Inikah Emosi Cinta

Risiko menjalin hubungan asmara terlalu otoriter atau permisif

Risiko menjalin hubungan asmara terlalu otoriter atau permisif

Risiko menjalin hubungan asmara terlalu otoriter atau permisif bisa membuat pacar mengalami gangguan jiwa dan efeknya bisa membuat pacar dapat berubah secara drastis suasana hatinya, kata lainnya pacar mengalami perubahan mood yang durasi waktunya bisa bervariasi dalam hitungan jam, hari bahkan minggu.

Perubahan mood tersebut tergantung dari kenangan yang paling sering dijumpai di dalam hubungannya, apakah itu kenangan baik atau buruk akan tersimpan di dalam memori pacar, terutama kenangan buruk yang diasosiasikan dengan perasaan akan tersimpan lama dan membekas, bahkan bisa masuk ke dalam memori jangka panjang.

Menjalani pola hubungan yang penuh dengan muatan emosional dan keegoisan akan terakumulasi di dalam kenangan pacar, saat ada kejadian yang tidak menyenangkan “buruk” bisa menjadi pencetus yang membuat pacar jadi sedih berkepanjangan, lama-lama itu bisa membuat pacar jadi depresi yang berujung pada perilaku-perilaku emosi yang ekstrem.

Risiko menjalin hubungan asmara terlalu otoriter atau permisif berujung dengan perilaku emosi yang ekstrem apabila diasosiasikan dengan perasaan akan tersimpan lama dan membekas dalam jangka panjang

Contohnya cepat bosan, mudah marah, suka murung, malas beraktivitas, konsentrasi jadi menurun, gangguan tidur, gangguan makan, merasa pesimistis, gangguan kesehatan, sampai punya pikiran untuk mengakhiri hidupnya. Perilaku-perilaku emosi yang ekstrem dari pacar disebabkan dalam hubungannya, sering dijumpai dirinya dilabeli oleh pasangannya dengan sesuatu yang bisa merusak harga dirinya.

Baca juga:  Tanda kamu dan dia adalah pasangan yang cocok satu sama lain

Pacar sering dituntut atau ditekan secara berlebihan oleh pasangannya “wajib menuruti apa pun segala macam keinginan pasangannya”, pacar sering dikatakan oleh pasangannya dengan kata-kata kasar sehingga bisa melukai harga dirinya.

Semua perilaku-perilaku emosi yang ekstrem akibat dari risiko menjalin hubungan asmara terlalu otoriter atau permisif yang dilakukan oleh pasangannya, hubungan yang terlalu otoriter sering dijumpai pacar harus menuruti semua keinginan pasangannya tanpa terkecuali.

Pacar tidak bisa bebas mengekspresikan keinginannya sendiri dalam menjalani hubungan cinta, pasangannya ada kecenderungan suka mengkritik apa pun yang dilakukan oleh pacarnya selalu dianggap salah atau tidak ada yang benar.

Baca juga:  Yuk Intip Cara Move On Ala 3 Selebriti Papan Atas

Hubungan yang terlalu permisif sering dijumpai pacar dibiarkan semaunya sendiri atau kata lainnya pacar sangat dimanjakan oleh pasangannya, bahwa segala macam keinginan pasangannya harus dituruti oleh dirinya sehingga pasangannya merasa apa pun yang berjalan di dalam hubungannya harus menurut keinginannya.

Untuk membangun kualitas hubungan cinta yang sehat maka hindari dua pola tersebut, disarankan dalam menjalani hubungannya menggunakan pola authoritative sering dijumpai masing-masing pasangan diberikan kebebasan dalam mengekspresikan keinginannya tetapi tetap ada batasan-batasannya yang jelas.

Pola hubungan ini bertujuan untuk menghindari dari risiko menjalani hubungan cinta terlalu otoriter atau permisif karena tidak terlalu menuntut pacar secara berlebihan menjadi sosok sempurna atas apa yang pasangannya inginkan dan tidak berlalu mengkritik pacar atas apa yang dilakukan dengan cara yang kasar apabila berbeda dengan keinginan pasangannya.

Baca juga:  Sebaiknya Kamu Tanyakan Dulu Ketika Pacar Minta Break

Kesimpulan risiko menjalin hubungan asmara terlalu otoriter atau permisif:

Dua pola tersebut bisa membuat pacar mengalami gangguan jiwa dan efeknya bisa membuat pacar dapat berubah secara drastis suasana hatinya di dalam hubungan cinta, terutama kenangan buruk yang diasosiasikan dengan perasaan akan tersimpan lama dan membekas dalam jangka panjang.

Menjalani hubungan cinta yang penuh dengan muatan emosional dan keegoisan bisa masuk ke dalam kenangan sang pacar, ketika ada kejadian yang tidak menyenangkan bisa membuat pacar jadi sedih berkepanjangan, lama-lama bisa membuat pacar jadi depresi yang berujung dengan perilaku emosi yang ekstrem.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca risiko menjalin hubungan asmara terlalu otoriter atau permisif, silakan bagikan agar bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge