Kenali Pola Cinta

Pemahaman Model Pacaran Anak Zaman Sekarang

Pemahaman Model Pacaran Anak Zaman Sekarang
Ilustrasi Pemahaman Model Pacaran Anak Zaman Sekarang (sumber: Pixabay.com)
Dari Kisahcintasejati.com - tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Seperti apa pemahaman model pacaran anak zaman sekarang? Apakah kamu mengetahui bagaimana model pacaran anak zaman sekarang? Tentu bagi kamu yang sudah dewasa sudah mengetahui hal ini. Jika dibandingkan dengan zaman dahulu sangat bertolak belakang. Bagaimana tidak saat ini anak SD pun sudah mengenal, yang namanya perasaan suka dengan lawan jenis, atau kata lainnya cinta monyet.

Menurut pengertian, pacaran adalah sebuah proses perkenalan antara dua insan yang berbeda jenis, yang bertujuan untuk mencari kecocokan dalam menyongsong kehidupan selanjutnya. Hingga dapat diartikan, bahwa dengan berpacaran akan membuat seseorang menjadi lebih dewasa, baik itu pola pikir, emosi, ego, perilaku, dan perbuatannya. Istilahnya seseorang yang sudah berpasangan, mereka akan cenderung ingin tampil yang lebih baik untuk pasangannya, atau bertanggung jawab terhadap hubungan cintanya.

Pemahaman model pacaran anak zaman sekarang kerap kali dijumpai karena faktor takut dianggap tidak laku atau kurang hits oleh teman-temannya. Pemahaman itu akan membuat seseorang yang menjalin hubungan cinta bisa berubah menjadi pribadi yang egois, baik itu pola pikir, emosi, ego, perilaku, dan perbuatannya

Nah, orang yang mampu berubah menjadi lebih dewasa, baik itu pola pikir, emosi, ego, perilaku, dan perbuatannya setelah menjalin hubungan cinta dengan seseorang. Memunculkan sisi positif pada dirinya. Salah satunya mereka akan cenderung dapat menyelesaikan masalah dalam hubungannya. Seseorang menjalin hubungan cinta pasti ada sesuatu yang akan menyatukan antara emosi dan kasih sayang, misalnya persamaan visi misi hubungan jangka panjang (pernikahan).

Baca juga:  Empat Cara Cerdas Mengontrol Emosi Ketika Marah dengan Pasangan

Anak akan mulai mengenal pacaran ketika mereka memasuki masa pubertas. Nah, di situ akan ada perubahan pola pikir dari anak-anak menuju kedewasaan. Namun, semua itu tergantung dari individu masing-masing dalam memaknainya. Di sisi lain, perubahan tersebut karena faktor hormon, bentuk fisik, dan pengaruh lingkungan. Biasanya anak mulai mengenal pacaran ketika memasuki SMP (Sekolah Menengah Pertama).

Sebenarnya terdapat banyak hal, yang menjadi perbedaan antara model pacaran zaman sekarang dengan zaman dahulu. Kalau dulu identik dengan surat menyurat, seseorang akan merasa malu ketika melihat orang yang disukainya. Bahkan, mereka cenderung akan menghindar. Apakah itu cukup? Mereka sudah merasa senang dan bahagia dengan selembar surat. Kemudian, berlanjut dengan ketemuan sambil mengobrol banyak hal.

Seiring dengan berjalannya waktu, hal tersebut sudah mulai berubah. Banyak kemajuan teknologi yang semakin canggih dan memberikan kemudahan bagi seseorang untuk bisa berkomunikasi. Nah, itulah yang membuat gaya pacaran zaman dulu mulai ditinggalkan.

Mulailah beralih pada penggunaan gawai atau telepon seluler dengan berbagai aplikasi yang disediakan dan banyak pilihannya. Cukup dengan membeli pulsa atau paketan, mereka sudah dapat berkomunikasi dengan mudah tanpa harus menunggu pesan tersampaikan selama beberapa hari (surat). Bahkan, bisa juga melihat gambar pasangannya melalui video call.

