Kenali Pola Cinta

Proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi

Proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi

Proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi, ini yang harus kamu tanamkan dulu agar proses move on berjalan lancar. Putus cinta bukan saat kamu mendengar kata “kita putus”, “kita beda prinsip”, “dunia kita berbeda”, “kamu terlalu baik buatku”, kita sudah tidak sejalan lagi, dan lain-lain.

Proses move on supaya berhasil, kamu harus menerima situasi hubunganmu dengan si dia telah putus. Kamu juga harus siap untuk menghadapi pengalaman baru tanpa si dia. Istilahnya, putus cinta pasti ada gejolak emosi yang mampu memengaruhi suasana hati dan kondisi kesehatan kamu.

Tekankan secara tegas untuk menjalani proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi dengan menerima situasi hubunganmu dengan si dia telah berakhir, sikap menjalani pascaputus tergantung bagaimana kamu memahami dan memaknai proses putus cinta seperti halnya kamu memahami dan memaknai proses jatuh cinta

Mengapa? saat kamu menjalani hubungan cinta dengan seseorang, artinya kamu mulai membangun hubungan yang agak serius bukan lagi sekedar cinta monyet. Hubungan yang dibangun dari interaksi dua orang yang saling memberi dan menerima, mulai dari proses perubahan sikap, perilaku, kesukaan, mood, bahkan kesehatan.

Namun, saat salah satu pihak berpikir hubungannya sudah berakhir. Seseorang akan mengalami perasaan galau terhadap pasangannya terlihat mulai memberikan jarak, baik itu secara emosional, sosial, komunikasi maupun interaksi. Memberikan jarak itu artinya, dirinya sedang melakukan proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi.

Tahap pascaputus dari pacar, seseorang mulai menghadapi pertanyaan dari teman-temannya maupun keluarganya. Terutama, bagi kamu yang sudah terlanjur dekat dengan keluarga pacar. Namun, pascaputus dari pacar terkadang kamu masih kangen dengan dirinya, merasa worthless, bahkan mempertanyakan alasannya dengan kata-kata “kenapa”, salahku di mana, atau “apa salahku”.

Baca juga:  Kenali 10 Tanda Cewek yang Sudah Siap Menikah

Hingga akhirnya kamu mulai menerima keadaan yang baru tanpa si dia dan semakin suportif pada diri sendiri, pada tahap ini kamu benar-benar menyadari perpisahannya dengan mantan. Tercermin dari perilaku kamu mulai mengembangkan kemandirian dengan mengatur kembali hidupmu.

Keberhasilannya tergantung dari dirimu, saat pascaputus dari pacar. Tanamkan niat yang kuat untuk menjalani proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi, kalau kamu tidak memiliki niat yang kuat untuk move on. Dikhawatirkan bisa membangkitkan perasaan depresi dan kehilangan, misalnya ada rasa mengebu-gebu ingin menghubungi mantan dan perilaku kompulsif ingin mencari informasi tentang mantan.

Tak heran, kamu sering dijumpai masih mengawasi mantan dari status facebook, twitter, instagram, atau media sosial lainnya. Tujuan kamu mengawasi mantan, ingin menghilangkan perasaan hampa dan kosong akibat perasaan depresi dan kehilangan dari rasa sakit yang pedih dan nyata.

Jika kamu tidak memiliki niat yang kuat untuk move on bisa terjadi gangguan perilaku, contohnya kamu merasa sakit hati seolah-olah peristiwa putus baru berlangsung kemarin, padahal peristiwa putus tersebut sudah berlangsung beberapa minggu atau bulan yang lalu.

Contoh lainnya kamu muncul perasaan sedih saat mendengar lagu kesukaannya mantan atau lagu kenangan berdua, melewati tempat nongkrong favorit saat pacaran dulu, membangkitkan kembali kenangan lama bersama mantan setelah mencium aroma parfum yang mirip mantan gunakan, dan lain-lain.

Baca juga:  Kamu Merasakan Dilema Pacaran Bertahun-tahun

Jika kamu menanamkan niat yang kuat untuk menjalani proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi, kamu akan memiliki sikap yang kuat untuk mengatasi putus cinta dengan cara menjalaninya. Semua kenangan pascaputus dari mantan, bukanlah reaksi yang harus kamu buang atau dipotong begitu saja dari hidupmu.

Istilahnya kamu harus memberikan waktu buat dirimu untuk menjalani “melewati” semua rasa sakit hati, sedih, marah, depresi, dan kecewa terhadap mantan. Termasuk juga, semua kenangan indah maupun tidak menyenangkan bersama mantan. Sikap ini tergantung dari tipe kepribadian kamu dan dukungan yang kamu miliki, bagaimana kamu memahami dan memaknai proses putus cinta. Sama hal, kamu memahami dan memaknai proses jatuh cinta.

Banyak dijumpai ketika seseorang putus cinta, cara mengatasinya tidak dijalani dengan benar. Contohnya terburu-buru mencari pacar baru untuk menghapus kenangan bersama mantan yang timbul dari rasa sakit hati. Cara tersebut tidaklah tepat, malah membangkitkan perasaan depresi dan kehilangan semakin besar.

Kenangan yang kamu jalani bersama mantan akan tetap ada seumur hidupmu, walaupun kamu sudah memiliki pacar baru. Jika kamu melewati proses move on dengan tepat, yaitu memiliki niat yang kuat untuk menjalani semua proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi. Semua kenangan tersebut tidak akan lagi mengganggu hidupmu di kemudian hari.

Bahkan bisa menjadi pelajaran berharga dalam hidupmu, kejadian putus cinta bisa mengubah kamu menjadi pribadi yang luar biasa dalam menjalani kehidupan. Kamu tidak lagi berusaha mencari cara yang keliru untuk kabur dari rasa sakit hati pascaputus, misalnya terburu-buru mencari pacar baru.

Baca juga:  Empat Kebiasaan Sepele Ini dapat Merusak Hubungan Cinta

Malah kamu bisa timbul pertanyaan, “apakah si dia akan kembali?”, “kalau kembali lagi, apa hubungan akan seperti dulu?”, “apa yang aku lihat dari dirinya?”, atau “apa yang aku cari dari dirinya?”. Jika kamu menjalani semua rasa sakit hati dengan baik, kamu bisa lebih bahagia dan memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan dulu bersama mantan.

Kesimpulan proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi:

Move on supaya berhasil, kamu harus menerima situasi hubunganmu dengan si dia telah berakhir. Tanamkan niat yang kuat untuk menjalani semua proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi, istilahnya reaksi kamu dalam menjalani hidup pascaputus. Apakah semua kenangan dibuang begitu saja dari hidupmu, atau menjalaninya. Contohnya kamu terburu-buru mencari pacar baru, masih mengawasi media sosialnya, masih berkomunikasi, ataukah intropeksi diri.

Sikap menjalani pascaputus dari pacar itu tergantung, bagaimana kamu memahami dan memaknai proses putus cinta. Sama halnya, kamu memahami dan memaknai proses jatuh cinta. Jika kamu menjalaninya tidak benar bisa membangkitkan perasaan depresi dan kehilangan semakin besar.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca proses move on dari mantan bukan berarti ingin balikan lagi, silakan bagikan agar bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Berikan komentarnya atau ada yang ingin ditanyakan?




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge