bagaimana kabarnya sista n boys? terima kasih sudah berkunjung, artikel sekarang membahas pasangan selingkuh itu poligami hati. manusia itu punya sifat dasar alami dan kodrati salah satunya egois, tidak mau berbagi, tidak pernah puas dan tidak pernah cukup.

manusia selalu egois ingin menguasai hal-hal yang mereka sukai dan dianggap penting juga menyangkut hajat hidup. apalagi kalau sudah urusan cinta atau hati, tanyakan pada diri sendiri apakah kamu mau dipoligami atau dibagi? mari kita bahas cinta yang dipoligami dari takaran komitmen dan perasaan.

jangan pernah kotorkan sucinya cinta yang istimewa karena cinta itu mulia, berkomitmen, saling menjaga, mempercayai, menghormati, menghargai, bisa berlaku sepenuhnya adil, ingin membantu sesama dan melindungi nama baik.

tapi kenyataannya yang terjadi banyak pasangan yang katanya saling cinta lebih memilih memanjakan egoisme yang lebih segar dan lebih membangunkan birahi sehingga poligami itu urusan egoisme vs egoisme.

egoisme dari pihak pasangan yang tidak rela berbagi cinta dan berkompetensi dengan pasangan lain yang berhadapan dengan egoisme pasanganmu yang ingin memanjakan ego dengan stempel mencari yang terbaik kenapa tidak.

bagaimana bisa mendapatkan yang terbaik bila pasangan yang gemar berpoligami itu tidak baik terhadap diri sendirinya yang hanya mementingkan egonya, melukai perasaan pasangannya, tidak bisa menjaga komitmen dan hatinya, tidak mau mempertahankan hubungannya, gampang menyerah dan tidak sabaran.

pastinya suatu hubungan dalam perjalanannya seiring dengan waktu ada ujian yang datang bertujuan untuk mempererat ikatan batin keduanya dengan melewati bersama-sama bukan menghindarinya. ketika masa pacaran sudah seperti itu bagaimana nanti setelah menikah.

kedewasaan seseorang bukan dilihat dari usianya tapi dari kemampuan kematangan berpikir dan pengambilan keputusan juga pengendalian nafsu dan emosinya.

kelihatannya ini terdengar mulai memihak tapi anggap saja ini untuk menyuarakan diluar sana hati yang banyak dimadu atau hendak dimadu. egoisme yang tidak mau berbagi cinta ini sebenarnya bukan urusan laki-laki atau perempuan tapi urusan hati.

saya yakin kamu juga sama tidak mau berbagi bila itu urusan hati? tapi memang tidak bisa dipungkiri kalau manusia juga memiliki sifat tidak pernah puas dan tidak pernah cukup sehingga tidak tertutup kemungkinan untuk menduakan cinta.

beberapa alasan yang paling jamak sering diajukan para pengemar poligami cinta ini sebagai kartu as adalah hanya main-main atau tidak serius dari awal dengan alasan pembenaran dia tidak cocok, tidak jelas atau tidak sabaran.

dengan alasan itulah pasangan yang pengemar poligami tidak mau repot-repot mengatasi masalah untuk membicarakannya tapi lebih memilih cara mudah dan dianggap efisien, yaitu cari pasangan baru.

bukankah cinta itu masalah komitmen? bukankah seharusnya cinta itu masalah menerima pasangan apa adanya? sepaket dengan kelebihan dan kekurangan pasangannya?

alasan lainnya yang paling dangkal adalah lebih baik mencari lagi karena dia kurang tampan, kurang berotot, kurang tinggi, kurang cantik, kurang sexy atau kurang memuaskan aku, hei siapa suruh tidak bisa mengontrol nafsu atau birahi dan tidak bisa menempatkan hanya di satu pasangan.

maksudnya disini bukan seks bebas tapi kesetiaan terhadap satu pasangan. satu pasangan tidak pernah habis kalau satu tidak cukup, dua atau tiga bahkan seribu tidak akan pernah cukup juga, sekali lagi ini soal manajemen atau menata hati.

pasangan yang suka berpoligami seharusnya mulai berhitung kebahagiaan dari hal-hal yang mereka sudah miliki bukan dari hal-hal yang ingin mereka miliki. sumber kebahagiaan itu tidak cuma soal membahagiakan keinginan dan nafsu semata.

bukan berarti puas secara keinginan dan nafsu itu tidak penting, itu salah satu yang penting tapi bukan yang terpenting. disini pentingnya kontrol diri dan hati untuk tujuan semangat hidup yang positif.

kembali ke egoisme vs egoisme dalam sebuah hubungan ketika pasangannya berpoligami. pasangan yang dipoligami sudah menjadi korban perasaan dan sering tidak punya posisi tawar yang seimbang secara mental disamping itu pasangannya minta putus tidak tatap muka atau hanya lewat sms.

seperti tiba-tiba minta putus tanpa alasan yang jelas walaupun saat itu hubungannya tidak ada masalah atau setelah ketemuan beberapa hari minta putus yang alasannya tiap menit atau jam berubah-ubah.

hidup hanya sekali sebaik-baiknya hidup adalah hidup yang menjaga keseimbangan dengan tidak menyakiti jika tak ingin disakiti dan tidak merugikan jika tak ingin dirugikan. apalagi urusan hati hati-hati hukum sebab akibat atau hukum alam.

terima kasih telah meluangkan waktu sejenak untuk berkunjung dan membaca, apakah kamu punya komentar lain tentang artikel pasangan selingkuh itu poligami hati ?