Inikah Emosi Cinta

Perilaku bullying di kalangan remaja

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

perilaku bullying di kalangan remaja
Ilustrasi acak tentang perilaku bullying di kalangan remaja (sumber: Pixabay.com)

Maraknya kasus bullying yang terjadi di kalangan remaja karena pada seusianya mengalami pubertas, mulai menyukai lawan jenis tetapi takut untuk mendekatinya ada pemikiran orang yang disukainya akan ikut di bullying juga, ada melemparkan gosip miring sehingga diejek atau dijauhi oleh teman-teman sekolahnya karena bersangkutan disukai oleh seseorang yang populer di sekolahnya.

Ada juga menunjukkan senioritas untuk calon-calon yang baru saja bergabung di suatu sekolah, kuliah atau perkumpulan dengan acara diejek-ejek, dibentak-bentak, dipukul-pukul, ditendang-tendang dan lain-lain dengan alasan klasiknya sebagai suatu tradisi.

Aksi perilaku bullying di kalangan remaja beberapa orang tua ataupun guru tidak respon ketika diceritakan bahwa diri kita telah menjadi korban bullying

Sayangnya aksi bullying ini, ada beberapa orang tua ataupun guru tidak respon dengan perasaan si anak remaja ketika menceritakan kejadian ini bahwa dia sudah menjadi korban bullying bahkan ada sebagian orang tua memarahi atau menyalahkannya sehingga anak remajanya tertutup kepada orang tuanya tidak pernah lagi membicarakan apapun masalahnya kepada orang tuanya.

Masalah remaja memang komplek pada seusianya mereka mengalami pubertas, rasa ingin tahunya sangatlah tinggi dan masih bingung untuk mencari siapa jati dirinya. Cara terbaik supaya remaja mau terbuka dan nyaman dengan kita maka posisikan diri kita sebagai sahabat terdekatnya sehingga remaja merasa dirinya ada yang menyayangi, mencintai dan juga ada tempat untuk curhat mengenai keluh kesahnya.

Baca juga:  Pacaran Lama Tidak Menjamin Kamu Akan Menikah

Remaja mau terbuka dan nyaman dengan kita, pertama kali harus kita lakukan adalah mendapatkan kepercayaan dari diri mereka dengan cara mendengarkan mereka, memahami mereka, dan bantulah mereka dalam melewati masa remaja yang penuh dengan gejolak.

Masih banyak yang menganggap dampak dari aksi bullying ini tidaklah penting, ada pula yang menganggap hal ini sebagai sesuatu yang wajar buat menguatkan mental seseorang tetapi sebenarnya secara tidak langsung dapat merendahkan mental seseorang, misalnya sering dibentak-bentak, diejek-ejek, digosipkan, dipukul, ditendang bahkan dipermalukan akhirnya seseorang tersebut bisa menjadi pendendam atau penakut.

Tradisi melakukan perilaku bullying di kalangan remaja untuk menguatkan mental seseorang menjadi kuat mentalnya adalah sesuatu yang menyesatkan

Aksi bullying ini masih banyak dijadikan sebagai tradisi formal maupun informal, misalnya pekan orientasi penerimaan siswa baru baik itu di lingkungan sekolah dan perkuliahan ataupun penerimaan anggota baru suatu perkumpulan organisasi sekolah ataupun kuliah.

Aksi bullying kerapkali terjadi dilakukan secara diam-diam dan korbannya justru takut untuk melapor kejadian ini tetapi aksi ini akan muncul ke permukaan apabila salah satu korbannya ada yang meninggal dunia ataupun dianiaya sangat hebat sekali sehingga memerlukan perawatan intensif barulah semuanya terbongkar.

Baca juga:  Cara Tepat untuk Memperoleh Restu Menikah dari Orang Tua

Alasan klasik aksi bullying dijadikan sebagai tradisi untuk menguatkan mental seseorang, hal ini tidak ada kaitannya antara mental menjadi kuat dengan bullying bahkan hal semacam ini sudah dikatakan kuno bahkan ketinggalan zaman dan merendahkan martabat manusia karena perilaku bullying semacam ini kalau lama-lama dibiarkan akan menjadi bibit perilaku kekerasan ketika dewasa nantinya.

Tradisi untuk menguatkan mental seseorang dengan aksi bullying adalah sesuatu yang menyesatkan karena mengajarkan kepada seseorang untuk meneruskan perilaku kekerasan sampai kapanpun tidak pernah berhenti dan dampaknya bagi si korban ketika menerima aksi bullying ini akan mengingatnya sampai dewasa susah untuk dihilangkan, misalnya menjadi tidak percaya diri, cemas, depresi, rendah diri dan takut khususnya menyangkut aksi bullying yang pernah dulu dia dapatkan.

Bila kita menjadi korban aksi dari perilaku bullying di kalangan remaja tidak perlu takut dan bicaralah dengan mengatakan saya di-bully

Bila kita menjadi korban aksi bullying tidak perlu takut mengatakan “saya di-bully”, carilah seseorang yang lebih tua, sahabat terdekat atau seorang ahli yang bisa diajak berdiskusi dan memahami apa yang kita rasakan sebagai korban bullying untuk membuat perasaan diri kita merasa aman dan nyaman.

Baca juga:  Cara Tepat Menenangkan Perempuan yang Sedang Menangis

Berawal dari sana kita akan belajar bersikap asertif untuk melatih citra diri kita menjadi lebih baik dan lawanlah kepada mereka yang melakukan aksi bullying dengan berbicara keras melalui prestasi-prestasi kita untuk memberikan bukti kepada mereka bahwa “saya berbeda dan cukup berharga”.

Kesimpulannya perilaku bullying di kalangan remaja adalah kasus bullying banyak terjadi di kalangan remaja karena seusianya mereka mengalami pubertas, rasa ingin tahunya sangatlah tinggi dan masih bingung untuk mencari siapa jati dirinya. Aksi bullying bukanlah untuk menguatkan mental seseorang, jangan terlalu lama dibiarkan aksi bullying ini karena akan menjadi bibit perilaku kekerasan yang akan terbawa sampai dewasa. Bicaralah kalau kita menjadi korban bullying tidak perlu takut dan katakan “saya di-bully”.

Terima kasih kawan sudah berkunjung ke kisah cinta sejati dot com dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca artikel perilaku bullying di kalangan remaja, bagaimana lovers ada komentar lain?




ARTIKEL LAINNYA

Satu balasan untuk artikel ini

  1. waktu SMA dulu saya juga sering dibully, gak gampang mendapatkan seseorang yang bener2 mau diajak diskusi, kalaupun ada gak terlalu ada efeknya. Kalau masalah prestasi justru karena mengalami bullying inilah seorang murid menjadi sulit berkembang, konsentrasi belajarnya menurun akibat perasaan tidak nyaman berada di lingkungan sekolah tempat ia sering dibully.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge