlihatkan sikap cuek dalam hal memberikan perhatian kepada pasangan dan beranggapan pasangan sudah mutlak menjadi miliknya kita.

5. Lebih ingin dimengerti dan kurang mau mengerti.
Kita akan lebih ingin dimengerti dan kurang mau mengerti kebutuhan pasangan kita sehingga kita akan selalu suka menuntut dan menuntut pasangan kita untuk bersikap sesuai dengan keinginannya kita.

6. Bersifat egois dan mudah marah-marah.
Kita akan jadi egois karena kurang bisa mengenali bagaimana sifat dirinya dan seringkali banyak marah-marah kepada pasangan kita karena menganggap pasangan tidak seperti apa yang diinginkan oleh kita.

7. Lebih banyak menuntut diperhatikan.
Kita akan lebih banyak menuntut untuk diperhatikan tetapi tidak mau memberikan perhatian yang sama kepada pasangan kita, jangan lupa pasangan kita juga memiliki perasaan untuk disayang dan diperhatikan oleh kita.

8. Stres berkepanjangan.
Kita akan beranggapan menjalani tanggung jawab sebagai seorang suami atau istri, ayah atau ibu dan menantu adalah beban terberat sehingga membuat kita menjadi stres berkepanjangan karena kita tidak ikhlas dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Baca juga:  Empat Kebiasaan Sepele Ini dapat Merusak Hubungan Cinta

9. Malas untuk bermesraan.
Kita akan mulai tidak mau untuk membangun keromantisan dan kemesraan hubungan rumah tangganya, tercermin dari malas bermesraan bersama pasangan kita hanya mengobrol biasa dan melakukan hubungan intim saja tanpa ada makna di dalamnya itu terjadi disebabkan kita menikahi pasangan kita untuk mengubah statusnya dari lajang menjadi menikah.

Pada akhirnya pernikahan tersebut tidak punya lagi perasaan apa-apa, saat melihat dan mendengar nama pasangan kita sehingga yang terjadi sulit untuk menjaga rasa, kesetiaan dan komitmen dalam membina hubungan pernikahan yang bahagia dan mesra tidak akan tercapai.

Baca juga: Kisah romantisnya cinta menikah part 2 lebih membahas komunikasi bisa melahirkan kepribadian rumah tangga yang bahagia dan harmonis.

Kesimpulan kisah romantisnya cinta menikah part 1:

Memmiliki makna dan tujuan untuk memelihara dan menjaga ikatan lahir batin untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dengan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, apalagi makna dan tujuan pernikahan untuk membentuk rumah tangga yang maknawi buat mencapai kebahagiaan dengan lestari.

Terima kasih sahabat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca kisah romantisnya cinta menikah part 1, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

2 Comments

  1. jangan menghilangkan kebiasaan saat pacaran biar hubungan tetap mesra dan harmonis

  2. bener banget… aku bahagia dengan pernikahan ku walopun tidak di hujani dengan materi dan romantisme gombal .. krn suami ku tipe suami yg tidak bisa mengobral kata2 manis tiap hari … tapi yg terpenting aku tau klo dia tulus mencintai aku dengan melihat sikap dan perilaku nya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge