Cerita Pendek Cinta

Oh surat cintaku

Dari Kisahcintasejati.com, tempat asyik belajar keromantisan cinta untuk kamu dan si dia.

Oh surat cintaku
Ilustrasi acak tentang Oh surat cintaku (sumber: Pixabay.com)

“Ayuuuuk!” ucapku sambil tersenyum. aku terima ajakan yanti ke kantin. kami melangkah keluar kelas menuju kantin yang berjarak enam kelas dari kelas X bahasa. kantin selalu ramai di jam istirahat pertama. yanti bergegas ke kantin paling barat, seperti biasanya dia memesan siomay favoritnya. aku menunggu, di sana sini aku melihat anak-anak berdesakan untuk memesan makanan, minuman dan ada yang mencari tempat untuk duduk buat makan. sebenarnya aku paling gak suka dengan keramaian seperti ini.

tapi aku merasa lega… senang,,, dan nggak tahu apa namanya setelah mataku menangkap sosok laki-laki yang hampir tiap hari makan siomay disini. sssssst jangan beritahu siapa-siapa, dia arto adik kelasku. “eh ayu”, yanti memanggilku. dia menggenggam sebungkus siomay yang akan dimakan di kelas. “kayaknya dia lagi sms-an sama cewek deh, lihat tuh” mata yanti tertuju pada pada arto yang duduk agak jauh dariku.

arto memang terlihat asyik menekan-nekan tombol tuts hp-nya, “ke kelas yuk! daripada kamu…” yanti tidak melanjutkan ucapannya, bisa kutebak dia pasti mau bilang “jealous”. pukul 11.35, lima menit yang lalu bel istirahat kedua berbunyi. aku bergegas ke ruang guru sendirian. tidak lama aku celingukan mencari bu santi, beliau sedang melamun di mejanya.

langkahku terhenti di sebelah mejanya bu santi memandangku agak lama, “ayu, ada apa?” tanyanya. “boleh saya minta waktu sebentar bu?” tanyaku. bu santi mengangguk, akhirnya aku dan guru bahasa Inggris XII itu menemukan satu gazebo kosong di taman depan ruang guru. aku ceritakan semua tentang kekagumanku pada arto selama setahun ini. setahun, coy sejak pertama aku melihat arto nge-band di acara pensi tahun lalu hingga di kantin hari ini.

“jadi kamu memendam semua itu selama setahun?” bu santi memasang muka shock, sok dramatis deh! aja gila. “Bu Bu Bu” jawabku dengan datar, guruku yang masih muda itu geleng-geleng kepala, “kamu tidak akan tahu kalau kamu tidak berterus terang kepada arto”. “tapi saya takut kalau arto sudah punya…” “pacar?” bu santi tertawa kecil. mengungkapkan perasaan tidak berarti meminta seseorang menjadi pacar kita kan?” aku terdiam, benar juga sih!

sista n boy sekarang sedang membaca artikel cinta sejati dipersembahkan untuk pribadi-pribadi yang penuh dengan cinta.

“liiiih, ngasih surat cinta ke adik kelas? noraaaaaaaaaak tahu” aku menolak dengan muka masam. “lagian hp kamu rusak kan?” rayu yanti, ” aku malu” ucapku. kata-kata bu santi kembali terngiang-ngiang di benakku. mengungkapkan perasaan tidak berarti meminta seseorang menjadi pacar kita kan? mungkin setelah aku mengungkapkan perasaanku lewat surat cinta, arto bisa lebih dekat denganku. “aku mau!” kataku dengan mantap. yanti mengacungkan jempol dan tersenyum kepadaku.

kertas tipis warna ungu itu kulipat empat kali hingga muat ke dalam amplop putih. kutulis “for: arto XII IPA 1” di bagian depan. kuserahkan amplop itu pada yanti. “nah kalau amplopnya formal gini nggak bakal ada yang ngira kalau isinya surat cintaaaaaaaaaa…. hihihi” goda yanti. “yakin?” tanyaku kembali ragu. “besok pas istirahat kita harus cepat-cepat ke kantin dan nitipin surat ini ke bang siomay” ucap yanti.

awalnya aku ragu dengan ide gila yanti. bisa saja kan surat itu terjatuh lalu ditemukan anak lain di kantin, OMG tapi aku percaya ama sohibku yang 12 kali pacaran sejak SMP tersebut. dua hari ini full happy, kemarin pagi saat aku mampir ke kantin, bang siomay bilang “suratnya sudah sampai ke tangan mas itu kemarin”, ide yanti ternyata bukan ide gila. So, sekarang aku tinggal menunggu balasan dari arto atau dia mau menemuiku? hihihi….

“selamat” bu santi tersenyum kepadaku. “cieeee… ada peluang nih…” goda yanti. “malu tahu!” ucapku. “eeh arto ke sini?” bisik yanti di telingaku. what? ngapain dia ke sini? ruang guru gitu lho, dia berjalan ke arah kami. “mbak ayu”panggilnya dengan grogi, ada bu santi pula. “iya kenapa?” tanyaku dengan datar padahal jantung ini dag dig dug.

“kita bisa jadi teman baik kan?” tanya arto padaku. aku mengangguk pelan, iya iyalah berteman baik habis itu jadian! “retno juga nggak keberatan kalau kita jadian?” tanya arto. “retno????” aku bingung, kutatap bu santi dan yanti secara bergantian tapi mereka mengangkat bahu. “pacarku” kata arto sambil tersenyum. dari balik tubuhnya yang tinggi tegap muncul seorang cewek berjilbab cantik dan gelap gulita. samar-samar kudengar suara orang-orang, “cepaat bawa ayu ke UKS, cepaaaaaaat!!!!

Dear sista n boy, terima kasih telah meluangkan waktu sejenak untuk berkunjung dan membaca mutiara cinta sejati, bagaimana menurut sista n boy setelah membaca artikel ini? Jadi kabari saya, Terima kasih.




ARTIKEL LAINNYA

Satu balasan untuk artikel ini

  1. Masa SMP liat cowk keren dikit naksir, liat cowk manis dikit naksir, padahal ga brani blng suka cm naksir2 gt ja…hehehhe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gravityscan Badge