Baca juga:  Pacar Minta Break Tandanya Ia Suka Lari dari Masalah

Efek Positif dan Negatif dalam Perkembangan Teknologi
Setiap perubahan dan perkembangan teknologi pasti terdapat sisi positif dan negatifnya, itu semua tergantung orang yang menggunakan teknologi tersebut. Jika seseorang memiliki niat yang positif, yakni mengakses informasi hanya dengan satu waktu. Selain itu, apa pun yang dibutuhkan dapat dengan mudah dicari. Kata lainnya menjelajahi dunia hanya dengan duduk di tempat.

Jika seseorang memiliki niat yang negatif, orangnya susah untuk mengontrol diri sendiri. Pasti akan terjerumus dalam hal yang kurang baik karena tidak ada batasan dari dalam dirinya terhadap sesuatu yang masuk dari luar. Istilahnya individu tidak dapat membatasi diri sendiri, contohnya memfoto dirinya tanpa sehelai pakaian, atau merekam adegan hubungan intim di luar nikah bersama pacarnya.

Model pacaran anak zaman sekarang dapat dibilang bebas, mengapa demikian? Ada banyak faktor yang menyebabkan, terutama lingkungan pergaulan. Bayangkan saja, siswa SD sudah mengenal yang namanya pacaran dan mereka cenderung lebih berani untuk bertatap muka secara langsung, walaupun kaitannya masih dalam cinta monyet.

Berikut pemahaman model pacaran anak zaman sekarang, terutama kalangan remaja
1. Jika tidak punya pacar, dirinya akan dianggap tidak laku, kurang hits, nelangsa atau istilahnya jawangenes.
2. Jika tidak bermesraan, tidak dikatakan pacaran atau kata lainnya belum berani ketemuan.
3. Jika benar-benar cinta, harus dibuktikan bukan hanya perkataan saja.

Baca juga:  Pria Mudah Jatuh Cinta pada Pandangan Pertama ketimbang Wanita

Pemahaman tersebut bisa menimbulkan penafsiran yang keliru, terutama pada poin nomor tiga. Jika benar-benar cinta, harus dibuktikan bukan hanya perkataan saja. Hampir ditemukan model pacaran anak remaja kerap kali dijumpai kelewatan batasan akibat pemahaman yang salah kaprah. Contohnya ciuman, pegang-pegangan, melakukan oral, ataupun hubungan intim di luar nikah.

Pemahaman tersebut juga, tidak diperbolehkan dalam agama manapun karena belum ada ikatan yang sah dan resmi di antara kedua pasangan. Untuk itu, kamu perlu menjauhkan diri dari hal tersebut agar tidak terjerumus dalam lembah dosa. Setidaknya membatasi diri dari model pacaran anak zaman sekarang, yang tidak sesuai dengan norma agama, masyarakat, dan hukum. Semoga dapat bermanfaat.

Kesimpulan pemahaman model pacaran anak zaman sekarang

Orang yang memiliki niat serius menjalin hubungan cinta akan cenderung ingin tampil yang lebih baik untuk pasangannya, atau bertanggung jawab terhadap hubungan cintanya. Namun, orang yang ingin menjalin hubungan cinta karena faktor takut dianggap tidak laku, atau kurang hits oleh teman-temannya dikhawatirkan dirinya akan berubah menjadi pribadi yang egois, baik itu pola pikir, emosi, ego, perilaku, dan perbuatannya.

Terima kasih sudah berkunjung dan memberikan waktu luangmu untuk sejenak membaca pemahaman model pacaran anak zaman sekarang. Tolong bagikan artikel ini agar bermanfaat dan menjadi kebaikan untuk kita semua. Silakan tinggalkan komentarnya di bawah.




ARTIKEL LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge