Inikah Emosi Cinta

Rasa cinta bukan hanya dimata

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Rasa cinta bukan hanya dimata
Ilustrasi acak tentang Rasa cinta bukan hanya dimata (sumber: Pixabay.com)

Rasa cinta bukan hanya dimata ketika kamu berkenalan ataupun menyukai seseorang, pertama kali yang kamu perhatikan pasti penampilan dan cara membawa diri, hal itu paling mudah untuk menilai seseorang melalui penampilan luarnya. Akhirnya kamu jadi tertarik dengan orang tersebut yang atraktif secara penampilan akan berlaku hukum tarik-menarik.

Tak heran untuk mengenal orang itu jauh lebih besar, baik itu dari tutur katanya, pembawaan diri dan penampilan fisiknya tetapi berbeda sekali dengan seseorang yang berpenampilan kurang atraktif maka untuk mengenal orang tersebut jauh kurang tertarik dan berpikir seribu kali untuk tidak bertemu lagi.

Apabila kita memiliki cara pandang semacam itu, kita bisa terjebak dengan cara pikir yang serba instan dan semakin terobsesi dengan seseorang berpenampilan luar yang atraktif saja dibandingkan untuk mengenal lebih lanjut bagimana isinya atau kepribadiannya.

Melihat penampilan luar saja tidak hanya menyangkut soal bagaimana pakaiannya hingga fisiknya saja melainkan barang apa saja yang dipakai dan digunakannya bahkan kalau perlu status di belakangnya seperti harta atau kekayaaannya.

Baca juga:  Maksud Ucapan Cewek Mengatakan Kamu Terlalu Baik Buat Aku

Kesan pertama atas penampilan luar tersebut akan cocok dengan pancaindera dasar kita seperti penglihatan, penciuman dan pendengaran sesuai dengan kriteria idaman kita, tidak heran bagi orang yang gila dengan pencitraan luar seperti penampilan adalah cara paling dangkal untuk menciptakan ilusi-ilusi akan isi dan terobsesi akan hal tersebut.

Akibat hanya melihat penampilan luarnya saja, biasanya kita jadi cepat terpesona dengan penampilan yang gemilang dan terlihat keren. Akhirnya kita memilihnya tanpa melihat isinya atau kepribadiannya, pada akhirnya intuisi yang ada dalam diri kita sendiri menjadi tidak tajam dan lama-kelamaan menghilang.

Intuisi pada manusia berupa bisikan hati dan firasat yang diberikan Tuhan kepada kita dari lahir bahkan sudah terprogram dan terinstal dengan sempurna, sekarang tinggal kita saja. Apakah sadar dan peka atau tidak dengan semua hal tersebut.

Intuisi itu seperti apa kita ada perasaan nyaman dengan seseorang, apa ada klik atau tidak dengan seseorang, apa kita satu alur atau tidak dengan seseorang dan lain-lain. Dalam menilai dan bertemu dengan seseorang maka gunakan intuisi kita.

Baca juga:  Penyebab Pacaran 6 Tahun Ditinggal Nikah Sang Kekasih

Perhatikan apakah selama 3 menit, kita bisa merasa nyaman untuk berbicara, mendengarkan dan tatapan mata. Apabila selama 3 menit tersebut kita merasa nyaman maka kemungkinan besar bahwa orang itu tepat untuk kebutuhan kenyamanan dan keamanan perasaan kita seperti sahabat atau rekan bisnis ataupun cinta.

Jangan lupa gunakan intuisi selama 3 menit dan perhatikan tatapan lawan bicara, apakah fokusnya ke arah pembicaraan atau lebih fokus ke area tertentu merupakan salah satu faktor penentu dalam menunjukkan intensitas dan niat baik dari lawan bicara kita.

Mempertajam intuisi kita bisa merasa nyaman untuk berbicara dan menemukan seseorang dengan satu frekuensi atau getaran yang sama dengan diri kita, perlu diingat setiap manusia diciptakan dengan frekuensi yang berbeda-beda tetapi ketajaman intuisi bisa menemukan frekuensi yang sama dengan diri kita seperti dimana kamu dan dia akan saling nyaman dan menyambung untuk membicarakan hal-hal apapun.

Baca juga:  Empat Cara Cerdas Mengontrol Emosi Ketika Marah dengan Pasangan

Positifnya dari ketajaman intuisi kita bisa mengetahui dan merasakan apabila ada frekuensi yang sengaja diciptakan atau hanya sekedar berpura-pura, biasanya tidak akan bertahan lama disebabkan frekuensi aslinya akan terbongkar atau terkuak ibaratnya topengnya, baca juga ketakutan berlebihan akan perasaan tidak dicintai lagi.

Kesimpulannya: rasa cinta bukan hanya dimata apabila kita hanya melihat penampilan luarnya saja tanpa mengindahkan penampilan dalamnya, kita bisa terjebak dengan cara pikir yang serba instan dan semakin terobsesi pada penampilan luar saja dibandingkan untuk mengenal lebih lanjut isinya. Mempertajam intuisi kita bisa merasa nyaman untuk berbicara dan menemukan satu frekuensi atau getaran yang sama dengan diri kita bahkan bisa mengetahui jika ada yang berbohong atau berpura-pura.

Terima kasih sobat sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca rasa cinta bukan hanya dimata, jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu, semoga bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Sobat ada tanggapan lain?




ARTIKEL LAINNYA

6 balasan untuk artikel ini

  1. iya min, cz biasanya dr pandangan prtamalah qta mulai menilai seseorang, jd klw kesan prtama sdh tdk enak qta akan malas utk mngenalnya lbh jauh.

  2. Emang kbnyakn org pasti mlhat org laen dr fisikx saja lwat pndangan prtma. Tnpa pkir pnjang apkah sfatx it baek atw ndak. Jarang sekali qt menilai org dr hatix dlu. Krna untk mengenalx lwat hati,bth wkt lbh lama d bandingkan dg menilai dr fisik

  3. Iya sih biasa nya jg gtu..dr mata,tp meski dia cakep ganteng ato kaya tp klo sifat nya jelek..
    Ih….males bgt.
    Mending yg biasa2 aja tp baik kepribadian nya

  4. ea min kagum lewat mata biasanya cm sementara ja klo kagum lewat hati tuw pasti bertahan lama

  5. tapi emang sih kekaguman itu datang nya pertama lewat mata , terpesona fisik .. tapi biasanya klo dah tau kepribadian nya , rasa kagum itu bisa berbalik 180 derajad klo mengetahui ternyata sifat nya buruk .. jadi nya lgsung ilfil …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge